
Parkiran Kendaraan Sekolah
Dira yang sedari tadi terlihat cemberut dan jarang mengajak Rara berbincang-bincang seperti biasanya yang Dira lakukan seperti bercanda, menghibur, ngelawak, Rara yang sedari heran dengan tingkah laku Dira yang sedari hanya diam bertanya-tanya di dalam pikirannya
Rara: nih anak kenapa ya??? gak biasanya kaya gini ( pikirnya )
Lalu Rara langsung menanyakan hal itu ke Dira secara langsung
Rara: Dir...loh kenapa tumben diem aja dari tadi?
Dira: Cptt...loh emang gak peka tau gak jadi cewek! gue kesel sama loh gegara dengan mudahnya ngemaafin si iblis Vina...Isshh gue aja yang gak di apa"in masih benci banget sama kita
Rara: oh walah dikira apa, Dir...kadang kita harus secepat mungkin ngemaafin kesalahan seseorang ya...walaupun kita benci banget sama orang itu tapi apa...Allah aja masih ngemaafin kesalahan hambanya walaupun hambanya membuat kesalahan dosa dan sebesar mungkin, nah...kita hanya manusia dan hambanya masa gak mau saling memaafkan?
Dira: hufftt...😤 iya-iya gue ngerti thanks atas nasihatnya
Tiba-tiba saat Rara dan Dira ingin menaikki motor Rara untuk pulang bersama seseorang memanggil nama mereka berdua dari arah belakang
RARAA...DIRAA
Lalu mereka berdua yang merasa namanya dipanggil menoleh ke belakang ke sumber suara itu, dan terdapatlah sosok Rayhan yang menenteng jaket di lengan kanannya sambil berjalan mendekati mereka berdua
Rayhan: Ra...gua pengen ngomong...gua gak nyangka loh maafin Vina secepat itu, gu...gue bangga sama loh...teruslah jadi wanita kuat
Rara: Amin
Dira: Amin...ehm Rey loh mau balik? motor loh diparkir dimana?
Rayhan: nih disebelah motor Rara (ucapnya sambil menoleh ke arah kanan yang disitu sudah terlihat persis bahwa motornya diparkiran persis disebelah kanan motor Rara)
Dira: oh walah yaudah hati-hati...
Rayhan: kalian juga...
.
.
.
.
.
Di Rumah Rara...
Rara yang saat ini tiduran dengan posisi miring menghadap jendela kamarnya yang juga masih dalam kondisi kepala masih diperban sedari tadi masih kepikiran untuk mencari jalan keluar dari tuntutan yang dikasih Nyonya Michelle dan Pak Richard untuk dirinya yang diperintahkan disuruh membayar uang semesteran sekolah dari masuk kelas 3 yang senilai Rp.20.000,000 untuk satu tahunnya, jadi jika untuk 3 tahunnya harus membayar sekitar Rp.60.000,000,
bayangin Rara saja yang saat ini untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari harus bekerja keras untuk mendapatkan bonus dan juga mengasih uang bulanan untuk neneknya merasa kebingungan dan juga sedih akibat perkataan dari mereka semua yang sedikit lagi membuat mentalnya terjatuh dan putus asa atas semua cobaan hidup yang ia hadapi saat ini, tetapi Rara punya kepercayaan untuk selalu berdoa dan bersabar atas pertolongan Allah SWT menunggu semua bantuannya dengan sabar dan tabah, ia pikir Dibalik semua masalah pasti ada alasannya
Apa aku harus jual motorku ya?(pikirnya)
iya benar aku harus jual motorku demi sekolah dan mencukupi kebutuhan sehari-hari ( pikirnya lagi )
dengan segera Rara langsung bangkit dari posisi tidurnya dan berjalan ke arah lemari pakainnya untuk mengganti pakaiannya yang bertujuan ingin pergi ke tempat showroom motor, ia ingin menjual motornya dengan harga Rp.500.000,000 karna saat dia membeli motor tersebut ia membeli dengan harga sekitar
Rp.630.000,000 dari hasil nabungnya sedari TK
Berikut Style Yang Rara kenakan saat ini
Sesudah itu Rara langsung berjalan keluar dari kamarnya dan menghampiri Omahnya yang sedang duduk dibangku ruang tamu sambil memijat kedua kakinya dengan minyak urut, Rara yang melihat hal itu langsung menghentikan langkahnya tepat di belakang kursi ruang tamu dengan jarak sediki agak jauh, Rara pun yang melihat hal itu hatinya langsung tersayat karna melihat orang yang satu-satunya hanya anggota keluarganya nampak semakin tua dan gampang sakit-sakitan
Maafin Rara Omah...Rara selalu merepotkan Omah...MaafðŸ˜
Ucap Rara di dalam batinnya, tanpa disadari air mata keluar terlebih dahulu dari mata sebelah kiri, itu menandakan bahwa air mata yang terlebih dahulu keluar dari mata kiri memiliki arti kesedihan teramat dalam sedangkan jika, air mata yang terlebih dahulu keluar dari mata sebelah kanan memiliki arti kebahagiaan
Rara pun langsung tersadar dan menggelap air matanya dengan kasar dan dilanjuti dengan berjalan menghampiri sang Omah untuk pamit pergi ketempat Showroom motor
Rara: Permisi...Omah Rara mau pergi sebentar ya ada urusan diluar
Omah: aduh Ra...ini udah malam gak bisa besok saja???( tanya Omah yang menghentikan aktivitas pijatnya sambil menatap Rara dengan khawatir )
Rara: Cuma sebentar aja Omah sayang...nanti Rara langsung pulang ya
Omah: ya udah...janji jangan malam-malam besok kamu harus ujian lagi
Omah: Waalaikumsalam...hati-hati Ra
.
.
.
Tiba Di Showroom Motor
Setibanya di showroom Rara langsung turun dari motornya dan berjalan menuju meja resepsionis untuk menanyakan pemilik showroom tersebut
Permisi...mas saya ingin bertanya yang punya showroom motor ini siapa ya? atau managernya saya ingin berbicara mengenai penjualan motor saya yang itu
Ucap Rara kepada sang resepsionis cowok tersebut yang berpenampilan layaknya mas jawa sambil menunjuk ke arah motor yang diparkirkan didepan pintu masuk
Boleh tunggu sebentar yo mbak saya panggilkan dahulu...maaf sebelumnya nama mbak sopo toh?
oh nama saya Raline
Baik silahkan tunggu sebentar yo mbak
.
.
.
Ditengah-tengah Rara menunggu kedatangan pemilik showroom tersebut atau manager showroom motor itu Rara sedang bermain hp dan tak butuh waktu lama seseorang menyadarinya dari kefokusan Rara yang tertuju pada hpnya
Permisi...apa benar ini dengan mbak Raline? (seorang pria berperawakan tegap, berwajah menly, dengan pakaian kaos hitam dan bawahan jeans coklat menyapa Rara yang sedang bermain hp)
Oh...iya benar saya Raline (ucapnya dibarengi berdiri menghadap lelaki itu)
Saya Riko pemilik showroom motor ini...jadi tujuan anda kesini untuk apa ya?
saya kesini ingin menjual motor kawasaki ninja H2 yang ada disebelah sana
mau jual berapa? (tanya Riko)
500 juta (Jawab Rara)
Okey...saya boleh liat motor anda terlebih dahulu? (tanya Riko)
boleh...silahkan (jawab Rara)
Riko dan Rara pun segera berjalan menuju motor kawasaki Ninja milik Rara yang terparkir di depan pintu showroom tersebut, Riko pun mengecek keadaan motor Rara betapa terkejutnya Riko melihat motor Rara yang keadaannya masih bagus dan juga mesin-mesinnya masih canggih dan berkualitas bertanya
Ini masih bagus mbak motornya gak sayang mau dijual? saya beli 700.000.000 juta deh mbak karna emang motor ini yang saya inginkan... (ucap Riko dengan raut wajah bahagia)
Alhamdulilah bagus deh Pak Riko...terima kasih (ucap Rara)
Panggil mas saja...saya tidak suka dipanggil pak keliatan ketuaan, ehm...ngomong-ngomong mbaknya keren juga suka dengan motor ninja
Hehe iya benar...saya memang menyukai motor ninja sedari saya TK (ucap Rara sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal)
Wih...ya sudah saya ambil motor ini dan untuk uangnya mbak tunggu di dalam saya ambil uangnya dulu di kantor
Baik mas terima kasih
Lalu 20 menit kemudian Rara sudah selesai menyelesaikan penyelesaian jual beli motornya bareng Pak Riko yang merupakan pemilik showroom motor tersebut, lalu Rara segera pulang menaikki Go-jek Online yang ia sudah pesan 5 menit lalu
.
.
.
To Be Continue
Hallo semua Author mau ngingetin ke kalian untuk jangan lupa selalu mendukung novel Author ini dengan cara like, komen dan vote ya agar mencapai 1M viewersnya, terima kasih juga untuk para pembaca setia novel ini author ingin meminta maaf jika Alur cerita novel ini agak monoton and akan author usahakan untuk selalu meng up alue cerita yang seru dan gak monoton oke👌
See you on the next episode Bye byeee👋