
...Hai Author Up lagi, Maaf ya buat kalian nunggu lagi hehe😊😅, Author cuma mau bilang terima kasih semua buat kalian yang udah baca ditambah yang udah like,vote sama komen, semoga rezeki kalian selalu dimudahkan,dilancarkan amin...
...~ Sebelum baca jangan lupa siapkan tissue dan setel lagu sedih biar kalian bacanya menghayati okeh👌...
...~ terakhir jangan lupa like,komen dan vote ya ...
...Selamat Baca⬇...
Setelah semua masalah administrasi pembayaran pengobatan medis penyakit kanker ganas Omahnya sudah terbayar, Dokter Bryan langsung memerintahkan semua Perawat untuk membantunya menjalankan operasi Omahnya Rara
Beruntungnya Uang Rara yang ditabung dari jual motor, gaji kerja plus bonusnya serta ditambah potongan harga yang diadakan oleh pihak rumah sakit tersebut cukup untuk melunasi pengobatan Omahnya untuk melawan penyakit Kanker ganas yang diderita Omahnya yaitu Kanker Tumor Otak Stadium akhir, sampai-sampai Rara tidak mementingkan biaya buat pendidikannya karena menurutnya uang itu bisa dicari tapi kehilangan orang yang sangat disayangi itu benar-benar menyakitkan
Memang mustahil untuk sembuh dari penyakit ganas karena seperti yang dikatakan oleh Dokter Bryan yaitu Sebanyak 25 persen orang yang terkena kanker stadium 4 bahkan hanya bertahan 1 tahun. Hanya 5 persen yang bisa bertahan sampai 5 tahun,”
Cuma yang namanya takdir mungkin bisa diubah oleh yang Maha kuasa, umur, jodoh,maut semuanya sudah diatur oleh Allah SWT yang maha esa
situasi Rumah sakit sangat hening Dira sedang beribadah dimushola Rumah sakit itu, sedangkan Rara sedang berdoa dalam hati sampai-sampai air matanya menetas di pipi kanan kirinya, 1 jam ia menunggu Dokter Bryan dan para perawat lainnya yang sedang berada didalam ruang operasi mengoperasi mengangkat kanker tumor Omahnya, Jadi Rumah Sakit itu jika sudah membayar melunasi pengobatan pasien walaupun hanya melunasi setengah tetap menjalankan perawatan/pengoperasian kepada pasien yang keadaannya benar-benar sudah parah apalagi penyakit kanker pasti para dokter-dokter rumah sakit itu langsung turun tangan dan lebih mementingkan nyawa pasien
10 menit kemudian setelah Rara usai berdoa, Dira kembali dari mushola dan berjalan menghampiri Rara membawa mukena dan sajadah yang sudah disatukan di dalam tote bag berwarna hitam
Rara: Eh Dir...(sapa Rara sambil tersenyum tipis)
Dira: Ra...gimana operasinya udah kelar?
Rara: Belum Dir...padahal ini udah sejam tapi kenapa belum selesai (ucap Rara dengan ekspersi wajah gelisah)
Dira: Hufft😤...sabar Ra mungkin sebentar lagi selesai kan tidak segampang itu mengangkat sel kanker
Rara: iya gue ngerti...semoga operasinya berjalan lancar deh
Dira: Amin...
...
Rara: Dira...(panggilnya)
Dira: Kenapa?
Rara: gue...mau cari udara segar dulu ya diluar, nenangin hati dulu sambil meretapi rasa bersyukur gue untuk hari ini
Dira: iya sanah...hati-hati nanti kalo operasinya udah selesai gue hubungin loh
Rara: makasih...bentar ya
Rara pun langsung berjalan menelusuri koridor sampai ke pintu exit, setibanya diluar Rumah sakit Rara menarik nafas panjang-panjang meluapkan semua rasa sesak di dadanya, kemudian ia terus berjalan di pinggir trotoar meratapi nasibnya yang terbilang malang, orang tua sudah tidak ada sekarang...hufft😤😢 Omahnya masuk Rumah Sakit
Suasana Jalanan saat itu ramai di sore hari karena di jam-jam sore itulah orang-orang kerja pulang, sekarang Rara tak tahu harus kemana pokoknya sekarang ia hanya ingin melegakan situasi hatinya yang saat itu benar-benar down, Rara keliling" jalanan selama ya 15 menit
Nah 15 kemudian, Sementara Dira tengah duduk di bangku koridor-koridor depan ruang IGD yang jaraknya dekat dengan ruang operasi, 5 menit kemudian lampu ruangan operasi berubah menjadi warna hijau itu tandanya operasi yang sudah dijalankan sudah selesai, Dokter Bryan pun keluar dengan jubah hijau operasi yang ada bercak darahnya dengan ekspresi wajah ehm...entahlah tidak bisa dijelaskan
Dira: Kak Bryan bagaimana apakah operasi Omah Rara sudah selesai?
(tanya Dira penasaran, ia khawatir plus dicampur deg"an karena melihar wajah Bryan muram seperti itu seperti ada yang janggal)
Anything its okey right? (tanya Dira lagi)
Bryan: Huftt😤 ma- maafkan kakak Dir...sepertinya kakak gagal menyelamatkan Neneknya teman kamu
(Ucap Bryan dengan ekspersi wajah sedih)
Kalau kalian bingung kenapa Dira bisa kenal dengan Bryan, karena beberapa hari lalu ia berkunjung ke Rumah Om Adam dan kebetulan dirumahnya Bryan beserta istri dan anaknya Kevin sedang menginap dirumah kedua orang tuanya mengobati rasa rindunya terhadap Papah & Mamahnya karena Bryan beserta Istrinya waktu itu sehabis menikah langsung tinggal di Perancis jadi jarang berkunjung kerumah Orang tuanya
Dan kebetulan juga waktu itu Daniel juga berkunjung ke Rumah mamah dan Papahnya Adam & Hana untuk berkumpul bersama keluarganya, kapan lagi ada waktu berkumpul hangat seperti itu
~ Okeh kembali ke alur cerita
Bryan: Hikss..😢 Kakak emang dokter bodoh hiks😭 kakak gak bisa nyelamatkan Omah Rara!
"APA? DO-DOKTER PASTI BOHONG KAN?"
Tiba-tiba Rara datang bersama Daniel yang tadi bertemu dijalan, tanpa tak disengaja Rara mendengarkan percakapan Dokter Bryan dan sahabatnya Dira, bahwa Omahnya tidak bisa diselamatkan
Rara: Dokter Bryan saya mohon jangan bercanda disaat situasi seperti ini😢
Daniel: Bang benar apa yang loh bilang tadi???
Bryan: Hiks😭 benar niel..hiks gu-gue gagal nyelamatin Omah kamu Rara...beliau sudah meninggal dunia
Dira: Hiks😢 innalilahi wa'innalilahi Ro'jiun
Daniel: innalilahi wa'innalilahi Ro'jiun
Deg...deg
Jantung Rara seakan berhenti berdetak, "apalagi sekarang Ya Allah ujian yang engkau beri kepada hamba? cukup ya Allah hamba sudah tidak kuat"
Mohon Rara kepada Allah yang maha mengetahui segalanya jalan takdir hidup hambanya, air mata Rara menetas hebat ia merasa seperti sudah jatuh ketimpa tangga, Rara menangis sejadi-jadinya sampai-sampai Dira juga tak kuasa menahan tangisnya melihat nasib sahabatnya
Rara: Dok saya mohon dokter jangan bohong Hikss😢 hikss😭...saya gak percaya tolong kasih tau yang sebenarnya!
(Ucap Rara dibarengi tangisannya sambil meremas jubah operasi Bryan serta memukul lengan dan dada Bryan)
Bryan: Maafkan Saya Rara...saya dokter paling bodoh hikss😢😭
Daniel: Rara sabar...ikhlaskan semuanya hiks😢 (ucap Daniel sambil menenangkan tubuh Rara)
Rara: Saya mohon hiks😭 saya udah gak punya siapa-siapa lagi Dokter Hikss😭
(ucap Rara bersujud memegang lutut Bryan)
Dira: Rara udah Ra! Hiks😭
Daniel: Rara sudah jangan seperti ini! kasihan Omah biarkan beliau pulang dengan tenang 😢 (ucap Daniel sambil menarik lengan Rara untuk bangkit dari sujudnya)
Bryan: Maaf!😭 (Ucap Daniel yang juga terduduk bersender ditembok)
Rara: Hiks😭 JAHAT! ...JAHAT ARGHHHK!!! (ucap Rara dicampur tangisan dan rasa emosi yang keluar dari tubuhnya)
BUGH...BUGH...BUGH!
Kemudian Rara dengan rasa kesalnya yang sudah tidak bisa ditahan akhirnya ia meninju-ninju dinding mengabaikan semua orang yang ada dirumah sakit itu yang sedari tadi melihat keadaannya dengan rasa prihatin dan pilu
Daniel: RARA UDAH CUKUP! (Bentak Daniel yang segera menahan Rara agar tidak terus meninju tembok karena sedari tadi telapak tangan Rara sudah luka dan mengeluarkan darah)
Tiba-tiba Rara merasa pusing dan penglihatannya kabur, juga merasakan sesuatu yang keluar dari lubang hidungnya, ya...ternyata ia mimisan lagi, tubuh Rara pun lemas dan dia pingsan
Daniel: As-astagfirullah Ra...Ra bangun Ra
Dira: Kak Rara Pingsan...
Daniel pun langsung menggendong tubuh Rara dan dibawa ke ruang UGD untuk ditanganin Dokter yang tak lain kakaknya Daniel sekaligus Sepupu paling tuanya Dira
...
Di sebuah tempat yang dimana ditempat itu ada ayunan, pepohonan yang besar dan indah, burung-burung saling bersahutan, kupu-kupu berwarna biru, ungu, putih dan masih banyak warna lainnya saling berterbangan, dan sekaligus ditempat itu ada banyak bunga-bunga indah serta air terjun yang mengalir berwarna sangat jernih dan kebiruan
Di tempat itu Rara mengenakan baju kemeja putih dan celana putih, ia bingung sekarang ia ada dimana???
"Ya Allah sekarang hamba ada dimana?"
(Ucap Rara bingung melihat sekitarnya yang sepi, angin sejuk menerpa wajahnya yang cantik dan menggebaskan rambut hitam tebal panjangnya)
"RARA)))"
Tiba-tiba seseorang menepuk pundak Rara, dan Rara pun langsung menoleh kearah suara itu, ternyata itu Omahnya yang berpenampilan semua putih dari hijab, sampai baju gamis putih yang bersinar
Rara: Omah...Omah (sahut Rara sambil memeluk tubuh Omahnya erat dan menumpahkan semua tangisan rindunya)
Omah: uhh cucu Omah tambah besar aja nih udah lulus SMA sedikit lagi masuk universitas perguruan tinggi ya???
(Ucap Omah Fitri membalas pelukan Rara dan mengelap air mata Rara menggunakan telapak tangannya)
Rara: Omah jangan tinggalin Rara...nanti Rara dirumah sama siapa Ayah dan Bunda kan sudah di syurga
Omah: Rara sayang ikhlaskan semua ya...ini sudah takdir Omah untuk pulang ke sisi Allah bukan salah Dokter Bryan, ia sudah berusaha menyelamatkan Omah tapi Allah berkehendak lain sayang
Rara: Hiks😢 Omah Rara mohon kembali kesisi Rara...Rara kesepian Omah Rara kesepian Hiks😭
Omah: Rara sudah jangan menangis terus ya...intinya ingat pesan Omah jadilah seseorang yang sukses, jangan lupa selalu sholat dan berdoa, belajar ikhlas dan memaafkan kesalahan orang lain, dan juga Omah nitip jahitan dirumah ya Omah harap kamu bisa mengembangkan usaha jahitan Omah menjadi butik terbesar, dan Omah disini akan selalu mendoakan kamu dan cita-cita kamu, Omah yakin kamu akan menjadi anak yang sukses, bersabarlah dan ikhlaskan semuanya
Rara: Hikss...😭 Omah Rara mohon jangan bikin Rara tambah kesepian hikss hikss😢😭😭...kalo gak Rara yang ikut Omah ya? ya?...
Omah: Syutt...kamu gak akan sendiri kok Allah SWT akan selalu disisi kamu, Omah beserta ayah dan bunda kamu akan selalu dihati kamu, kami semua akan selalu mendoakan kamu disini Rara ... ini sudah waktunya Omah pulang ya
Rara: Huftt...Bismillah Insyallah Rara akan turutkan semua perkataan Omah😊 (ucap Rara yang sudah berusaha menghentikan tangisnya)
Omah: Omah pamit ya Ra... Sehat-sehat kamu ya, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh (salam Omah mulai berjalan menjauhi diri Rara ke cahaya sina yang benar-benar cerah)
Rara: Hikss😭 Omah...Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabaraktuh
"Rara...anakku tersayang ini Ayah sama Bunda, Kami semua pamit dulu ya, nanti kalau sudah waktunya kita berkumpul lagi disini" (tiba-tiba Bunda & Ayahnya Rara berdiri di depan sinar cahaya putih itu)
"benar nak...kamu sehat-sehat disana ya, jangan lupa sholat dan berdoa" (tambah Ayahnya Rara)
Rara yang hanya bisa melihat dari jauh meneteskan air matanya dicampur rasa rindu kepada Ayah dan Bundanya, hanya bisa berdiam diri melihat berkumpulnya 3 orang tersayang yang perlahan-lahan sudah menghilang karena terhalang sinar cahaya putih itu
"Hiks😭 Astgfirullah hal'adzim...Bunda & Ayah Omah Selamat Jalan...semoga Rara bisa ikut berkumpul bersama kalian suatu saat nanti" (Ucap Rara dalam hati, tersenyum ditambah air mata yang mengalir deras di wajahnya)
...
Disebuah ruangan berbunyi alat patient monitor dan terdengar suara orang yang sedang membacakan Al-Qur'an, sepertinya yang membaca Al-Qur'an suaranya suara pria, perlahan jari kelingking Rara bergerak pelan, matanya mulai sedikit terbuka, Rara sudah siuman dari komanya selama 2 hari
Ia merasakan aroma obat-obatan di indra penciumannya, juga matanya yang sudah terbuka masih buram melihat titik cahaya lampu putih, akhirnya matanya sudah bisa melihat jelas lalu ia menoleh ke sumber suara lantunan Al-Qur'an, tak tahunya yang membacakan Al-Qur'an dengan suara lantunan yang Indah itu Daniel
Rara: Ehm...Pak B-brams (sahut Rara memanggil nama Daniel, yang dipanggil langsung menoleh melihat Rara dan raut wajahnya berubah menjadi ceria)
Daniel: Rara kamu sudah bangun...sa-saya panggilkan Bang Bryan dulu ya (Ucap Daniel yang segera bangkit dari duduknya menutup Al-Qur-an dan menekan tombol yang berada diatas brankar Rara)
Ting Nong...
Rara: Pak...sa-saya lagi dimana?? (tanyanya lagi)
Daniel: Kamu di ruangan rumah sakit...kamu sudah koma 2 hari, Jenazah Nenek kamu sudah dimakamkan kemarin, Dira dan teman-teman kamu kemarin menjenguk kamu, sekarang...Dira sedang mengurus daftar kuliahnya sekalian sama kamu (jelas Daniel agar Rara tak banyak bertanya)
Rara: O-Omah...(Seketika Rara teringat Omahnya...dan ia langsung bangun dari tidurnya ingin keluar ruangan)
Daniel: RARA...TENANG TENANG!(ucap Daniel menahan Rara agar tak bangun dari istirahatnya)
Rara: EKGH LEPASIN PAK...(Ucap Rara yang lagi-lagi nekat melepas jarum infusnya mengakibatkan tangannya mengeluarkan darah) Sshh auww!
Daniel: RALINE TENANG! (Bentak Daniel karena khawatir melihat Rara) Kamu bosan hidup HAH? jangan bertindak seperti ini RALINE!
Rara: Saya mau lihat keadaan Omah saya😢
Pintu ruangan pun terbuka, Bryan beserta 2 perawat lainnya membantu Daniel untuk memeriksa keadaan Rara, Rara yang melihat kedatangan Bryan kembali kesal
Rara: KALIAN DIAM DISANA! SAYA GAK MAU MELIHAT DOKTER GADUNGAN INI...SAYA BENCI BENCII ARGHH!
Daniel: Rara istighar...istigfar Ra (ucap Daniel yang lagi-lagi menahan tubuh Rara untuk tidak kembali emosi)
Bryan: Maafkan saya Raline...maafkan saya saya memang gagal menyelamatkan nenek kamu, saya mohon😢
Rara: Hiks😭 Dokter jahat! dokter udah bunuh Omah Rara...sekarang Rara hanya hidup sendirian hiks😢 (tangis Rara kembali pecah dan terduduk lemas dilantai mengabaikan luka ditangannya)
Daniel: Istigfar Ra...ikhlaskan kepergian Almarhuma Omah kamu kasihan dia disana melihat kondisi kamu seperti...ikhlaskan biar beliau tenang disana (Ucap Daniel yang segera memeluk tubuh Rara)
Rara: Hikss...Saya gak punya siapa" lagi semua orang tersayang saya sudah meninggal! 😭
Daniel: Kamu gak sendiri...ada Dira, Tante Nisa Om Ghani, dan Papah sama Bunda saya, kamu bisa menggangap kami semua keluarga kandung kamu, kami semua juga akan menyayangi kamu juga (Ucap Daniel panjang dengan tujuan menenangkan diri Rara)
Rara: Hikss😭 aku capek...capek (ucap Rara sambil memukul dadanya)
Bryan: Sus...tolong bantuin saya (Ucap Bryan yang ingin segera memeriksa kondisi tubuh Rara)
Daniel: SEBENTAR...SABAR BRY LOH NGERTI TAU SITUASI HAH! (tahan Daniel)
Rara: Huftt...sepertinya saya harus belajar ikhlas, saya memaafkan anda Dokter Bryan...terima kasih karena sudah berusaha membantu menyembuhkan penyakit kanker ganas nenek saya☺
Bryan: ☺ sama sama maafkan saya ya Raline
Rara: Iya...silahkan lanjutkan proses pemeriksaan (ucap Rara yang segera bangkit dari duduknya)
Daniel yang melihat diri Rara mulai tertarik dan tersanjung karena Gadis 18th ini mentalnya benar-benar kuat, jarang gadis jaman sekarang memiliki mental dan iman yang kuat malahan pelariannya ke narkoba, merokok, minum-minuman haram dan lain", tidak seperti Rara yang terus belajar memperbaiki diri, ikhlas, memaafkan kesalahan orang lain, dan terus menempuh menuju kejalan yang lurus yaitu kejalan Allah
.
.
.
.
.
To Be Continue