
Halo Readers gimana puasa kalian? lancar kan? lancar dong 👌👍... semoga iman dan jiwa raga kalian selalu semangat melaksanakan puasa dibulan Ramadhan bulan yang suci penuh berkah ini, amin, oh ya Author Up lagi jangan lupa kasih like, komen and votenya ya Readers, Selamat Membaca semua ⤵
UKS
Di atas brankar ruangan UKS Rara sedang duduk meluruskan kedua kakinya dan ditutupi oleh selimut, disitulah Dira dan Rayhan membantu Rara menggantikan perbannya, saat dibuka perban putih yang melingkar di kepala Rara lukanya masih belum pudar, karena pada saat insiden Rara didorong oleh Angel kepalanya membentur dan tertancap paku yang ukurannya lumayan besar, sepertinya paku tersebut belum dipaku/dibor penuh.
Sekarang Ini Rayhan sedang membuka perban dikepala Rara yang sedari tadi Rara mengeluh kepalanya berdenyut mungkin karena efek terlalu stress memikirkan masalah yang akan datang lagi dihidupnya tetapi semoga saja tidak, Dira juga membantu mempersiapkan Obat Antibiotiknya yang berada ditas Rara yang sebelumnya mereka tiba di UKS Dira berinisiatif untuk mengambilkan obat antiobiotik Rara terlebih dahulu
Rayhan: Cptt...luka loh ternyata masih belom kering juga Ra (ujarnya sambil melepaskan perban putih dikepala Rara)
Rara: Kan ini masih belum ada sebulan Rey
Dira: Tau loh...ada-ada aja
Rayhan: Gua heran ma eloh Ra kagak sakit apa pas ketancep
Rara: Cih😆 ya sakitlah Rayhan...cuma masih bisa ditahan kok
Dira: Dia kan mati rasa Rey
Rara: Ehh...sembarangan ya loh
Rayhan: pala loh masih berdenyut Ra?
Rara: Udah gak...ehm Dir (panggilnya)
Dira: Hemm??? (menjawab dengan deheman)
Rara: Gue mau nanya...kok loh gak cerita sama gue kalo eloh sama Pak Brams sodara sepupuan???
Rayhan: Hah emang iya???
Dira: Iya gue ama Pak Daniel sepupuan, jadi gue to the point aja ya selama ini gue gak pernah tau kalau gue sama Pak Daniel sepupuan karena emang kami jarang bertemu malahan hampir tidak pernah dikarenakan sibuk dengan urusannya masing" begitupun orang tua gue sama Pak Adam kakaknya ibu gue aja jarang bertemu gegara pada asik kerja, dan yah...akhirnya selama 18 tahun baru tau deh
Rara: Hahhaha aneh...kok bisa gak pada saling kenal emangnya kalo lebaran gak pernah ketemu?
Rayhan: Tau masa impossible banget Dir?
Dira: Entahlah memang aneh, yaudah sini Ra gue olesin antibiotik dulu dahilu (ucapnya dengan raut muka agak sedih)
Rara: iya...ehm btw abis ini ke kantin yuk
Rayhan: baru gue mau ngajakin...yaudah yuk gue juga laper btw
Dira: sabar ya abis ini (ucapnya sambil mengoleskan obat antibiotiknya di dahi Rara) Ehm Sakit gak Ra??? atau masih berdenyut, kalo masih kita mending periksain ke dokter Adzhar (tanyanya khawatir)
Rara: Ehm...sedikit tapi gakpp santai aja
Rayhan: Kalo perih bilang jangan diem aja! (tegasnya)
Rara: Iya bawel...gue gak kenapa-kenapa kok, udah kalian tenang aja
.
.
.
Setelah selesai mengoleskan obat antibiotiknya ke dahi Rara, mereka bertiga memutuskan pergi ke kantin untuk mengisi perut keroncongan mereka yang sedari tadi para cacing-cacing perut mereka berdemo, saat ini situasi kantin disekelilingnya sangat ramai dan dipenuhi oleh Siswa-Siswi lainnya, sampai-sampai mereka bertiga bingung mau duduk dimana
Dira: Ra...Rey, mau pada pesen apa?
Rara: Kwitiaw goreng sama air putih aja Dir...jangan lupa kerupuknya
Dira: kalo loh Rey? (tanyanya sambil menatap Rayhan)
Rayhan: Gua mau nasi goreng sama es jeruk aja
Rara: Udah biar gue yang pesenin aja kalian cari tempat duduk
Dira: Tapi Ra-...(ucapnya terpotong perkataan Rara)
Rara: udah mau pesen apa Dir? Cptt...udah gece pada cari tempat duduk ntar tambah rame ini (tegasnya)
Dira: Samain kaya loh aja Ra...
Rara: Okeh gua pesen dulu ~ Byee
Rayhan: Yaudah loh hati"...
Dira dan Rayhan pun bergegas mencari tempat duduk yang kosong, dan seseorang melambaikan tangannya ke arah mereka berdua, ya dia adalah Rio, Ryan beserta adik kelas yang menjabat sebagai Ketos dan waketos Nada dan Radhit, lalu tak lama Rio berteriak ke arah mereka
Rio: WOOYYY DIRA...RAYHAN SINI GABUNG MAH KITA! (teriaknya sampai-sampai para murid disekelilingnya menoleh ke arah Rio dan yang lainnya)
Nada: Isshh kak Rio berisik banget sih (ujarnya dengan wajah kesal)
Ryan: tau dia emang bacot banget bocahnye (ujarnya menyindir Rio)
Rio: Cptt...terserah gue kek ilah!
Radhit: manggil boleh tapi jangan sampe bikin kegaduhan bang
Rio: Cptt...iye maap-maap
.
.
.
Ryan: Bukan Dir kita semua lagi di monas (ledeknya)
Rio: Kita???
Rio,Radhit, Nada: ))) LOH AJA KALI WUAHHAHAHA😂😂😂
Dira: Cih...Hhahahha udah-udah kesian si iyo dicak-cakin mulu
Rayhan: Palingan juga bocahnya ngeselin, ya ngak??? (ucapnya sambil duduk disebelah Radhit)
Nada: Iya kak, kak iyo tadi ngeselin...ehm btw kak Rara dimana ya kak dia gak bareng kalian? (tanyanya sambil menoleh sekitar sudut kantin)
Dira: Ada...tadi dia lagi pesen makanan? kalian sudah pada makan?
Radhit: udah kak tadi barusan kelar makan (ucapnya sambil menyeruput jus alpukatnya)
Nada: Owhh...itu kak Rara
Dira: oh iya RAAAA! (Panggilnya ke Arah Rara yang sedang membawa nampan berisi pesanan mereka)
Lalu Rara pun segera menoleh kesumber suara, dan ia melihat Dira yang melambaikan tangan kearahnya, dengan langkah hati-hati ia berjalan membawa nampan berisi pesanan mereka bertiga
Rara: Loh ternyata ada kalian?
Nada: Kak Rara (sapanya dengan ramah)
Rara: Eh Nada...iyah, btw kalian udah pada makan (tanyanya sambil menaruh makanannya di meja dan segera duduk)
Ryan: Udah Ra, tadi gimana beasiswa loh gak jadi dicabut kan?
Rio: tau...gak jadi kan ya Ra?
Rara: Enggak kok alhamdulilah (jawabnya dibarengi gelengan kepala) Guys kita makan ya (ucapnya sambil menyuap kwitiaw gorengnya dengan sumpit kayu)
Dira: Makan semua...
Nada: Selamat makan... (ucap Nada ke arah Rayhan, Dira dan Rara yang segera menyuapkan makanannya kedalam mulut)
⚫
⚫
⚫
15 Menit kemudian
Selang 15 menit kemudian bel istirahat pun berbunyi dan itu menunjukkan waktu istirahat telah habis, semua murid-murid pada kembali ke kelasnya masing-masing untuk segera mengikuti Ujian Akhir Semesternya di hari keempat, dan besoknya hari Jum'at hanya tersisa 1 materi mata pelajaran yaitu mapel PAI (Pendidikan Agama Islam)
.
.
.
.
.
Maestro Hotel
Seorang Wanita Paruh Baya sedang duduk di tempat Kafe mewah didalam Hotel Maestro dengan penampilan mewah dari atas sampai ujung kaki
wanita itu tengah menunggu kedatangan seseorang untuk memulai rencana aksi negatifnya, selang 10 menit kemudian 5 orang pria berwajah sanger yang berpenampilan memakai jas putih hitam datang dan menunduk hormat kearah wanita paruh baya itu
Lama sekali kalian...sudah muak saya menunggu! (ucap wanita paruh baya itu dengan kesal)
Maafkan kami Nyonya tadi dijalan ada kendala nyonya... mohon maaf (ucap 1 orang pria yang selaku ketua anggota itu)
Dengarkan perintah saya dan rencana saya! (ujarnya wanita itu dengan tegas)
Baik Nyonya yang terhomat apa yang perlu kami semua lakukan dan laksanakan? (tanya ketua anggota itu)
Saya ingin kalian membaca dokumen ini (ucapnya sambil menyerah map coklat yang berisi perintah dan foto-foto target yang diincar)
Saya ingin kalian hancurkan semuanya dan ingat jika sampai kalian gagal, lihat dan rasakan akibatnya! (ucapnya kembali dengan nada dingin)
Tenang nyonya masalah seperti ini sangat mudah...pasti kami akan berhasil melakukan rencana nyonya...
Bagus tidak usah banyak cingcong besok kalian laksanakan Ini! (ucapnya dengan penuh nada penekanan kepada 5 orang itu)
))) Baik Nyonya kami akan laksanakan (ucap 5 orang pria itu secara kompak)
Lalu tak butuh waktu lama wanita paruh baya berpenampilan mewah itu segera bangkit dari tempat duduknya dan berjalan meninggalkan 5 orang pria itu dengan langkah tegap dan arogan
.
.
.
To Be Continue
Oh ya Readers mungkin author upnya akan membutuhkan waktu lama dikarenakan author akan segera merevisi karya pertama author yaitu "BAD GIRLS & OSIS" ya, jadi mohon pengertiannya ya Readers , Terima Kasih dan Mohon Maaf