You're Mine Cool Girl

You're Mine Cool Girl
YMCG Eps 68



Sebelum baca jangan lupa absen dulu ya dengan cara like,vote & komennya ya 😅


Happy Reading Semua📖


...****************...


Akhirnya pada hari itu Steve dan Pacarnya yang sedang hamil 2 bulan setengah dipulangkan ke Apartemennya dengan diantar oleh Anak buah Rara


Kebetulan pada saat mereka tiba di Apartemen, orang suruhan Om Ghani sudah stay di depan Apartemen, sampai sekeliling Apartemen tersebut


Jika Steve ada niat untuk kabur Om Ghani sudah memberi tugas kepada bawahannya untuk memasang Alarm disekitar dalam apartemen, ditambah memasang CCTV disisi tertentu jika mereka berniat kabur


Intinya Om Ghani sudah mempersiapkan semua ini dengan cepat dan perfect Insya Allah semuanya akan berjalan sesuai rencana yang sudah dirancang oleh Ghani


...----------------...


Keesokan harinya pada pukul 16.00 di sore hari keluarga besar Adam mengunjungi rumah adik kesayangannya yaitu Nisa karena Ghani ingin menjelaskan suatu permasalahan keluarga yang saat ini sedang ingin dihadapi


Dan akhirnya keluarga besar Adam termasuk Daniel juga keluarga Bryan anak pertamanya ikut mengunjungi rumah Omnya yaitu Ghani


Begitu pun Rara selesai pulang kuliah yang waktu hanya sampai jam 11 dilanjut dia mengunjungi perusahaan nya sebentar untuk mengerjakan pekerjaannya sampai pukul 15.30 ia selesai


Dan ia berinisiatif ingin mengunjungi rumah sahabatnya


Sesampainya di Rumah Ghani, Ghani dan Nisa segera mempersilahkan keluarga Adam, beserta Rara untuk masuk ke dalam rumah


Dan tak lupa mereka menyediakan makanan,camilan,minuman, di ruang makan


...----------------...


Seusai mereka berkumpul dari ruang makan, Ghani segera mengajak semuanya untuk membicarakan topik yang ingin dibahas yaitu masalah Dira


Sampai-sampai Adam, Hana serta yang lainnya ikut terkejut mendengar berita yang berupa masalah menimpa keluarga kecil Seorang Ghani Lutfi Verindra


Rara hanya terdiam ia bingung apalagi langkah selanjutnya yang akan dia pijak???, karena sesungguhnya ia juga memiliki urusan yang juga penting dalam hidupnya yaitu bertemu dengan saudara kembarnya


...----------------...


Di suatu kamar seorang wanita sedang diam,bengong,dan tidak sadar bahwa sedari tadi matanya mengeluarkan air mata


Dia adalah Anindira Lovata seorang gadis yang baru-baru ini diberikan ujian sangat berat dengan Allah sang maha kuasa


Tapi percayalah dibalik semua ujian pasti ada hal yang bermanfaat, karena sesungguhnya Allah SWT akan memberikan Ujian kepada hamba-nya tidak melebihi batas kemampuan seorang hamba-nya


Dan juga sesungguhnya Allah SWT akan memberikan suatu ujian itu disertai dengan jawaban serta jalan yang terbaik untuk hamba-hambanya


Seseorang mengetuk pintu kamar Dira


Tok...tok...tok


"Ira, Apa Bunda boleh masuk?"


Ternyata yang mengetuk pintu kamar Dira adalah Bunda Nisa, yang kedua tangannya membawa sebuah nampan berisi Potongan Apel, Gelas berisi Air Mineral, nasi putih dan Soup Ayam yang baru saja sudah jadi


Tok...tok...tok


"Ira sayang...Bunda masuk ya"


Ceklekk...(suara knop pintu terbuka)


Bunda: Ira ini Bunda sudah masakin kamu Soup Ayam dan masih hangat (menghampiri Dira yang sedari tadi bengong) Astagfirullah Ira...Bunda ada disini kok dikacangin sih gaenak tau dikacangin


(Ucap Bunda yang berusaha menghibur Dira)


"Permisi, Dira Dar Der Dor ini ada Rara di depan pintu masa juga dikacangin sih???"


baru saja Rara tiba dan ada di depan pintu kamar Dira karena tadi dia sedang di toilet, dan sekarang ia mengikuti Bunda Nisa yang juga ingin ke kamar Dira


Rara berjalan menghampiri Dira, dan menepuk pipi chubby Dira


Plukkk...


Rara: ett dah ya...si Eneng gelis bengong baek


Sontak Dira terkejut, dan berteriak histeris seperti orang yang memiliki trauma besar


"GAKKK...GAKKK GAK MAU SANAH AAARGHHHKKK! SANAH PERGI PERGI, DIRA GAK MAU LIAT KAMU SANAH ARRRRHHKKKK!"


Bunda: Innalilahi Dira...Dira sayang Iraaaa ini Bunda sama Rara Ira sadar...sadar nak (mendekati Dira)


Rara: Dira...ini Rara sama Bunda jangan takut DIRAAA! (Berusaha menenangkan Dira)


Dira tetap saja menjauh sambil berteriak histeris dan menepuk kedua pipinya, dia juga bersembunyi di balik selimut


Tiba-tiba Om Ghani datang dan dibelakang Om Ghani ada Kakak Iparnya yaitu Adam dan istrinya Hana, disertai Daniel juga Bryan


Kalau Ghina istrinya Bryan dan Kevin anaknya sedang berada di kamar tamu karena Ghina sedang menemani Kevin tidur


Sampai-sampai ia terkejut mendengar teriakkan dan segera bangun,berjalan mendekati sumber suara teriakkan


"ADA APA INI!" (Ucap Ghani yang terkena panik)


Bunda: Hiks hikss😭 Pah Di-Dira...(menunjuk Dira yang bersembunyi dibalik selimut)


"Enggak...pokoknya a-a-aku gak mau gak mau...kamu jahat ka-kamu jahat aku be-benci Hikss😭"


Dira mengoceh histeris ketakutan dan tubuhnya dipenuhi keringat diserta gemetar hebat


Reflek Ghani langsung membuka selimut dan memeluk tubuh mungil Dira yang berkeringat dan gemetar hebat


Dira: ARGGGHHKKKK PERGI...PERGI KAMU JA-JAHAT PERGI (memukul-mukul lengan dan tubuh Papahnya secara tak sadar)


Reflek Daniel dan Bryan langsung membantu menahan Dira untuk tidak berkelakuan brutal terhadap Papahnya sendiri


Bryan: Ira...sadar Ira!


Ghani: Nak ... Ini Papah!


Dira: LEPASINNN! ARGHHKKK!!! (Teriaknya lagi dan Dira sekarang semakin brutal untuk terus melawan penahanan, Daniel, Bryan juga Papah nya sendiri)


Rara: Dira sadar Dir hiksss😭 (Ucap Rara menangis dan ia juga memeluk Bunda Nisa berusaha menenangkan)


Adam: Saya akan telpon dokter Psikiater (keluar kamar)


Dira: KAMU JAHAT, KAMU PIKIR AKU WANITA JA**** HAH???! HAHAHHHAHA GAK GAKK....AKU BUKAN JA****, AKU BUKAN ****** ARGHKKK!


Dira semakin histeris seperti orang kesurupan, Daniel dan Bryan terkejut melihat tatapan mata Dira seperti seseorang yang memiliki trauma sangat besar


Daniel: Astagfirullah Dira! Sadar Ira (menahan tangan Dira)


Ghani: Kita baca doa sama-sama biar Ira cepat tenang


Bryan: Iya benar Om


Audzubillahiminasyaitonirojim Bismillahirohmanirohim.


Mereka semua membacakan ayat kursi dan doa suci lainnya sampai-sampai Dira yang tadinya teriak-teriak tiba-tiba terdiam


Saat mereka semua selesai berdoa


Mereka melihat diri Dira


Nisa: Astagfirullah Dira pingsan PAH! (Menghampiri Dira dan berusaha menyadarkan Dira)


Tiba-tiba Ghina datang membawa alat kedokteran miliknya juga milik Suaminya yaitu Bryan


Ghina: Ayah...ini coba kamu periksa kondisi Dira


Bryan: Baik (mengganguk dan langsung memasang semua peralatan dokter miliknya)


Adam: Saya sudah menelpon Dokter Psikiater


Ghani: Hah??? Bang anda pikir Putri saya Gila?!


Hana: bukan seperti itu Ghani maksud kami baik, kita pikir Dira membutuhkan dokter Psikiater untuk memeriksa kondisi mentalnya Dira


Nisa: sudah dengarkan saja Papah, Insya Allah ini jalan terbaik


"Dira...kamu kenapa seperti ini sih


Aku paling gak bisa melihat seseorang yang udah berjasa, dan selalu mewarnai hidup aku terluka


Hikss😭 kalo kamu seperti ini,aku juga ikut terluka Dir"


Keluh kesah Rara dalam lubuk hati kecilnya, sambil tak disangka air mata miliknya jatuh kebawah melewati pipi lembutnya


Tanpa disengaja Daniel melirik ke arah Rara yang saat itu terduduk lemas menatap tubuh Dira sedang diperiksa oleh Bryan


Bryan: Huuft😮‍💨...Dira mengalami Dehidrasi dan tekanan darahnya sangat rendah begitu pun juga detak jantungnya melemah


Nisa: Astagfirullah hiks😭 Ira...kamu kenapa seperti ini sih??? Bunda tahu kamu stress tapi masalah ini bukan kamu saja yang tanggung Dira Hikss😭


Rara: Tante...Om Hikss😭 ka-kalian tahu tidak mengapa Dira sampai seperti ini??? (Tanya Rara yang sedang menahan tangisnya)


Ghani: Karena perbuatannya si Cowok Ba****** itu kan! SI** Akan saya seret kedua orang tuannya untuk datang ke Rumah ini secepatnya!


Rara: itu memang benar Om Hikss...Hikss😭 ta-tapi mengapa saya kemarin membantu Dira untuk menjelaskan semua ini kepada om dan Tante, karena saya tahu isi hati Dira...hiksss😭 di-dia mengatakan hal seperti ini kepada saya


"Alasan gue mau kuliah di Amres supaya bisa ngebanggain Papah dan Bunda, tapi sekarang gue malah ngebuat Papah dan Bunda kecewa berat"


Rara: Dan...Om dan Tante harus tahu sebelum Dira berkunjung pulang ke rumah ini, Rara menemani Dira berbelanja pakaian, dan peralatan ibu hamil lainnya, Hikss😭 dan...


Dira sempat stress,dan takut kalau dirinya akan melukai dan mengecewakan hati Om dan Tante, sampai-sampai ia menangis sesugukkan saat fitting baju


Rara menyaksikan semua itu Om Tante...jadi Rara minta tolong maafin semua kesalahan Dira ya Om Tan, karena Dira anak satu-satunya kalian Hikss😭


Dan juga sahabat Rara satu-satunya yang udah berjasa dan ngebantu mewarnai hidup Rara disaat Rara kesepian,kosong,stress,rindu Almarhum orang tua Rara serta Almarhuma Omah Rara...


Hiksss😭 Dira selalu...dan selalu berusaha menghibur diri Rara, dan saat ini detik ini Rara melihat sahabat kecil Rara terluka Rara benar Hikss😭 benar terluka juga


Rara mohon kita harus sama-sama membantu Dira bangkit dari semua masalah ini ya😢


Nisa: Terima Kasih...Rara atas pengakuan kamu tentang isi curah hati Dira Hikss😭 ka-kami sadar kami sebagai orang tua kurang memperhatikan Dira de-dengan ba-baik Hiksss...Hikss...hikss😭


Semua orang diruangan itu menjadi menangis, kecuali 1 orang yang sedang fokus memeriksakan perut Dira untuk mengecek janin dikandungan Dira yaitu Ghina


tapi disaat ia mengecek kandungan Dira,ia juga turut sedih menyaksikan semua orang diruangan tengah bersedih apalagi saat dirinya memikirkan nasib Dira yang malang


Ghina: Hiks😢 (menghapus air mata dan mencoba untuk tidak menangis lagi)


lalu ia mulai berkata


"permisi Tan, aku mau ngasih tau kondisi ja- " (tiba-tiba ucapan dipotong seseorang)


"Tidak...Bunda dan Papah adalah orang tua terbaik buat diri Dira sepanjang masa"


Tiba-tiba Dira tersadar,karena ia tadi mendengar suara tangisan sahabatnya dicampur dengan curah isi hatinya yang dikatakan langsung oleh Rara, itu merupakan suatu perwakilan curah isi hati Dira yang tidak bisa dikatakan langsung kepada kedua orang tuanya


Semua orang diruangan itu terkejut melihat diri Dira yang tiba-tiba tersadar sekaligus bahagia melihat kondisi Dira sudah siuman


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


To Be Continue