
Pukul 11.30
Rara sudah selesai mendaftarkan diri di Universitas ternama di Indonesia, ya kalian pasti tau lah, Author gak mau sebut produk nanti dikira copyright hihi😅🙊
Rara mengambil jurusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Manajemen, alasannya karena ia ingin belajar lebih cara mengelola bisnis perekonomian Perusahaannya agar menjadi lebih baik lagi dan kualitas rating Perusahaannya meningkat
Saat ini Rara ke lokasi Perusahaannya yang terletak di Daerah Jakarta Pusat, Seperti biasa Rara menaiki Mobil Elvan buat menuju ke lokasi Company-nya
Setibanya di Perusahaan Rara dan Elvan langsung masuk ke lobby utama setelah memarkirkan mobilnya di tempat khusus yang ada di Perusahaan itu
Saat masuk Perusahaan Rara langsung disambut oleh Karyawan" dan Staff lainnya yang bekerja di Perusahaan itu,mereka semua menundukkan kepalanya ke arah Elvan serta menyapa
"Halo Selamat siang Pak Elvan")))
"Siang Pak Elvan"
Sapa mereka semua sambil tersenyum dan bingung saat melihat Rara yang berjalan berdampingan dengan tubuh Elvan, tapi mereka tak hiraukan mereka lebih fokus mengerjakan kerjaannya, Elvan yang disapa hanya tersenyum tipis saja
Melihat desain Perusahaan milik Almarhum ayahnya membuat diri Rara terkagum akan karya beliau dengan bantuan Allah karena mengizinkan Almarhum Papahnya Rara untuk mendirikan sebuah perusahaan yang sekarang akan diteruskan oleh Putri kesayangannya,
Tibalah Rara di sebuah pintu Ruangan CEO yang ruangannya terletak di satu lantai dengan ruangan Direktur Utama hanya saja jarak dari ruangan CEO & Direktur agak jauh, saat membuka pintu ruangan Rara melihat lukisan ayahnya yang mengenakan Jas Formal dengan pose duduk ala Pemimpin bijaksana yang saat itu wajah ayahnya benar-benar tampan, Dengan perasaan bangga bercampur sedih Rara terdiam memperhatikan lukisan Ayahnya, Elvan pun menyadari perubahan raut muka Rara
Elvan: Ra...kamu kenapa? (berdiri disamping Rara dan menoleh memperhatikan Rara yang menyentuh lukisan Almarhum Papahnya)
Rara: Ga-gakpp kak...hanya rindu saja dengan Papah (menundukkan tatapan)
Elvan: kamu mau disuguhi minuman apa? biar saya panggil ibu pantry
Rara: gausah kak...aku gak haus (duduk di sofa ruangan itu)
Elvan: Hufftt😤 Ra...(ikut duduk berhadapan dengan Rara hanya meja yang menjadi penghalang antar sofa)
Rara: kenapa kak? (mengangkat tatapannya)
Elvan: kakak boleh tau kronolgi jelasnya tentang kecelakaan Bus 11 tahun lalu? (tanyanya dengan raut wajah serius)
Rara: iya kak boleh...Huftt jadi
FlashBack
Pagi itu Rara kecil yang berumur 7 tahun
sedang didandani oleh Bundanya Rihanna Mahira, sebut saja Bunda Anna sedang mengepangi rambut hitam tebal panjangnya Rara, sambil bercanda-canda
Anna: Ih princess Bunda cantik banget sih anaknya siapa sih kamu sayang? (mencium pucuk rambut Rara yang sudah dicuci dengan sampoo Strawberrynya dan dikeringkan, sekarang dikepang)
Rara: Hihi...Anaknya Bunda cama Papah (Rara tertawa menyengir menghadap wajah cantik Bundanya)
Bunda: Pinter...Nah sekarang kepang rambutnya udah selesai tambah cantik deh Princessnya bunda ini (mencubit pipi gembulnya Rara yang saat itu diri Rara masih sangat menggemaskan)
Rara: Hihihi😁 Bu-Bunda lucu juga
Tiba-tiba Papah Rara mengetuk pintu kamar Rara dan masuk membawa nampan berisi susu dan roti selai strawberry kesukaan Rara waktu kecil
Papah: Wuaahh Princess Papah sudah cantik banget ini, sama Bundanya pastinya gak kalah cantik loh (berjalan kearah Rara dan Anna, duduk dan mencium pipi Rara, memeluk juga tubuh mungil Rara) Kamu gemesin banget si Ra...gimana hari ini Seneng gak jalan" bareng Papah ke Ancol? (melepas pelukan)
Rara: Yeayyyy Seneng dong Pah,Rara udah gak sabar nih (melompat" di atas tempat tidurnya)
Papah: Yeayy tapi sebelum jalan Rara cantik princessnya Papah harus sarapan dulu biar perut kecilnya gak keroncongan (menoel perut Rara)
Rara: Hihi Papah GELII...
Bunda: Rara sini Bunda suapinin mam rotinya,ini selai strawberry isinya selai kesukaan Rara
Rara: Yeahhh alhamdulilah...
Papah: eitss sebelum mam baca doa???
Rara: Makan...(mengangkat kedua telapak tangannya) Bismillahirahmannirahim Allahumma baariklana fiima rozaqtanaa wa qiina adzabannar amin (mengusap wajah dengan kedua tangan)
Bunda & Papah: Aminn))) (bersamaan)
Omah Rara yang berdiri di depan pintu bilik kamar Rara menyenderkan tubuhnya di tembok sambil melihat kemesraan satu keluarga kecil membuat dirinya tenang dan bahagia, Omah Fitri itu Ibu dari Bundanya Rara Anna
kedua orang tua Hariz sudah meninggal semenjak ia lulus SMA dan dia hanyalah anak tunggal, sedangkan Anna hanya memiliki Mamahnya saja Omah Fitri, ayahnya sudah meninggal juga ketika ia beranjak SMA kelas 2
Setelah selesai sarapan Bunda Rara sudah menyiapkan persiapan/perlengkapan untuk bermain di Dufan, seperti membawa baju ganti, botol minum besar 3, dan membawa minyak angin, handuk kecil 2, parfum, dan cemilan kecil
Semua itu dimasukkan ke tas ransel berukuran besar dan totebag besar yang isinya khusus makanan & minuman
Hariz yang melihat istri dan anaknya sudah siap berkata
Papah: Bun...kemarin mobil papah tergores motor dan bannya pecah jadi hari ini harus di service di bengkel, kita naik bus saja gakpp kan? (memegang pundak Anna)
Anna: gakpp Pah, Rara gak keberatankan kita perginya naik Bus, kan jadi lebih asih Yeayy (menatap mata anaknya dengan wajah bahagia)
Rara: Iya Bunda Rara gak masalah yang penting kita ke Dufann...yeayy ke Dufan
Papah: Okeh kita pamit dulu sama Omah
Bunda: Mamah...Mamahhh))) (memanggil Omah Fitri)
"Iya sayangg Omahh datang" (menyaut dari dapur dan berjalan kearah Mereka yang berdiri diruang tamu)
Papah: Omahh Rara berangkat dulu nih (memegang & melambaikan tangan Rara kearah Omah)
Rara: Omah Rara berangkat ya (menyalami telapak tangan Omah) Assalamualaikum
Papah & Bunda: Kita pamit Omah, (Menyalami tangan Omahnya secara bergantian) Assalamualaikum )))
Omah: Waalaikumsalam...
Mereka bertiga pergi meninggalkan rumah yang ukurannya sedang tapi nyaman ditempati, 10 Menit mereka menunggu Bus datang di halte, akhirnya datang juga dan mereka semua sudah berangkat menggunakan Bus untuk ke Dufan, dan disitulah kecelakaan besar Bus terjadi
Flashback off
Sampai Saat ini Rara masih tidak bisa habis pikir dan tak percaya kalo kecelakaan Bus itu benar-benar nyata dan terjadi dihidupnya, Rara yang menceritakan kejadian itu menangis terisak-isak Elvan yang mendengarkan cerita Rara juga sedih yang hanya menundukkan kepalanya
Rara: Hiks...😭 benar" tragis, diumur 7 tahun aku udah melihat hal yang mentragiskan hiks😭 (menangis menundukkan kepalanya dan menarik nafas berusaha untuk memberhentikan nangisnya) Hufft😤
Elvan: ini ambil (mengasih tissue) buat elap air mata kamu Ra
Rara: Hiks...Hufft makasih Kak (mengelap air mata) heheh sorry kak aku jadi nangis begini
Elvan: saya ngerti Ra...saya yakin kamu wanita kuat, jangan putus asa dan cobalah untuk move on melupakan kejadian itu perlahan
Rara: (mengganguk) Kak...Sekertaris perusahaan ini siapa?
Elvan: sebentar saya panggilkan dulu, ruangan dia di lantai ini cuma dekat dengan ruangan saya, ya tengah" lah letaknya
Rara: gak usah Rara mau lihat langsung saja (bangun dari tempat duduknya dan keluar dari ruangan CEO)
Elvan: Tunggu Ra (mengekori berlari kecil Rara)
...
Di sebuah ruangan seseorang sedang mengkutak katik komputer mengerjakan dokumen yang kerjaannya lumayan banyak, orang itu wanita yang mengenakan kemeja biru langit dan rok selutut berwarna abu-abu dengan rambut sebagu digerai mengenakan kaca mata,dia Adalah Emily Graciella Sekertaris di Perusahaan Abraham'Company
Tiba-tiba pintu ruangan diketuk, dan ia langsung teralihkan oleh bunyi ketukan pintunya dan segera membukakan pintu ruangannya, kali aja Pak Elvan memanggilnya tapi ternyata
Emily: Iya Silahkan tu- (terpotong, karena terkejut melihat gadis yang asing dimatanya)
Rara: Halo Selamat siang, apakah anda Sekertaris di perusahaan ini? (tanya Rara dengan gaya yang terlihat tomboy)
Emily: iya benar silahkan masuk (memundurkan tubuhnya mempersilahkan Rara masuk)
Saat Rara masuk, Elvan yang dari arah belakang berhenti berlari kecil dan mengasih kode untuk Emily juga menyuruhnya mengikuti Rara
Rara yang saat itu melihat desain interior ruangan Sekertaris Perusahaan merasa excited karena hampir segedung Perusahaan Desain Interiornya benar-benar unik membuat mata kalap, juga tidak merasa bosen untuk berkeliling Segedung Perusahaan itu
Rara: Wuahhh keren banget (melihat sekitar ruangan)
Emily: Maaf anda siapa ya? (tatapan heran)
Elvan: Sekertaris Emily kenalkan dia anak Almarhum CEO Tuan Hariz (Ucap Elvan yang sudah duduk diatas sofa ruangan itu)
Emily: Puji Tuhan, Maaf nyonya kenalkan nama saya Emily Graciella saya disini selaku Sekertaris Perusahaan (menundukkan tubuhnya)
Rara: Hai Kak...jangan panggil nyonya karena kakak lebih tua Nama Saya Raline Odelia Priyanka panggil aja Rara, manggil nyonya kalau di jam kerja saja (menawarkan berjabat tangan) Deal ya?
Emily: Ba-baik Nyo- eh Raline silahkan duduk
Rara pun segera duduk disamping Elvan
Elvan: Jadi Emily, saya akan ngasih kamu kerjaan untuk membuat jadwal penyambutan CEO bisa tidak?
Emily: ehm bisa Pak mungkin setelah saya menyelesaikan pekerjaan saya di meja (menoleh kearah meja kerjanya yang disitu terdapat setumpuk dokumen)
Rara: Mau aku bantuin kak?
Emily: gak usah Nona Rara saya bisa mengerjakannya sendiri (menunduk)
Rara: Sebagai atasan yang baru seharusnya saya juga harus membantu & menghormati bawahan saya, karena tanpa jasa kalian Perusahaan Almarhum Papah saya tidak bisa sampai sebesar ini, jadi sebagai gantinya saya akan membalas dengan membantu bawahan yang kesulitan, jadi izinkan saya untuk mengerjakan berkas" itu sebagai pelatihan saya sebagai CEO nanti (berjalan kearah meja Emily)
Elvan: Baik saya akan kembali ke keruangan saya, Emily tolong awasi dan jaga Rara (berbisik ditelinga Emily, membuat tubuh emily merinding)
Emily: I-iya pak siap (menjauhkan kepalanya)
Elvan: videoin juga saya ingin melihatnya nanti oke (berbisik lagi)
Emily: Baik Pak baik
Rara: udah bisik"nya??? cih kalian berdua memang benar-benar sangat akrab sepertinya (duduk diatas bangku kerja Emily sambil fokus membuka beberapa dokumen)
.
.
.
.
.
To Be Continue
Jangan lupa like, komen & Votenya👍