You're Mine Cool Girl

You're Mine Cool Girl
YCMG Eps 69



Happy Reading Readers📖


~ Jangan lupa absen lagi ya, dengan cara like,komen dan vote Novel You're Mine Cool Girl okeh👌


...****************...


Seorang Dokter Psikiater sedang memeriksa kondisi mental Dira, yaitu dengan cara mengajak ngobrol berdua di ruangan penyambut tamu penting yang ada didalam rumah Ghani & Nisa


Sedangkan Rara sedikit lega karena kondisi Dira sekarang sudah mulai siuman dan tenang, tak seperti beberapa jam lalu tindakan dan perilaku Dira benar-benar jauh 180° dari sikap Dira yang dulu


Mungkin ini yang disebut "Manusia bisa berubah kapan saja" jika seiring jalannya waktu dan momen,entah pengalaman bahagia atau pengalaman buruk


Sekarang Rara siap-siap untuk pamit pulang kepada keluarga Dira semuanya yang saat ini mereka sedang berkumpul diruang keluarga, sedang menunggu data cek up pemeriksaan mental Dira


Rara: Om Ghani,Tante Nisa, Om Adam, Om Hana,Kak Brams,Kak Bryan,Kak Ghina Rara pamit pulang ya soalnya besok ada kelas pagi


Ghani: Kamu pulang naik apa?


Rara: Rara pulang naik taksi Om


Adam: tidak mau diantar dengan Daniel saja Raline?


Hana: iya ini sudah malam,gak baik anak gadis perempuan pulang malam, sendirian lagi


Rara: tidak usah Om Tante terima kasih atas tawarannya, In Syaa Allah Rara bisa pulang dengan selamat


Bryan: Eh sanah anterin Rara gih Niel (bisiknya sambil menyenggol bahu Daniel)


Daniel: Cpttt,😑 (menatap tajam Bryan)


"Saya antar pulang saja,kebetulan Saya harus membereskan pekerjaan kakak" (akhirnya Daniel beranjak dari duduknya)


Om Adam: Iya Raline benar...mending bareng saja dengan Daniel (tawarnya sambi melirik Daniel dengan tatapan jahil)


Om Ghani: oh ya Ra...besok tolong kamu kabari Cowok Brengsek itu!


Tante Nisa: Pah... jaga ucapanmu


(Menyenggol bahu Ghani)


Rara: nanti Rara suruh orang tuanya datang kesini untuk menemui Tante dan Om ya, In Syaa Allah masalah ini akan segera diselesaikan dengan baik


Hana: Amin...makasih ya Ra kamu sudah sabar menemani Dira disaat dia dalam kondisi seperti ini


Nisa: iya terima kasih Rara...karena kamu kita bisa memberi pelajaran kepada Steve


Ghani: Benar itu Terima Kasih Rara


Rara: Sama-sama Om Tante semuanya...namanya Dira sahabat Rara dari kecil pasti Rara akan selalu membantu Dira dan menemaninya dalam situasi apa pun, Oh ya bolehkah Rara pamit dengan Dira?


Nisa: Kamu duduk sini sebentar, paling dikit lagi pemeriksaan nya selesai


Akhirnya dengan sikap menurut Rara mengikuti perkataan Nisa demi berpamitan dengan sahabatnya yang sedang di cek up pemeriksaan mental


10 Menit kemudian Dira dan seorang Pria yang usianya sekitar 37 tahun dengan penampilan formal yaitu memakai kemeja garis-garis dasarnya berwarna putih bagian lengannya dilipat membuat dirinya seperti pria berusia 27 tahun


Pria itu berdiri disamping Dira dan memegang satu berkas dokumen ditangannya, dan sosok pria itu adalah Dokter Psikiater keluarga Adam, sudah 3 generasi keluarga kedokteran itu melayani keluarga Adam dari kakeknya, Papahnya, dan sekarang sosok pria 37 th yang bernama Arsenio Gandhi Larusso


...----------------...


Nisa: Dokter, bagaimana hasil pemeriksaan Dira Putri saya? (Reflek Bunda Nisa langsung berdiri dari duduknya)


Dokter: Bisakah saya, tuan Ghani dan Nona Nisa bisa berbicara bertiga?


Ghani: Bisa Dokter


Dira: Tapi, bisakah Dira juga berhak mengetahui kondisi mental Dira?


Rara: Ehm...Dira (panggilnya dan dengan reflek Dira menoleh ke arah Rara)


Dira: kenapa Ra?


Rara: aku pamit pulang ya, kamu sehat" nanti kalo ada apa" please kabari aku (memeluk tubuh Dira)


Dira: pulang sama siapa?


Rara: sama-


(tidak dilanjutkan karena)


Daniel: sama Kakak Dira...kamu jangan kecapean ya kasihan nanti kandungan kamu


(mengelus rambut Dira)


Dira: Kakak nyetir mobilnya juga hati-hati okeh (tersenyum)


Rara: Mari Pak Dokter (pamitnya juga ke Dokter Arsen)


Dan dokter itu tersenyum ramah ke arah Rara, tapi...dokter itu segera sadar kalau wajah Rara mirip dengan


"Wajahnya mirip seperti keponakan saya...apakah dia?" (Ucap Arsen dalam hati sambil memperhatikan wajah Rara yang sangat mirip dengan keponakannya)


Dokter: tunggu!...(ucapnya menahan Rara berhenti untuk berjalan, dan dia segera menghampiri Rara)


"Sebentar tuan nyonya" (izinnya kepada Nisa dan Ghani)


Dokter: maaf apakah saya boleh berkenalan dengan anda nona? (Menawarkan berjabat tangan, dan itu membuat Daniel sedikit kesal)


Rara: Saya Raline Odelia Priyanka (membalas jabatan tangan)


Dokter: Arsenio Gandhi Larusso, panggil saja Arsen, sorry wajah kamu mirip soalnya dengan keponakan saya


Rara: oh ya??? What she's name?


D.Arsen: Sophia, nama panjangnya Renata Sophia Larusso


"DEG!" (Wajah dan tubuh Rara ngefreeze)


Begitu juga dengan Daniel yang raut wajahnya berubah menjadi penasaran, karena nama itu familier di otaknya, tak terkecuali semua orang didalam ruangan itu apalagi Dira langsung berjalan menghampiri Rara dan dokter Arsen, serta Daniel


Daniel: Sorry...kalau boleh tahu, bolehkah kami melihat fotonya?


Dira: iya benar Dok saya juga penasaran siapa beliau?


D.Arsen: wait for a minute (mengeluarkan ponsel di saku celananya)


...----------------...


D.Arsen: ini foto Sophia sekarang dia jadi salah satu model di Paris (memberi foto Sophia)


Rara: Ehm Dokter Arsen...bisakah saya bertemu dengannya


D.Arsen: untuk apa??? (Mengenyitkan dahi)


Rara bingung cara menjawab pertanyaan Dokter Arsen


Dira: Iya karena...


Daniel&Dira: Karena Rara ngefans banget sama dia Dokter (Ucap mereka berbarengan mengalihkan jawaban yang sebenarnya)


D.Arsen: oh really???nge fans sampe wajahnya mirip gitu, btw Boleh dong kapan mau ketemu? Soalnya nanti Minggu-minggu ini Sophia mau berkunjung ke Indonesia katanya


Rara: ntahlah kalo sudah datang Dokter tolong kabarin saya aja pas Sophia tiba (memberi hp untuk Arsen mengetikan nomornya di hp Rara)


D.Arsen: baiklah nanti kabari dan mengantar kamu, tuan Daniel juga mau ikut? (Ucapnya yang sudah selesai memberikan nomor hp di hp Rara)


Daniel: nanti saya liat jadwal dulu, dan mungkin kalo bisa atau gaknya saya kabari


Rara: Ya sudah saya pulang ya Dokter see you again


Dira: Maaf, Dokter Bisakah saya juga ikut nimbrung ke pembicaraan tentang kondisi mental saya?


D.Arsen: Nona Dira...untuk saat ini saya hanya perlu berbicara dengan orang tua kamu okeh (mengelus pundak Dira)


Nisa: iya nanti kalo hasilnya sudah diberitahu Bunda nanti kasih tau Dira ya


Dira: yaudah deh (berjalan kembali ke arah kamarnya)


Ghani: mari Dokter kita bicara diruangan saya


Nisa: Bang Adam Mbak Hana tunggu sebentar ya


Hana: Siap Nis ...


...----------------...


Dengan rasa inisiatif tinggi Hana berinisiatif membuatkan makanan untuk Dira,karena mungkin sedari kejadian histeris tadi, makanan di atas meja kamar Dira belum disentuh sama sekali dan Hana merasa Dira belum makan


Hana: Pah Bunda buatin makanan dulu buat Dira ya, sepertinya sedari tadi dia belum makan


Papah: mau dibantu maid gak Bun?


Hana: gak usah Bunda ingin membuatkan makanan bergizi buat Dira dengan resep Bunda sendiri


Ghina: Mau Ghina bantu Bunda?


Hana: tidak usah, kamu temani Kevin dikamar seperti sedikit lagi di akan bangun dari tidurnya (ucapnya sambil melihat ke arah jam)


Ghina: Pah...ayo kita mandiin Kevin


(Mengajak Bryan)


Bryan: Iya Sayang ayo aku bantu,soalnya abis ini aku mau nyelesain pekerjaan


Di Mobil Daniel Rara sedari tadi diam memikirkan kejadian tadi, apakah ia tidak salah dengar jika Dokter tadi adalah Paman dari Renata saudara kembarnya itu?


Tak disangka bahwa Allah memberi jawaban doa Rara, disaat kondisi seperti ini yang dimana saat-saat sekarang ini Sahabatnya sedang diterpa ujian


Rara hanya bisa menarik nafas panjang, dengan sikap peka Daniel menyadari sikap diam Rara dari tadi


Daniel: Alhamdulillah sebentar lagi kamu bertemu dengan saudara kembar kamu...


Rara: iya... Alhamdulillah (balasnya tersenyum tipis)


Daniel: Ra...(panggilnya)


Rara: Iya???


(Menoleh ke arah Daniel)


Daniel: saya kemarin bertemu CEO Perusahaan L'Group, dan kami akan melakukan kerjasama antar perusahaan, dan beliau juga ingin bekerja sama dengan Perusahaan dibidang Food, dan saya merekomendasikan perusahaan kamu


Rara: L'Group? Emangnya mau buat Event apa ya Kak?


Daniel: Jadi tujuan kerjsama sama perusahaan kakak dengan L'Group ingin membuat suatu proyek acara yaitu mengundang para pemusik,band,artis dan-


"Ka-kak Brams a-ada tissue gak?"


Daniel: RA!...Kamu mimisan i-ini (memberikan tissue dengan cepat)


Dan dengan pelan Daniel memberhentikan mobilnya di pinggir jalan


Daniel: Sini kakak bantu (membantu mengelap hidup Rara)


Rara: Kak...nyeri kak hi-hidung Rara (ucap Rara dengan nada lemas)


Daniel: ke rumah sakit ya?


Rara: Ehm ga-gausah ka-


Tiba-tiba Rara pingsan, Daniel panik tapi dia berusaha tenang, dia bingung perjalanan ke Rumah Rara masih jauh, tapi perjalanan untuk ke Mansion Daniel hanya menempuh perjalanan sebentar


Jarak rumah sakit juga masih jauh,akhirnya dia memutuskan untuk membawa tubuh Rara ke Mansionnya sambil berusaha menelpon kakaknya Bryan untuk segera datang ke Mansionnya memeriksa kondisi tubuh Rara


"Halo Kenapa Niel?"


"Halo Kak, kak ke mansion gue sekarang ya!"


"Eh ntar dulu gue lagi ada kerjaan"


"Udah buruan ke mansion gue, URGENT ini kak,gue tunggu oke"


(Mematikan sambungan)


"Eh Daniel Daniel...Nieelll!)))"


Telponnya sudah diputuskan dengan Daniel,sekarang Daniel harus fokus mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi agar bisa lebih cepat datang ke Mansionnya


Dan sambil ditengah perjalanan Daniel juga menghubungi Mbok Laras yang usianya sekitar 53 th an, salah satu Maid yang mengurusi semua kebutuhan Daniel seperti memasak, mencuci baju kerja (khusus baju kerja tidak dicampur pakaian dalam ya) dan membersihkan kamar Daniel seorang, dan untuk membersihkan halaman secara diluar hal pribadi Daniel adalah Maid lainnya yang berusia tergolong muda


Untuk yang membersihkan halaman adalah Pak Tono, dibantu maid laki-laki lainnya Mbok Laras


Pak Tono & Mbok Laras adalah sepasang suami istri kedua orang ini sudah bekerja dengan keluarga Adam sejak zamannya Adam & Hana menikah, sekaligus orang kepercayaan Hana dan Adam dikala mereka ada urusan penting diluar kota/negeri untuk mengurusi Daniel & Bryan semasa kecil


Dan sekarang Kedua sepasang suami istri itu bekerja di Mansion Daniel karena memang sedekat itu Daniel dengan mereka,juga karena Daniel masih bujangan


Dan juga Mbok Laras dan Pak Tono juga tidak tinggal semansion dengan Daniel mereka tinggal didepan mansion Daniel dirumah dengan ukuran minimalis yang sudah difasilitasi orang tua Daniel


Tapi karena sekarang Daniel butuhnya Mbok Laras akhirnya Daniel mengirim pesan untuk Mbok Laras seorang, untuk membantu merawat Rara


Juga membantu menggantikan pakaian Rara Karena pakaian Rara tadi terkena tetesan darah yang keluar dari hidungnya


...


Setibanya di Mansion Daniel langsung turun dari mobil menggendong tubuh Rara sambil berlari kecil memasuki Mansion miliknya itu yang sudah disambut oleh Mbok Laras, dengan langkah lebar Daniel menaiki tangga untuk berjalan kearah kamarnya diikuti Mbok Laras dibelakang


Dengan sangat hati-hati Daniel menaruh tubuh Rara diranjang tempat biasanya dia tidur


Daniel: Mbok tolong siapkan pakaian ganti Rara ya


(ucapnya ke Mbok Laras yang bingung melihat tuannya tidak pernah mengajak perempuan ke dalam mansion apalagi kedalam kamarnya yang sangat private itu)


Karena tadi di chat Daniel hanya menyuruh Mbok Laras untuk bersiap datang ke Mansionnya, Daniel tidak memberi tahu beliau bahwa tujuan dia memerintahkan mbok Laras datang ke Mansionnya itu untuk apa?


Mb.Laras: Maaf tuan kan dirumah ini tidak ada pakaian wanita


Daniel: Astagfirullah...ya sudah nanti Daniel suruh kurir David beliin baju wanita, sekarang Mbok bikinin teh manis buat Rara sama makan malam, dan sebelum itu tolong Mbok pijiti tubuh Rara untuk pertolongan pertama


(Jelasnya)


Mb.Laras: Baik tuan


Dengan cekatan Daniel menelpon David, deringan pertama langsung diangkat olehnya


"Assalamualaikum kenapa Niel?"


"Waalaikumsalam, Vid gue minta tolong beliin baju wanita ukuran M untuk Rara cepat ya!"


"Hah??? Emangnya Rara abis ngapain sama loh? Jangan-jangan"


"Astaghfirullah, gue gak sebajingan itu Vid na-nanti gue jelas udah buruan kesini AH!"


Ucap Daniel kesal kepada sahabatnya itu karena telah berpikir yang tidak-tidak dengannya dan Rara sambil memutuskan Teleponnya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


To Be Continue