You're Mine Cool Girl

You're Mine Cool Girl
YMCG Eps 17



Seminggu Kemudian...


Hari Senin adalah hari Mager sedunia menurut sejuta umat. dan juga pada hari itu adalah hari dimana semua Pengurus OSIS masa Jabatan 2020 melaksanakan Upacara Pelantikan Pengurus OSIS yang baru untuk menyerahkan masa jabatannya kepada Pengurus OSIS masa Jabatan 2021 tepat pada pukul 07.00, ditambah pada hari itu Murid-murid kelas 12 juga melaksanakan UAS ( ujian akhir semester ) bagian 2 yaitu seterusnya setelah UAS mereka melaksanakan Ujian Sekolah & Ujian Nasional untuk segera mengakhiri masa Siswa/Siswi menjadi Mahasiswa/Mahasiswi.


Untuk yang menjadi Pemimpin Organisasi penerus Jabatan seorang Muhammad Rayhan Haidar yang menjabat sebagai Ketua OSIS masa jabatan 2020 adalah Siswi kelas 11 bernama Nada Syarafana


seorang Kapten tim Basket Putri SMA Tunas Harapan, Nada memiliki paras yang lumayan cantik, bermuka intelek nan tomboy, memiliki postur tubuh yang sekel dan tingginya sekitar 168 cm, berkulit putih.


Serta yang menjadi seorang pengganti jabatan seorang Raline Odelia Priyanka yang menjabat sebagai Wakil Ketua OSIS masa jabatan 2020 adalah Siswa kelas 11 bernama Radhitiya Mahaprana, yang tempo lalu tidak sengaja menabrak tubuh Dira, Radhitiya ini memiliki postur tubuh atletis dan kira" tingginya sekitar 178 cm, memiliki paras yang lumayan tampan juga enak dipandang, berkulit putih, ia juga seorang Kapten Sepak Bola di SMA Tunas Harapan.


Upacara pelantikan pengurus OSIS yang baru pun sudah selesai tepat pada pukul 07.40, lalu semua murid SMA itu pun langsung pada bubar dan kembali kekelasnya masing-masing, termasuk Rara dan Dira yang sekarang tengah berjalan di koridor menuju kekelas mereka, tetapi saat Rara dan Dira sedang berjalan di koridor semua murid yang berada di depan kelas untuk menghilangkan rasa sumpek sambil menunggu pengawas ujian tiba di kelas mereka, semua murid itu melihat ke arah Rara dengan pandangan kesal ada juga yang memasang tatapan kasihan, juga ada yang berbisik" menjelekkan namanya


Ihhh pantesan dia suka nonjok sembarang orang kalo ada yang nyenggol atau ngebully dia...Cihhh gak taunya dia mengidap penyakit GILA HHAHAHHAA


sumpah gua kasihan sama Rara...gak nyangka gua dia mengidap penyakit itu...kasihan sekali dirinya sudah dikhianati dikasih penyakit seperti itu


Akhirnya...gua bisa tau rahasia dia selama ini...ternyata dia gak normal guys HAHHAHAHAHHA


Dan masih banyak lagi yang berbicara lain genre tentang diri Rara, dan Dira yang mendengar itu langsung mengalihkan topik lain untuk menghibur Rara yang saat ini memasang wajah datar sekali


Dira: Em...ra (panggilnya)


Rara: (tak menjawab hanya menoleh saja)


Dira: abis ini kita pulang sekolah ke mall yuk sama Omah...udah lama kita gak jalan bareng Omah ke mall hehe 😅


Rara: ehm...gak deh gua mau fokus belajar dulu ( ucap Rara sambil tersenyum tipis sekali, dan langsung meninggalkan Dira dengan melangkahkan kakinya dengan lebar )


Lalu dengan cepat Dira langsung menyusul Rara menuju kekelasnya di XI IPA 2. Pengawas UAS pun segera masuk keruangan kelas tersebut sambil membawa tas file berisi soal" UAS untuk dikerjakan Murid-murid SMA Tunas Harapan, dan UAS pun dimulai tidak lupa diawali dengan membaca doa sebelum mengerjakan soal Ujian tersebut.


Pukul 10.00


Tepat pada pukul 10.00 semua Siswa&Siswi dikasih waktu untuk melaksanakan istirahat, mengapa istirahatnya pukul segitu? karna untuk jadwal khusus hari Senin hanya minggu ini dijadwalkan beristirahat pukul 10.00 dikarenakan Senin ini diadakan pelantikan pengurus OSIS yang baru, dan untuk hari selanjutnya jadwal" UAS ini seperti biasa dimulai pukul 07.00 dan istirahat pukul 09.00.


Saat istirahat...


Saat istirahat Rara dan Dira sedang berjalan dikoridor menuju kantin untuk mengisi perut lapar mereka akibat saat ujian menguras otak mereka dan menimbulkan rasa lapar, saat mereka sedang berjalan dikoridor mereka melihat segerombolan murid" tengah berkumpul melihat tembok yang biasa digunakkan untuk mading, tetapi lain halnya dengan ini, tembok tersebut ditempelin informasi rahasia tentang sang mantan wakil ketua OSIS Raline Odelia Priyanka, saat itu juga dengan rasa curiga Dira dan Rara segera menghampiri tembok mading tersebut dan...


Dira: INI APANSIH BANG*** GAK LUCU TAU GAK!


Ucap Dira dengan rasa emosi yang sudah naik pitam hingga mengeluarkan kata" kasar nan ngegas kepada semua segerombolan orang tersebut sambil menyobek kertas yang ditempelkan di tembok mading itu


CIH...MASIH BELAIN???? NGACA DONG SI GILA INI UDAH BIKIN VINA SAKIT HATI GARA" SIKAP SOMBONGNYA ITU YANG GAK TERIMA KENYATAAN SAMA GAK MAU NERIMA KATA MAAF DARI VINA!


Ucap seorang siswi dengan raut wajah sinis menatap kearah Dira dan Rara


Tau udah dikasih penyakit GILA gak tau diri!, ucap seorang siswa yang menatap remeh kearah Rara


Tau WUUUUU DASAR STRESSS GILAAA!...


MATI AJA SANAH LU!..?


LU TUH COCOKNYA TINGGAL DI RUMAH SAKIT JIWA TOLOL!...


INTROPEKSI DIRI DONG LU*!!!...


JLEBB!


Rara merasakan sesak sekali di hati akibat perkataan kasar dari teman" disekitarnya, rasanya ia ingin berteriak sekencang-kencangnya dan melampiaskan rasa kesalnya dengan meninju muka mereka satu-satu sampai pingsan, tapi apa boleh buat ia hanya bisa menahan demi tidak dikeluarkan dari sekolah dan tidak ingin beasiswa dicabut hanya karna masalah yang mencampuri urusan privasinya. Rara hanya berpikir bagaimana cara menemukan bukti orang yang sudah menjelekkan nama baiknya.


HEH ADA APA INI?!...


Ditengah puncak keributan seseorang berteriak dari arah ruangan anggota inti OSIS, dan berjalan ke arah segerombolan murid-murid tersebut dengan memasang tatapan tajam dan raut wajah datarnya, dan dibelakangnya diikuti oleh 2 orang yang berbeda jenis kelamin


Yapss dia adalah sang mantan ketua OSIS


Muhammad Rayhan Haidar yang diikuti 2 orang dibelakangnya yaitu Nada Syarafana sang ketua OSIS, disertai Radhitiya Mahaprana Wakil Ketua OSIS


Rayhan: ada apa ini? kalau kepala sekolah ngelihat kalian ingin dihukum?


Nada: jelaskan!


Wahh...wah...wahhh ternyata rame banget nih disini???


PLAKKK!!!.


Dira: Rara!!! istighfar...


Rara: BISA GAK ELOH GAK USAH NGUSIK DIRI GUA HAH!!!?


Angel: Anj*** BUKAN GUA PELAKUNYA UDIK MISKINNN!


PLAKKKK!!!


Angel dengan kesal membalas tamparan Rara dengan sekuat tenaga, dan mengakibatkan Rara tersungkur dan kebentur tembok, darah segar pun keluar dari dahi Rara yang terbentur oleh tamparan Angel, karna saat ia menampar Rara kebentur tembok yang ada pakunya


JLEBBB!...


ADUHHHH...


GILAAA


ASTAGFIRULLLAHHH


WAHHHHHH...


Semua murid-murid disekelilingnya terkejut atas apa yang dia lihat sekarang itu...


Rara: AUWWWW!


Dira: RARAA!


Rayhan: RARAAA!


teriak Dira & Rayhan saking terkejutnya yang langsung mengampiri Rara yang sudah mulai melemas akibat darah yang keluar dari dahinya terlalu banyak


Radhit: LOH NGAPAIN SIH KAK?


Nada: KALO SAMPAI KAK RARA KENAPA" GUA AKAN NGELAPORIN KALIAN BERTIGA KE KEPSEK DAN KE PAK DANIEL!


Angel: HEYY ANJ*** GAK USAH IKUT CAMPUR MASALAH GUA!😠


Sherly: KALO LU BERDUA SAMPAI NGELAPORIN GUA AKAN BUAT PERHITUNGAN DENGAN KALIAN!


Calulla: LIAT AJA NANTI!


Nada: GUA GAK TAKUT SAMA KALIAN! MEMANGNYA KALIAN SIAPA?TUHAN? BUKAN KAN


Radhit: yang berhak buat perhitungan dan ngasih karma itu tuhan bukan kalian manusia" iblis yang salah jalan!


Tak lama Rayhan pun menghampiri Angel beserta Sherly dan juga Calulla dengan memasang wajah datar dan terlihat bahwa Rayhan sedang menahan emosi


Rayhan: Jangan gegara kalian bertiga donatur sekolah paling besar berlaku seenaknya dengan rakyat kalangan bawah! jadi...cepat minta maaf sebelum tuhan ngasih kalian azab pedih karna kalian telah menghina dan menindas anak yatim piatu!


Dira: Gua bawa Rara ke Rs ya Rey darahnya udah banyak banget...


Radhit: ayo gua bantu...


Dira: Cepat!


Dira & Radhit pun akhirnya menggotong Rara ke arah parkiran kendaraan sekolah untuk segera menuju ke Rs, dan tinggalah Nada dan Rayhan.


Nada: ingat azab tuhan sangat pedih!


Rayhan: jangan sampai kalian menyesal karna tidak ingin meminta maaf kepada Rara atas tindakan tercela kalian kepadanya...


Nada: Saya akan laporkan kasus ini ke kepsek sekarang kak! (bisik nada ke telinga Rayhan)


Rayhan: Ayo!


Lalu Rayhan dan Nada segera kembali ke ruang kepala sekolah untuk melaporkan kasus pembullyan ini secara langsung...


To Be Continue...