
~ Seperti Biasa Jangan lupa Like,Vote disertain Komen kalian ya
~ Happy Reading📖
Siang itu Rara hanya sendiri diruangan rawat inapnya, Karena Daniel sedang Berbicara bersama abangnya Bryan, kenapa Rara belum waktunya diperbolehkan pulang kerumah? jawabannya ada dipercakapan antara Daniel dan Bryan yang sedang berbicara diruangan pribadinya Bryan sebagai pemilik Rumah Sakit itu
Ruangan Bryan
Daniel: Bang jadi kondisi Rara bagaimana?
Bryan: Kondisi Rara sudah membaik, dia hanya terkejut karena hal yang tidak menyenakan, untuk mimisannya dia terlalu lelah dan banyak pikiran
Daniel: Tapi gak ada penyakit serius kan bang?
Bryan: Puji Syukur gak ada penyakit yang serius, Ekhem Niel...kok tumben eloh gak dingin sama cewek? gak biasanya loh cerewet gini 😅
Daniel: Cih😏 ... Sok tau loh
Bryan: Woy gue udah kenal loh dari bayi, gue abang loh gue tau sikap loh yang dingin dari SD (Ucap Bryan Sambil melemparkan pulpen kearah wajah Daniel)
Daniel: Terus emangnya kenapa kalo gua perhatian ama cewek, Salah???
Bryan: Loh suka sama Rara HAH? (Tanya Bryan dengan wajah berubah menjadi serius)
Daniel: Gak...(jawab Daniel singkat dengan wajah tak kalah dingin)
Bryan: Wuehh bohong! jujur aja Niel loh adek gue woy gue apal sikap loh
Daniel: Dah...gue ada meeting di kantor, Ntar suruh Dira kesini nemenin Rara kalo dah selesai (Ucap Daniel yang segera bangkit duduknya melihat jam yang melingkar dipergelangan tangannya)
Bryan: Gak usah ngalihin pembicaraan deh loh...Jujur Niel😆
Daniel: Nih gak percaya? (Kata Daniel yang melihatkan chat WA dari David)
Dah lah...gue cabut (lanjutnya yang segera keluar dari ruangan Bryan)
Diruangan UGD Rara hanya bengong, pikirannya kosong, rasanya saat itu dia sedang mati rasa, tidak merasakan senang, sedih, kesal, sampai pintu ruangan terbuka, Daniel masuk ia masih tidak engeh dengan kehadirannya
Daniel: Ra...Hey (Sapa Daniel tapi masih gak direspon sama Rara) Ra...Alin! (sapa Daniel lagi yang mengganti nama panggilan Rara menjadi Alin)
Rara: Eh...ehm kenapa Pak? (Jawab Rara yang segera sadar dari lamunannya)
Daniel: Kamu sudah makan makanan siangnya? (tanya Daniel memperhatikan wajah Rara)
Rara: Ehm...i-itu tadi baru ma-makan sedikit (Jawab Rara dengan rasa canggung)
Daniel: Habiskan! saya gak mau liat badan kamu tambah kurus, karena mulai sekarang kita keluarga kamu akan menjadi tanggung jawab keluarga saya! (Ucap Daniel dengan nada tegas)
Rara: I-iya (jawab Rara manggut")
Daniel: Minum obatnya, Saya pamit soalnya siang ini ada meeting, Kamu baik" disini, Assalamualaikum (Ucap Daniel yang bangkit dan berjalan keluar ruangan)
Rara: Waalaikumsalam...
...
Sementara ditempat yang berbeda yang dimana Dira sedang disekolah lamanya SMA Tunas Harapan untuk mendaftarkan dirinya dengan Rara untuk didaftarkan ke Universitas Favorit, sekarang ia sudah selesai berkomunikasi langsung dengan kepala sekolah, Dira dan Rara beruntung mereka mendapat surat rekomendasi dari Salah satu Universitas terbaik di dunia yaitu Universitas Harvard yang dimana kampus itu terletak di Negara America Serikat
Dilangkahnya yang sudah menelusuri koridor sekolah seseorang memanggil Dira dari jauh
DIRAA!)))
Suara itu seperti suara pria yang tak asing bagi Dira, benar pas Dira menoleh kebelakang ia melihat Rayhan yang berjalan kearahnya mengenakan Kemeja Jeans biru yang lengannya dilipat sampai siku
Dira: Eh Rey...(sapa Dira balik)
Rayhan: Dir...abis ini eloh mau kemana? (tanya Rayhan to the point)
Dira: Mau kerumah sakit dulu jemput Rara mungkin hari ini dia udah bisa pulang, ehm...ntar gue tanya kakak gue Bryan
Rayhan: Gue ikut ya...? (tanya Rayhan yang mengangkat sebelah kiri alisnya)
Dira: Bo-boleh...(jawab Dira Grogi)
Rayhan: Loh bawa mobil atau motor?
Dira: Gak...g-gue tadi kesini naik gojek online
Rayhan: Kita naik motor gue...Yuk (Ucap Rayhan yang segera menggengam lengan Dira tanpa sadar...mungkin reflek)
Dira yang lengannya digenggam sama sang pujaan hatinya merasa berbunga-bunga, bagaikan hari ini adalah hari keberuntungan buat Dira, sesampainya diparkiran motor Rayhan baru tersadar sedari tadi ia memegang lengan Dira
Rayhan: Eh So-sorry...(Ucap Rayhan menjadi canggung)
Dira: He ehm (Jawab Dira yang hanya manggut" aja)
Rayhan: Eloh gakpp kan? eloh marah sama gue? (tanya Rey lagi)
Dira: Eh e-enggak ayo kita naik biar gak lama hehe😅 (jawab Dira yang lagi" grogi)
Rayhan: Huftt dikirain...yuk
Rayhan pun segera naik ke motor ninjanya terlebih dahulu dan memberikan helm berwarna putih kepada Dira, dan langsung memberikan tangan juga biar Dira bisa menaikki motornya dengan baik, dan langsung mengendarai motornya ke lokasi Rumah Sakit
...
Bryan: Hai Ra...gimana badan kamu udah baikkan?, kalau ada yang dirasa tidak enak mohon kasih tau saya ya
Rara: Ehm udah membaik kok Dokter...apakah hari ini saya bisa pulang?
Bryan: menurut laporan medis kamu sudah bisa pulang Ra...jangan terlalu stress dan kelelahan ya (Jelas Bryan)
Rara: I-iya Dokter (jawab Rara dengan senyum tipisnya)
Bryan: Oh yah satu lagi jangan panggil saya dokter...panggil kakak saja karena kita kan sodara
Rara: Ehm i-iya Dok...eh Kak
Bryan: nanti kita pulang sebentar lagi, Bunda sama Papah lagi dijalan sama istri dan anak saya juga ikut
Rara: Kak...boleh gak kalau Rara pulang sendiri?
Bryan: Tidak! kamu harus pulang bareng kami...tunggu saja sebentar lagi mereka tiba
Tiba-tiba pintu ruangan diketuk
Tok...Tok ...Tok
Bryan: Silahkan...
Pintu pun terbuka Bunda Hana dan Papah Adam juga Kevin dan istrinya Bryan Ghina yang datang dan langsung masuk kedalam ruangan
Assalamualaikum))) Salam Mereka semua berbarengan
Bryan & Rara: Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh...
Adam: Oh jadi ini yang namanya Raline...Halo Nak Salam kenal saya Papah dari Bryan dan Daniel
Hana: Iya Halo Saya Bundanya...mohon maaf kemarin kita tidak sempat menyelawat atas kepergian Nenek kamu yang datang kemarin malahan Tante Nisa dan Om Ghani ya? (Tanya mereka bertubi-tubi)
Rara: Halo Tante Om...Salam Kenal benar Saya Raline (Ucap Rara yang segera menyalami Tangan Hana dan Adam)
Iya kemarin Tante Nisa sama Om Ghani Datang
Hana: Kamu Cantik Nak...Tante sama Om turut ikut berduka cita...semoga amal baik dan ibadah nenek kamu diterima disisi Allah SWT
Rara: Amin...terima kasih Tante
Tiba-tiba Kevin menghampiri Rara dan naik keatas brankar Rara, Dan berkata
Kevin: Alo caca antik...ini epin (sapa Kevin dengan bahasa anak kecil jadi tidak terlalu jelas)
Ghina: Kevin sini nak...jangan kaya gitu kakaknya lagi istirahat sayang (Ucap Ghina yang terkejut melihat tingkah anaknya yang jika sama orang baru introvert)
Memang aslinya sikap Kevin Dingin + Introvert dan juga pemalu, Cuma ini aneh mengapa didekat Rara Friendly?
Rara: Gak papa kak...aku kenal Kevin kok waktu itu kita bertemu di Cafe tempat aku bekerja paruh waktu
Ghina: Aku Ghina, Ouh walah...Kamu udah kerja???
Hana: Nak...jangan capek" kamu masih berapa sih usianya?
Rara: 18 tahun Tante
Hana: Kamu masih sangat muda nak...jarang loh anak jaman sekarang bekerja diumur kamu malahan mereka have fun-have fun mulu
Rara: Hem...gakpp Tante lagian aku bekerja buat nabung kuliah sama mencukupi kebutuhan sehari"
Adam: Kamu Bekerja sebagai apa di Cafe itu?
Rara: Barista Om tapi kadang juga jadi waitress biar dapat bonus (Ucap Rara tersenyum tipis)
"ini kenapa pada kepo nanya mulu sih bikin canggung aja" (Ucap Rara dalam hati)
Bryan: Bunda...Papah udah kita harus siap" bantu Rara pulang kerumah
Rara: Maaf Tante Om...Kak Bryan Kak Ghina saya jadi merepotkan
Adam: Gakpp Nak...mari kita siap"
Rara: Maaf tante Om saya telpon Dira dulu...sepertinya tadi dia ngechat saya katanya mau kesini
Hana: Sudah Tante telpon tadi dimobil katanya "Oke dia mau jalan dengan temannya" tidak tahu cowok atau cewek
Rara: Oh Baiklah Tante terima kasih...saya permisi mengganti pakaian ditoilet tidak sopan memakai baju pasien seperti ini
.
.
.
To Be Continue