You're Mine Cool Girl

You're Mine Cool Girl
YMCG Eps 4



Sebelum mulai baca jangan lupa kasih like, dan vot novel ini ya terimakasih yeoreobun😊.


POV Rara


Pukul 13.30 Siang


Bel pulang sekolah sudah berbunyi sejak 15 menit lalu, tetapi Rara masih tak kunjung mengangkat kaki dari sekolah itu dikarenakan ia sedang mengganti pakaian di ruangan ganti pakaian Siswi yang terletak dekat toilet perempuan.


Setelah selesai mengganti pakaian seragam ke pakaian biasa dengan menggunakan atasan lengan panjang coklat takut terkena paparan sinar matahari serta bawahan celana jeans biru muda dikarenakan ia menaiki motor diterpa panasnya matahari siang yang begitu terik. Setelah selesai Rara segera menelpon Omahnya untuk mengabari dia akan ketempat kerja paruh waktunya.



Rara: Assalamualaikum Omah


Omah: Waalaikumsalam warahmatullahi iya ada apa Rara sayang?


Rara: Rara langsung ke tempat kerja ya Omah seperti biasa


Rara Bekerja paruh waktu pada hari Senin, Kamis, dan sabtu saja, sisanya ia mengisi waktu luangnya untuk beristirahat, fokus belajar, serta membantu mengantarkan Omahnya yang saat ini bekerja menjadi penjahit rumahan untuk membantu Rara mencari rezeki, sebelumnya Rara sudah melarang Omahnya untuk tidak melakukan apa" dan beristirahat saja di rumah menikmati masa tuannya tetapi karna Rara sangat menyayangi Omahnya karna hanya Omah seorang yang Rara miliki. Dikarenakan Omahnyah terus saja memaksa dengan alasan katanya bosan jika dirumah saja tidak melakukan aktivitas apa" dan akhirnya Rara pun menyetujui keputusan Omahnya.


Omah: Ya sudah hati"besok jangan lupa antarkan Omah ke rumah bu Fitri ya anterin jahitan


Rara: Iya Omah


Omah: jangan lupa makan dan kalo sudah selesai langsung pulang ya


Rara: Oke Omah Rara pamit ya Assalamualaikum


Omah: waalaikumsalam warahmatullah


Panggilan pun terputus


Rara Segera keluar dari ruangan tersebut dan berjalan ke parkiran mengambil motor kesayangannya sedari kelas ia 8 SMP untuk on the way ke tempat ia bekerja.


Tiba di Coffee & Resto dekat mall PIM


Rara segera turun dari motornya dan berjalan ke arah tempat ia bekerja.


Eh Rara baru dateng... ( sapa seorang wanita yang umurnya tak jauh dari Rara, ia bernama Lala )


Rara: iya ( ujarnya disertai senyuman tipis sambil bersiap" mengambil celemek barista, Rara profesinya di Coffee & Resto sebagai Barista ya guys )


Lala: diluar panas ya Ra? )


Rara: ( Rara menjawab dengan anggukan ) ehm...aku duluan ya mau bantuin yang lain lagi rame kayanya tuh di meja barista banyak pelanggan


Lala: iya semangat Ra


Rara: kamu juga :)


Rara pun segera mengerjakan pekerjaannya yaitu meracik kopi dengan berbagai varian rasa sesuai pesanan para pelanggan.


Pukul 09.30 Malam


Rara akhirnya telah menyelesaikan pekerjaannya. sebelum pulang ia ditugaskan untuk membersihkan tempat para barista meracik kopi mulai dari mencuci piring, mengelap meja, membersihkan alat kopi seperti Greender, timbangan, showcase dan lain". Kata Rara lumayan dapat bonus buat nambah". selesai membersihkan semuanya ia bersiap" untuk langsung pulang kerumah.


Ditengah perjalanan, Rara melihat seorang wanita paruh baya yang masih memiliki muka cantik nan elegan, dengan penampilan lumayan mewah mungkin orang kaya kata batin Rara, Ibu itu sedang dijahatkan/dilecehkan oleh para preman yang berjumlah 4 orang. Tak tega Rara langsung memberhentikan motornya dan segera menolong wanita paruh baya itu.


Rara: Heh kalo mau ngajak ribut jangan beraninya sama ibu itu sama gua aja! ( tegas Rara )


Tolong saya mbak saya mohon ( pinta ibu tersebut )


Heh loh diam aja! ( ujar preman tersebut sambil mendorong ibu tersebut ), lu mendingan pergi kalo masih mau selamat atau mau gua enak" in ya punya lu Hahahhahaha ( ujar dan tertawa para preman tersebut )


Rara: Gila nih orang awas aja saya akan menghabiskan kalian semua


Bruggg...braggg...prakk...bluugg


Rara: PERGI SEKARANG! ( Tegas Rara dengan raut wajah emosi dan sangat datar nan dingin, dikarenakan ia tidak suka melihat seorang wanita dilecehkan itu mengingatkan dia pada Almarhuma ibunya jika berada diposisi yang sama jika masih hidup, dengan keadaan ibu paruh baya yang ditolong bagaimana?ia tak akan segan" menghancurkan dan membabakbelurkan semua preman tersebut.


Awass aja lo Ja**** gua habisi loh kalo ketemu lagi


Rara: Pergi atau gua habisi lagi lo semua lebih dari ini! ( Ujar Rara dengan memasang wajah dingin )


CABUT SEKARANG!


Para Preman Liar pun segera pergi dari hadapan Rara juga Ibu paruh baya tersebut.


Rara: anda tidakpapa nyonya?


Rara khawatir melihat mimik wajah ibu tersebut ketakutan dan panik, mengingatkan ia kepada Almarhuma bundanya dulu jika ia dan ibunya suka bertemu preman liar juga waktu ke pasar pagi" melewati daerah sepi sewaktu Rara berumur 5th.


Rara: nyonya anda baik" saja kan?


sa ... saya gkpp nak terima kasih telah menyelamatkan saya tanpa kamu keadaan saya sudah kenapa" (kata ibu tersebut)


Nama kamu siapa? saja ( ujar sang ibu itu )


Rara: Nama saya Rara, ibu sudah menelpon orang rumah?


Sudah anak saya sebentar lagi tiba, nak sebentar bibirmu luka ( ucap Ibu itu yang memegang wajah mulus Rara memperhatikan sudut bibirnya yang luka )


Rara: ouhh gkpp bu saya sudah terbiasa seperti ini


abis ini kita ke RS ya...saya khawatir sama kamu


Rara: gakusah bu aku abis ini langsung pulang kasihan nenek saya sendirian nungguin dirumah


baiklah oh ya itu anak saya sudah datang ( ujarnya sambil mengarahkan mukanya ke arah mobil mewah yang berhenti didepan mereka berdua )


Rara: saya pamit pulang Bun lain kali hati" jangan jalan sendirian ke daerah sini


Mah...mamah gkpp ada yang luka? Loh Kamu?? (ucap seorang pria muda tampan nan tinggi memiliki perawakan tegak serta kulit putih, yang tak lain adalah Daniel Bramantyo)


Rara: Anda? ( ujar Rara )


kalian saling kenal??? ( tanya ibu itu )


Daniel: dia siswi sekolah di SMA Tunas Harapan yang sekarang Daniel pimpin, Kamu ngapain ibu saya mau nyopet HAH?


Plakk... ( ibu Daniel menjitak kepalanya Daniel ibu itu bernama Hana Benazir Pranadipa)


jangan sembarangan kalo bicara dia yang udah nyelamatin mama tau?


Daniel: pasti dia nolongin mama karna ada alasan seperti minta imbalan


Rara: bisakah tidak usah suudzon? (ucap Rara memasang raut wajah dingin dan datar saat menatap ke arah Daniel yang sudah menghina dan menyangka" hal tak baik kepada Rara) kalo begitu saya pamit permisi, orang kaya sama aja sombongnya ( batin Rara sambil memasang helm ke kepalanya )


kamu tuh ih ...pernah diajarin berterimakasih sama seseorang yang menolong kita??? tau ah males mama sama kamu...ayo naik! CEPET!


Daniel: iya maaf mah ( ucap daniel sambil menaiki dirinya kedalam mobil dia )...lagian itu cewek nakal mah disekolah sering berantem sama gak sopan sama aku ( ujar Daniel sambil menceritakan kejadian dia dengan Rara disekolah ) ...


Apahh 50 juta??? gila kamu ya batalin mama udah hutang budi sama dia kamu gak liat sudut bibirnya tadi luka???


besok temuin dia konfir semua kejadian kamu dengannya kemaren mamah gak pernah ajarin kamu seperti itu belajarlah dewasa umur kamu bukan anak kecil lagi NGERTI? ( Tegas ibunya )


Daniel: iya mah ngerti maafkan Daniel, gimana mau liat sudut bibirnya dia aja lansung pergi lagian tuh cewek dingin juga sama kaya gua ( batinnya )


To Be Continued