
Karena dari kalian lumayan banyak yang request aku up lagi, Okeh aku akan up lagi hehe😅, Tapi sebelum itu i wanna say thanks you so so much kepada kalian semua yang udah give me support buat aku dan Novel ini hahahha😂😃
aku benar-benar terharu banget sama kalian semua😢😘...makasih ya😃😘
okeh aku gak mau terlalu banyak kata
~ Jadi Selamat Membaca ⬇
Pada saat itu juga taksi online yang dipesan Rara pun tiba, dengan rasa panik Rara meminta tolong tukang taksinya buat membopong tubuh Omahnya masuk kedalam mobil dan Omahnya langsung dilarikan kerumah sakit
...
Rumah Sakit
Setibanya dirumah sakit dengan penampilan Rara yang masih mengenakan kebaya desainan Omahnya ditambah Makeup yang sudah luntur sambil membawa tasnya, Rara langsung meneriakki para perawat untuk langsung dipindahkan ke UGD (Unit Gawat Darurat)
Rara: SUS SUSTERR...DOKTERR))) TOLONGIN NENEK SAYA...NENEK SAYA PINGSAN! (Teriak Rara meminta tolong kepada semua suster dirumah sakit itu)
"BAIK MBAK...SAYA AKAN MEMBAWA BRANKAR TERLEBIH DAHULU UNTUK DIPINDAHKAN KERUANG UGD" (Ucap salah satu perawat yang segera berlari mengambil brankar)
Rara: CEPATT SUSS!
Tak lama kemudian 2 Suster dan juga 1 Dokter membawa brankar dan langsung membantu Rara memindahkan tubuh Omahnya keatas brankar, dengan sekuat tenaga Para perawat juga dokter mendorong brankar itu keruangan UGD
Sesampainya didepan pintu UGD perawat dan Dokter langsung membawa masuk brankar itu dan segera menutup pintu
"Maaf Mbak...mbak harus tunggu diluar supaya proses pemeriksaannya berjalan dengan lancar" (Pintah suster kepada Rara dan langsung dijawab anggukan oleh Rara)
Hati Rara benar-benar hancur berkeping-keping ia takut dirinya akan ditinggalkan untuk yang kedua kalinya setelah orang tuanya meninggalkan dirinya 11th lalu karena kecelakaan bus
Sekarang Allah ingin menaiki derajatnya lagi dengan menambah ujiannya lagi yaitu membuat neneknya drop dan harus dibawa kerumah sakit, Rara sepertinya sedikit familliar dengan gejala penyakit yang diderita Omahnya itu
Rara: Ya Allah...janganlah engkau mengambil satu"nya keluarga hamba, tabahkan diri hamba untuk melewati ujian yang engkau beri untuk hamba Hiks😢😭
(Ucap Rara berdoa dalam hati)
Penyakit apa yang Omah sembunyikkan dari Rara??? hiks😢...Maafin Rara Omah karena gak bisa bahagiain omah...
(Ucap Rara Dalam hati)
Rara benar-benar frustasi, sekarang dirinya benar-benar seperti orang depresi akut mengenakan kebaya, sanggulan juga sudah mulai berantakan, ingin sekali ia sholat berdoa tetapi sekarang ia masih datang bulan membuat perutnya semakin nyeri memikirkan nasibnya yang sekarang ini
Tetapi untung saja ia mengenakan heels teplek jadi mengurangi rasa pegal dibagian kakinya, sekarang ia hanya bisa berjongkok memengangi kepala meremas rambutnya sambil menangis terisak-isak, tiba-tiba seseorang memberi sapu tangan, dan langsung Rara langsung mendongak melihat siapa orang itu
"Ini...elap air matamu dengan ini" (Ucap seorang pria mengenakan jas putih, berkulit putih, tubuh tinggi dan wajahnya tampan seperti mirip seseorang yang ia kenal")
Rara: Agh...ehm...heem Terima Kasih (Ucap Rara yang berusaha mengatur nafasnya dan mengambil sapu tangan tersebut)
"kamu disini nunggu siapa? (tanya lelaki itu yang sekarang berjongkok menyamai ukur tubuh Rara yang saat itu juga terduduk)
Rara: Sa..saya nunggu nenek saya didalam, beliau tadi mengeluh palanya sakit dan pingsan (jelas Rara pada dokter tampan itu)
"Nama kamu siapa" (tanya Dokter itu dan langsung Rara mengasih kode bahwa ia menanyakan juga nama Dokter itu dengan mengangkat sebelah alisnya)
"Ouhh...kenalkan nama Saya Bryan Faresta Pranadipa, panggil saja Dokter Bryan, disini saya selaku Dokter spesiallis penyakit dalam dan spesiallis jantung (ucap Bryan dibarengi tarikan senyum kecil dibibirnya)
Rara: Saya Raline...panggil saja Rara
Bryan: Rara...kamu seperti abis tunangan memakai kebaya seperti ini?
Rara: Ouh...eh😅 saya tadi abis wisuda SMA
Bryan: Congratulations ya...kamu harus tetap semangat ya jangan menyerah
Rara: Iya terima kasih Dokter...
Bryan: Ngomong-ngomong nama Nenek kamu siapa? sepertinya saya tadi dipanggil sama Dokter didalam UGD untuk bantu menangani
Rara: Nama nenek saya Fitrianni Ulfah
Bryan: Benar...jadi setelah ini saya harus memeriksa nenek kamu, jadi saya permisi dulu ya kamu berdoa dan bertabah okeh
(Ucap Bryan sambil bangkit berjalan menuju kedalam ruangan UGD itu)
Rara: Terima Kasih...Dokter😊
Rasa semangat didalam raga Rara kembali bangkit, Dengan cekatan Rara langsung mengambil handphone didalam tas ranselnya untuk menghubungi nomor sahabatnya
^^^Rara Calling Dira^^^
^^^Memanggil...^^^
^^^Berdering...^^^
^^^...Halo Assalamualaikum ada apa Ra? (Tanya Dira diseberang sana, yang saat itu sedang berganti pakaian)^^^
^^^Halo Dir...O-omah, Omah gue masuk rumah sakit (ucap Rara sambil gemetaran)^^^
^^^Hah??? kok bisa sih Ra? aduh gimana ya?^^^
^^^(Ucap Dira yang segera cepat-cepat merapikan pakaiannya)^^^
^^^Hiks😢...tadi pas abis dari makam O-omah ti-tiba" ngeluh sakit kepala yang amat sangat dan...di-dia tiba" he ehk pingsan Dira Hiks😢😭 (ucap Rara sesegupan berusaha untuk tidak menangis tapi malah pecah)^^^
^^^Ya..yaudah sekarang lokasi Rumah sakit Omah eloh dimana? gue nanti kesana (tanyanya yang segera memakai jaket dan mengambil kunci mobil)^^^
^^^Di Rumah Sakit *****, Dira gue nitip baju ganti ya...gue soalnya masih pake kebaya**^^^
^^^Iya Beib...eloh katanya lagi dapet nanti sekalian gue beliin pembalut ya, udah pokoknya eloh disana berdoa terus jangan nangis mulu intinya tunggu gue jangan kemana-mana ya! (ucap Dira dengan^^^
^^^tegasnya yang segera keluar kamar)^^^
Sambungan Telpon pun langsung dimatikan oleh Dira, Hati Rara merasa tenang jika sudah berkomunikasi dengan Dira karena ia sudah menggangap Dira sebagai Saudaranya malahan adiknya
Tiba-tiba perut Rara kembali nyeri, bagian ulu atinya juga keram, maagnya kambuh karena sedari siang ia melewatkan makan siang hanya makan tadi pagi sarapan itupun hanya roti bakar dan susu
"Ya allah...sembuhkanlah rasa sakit ini Allahumasoli'ala sayyidina Muhammad wa'ala ali sayyidina Muhammad" (doa Rara didalam hatinya)
Beberapa saat kemudian pintu ruangan UGD itu terbuka, dan Dokter Bryan berjalan menghampiri Rara yang sedang duduk menunduk memegangi perutnya yang nyeri
Bryan: mbak Rara...bisakah kita mengobrol didalam ruangan saya?
Rara: Do-dokter ada apa? bagaimana keadaan nenek saya? (tanya Rara mendongak melihat kearah wajah Bryan)
Bryan: Kita bicara diruangan saya sekarang (Ucap Bryan yang segera bangkit dari duduknya berjalan menelusuri setiap ruangan diikuti Rara yang berjalan mengikuti Dokter Bryan dibelakangnya)
...
Di Ruangan Bryan
Bryan: Silahkan duduk mbak Rara...
Rara: Iya Dok (ucap Rara yang segera terduduk dibangku meja berlawanan arah dengan bangku yang diduduki Dokter Bryan)
Rara: Maaf Dokter...nenek saya sakit apa ya? sepertinya saya pernah membaca artikel tentang gejala penyakit nenek saya tadi
Bryan: Huftt...nenek kamu mengidap penyakit kanker tumor otak stadium akhir! (ucap Bryan to the point)
Degg...
Tubuh Rara langsung kaku, jantungnya berdegup dengan cepat, kakinya lemas, rasanya semua mati rasa, airmatanya sudah menetas
"Cobaan apa lagi ya Allah yang engkau beri kepada hamba ya Allah"
Rara: kemungkinan berapa persen nenek saya untuk sembuh dari penyakit Kanker itu? (tanya Rara dengan nada pasrah)
Bryan: “Biasanya penderita kanker otak stadium 4 rata-rata memiliki kesempatan hidup selama 12–18 bulan saja. Sebanyak 25 persen orang yang terkena kanker stadium 4 bahkan hanya bertahan 1 tahun. Hanya 5 persen yang bisa bertahan sampai 5 tahun,”
Tangis Rara pecah, hatinya hancur sehancur-hancurnya sekarang harapan dia hanya bisa berdoa agar neneknya cepat sembuh dari penyakit ganas tersebut
Rara: Hikss😢...aaahikss hikss😢😭 (tangis Rara pecah sambil meremas rambutnya dengan kedua tangannya)
Bryan: Kamu yang tabah ya Ra...saya janji saya akan bantu nenek kamu buat sembuh
Rara: Hikss😢 bayarannya pasti mahal ya dok? nanti saya akan usahakan buat cari uang pengobatan nenek saya
Bryan: masalah biaya tidak usah dipikirkan, kamu bisa cicil biayanya setiap bulan yang terpenting kita semua para dokter disini lebih mementingkan keselamatan pasien lebih lebih lagi penyakit ganas seperti ini kamu tenang saja
Rara: Baik Dok terima kasih... sa-saya akan mengurus administrasinya agar penanganannya bisa ditindak lanjutkan
Bryan: Kamu yang sabar ya...Tuhan pasti punya rencana baik dibalik cobaan kamu
Rara pun membalas senyuman kecil, ia segera berjalan dengan lemas kearah meja administrasinya, tiba-tiba seseorang memegang pundakknya
"Rara"...
Rara: I-iya Astagfirullah...Dira
Dira: Loh dari mana aja? ditelpon gak diangkat untung gue ngeliat eloh, wait eloh kok mukanya pucat banget
Rara: Hiks...hiks😢 Omah gue Dir hiks😢
Dira: Omah eloh kenapa Rara HA? (Tanya Dira khawatir dan segera memeluk tubuh Rara dengan erat)
Rara: Hiks...hikss O-omah gu-gue sakit Kanker Tumor Otak Stadium akhir Arghh hikss😢😭
Dira: Astagfirullah...Rara sabar sabar gue tau eloh kuat
Rara: dan...gue cuma punya uang buat bayar kuliah gue dan itu pun udah cukup dan pas buat biaya pengobatan Omah gue😢
Dira: Nanti gue bantu Ra...loh tenang aja
Rara: gu-gue gak mau ngerepotin eloh terus menerus Dir...
Dira: Gue sahabat eloh...selama gue masih bisa bantu akan gue bantu
Rara: Makasih dir loh sahabat terbaik gue😂
Dira: Dah sekarang eloh ganti baju, ini udah gue bawain, sama cemilan ringan buat eloh
Rara: Makasih banget ya Dir, gue gak tau jadinya hidup gue tanpa kehadiran loh😢
Dira: Udah cepat sana ganti
Rara pun segera pergi ketoilet untuk mengganti pakaian juga pembalut, untung saja didalam tasnya ranselnya ada 2 plastik satu buat taruh pembalut kotor dan satu lagi buat cadangan
Setelah semuanya selesai, Rara langsung keluar dari toilet dan berjalan mendekati Dira, lalu mereka berjalan menuju meja administrasi buat bayar pengobatan Omahnya Rara
...
To Be Continue