
Kemarin Saat Rara jumpa di Cafe dengan si Boss dan para karyawan lainnya, Rara memutuskan untuk langsung mengerjakan pekerjaannya sebagai barista dan pada malam hari pukul 09.00 Cafe sudah mulai bersiap-siap untuk close dan disitulah Rara di suruh bossnya untuk ke keruangannya
Tok..Tok..Tok (ketukan pintu)
"Ya Masuk" (sahut bossnya di dalam ruangan)
Rara yang sudah berpakai pakaian dress seperti gambar sebelumnya merapikan dengan baik dan langsung masuk ke dalam ruangan
Rara: Malam Boss...(senyum tipis)
Boss: Malam Ra silahkan duduk jangan sungkan anggap saja kita teman (mengambil sesuatu dari dalam laci dan itu benda berupa amplop putih) ini gaji kamu bulan ini dan sudah saya kasih bonus
Rara: wihh makasih banyak pak boss...(mengambil amplopnya dengan sopan) oh ya boss ada yang pengen saya omongin ke pak Boss
Boss: silahkan Ra... (tersenyum)
Rara pun menceritakan semua kejadian yang dia alami dihari sebelumnya tapi tidak terlalu detail karena kan si Boss masing orang asing baginya, dan dia memberitahu dirinya akan resign dan ya alasannya sudah dijelaskan
Rara: Insyallah saya akan menjadi sukses dan nanti jika ada kesempatan saya inves di Cafe Pak Boss
Boss: Selamat ya Ra kamu hebat, saya gak nyangka Almarhum Papah kamu orang hebat, pesan saya buat kamu jaga diri baik" tetap menjadi Rara yang sekarang saya kenal dan jangan lupain karyawan semua disini ya (mengusap Rambut Rara)
Rara: Kebiasaan deh Pak Boss mah, yaudah saya mau pamit sama yang lain tapi pak Boss yang ngejelasin ya kalo ada yang nanya
Boss: iya siap ayo saya antarkan Ra
Pak Boss pun memanggil semua staff di dalam Cafe itu untuk berkumpul di meja termasuk Mbak Lala yang sudah dekat banget sama Rara
Boss: Malam semua maaf saya mencegah kalian pulang sekarang karena ada yang pengen saya sampein
Pak Boss pun menjelaskan semua yang tadi Rara jelaskan sebelumnya pada si Boss dan ya 30 menit penjelasan akhirnya selesai ekspresi semua karyawan merasa sedih karena barista andalan Cafenya mau resign apalagi ekspresi Mbak Lala yang saat ini sangat sedih dan langsung memeluk diri Rara
Lala: Hiks😭 Ra...kamu jangan lupain mbak sama yang lain ya dek (memeluk erat)
Rara: ih Mbak Lala jangan kaya begini dong nanti aku ikutan nangis (memeluk kembali)
Dan Karyawan lain termasuk Bang Iskandar yang bekerja sebagai Chef di Cafe itu merasa ikutan sedih dan memeluk Rara dan Lala begitu pun Karyawan lainnya lalu mereka berkata...
"Jangan lupain kami semua ya Ra, ingat kamu harus tetap menjadi Rara yang sekaranh kami kenal jangan berubah"))) ucap mereka semua berbarengan
Dan mereka melepaskan pelukan dan Rara ikutan menjadi nangis, hatinya tersentuh terharu melihat semua staff merindukan dirinya
Rara: Hiks😭 Rara mau ngucapin terima kasih kepada kakak abang dan pak boss atas membimbing diri Rara selama 2 tahun lebih Rara kerja dan terutama Mbak Lala yang udah mempertemukan Rara kepada orang" baik hati tulus seperti kalian semua atas diri Rara, dan aku Janji gak bakalan ngelupain kalian semua dan jangan lupain diri Rara juga ya walaupun gak kerja lagi disini tapi kalo ada waktu kita saling bersilaturahmi (menahan tangisnya)
Boss: sudah...makasih ya Ra atas kerja keras kamu seperti ini (merangkul diri Rara)
Rara: oh ya nanti hari Senin kalian Rara undang main ke kantor Rara buat acara opening Penyambutan diri Rara sebagai Presdir baru dan ya...nanti lokasinya aku sharelock di Wa Grup oke👍
"Siap itu Mah Ra"))) jawab mereka sambil mengacungkan jempol
Boss: sudah...sudah kalian mau saya traktir makan gak?
dengan excited mereka menjawab
"MAUU)))"
Boss: Ayok...kalian cari restoran yang masih buka
"SIAPP BOSS"
...****************...
Pada pukul jam 23.30 Semua staff Cafe itu sudah pulang termasuk Rara yang sudah bersiap-siap pulang tapi sekarang dia sedang ke toilet dulu dan Pak Boss lagi membayar total pesanan di kasir, 3 menit kemudian Rara pun sudah selesai dari toilet dan ia kembali ke meja mengondw rambut panjangnya yang sebahu dan Pak menghampiri Rara
Boss: Ra sudah mau pulang? saya antar ya?
Rara: tidak usah Pak Boss saya naik grab saja (senyum tipis sambil mengonde rambutnya)
Boss: ini sudah malam Ra...gak baik wanita pulang sendirian jam segini (melihat jam tangan yang melingkar di tangan kanannya)
Rara: Tapi Pak- (terpotong)
Boss: Ayo dilarang penolakan!
Rara: Oke Boss (hormat)
...
Di Mobil
Sepanjang jalan Rara dan Pak Boss berbicara bertukar cerita gembira, Btw pasti kalian penasaran ya nama aslinya si Boss oke kenalin nama Pak Boss itu Dimas Arya Pramana usianya 28 tahun di lulusan S1 Jurusan Fakultas Ekonomi & Bisnis Management sama kaya Rara, dia lumayan tampan dan ramah juga badannya tinggi, dia friendly ke semua orang dan jarang memasang wajah datar
Setengah jam perjalan akhirnya mereka tiba di komplek perumahan Rara, lalu segera mau turun tapi ditahan oleh Bossnya
Boss: Ra ada yang mau saya katakan
Rara yang ditahan oleh Boss duduk kembali dan menatap bossnya dengan serius mengerutkan dahinya
Boss: saya langsung to the point ya...sebenarnya, Huufft😤 Saya suka sama kamu dari pertama kamu interview
DEGG...
(jantung Rara langsung berdegup kencang, wajah Rara berubah pucat dan badannya membeku)
Rara: a-alasannya Bapak suka sama saya apa? (gerogi)
Boss: Kamu benar-benar tipe idaman saya Ra...makanya saya agak memperlakukanmu berbeda tapi tidak terlalu ketara, dan...saya sudah berusaha menghilangkan perasaan saya ke kamu dan awalnya saya gak percaya dan masa bodo amatan tapi... setiap saya melihat kamu jantung saya berdegup kencang (jelasnya dengan wajah serius) saya suka dan sayang sama kamu Ra, kamu mau jadi pacar saya? (ucapnya lagi dan dia mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna biru donker dan pas dibuka isinya kalung berwarna silver dan ada liontin berbentuk hati berwarna biru donker dan itu bagus banget)
Rara merasa bingung, kenapa waktunya sekarang disaat dia lagi sibuk-sibuknya Wuahh😫, Rara pun hanya terdiam saat melihat Arion bossnya mengasih kalung di dalam kotak itu
Boss: Ra..(tanyanya yang menatap Mata Rara dengan dalam)
Rara: Sebelumnya saya mohon maaf pak boss, saya benar-benar tidak minat untuk pacaran...huuft saya kira saya tidak normal karena tidak tertarik dengan hal semacam pacaran yaitu Pacaran, tapi saya pikir-pikir lagi saya normal tapi hati saya hanya berdegup dan merasakan sesuatu dari diri saya ke pria yang berbeda dan itu bukan Pak Boss (Tolaknya dengan santun karena tak ingin menyakiti hati mantan atasannya)
Boss: Huuftt😤😧...ternyata menyatakan cinta ke cewek yang berbeda dan unik seperti kamu (menutup kotak kalungnya) tapi saya akan berusaha untuk menerima kenyataan benar kata orang ekspetasi itu gak sesuai realita (raut wajahnya berubah sedih)
Rara: mungkin Pak Boss bisa memberi kalung ini ke seseorang yang pantas buat Pak Arion dan mungkin saya bukan orang itu...saya mohon bapak jangan sedih karena penolakan saya, saya tidak bisa menerima sebuah cinta dengan setengah hati, mungkin kita tidak berjodoh Pak, dan terima kasih selama ini bapak sudah membantu saya dengan hati ikhlas dan baik, saya pamit dulu pak Selamat malam (keluar dari pintu)
Arion yang sudah ditolak dengan Rara berusaha ikhlas dan berniat perlahan dia akan melupakan diri Rara tapi tidak dengan bermusuhan hanya menjaga jarak dan tidak meninggalkan kesilaturahmian
Ia pun menarik nafas panjang berusaha ikhlas dan tenang, lalu ia menyetir mobilnya ke arah rumahnya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
To Be Continue