
~ Sebelum membaca seperti biasa jangan lupa Like, vote dan komen ya terserah kalian mau komen apa aja selama itu membahas hal positif, terima kasih
and Happy Reading all⬇
Setelah kejadian beberapa saat lalu, Rara berubah menjadi dingin kembali kepada orang-orang sekitarnya tetapi tidak dengan Omahnya, sekarang ini Rara sedang menunggu namanya dipanggil untuk maju kedepan bersama Omahnya untuk mengambil rapot dan juga ijazahnya
Dira yang melihat perubahan sikap Rara sangat mengerti karena ya mereka sudah bersahabat sejak kelas 1 SMP jadi dia udah khatam banget dengan semua sifat perilaku Rara, ya gimana tidak berubah jadi dingin lagi, jelas-jelas Rara tadi abis ribut dengan musuh bebuyutannya Angel sekaligus orang yang hampir menghancurkan masa depan pendidikannya
Nama Anindira pun dipanggil oleh wali kelas XII MIPA 2 yang bernama Pak Guntur, Dira yang merasa namanya sudah dipanggil akhirnya segera berjalan ke meja wali kelasnya bersama Bunda Nisa karena Anindira nama depannya berinisial A jadi dia Siswi dengan no urut absen 5
...
Sekitar 15 menitan akhirnya nama Rara dipanggil oleh sang wali kelasnya, Dira yang mendengar nama Rara dipanggil langsung terlihat ceria karena ia penasaran dengan nilai prestasi sahabatnya, tadi pas giliran Dira dipanggil Dira menjadi Siswi terpintar dengan mendapatkan rangking no 2 dikelasnya tak tau kalau tingkat prestasi seluruh lingkungan sekolah saja
Dengan langkah pelan Rara langsung menggandeng tangan sang Omah untuk berjalan kemeja Wali Kelasnya
P.Guntur: Halo Selamat Pagi Raline...Ibu
(Sapa Pak Guntur sambil tersenyum)
Omah: Pagi Pak Guntur
P.Guntur: Jadi saya ingin memberi kabar baik buat Raline dihari ini
Rara: Kabar baik apa ya pak?
P.Guntur: Selamat ya Raline...ibu, Raline berhasil menggapai prestasi tingkat tertinggi yaitu Rangking satu
Omah: Alhamdulilahi Rabbil Alamin Selamat ya Ra...kamu memang cucu Omah yang pintar (ucapnya sambil memegang bahu Rara sebagai pertanda menyemangati Rara)
P.Guntur: Congratulations Raline Odelia Priyanka kamu berhasil meraih nilai terbaik dikelas
Rara: Thank you Sir...
P.Guntur: Ini rapot dan ijazahmu dan besok jangan lupa datang kesekolah karena besok ada hari special para siswa/siswi SMA Tunas Harapan yaitu hari kelulusan
Omah: Baik terima kasih Pak Guntur atas informasinya
Rara: Setelah ini boleh diizinkan pulang tidak pak?
P.Guntur: Oh boleh silahkan jika begitu...
Omah: Kami pamit ya pak, selamat pagi
(ucap Omah yang segera berdiri dari duduknya begitu juga Rara)
P.Guntur: One again Congratulations Raline, Selamat siang ibu (ucapnya yang memberi jabatan tangan sebagai pertanda mengucapkan selamat)
Rara: Yeah thanks sir
Lalu Rara keluar dibarengi dengan Omahnya sambil memegang 2 buku penting yaitu buku ijazah dan juga buku rapot nilainya, dengan perasaan senang Rara langsung berlari kecil menghampiri Dira yang berdiri dengan Bundanya sambil tersenyum
Dira: Congratulations Beibss OMG i'm so proud of you (ucapnya sambil memeluk tubuh Rara)
Rara: Maacih my bestie OMG gue seneng banget
Nisa: Congratulations sayangku Rara anak keduanya tante hahahhaha😅
Rara: makasih tante Nisa yang cantik (ujar Rara yang berpindah pelukan ke Bunda Nisa)
Omah: Alhamdulilah rezeki anak Sholehah ya Bu Dira dan Rara benar" anak yang baik
Nisa: Iya bu...alhamdulilah saya benar-benar bangga sama Rara dan Dira mereka telah tumbuh menjadi remaja yang dewasa serta berakhlak mulia
Omah: Iya alhamdulilah
Dira: Omah...nanti Omah sama Rara pulang naik apa?
Rara: Gue sama Omah pulang naik grab saja Dir
Nisa: kalau begitu kita pulang bareng saja ya Bu
Omah: tidak usah bu Nisa saya takut merepotkan
Rara: iya tante tidak usah kalau begitu Rara takut ngerepotin
Nisa: Ish Rara ini kaya baru kenal aja sudah kita pulang bareng yuk
Dira: tau lu Roro udah ikut aja yok
Rara: iya Dira zeyenggkk
Mereka pun berjalan menyurusi koridor secara berbarengan, tetapi ditengah-tengah sedang berjalan mereka berpapasan dengan Daniel yang berjalan menghampiri mereka
Nisa: Loh Daniel...tadi dari mana saja?
Daniel: biasa tante tadi abis ketemu sama seseorang di ruangan Daniel, ehm Tante sama yang lain mau pulang?
Dira: iya kak Daniel, kak Daniel mau bareng?
Daniel: Oh tidak usah saya bawa mobil sendiri
Tiba-tiba handphone Rara berdering didalam tasnya, dengan buru-buru Rara mengangkat telponnya, disitu tertera nama "Pak Boss"
Rara: Omah...Tante Rara permisi angkat telpon ya (ucapnya yang segera mengangkat telpon tersebut sambil berjalan menjauh dari Dira, Bunda Nisa, Omahnya serta Daniel)
Nisa: Iya Ra...
...
P.Boss: Halo Raline...maaf menggangu pagi-pagi bisakah kamu datang ke cafe soalnya si Lala hari ini cuti karena ada urusan penting katanya, jadi kamu gantiin ya
Rara: Baik pak nanti saya kesana sekarang
P.Boss: baik nanti saya kasih bonus seperti biasa
Rara: siap pak
P.Boss: yaudah segera kesini ya
Telpon pun langsung terputus dari pihak pak boss, dengan langkah Kecil Rara langsung menghampiri Omah, Dira dan bundannya serta Daniel yang masih berdiri disitu
Rara: Ehm...Omah, Omah pulang bareng Dira sama tante Nisa ya soalnya Dira abis ini harus balik ke cafe buat gantiin mbak Lala yang cuti
Omah: Kamu naik apa?
Rara: naik gojek aja aku Omah
Nisa: mending d**ianter Daniel aja kan Tempat kamu kerja sama kantor Daniel searah, ya kan Daniel tadi katanya kamu mau kekantor?
Daniel: benar Tante kalo mau bareng silahkan
Rara: ouh gak usah tan Rara naik gojek saja bi- (ucapnya terpotong)
Nisa: Sudah Ra...mending biaya ongkos kamu tabung ya, kamu dianter sama Daniel aja
Rara: ya sudah deh Tan kalau begitu Rara mau dianter sama pak Daniel
Daniel: yasudah kalau begitu kita langsung saya antar sekarang (ucapnya yang segera menyalami Omah dan tantenya)
Rara: rara duluan ya tan...Omah Assalamualaikum
Nisa, Omah, Dira: Waalaikumsalam
Dira: hati" Ra...kak Daniel
dengan langkah yang seiras dengan Daniel, Rara merasa sangat gugup dan tidak enak karena merepotkan Daniel
3 menit kemudian mereka tiba diparkiran kendaraan, saat itu Daniel langsung masuk kedalam mobil menghiraukan Rara yang masih berdiri didepan pintu mobilnya
Daniel: kamu ngapain diem, masuk aja
(ucapnya dibarengi langsung masuk kedalam mobil mercedes benz nya)
Rara: Baik pak (jawab Rara yang segera masuk kedalam mobil)
Didalam perjalan Rara dan Daniel sama-sama diam, keadaan didalam mobil sangat hening hanya suara radio yang dapat mencairkan suasana, Rara yang sedari tadi merasakan keram diperutnya akhirnya ia memegang meremas perutnya yang keram ditambah mules, karena hari ini Rara sedang datang bulan hari ke 2
Daniel yang melihat tingkah Rara curiga, dan merasa kepo untuk ingin bertanya kepada tingkah laku Rara saat itu
Daniel: kamu kenapa? ada masalah? (tanya Daniel yang sedikit menoleh kearah Rara)
Rara: Hah? enggak...gak ada masalah (bohongnya)
Daniel: jangan bohong kamu sama saya, keliatannya kamu menahan sakit, bilang aja gausah gengsi
Rara: dih...siapa yang gengsi pak Brams ini urusan wanita jadi tak perlu tahu
Daniel: panggil kak aja umur saya 25 jangan menganggap sama bapak"
Rara: ih kok anda cerewet sih terserahlah sayalah saya manggil bapak apa, Aishh (ucapnya kembali meremas perutnya karena rasa mules dan keram itu datang kembali)
Daniel: tuh kan kamu kenapa sih?
Rara: mules pak, sa...saya lagi datang bulan!
Daniel: memang kalau datang bulan rasanya mules ya? (tanya yang ingin menjahili Rara)
Rara: Pak stop nanya deh cerewet banget sih
Daniel: cih😆 (decaknya sambil tersenyum tipis)
Rara: kok senyum? emang ya cowok kalo gak pernah rasain dateng bulan songong, belum aja ngerasain
Daniel: ada-ada saja kamu pria mana mungkin merasakan haid
Rara: syutt diem!
Daniel: abis ini kearah mana?
Rara: Lurus, abis itu kanan, cafenya ada disebelah kiri
Daniel: okehh
.
.
.
.
.
To Be Continue
~ Selamat Hari Kelahiran Pancasila semua😊