
...Halo Readers Apa Kabar??? Author Up lagi nih maaf waktu upnya lama karena author banyak kerjaan yang harus dikerjakan dan Author juga lagi merevisi Karya pertama author "Bad Girls & OSIS", Jadi untuk readers author akan usahain up dengan tepat waktu ya jangan pada kecewa dan melupakan karya author yang ini ya Readers hehe😅, Jadi stay toon aja oke and sebelum baca jangan lupa pencet tombol like, komen dan vote ya, So Happy Reading All⬇⬇⬇...
⚫
⚫
⚫
⚫
⚫
Seperti biasa di hari Jum'at ini Rara telah bersiap memakai seragam sekolahnya untuk segera pergi menuju kesekolah, karena pada hari ini adalah hari Ujian terakhir yang dimana semua murid-murid SMA Tunas Harapan bisa merasakan kebebasan dari kekangan belajar
Sebelum pergi kesekolah seperti biasa Rara melakukan kewajibannya sebagai cucu satu-satu Omahnya yang bernama Fitri untuk menyalami tangan kanannya dengan tangan kanan Rara
Rara: Omah Rara berangkat ya, nanti Pulang sekolah Rara mau mampir ke tempat showroom motor, mau liat-liat soalnya kalo bisa sekalian beli yang murah tapi berkualitas biar Rara gak pake ojek online mulu (jelas Rara, sambil menyalami telapak tangan Omahnya)
Omah: Baik hati-hati Ra ...besok kita belajar buat kue sama masakan yang udah Omah catat resepnya, kalo masalah uang Omah ada kok
Rara: Tenang Omah...ntar Rara beliin bahan-bahannya besok ntar Rara minta catatannya, Oke Rara berangkat Omah Assalamualaikum (Ucapan Salam Rara, dibarengi keluar Rumah dan menaiki Ojek online yang sudah ia pesan sedari tadi)
Omah: Iya Ra...hati-hati, Waalaikumsalam Warahmatullah
.
.
.
.
.
15 Menit Kemudian
Rara pun tiba di disekolahnya tepat waktu, dan ia segera turun dari motor ojolnya tak lupa juga ia membayar ongkos ojeknya, Kemudian dengan jalan santai melewati koridor sekolah sambil fokus menatap datar kearah depan, seseorang menabrak bahu Rara, sehingga Rara terkejut dan hampir kehilangan keseimbangan tetapi untung saja dia mempunyai gaya reflek yang bagus sehingga tidak jatuh
Rara: HEH!...Kalo jalan liatnya pake mata (tegasnya sambil menatap datar juga dingin ke arah orang yang berjalan saja tanpa menghiraukan kesalahannya, tapi tetap saja orang itu mendengar dan tak lama orang itu menoleh ke arah Rara)
"EHH...Cewek Kamseupay plus Jalang, ternyata eloh, cih...sorry gue sengaja HAHAHHAHA😂😂😂"
Orang itu berjenis kelamin seorang wanita siapa lagi jika bukan cewek yang suka menghina, menindas, suka membully, Dia adalah Angelina
Rara: Huffft😤...males gue nanggepin dajjal kea loh, Minggir! (ucap Rara, dengan nada penekanan dan segera membalas perlakuan Angel dengan menyenggol bahunya melewatinya begitu saja tanpa menghiraukan manusia setengah dajjal itu yang sedari tadi geram melihatnya)
Angel: Cih😆...HEH! Hati-hati ya dengan ucapan loh, eloh bakalan tau akibat dan mendapat balasan dari gue, karena gara" eloh gue sama Pak Daniel gak jadi tunangan JALANG BANGSAT!, INGAT KATA-KATA GUE RALINE! (ucapnya dengan kesal penuh penekanan dan nada tinggi yang berbicara menghadap punggung Rara yang sedari tadi tidak di respond)
Rara pun hanya berjalan terus tanpa menghiraukan wanita Dajjal itu, karena menurutnya sama saja ia membuang waktu, ucapan, juga menambah dosa jika meladeni manusia setengah dajjal itu, tanpa disadari Angel diperhatikan oleh murid-murid yang berjalan melewati koridor sambil berbisik-bisik mengomongi Angel
Angel: APA LOH LIAT-LIATIN GUE, SIRIK, IYA GUE TAU GUE CANTIK GAUSAH IRI! (ucapnya berteriak kepada semua murid-murid yang berjalan dikoridor dengan tatapan sinis, Lalu dia segera berjalan sambil menghentakkan kakinya saking geramnya kepada Rara)
.
.
.
Setibanya dikelas Rara langsung membanting tasnya diatas meja yang disampingnya terdapat sahabatnya Dira yang sedang membaca novel sambil terkejut karena bunyi bantingan meja yang dihasilkan bunyi tas Rara
Prakk... (suara bantingan tas)
Dira: Astagfirullah...ih naon ini teuh, ada apa neng gelis dateng sambil marah-marah? (tanya Dira yang sudah tidak fokus membaca buku novelnya melirik kearah Rara dengan tatapan bingung)
Rara: Ih...gue kesel banget sama sih manusia setengah dajjal! (ucapnya sambil membanting bokongnya dikursi pelajarnya yang berdampingan dengan meja dan bangku Dira)
Dira: Sabar atuh Ra...ehm maksud loh manusia setengah dajjal itu saha Ra? (tanyanya heran sambil menggaruk dahi pinggirnya yang tak gatal)
Rara: siapa lagi kalo bukan Angel...(ucapnya sambil membuka resleting tasnya lalu mengambil buku mata pelajarannya) Udah lah gausah dibahas Dir...
Dira: Oki Doki...ehm Ra ngomong" motorloh kemana gue kok jarang liat loh pulang bawa motor?
Rara: Gue jual...lumayan uangnya gue tabung, terus bisa beli motor Yamaha Fino yang terbaru (ucapnya sambil membaca bukunya)
Dira: ouhh...emang motor Fino harganya berapa Ra??? gue juga mau sekalian beli pake uang tabungan gue
Rara: 18 sampe 20 juta kalo gak salah deh...
Dira: Boleh tuh...kapan mau belinya kita bareng okeh
Dira: boleh banget Ra...ntar loh gue jemput naik go-car oke, ehm Ra...(jawabnya dan ia kembali memanggil nama Rara)
Rara: iya why???😮
Dira: gue tau loh pasti sedih atas kejualnya si blackigon (Ucap Dira sambil menatap Rara dengan tatapan sedih, Blackigon itu motor kawasaki ninja motor pertama Rara)
Rara: Huuftt😤...😊 mau gimana lagi emang harus dijual and walaupun pasti rasanya sangat menyakitkan tetapi gue harus kuat Dir☺
Dira: sabar ya Ra...gue tau loh gadis yang tegar😊 (ucapnya sambil mengusap bahu Rara)
Rara: Hem Thanks Dir...loh emang sahabat gue yang paling setia, janji ya hubungan persahabatan kita harus langgeng sampai maut memisahkan kita (ucapnya sambil memberi dan mengeluarkan jari kelingking telapak tangan kanannya)
Dira: I Still promise (katanya juga mengeluarkan jari kelingking telapak tangan kanannya)
Begitulah persahabatan mereka dipenuhi dengan arti kesolidaritasan, dan juga Begitulah sejatinya seorang sahabat, meski mereka tidak bisa membuat semua masalah yang kita hadapi menghilang, namun mereka tak akan pernah menghilang di saat kita memiliki masalah
.
.
.
.
.
Jam Istirahat...
Seperti biasa jam istirahat Dira maupun Rara pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka yang sedari jam ujian dimulai sampai selesai para cacing-cacing di perut mereka berkaraoke seperti memerintakan mereka untuk segera mengasih makanan ke dalam perut mereka yang berisi para cacing-cacing heboh itu
Dira: Ra loh mau pesen apa??? (tanyanya sambil melihat ke arah sekitar kantin yang saat ini suasananya terlihat ramai)
Rara: Ehm...wait gue pengen, pengen mie ayam diyamin sama es jeruk
Dira: Boleh juga tuh...kok kita samaan sih lagi pengen makan mie ayam kayak ada telepati gitu diantara kita EAAKKKK (ucapnya dibarengi sorakan hebohnya membuat Rara tertawa)
Rara: Hahahhaha😁 ngadi-ngadi loh udah buruan yuk pesen ntar kita gak dapet tempat
...
15 Menit kemudian
Mereka sudah mendapatkan mie ayam yamin kesukaan mereka dan mereka segera mencari tempat kosong untuk menjadi tempat meja makannya mereka, sesudah mendapatkan meja makan kosongnya mereka segera melahap mie ayam pesanan mereka dan juga mereka sebelum makan memanjatkan doa sebelum makan
Selesainya makan mereka seperti biasa bencengkrama kecil untuk menunggu proses penghancuran makanan mereka di dalam perut, sampai-sampai mereka tidak sadar kalau bel ujian berbunyi
Rara: udah bel nih...balik yuk ke kelas abis ini mapel ujian terakhir (ucapnya sambil melihat jam tangan hitam yang melingkar dipergelangan tangan kirinya)
Dira: Ayo...ntar pengawasnya keburu dateng
Mereka pun langsung berjalan menuju kelas mereka dan 5 menit setelah itu pengawas ujian mapel terakhir mereka datang, ujian pun dimulai dengan jangka waktu 2 jam mengerjakan soal-soal ujian tersebut
...
2 Jam Kemudian
Para murid-murid SMA Tunas Harapan bersorak gembira karena masa penderitaan belajar mati-matian mereka telah usai, sekarang mereka tinggal diperintahkan untuk pulang karena waktu ujian sudah berakhir, begitu pula dengan Rara dan Dira yang sedang beberes alat-alat belajarnya yang segera dimasukan kedalam tas gendongnya
Saat Rara ingin memasukan Handphone nya kedalam kantong resleting tas depannya, notifikasi chat handphone berbunyi dan tertera nomor asing yang mengirimi foto rumahnya yang saat ini kondisinya sangat-sangat berantakan dan terlihat Omahnya yang sedang memohon-mohon kepada Orang asing berpakaian hitam rapi sedang menghancurkan rumahnya secara paksa
Dengan Rasa khawatir dan marah Rara langsung menggendong tasnya berlari keluar ruangan kelasnya menghiraukan panggilan teriakan Dira yang juga ikut berlari dari belakang, dan saat berlari dengan rasa cemas seseorang menarik tangan Rara secara tiba-tiba
SHITT...LOH SIAPA, LOH MAU APA HAH? (ucap Rara reflek dengan emosi yang sudah diujung pitam kepada seorang lelaki yang selama ini Rara jarang lihat disekitar sekolahnya)
RARA...LOH DIMANA RA??? (Teriakan Dira yang mencari keberadaan Dira dan akhirnya dia menemukan keberadaan Rara) RA...LOH NGA- WAIT LOH SIAPA? (ucapnya terpotong saat melihat seorang pria yang agak asing baginya)
.
.
.
.
.
To Be Continue