
Malam minggu tepatnya pada hari sabtu, Rara mengantar Dira membeli perlengkapan Ibu hamil di salah satu Mall di daerah Jakarta Pusat
Jujur Rara merasa deg-degan saat nanti setelah habis berbelanja Rara akan mengantarkan Dira kembali ke rumah orang tuanya, dan disitulah Rara bingung cara menghadapi orang tua Dira yang terkenal keperfecsionisan dan ketegasan terhadap anaknya juga orang lain
Kalau kondisi Dira jangan ditanya dia sedari tadi merasa tertekan akan semua hal yang terjadi kepada dirinya, ia takut kalau orangtuanya sangat kecewa dan benci terhadap dirinya yang sangatlah kotor, ya Dira menggangap dirinya Wanita kotor
Sambil mengelilingi tokoh baju ke 2 yang merek pakaiannya lebih mahal tapi kualitasnya perfect, Dira hanya bengong menatapi pakaian yang akan ia kenakan sesegera mungkin
"Ya Allah...ampuni Dira, mengapa engkau menjadikan Dira seorang Ibu diusia yang masih muda Ya Allah ya tuhanku" (ucap Dira dalam hati)
Rara sebenarnya peka terhadap kondisi perasaan Dira, ia memilih untuk diam dan berusaha menghibur sahabatnya itu agar kembali ceria seperti dulu
Rara: Eh Dir...ini bajunya bagus loh, bahannya adem motifnya gak norak coba deh lu coba gih (memberikan baju yang berupa daster itu ke Dira)
Dira: heem...(dijawab anggukan oleh Dira dan dia langsung pergi ke tempat Fitting Room)
Hampir 5 Menit Dira berdiri meratapi fisik, wajah, dan penampilannya saat ini. Benar-benar membuat Dira semakin kepikiran akan hal yang buruk terhadap dirinya jika ia sudah memberitahu semuanya terhadap kedua orang tuanya
Tapi ia berpikir kalau semua ini sudah takdir dirinya, mungkin Allah sudah mentakdirkan dirinya menjadi sosok seorang Ibu diusia mudanya yang masih belum genap 19 tahun ini karena saat masih bulan Januari belum berganti bulan Febuari
Dira mengelus perutnya sambil berkaca didalam ruangan Fitting Room itu, ia tersenyum bercampur tangisannya, ia bingung setelah ini apa yang harus ia lakukan??? menikah? dengan siapa? pria yang menghamilkan dirinya saja hilang entah kemana
Sedangkan Rara ia mengetahui dari luar ruangan jikalau Sahabatnya itu menangis, karena suara tangisnya cukup terdengar ditelinga Rara, Rara mengangkat kepalanya menarik nafas panjang dan...tak terasa air matanya menetas memenuhi kedua pipinya
"Ya Allah ringankanlah ujian sahabat hamba, kuatkanlah jiwa,fisik dan raganya, tegakkanlah bahunya untuk menghadapi semua ujian yang ada dihidupnya, jujur...hambar sedih melihat sahabat Hamba diterpa ujian yang Masyallah luar biasanya" (ucap Rara dalam hati sambil memejamkan kedua matanya dan, menarik nafas kembali)
Akhirnya isi dalam otak pikiran Rara muncul ide cemerlang💡, ia berpikir kalau ia harus menelpon hacker andalannya yang waktu itu ia perintahkan untuk mencari keberadaan saudara kembarnya
...----------------...
Drttt)))...
Memanggil...
Berdering...
01
02
03...
"Halo Selamat Siang Nona Raline" (salam seorang pria ditelpon"
"Siang...Saya minta tolong lacak keberadaan Steve Howard sekarang!" (ucap Rara dengan nada tegasnya)
"Baik Nona" (jawab pria itu secara sergep)
Panggilan telepon pun diputuskan oleh Rara, dan tak lama kemudian pintu ruangan Fitting Room terbuka, terlihatlah sosok Dira yang sudah terlihat menyedihkan jauh 180 derajat dari sosok Dira yang dulunya ceria
Rara: Astagfirullah Dira...udah Dir kamu jangan kaya begini terus ayo bangkit! mana sosok Dira yang ceria kaya dulu hah??? (ucap Rara terkejut melihat Dira yang sudah berantakan dan wajahnya penuh dengan air mata)
Dira: Hikss😢 gu-gue gak sanggup ngeliat orang tua nanti... ka-kalo tahu perbuatan jahanam gue Hikss😠ga-gak sanggup Ra gak sanggup IhikssðŸ˜
Reflek Rara langsung memeluk tubuh Dira yang gemetaran
Rara: Sumpah Dir...gue janji akan temuin cowok brengsek itu secepatnya! gue janji!!!
......................
Tiba di rumah mewah milik keluarga Verindra, dengan rasa takut menyelimuti tubuh Dira, ia keluar dari mobil dengan langkah lemas, itupun Rara juga membopong dirinya sambil berkata
"Sungguh jika orang tua lu marah, gue yang akan bertanggung jawab atas semuanya, sekalipun kalo mereka mau mukul loh akan gua halangin!" (bisik Rara ketelinga Dira)
Akhirnya mereka sudah masuk kedalam rumah dan tak lupa sebelumnya mereka mengucapkan salam juga menyalami telapak tangan satu persatu orang tua Dira, kebetulan sekarang mereka tengah bersantai diruang tamu
Nisa: Duduk nak...kalian berdua mau nyemil gak? kebetulan tadi Bunda abis buat Brownis coklat hehe
Rara: Ehm boleh Tante Rara pengen nyobain nih udah lama gak nyobain brownis buatan tante (jawab Rara ramah)
Nisa: Okeh...tante ambilin dulu (ucapnya dengan raga semangat)
Sungguh melihat kondisi orang tua Rara yang tenang dan harmonis saat ini, membuat hati Dira sangat-sangat tergores
2 Menit Tante Nisa kembali ke ruang tamu membawa brownis coklat buatannya
Nisa: Silahkan dicoba gadis-gadis cantik
Ghani: Kalian abis dari mana bawa belanjaan banyak banget? (tanya Ghani yang juga ikut mengambil satu potong brownis)
Nisa: ish eleh...eleh si Papah tadi kan udah makan banyak ini bagiannya anak-anak atuh Pah (ucap Nisa memukul pelan lengan suaminya itu)
Ghani: ampun...ampun Bunda cantikku, abisan brownisnya enak banget sih, loh... kalian diem aja? tegang banget...ini buruan cobain nanti malah Papah habisin nih kalo gak dimakan
Rara: Ekhem...Om Tante ada yang mau Rara beritahu mengenai masalah yang dihadapi Dira saat ini (ucapnya sambil menoleh kearah Dira)
Nisa: Memangnya kamu lagi ada masalah nak? cerita saja Papah sama Bunda dengerin kok
Dira: Dira takut Bun Pah, sungguh masalah Dira akan mengecewakan hati kalian, apakah Bunda sama Papah bersedia mendengarkannya? (tanya Dira sambil menatap mata kedua orang tuanya dengan tatapan sedih)
...
"Kamu Hamil???"! (tanya Ghani tiba-tiba)
DEG... (Jantung Dira berdegup kencang)
Dira: Pa-papah kok tahu???
Ghani: Dari tubuh, sama belanjaan kamu ini semuanya apa? semuanya pakaian ibu hamil Dira! (ucap Ghani tegas)
Nisa: Pah sabar...be-benar kamu hamil Dira? (tanya Nisa yang sudah sedikit menangis)
Dira: Benar Bunda...sungguh Dira benar-benar minta maaf dan ampun sama kalian Hikss😢😠(tiba-tiba Dira sujud di kaki Bundanya)
Nisa: Hikss😠mengapa kamu lakukan itu Dira? (Tanya Nisa dengan nada suara dingin dan tubuhnya tidak bergerak menyentuh diri Dira)
Ghani: Hamil sama siapa kamu Anindira?! (tanya Ghani yang suasana hatinya berubah menjadi emosi)
Rara: Mohon maaf...disini Rara akan menjelaskan semuanya Om Tante Rara Jan- (ucapnya terpotong)
BRUKK...
Ghani: DIAM RALINE OM TIDAK BICARA DENGAN KAMU! (Menggebrak meja)
Rara: Sungguh semuanya Dira tidak ada niatan untuk melakukan hal kotor seperti itu Dira diperkosa dengan pacarnya OM! (Jelas Raline)
Ghani: Diperkosa? om curiga jangan-jangan wanita ini melakukannya secara sengaja (melirik kearah Dira yang sedari diam bersujud dikaki Bundanya)
Rara: Percayalah...Om sama Tante harus percaya dengan darah daging sendiri! maka dari itu dengarkan penjelasan Rara
Nisa: Hiks😢 Ira bunda minta tolong jelaskan semuanya (ujarnya dengan nada lirih)
Dira pun bangun dari sujudnya dan menjelaskan semua tragedi pemerkosaan terhadap dirinya di Negara America Serikat
Dira: Waktu itu...
...****************...
Flashback On
Dira sedang mengerjakan tugas di Apartemennya, dia mengerjakan tugas akhir mengenakan laptop, waktu itu dari pukul 15.00 sampai dengan pukul 22.00 sambil diselingi makan dan minum
Seusai mengerjakan tugas di pukul 22.15 ia ketiduran di ranjangnya dengan posisi tugas yang sudah kelar tapi masih berantakan belum dibereskan
ditengah-tengah tidurnya, seseorang berusaha paksa melepas pakaian atas dan bawahnya, malah waktu itu hujan lebat petir berbunyi diselang waktu
jadi dengan perlahan Dira membuka matanya dan ia melihat pacarnya sedang menjilati bagian dadanya, karena merasa kesal ia sudah dilecehkan dengan pacarnya itu ia berusaha berontak dengan sekuat tenaga
"after steve i don't like being watched" (lepas Steve aku gak suka diginiin) ~ Dira
"shut up dear, I can't stand it anymore" (Diam sayang, aku sudah tidak tahan)
Ucap Steve yang sudah kemakan hawa ***** dia terus menerus menjilati bagian dada Dira, sedangkan Dira memukul-mukul tubuh Steve
"STEVE STOP! after you don't waste your future doing this" (Steve berhenti, lepas jangan sia-siain masa depan kamu karena melakukan hal ini)
"It's stupid if you can't shut up I'll hit you!!!" (BODO AMAT!, kalo kamu gak bisa diem gua pukul lu)
Ucap Steve yang mengikat tangan Rara denga tali, dan itu cara mengikatnya kasar membuat luka dipergelangan tangan Dira
"HIKSSS😢 AAA STOP IT PLEASE!, this is sick Steve" (AAA Berhenti Steve!ku mohon, ini sakit)
berontaknya yang sudah menangis, karena lengannya dikunci keras oleh Steve, dan dengan nafsunya Steve membuka celana Dira dan celananya Sendiri
Dengan reflek Dira menendang dada Steve
BLUGGG...
"**** Can you shut up HAH!!!"
PLAKKK...
Steve Meninju wajah mulus Dira, dan dengan cepat Steve memasukkan ***** milikknya ke ****** Dira dan itu mengakibatkan rasa sakit yang minta ampun bagi Dira, jujur karena Dira saat itu masih perawan
"HiksssðŸ˜...ARGH! Sa-sakit Steve STOP! PLEASEEE STOPPP THIS REALLY SICK ARGH!" (Berontaknya yang sudah ingin menjauhi tubuh Steve yang menindihnya dari atas, tapi apa daya tenaganya sudah habis terkuras Dira hanya pasrah sambil menangis meratapi nasibnya yang malang itu)
Semenjak setelah kejadian itu Dira menjadi trauma terhadap lelaki, dan memilih diam saja mengurung dirinya dikamar apartemennya berusaha untuk menenangkan dirinya
Dan juga setelah kejadian pemerkosaan itu Steve pergi entah kemana tidak bertanggung jawab atas perbuatan kotornya itu terhadap diri Dira sampai-sampai social medianya Dira di block semua
Flashback Off
...****************...
Dira: Seperti itu kejadiannya Bunda...Papah, jujur Dira benar-benar tidak ada niatan sedikit pun untuk melakukan hal kotor itu, bahkan hikss😢...Di-Dira benar-benar benci sama diri Dira sendiri Bun...Pah Hiksss😠(ujarnya sambil tetap kembali sujud dihadapan orang tuanya)
Rara: Hikss😠saya mohon tante om maafkan Dira dia tidak bersalah (mohon Rara sampai-sampai juga ikut bersujud dihadapan orang tua Dira)
Tetapi sedetik pun Ghani & Nisa tidak membuka suara
...
5 Menit berlalu akhirnya Ghani memberanikan diri untuk membuka suara
Ghani: Huftt😧...baiklah Papah akan memaafkan kamu Dira memang ini sudah resiko Papah memiliki anak perempuan (Ujar Ghani sambil membantu Dira untuk bangun dari sujudnya lagi dan memeluk dirinya)
Dira: Hikss😢ðŸ˜...hiksss😠Ahakk ihiksss😠(Dira kembali menangis tersedu-sedu merasakan jantungnya yang sesak sekali)
Nisa: Bunda juga akan memaafkan kamu Dira Hikss maafkan Bunda tadi sudah membentak kamu😠(memeluk juga)
Rara pun bangun dari sujudnya dan berdiri
Rara: Om Tante...saya akan membantu Dira untuk menemukan Steve pacarnya itu
Nisa: Baiklah...terima Kasih Rara kamu sahabat terbaik Dira, Insyallah Tante akan membantu Dira sekuat tenaga
Dira: Hikss😠Bundaa Papah maafin Dira sekali lagi Dira minta ampun
Ghani: Minta ampun jugalah sama Allah Dira (menepuk-nepuk pundak Dira) jika pacar kamu si Brengsek Steve sudah ketemu akan Papah hajar dia awas saja!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
To Be Continue