
POV Author
Tiba di aula sekolah
Dira: Rara loh kemana aja sih? daritadi dicariin ama anak" lain, Wait loh kenapa kok rok sama baju loh kotor sama OMG lengan loh berdarah ( ucap dira sembari memperhatikan tubuh Rara dari atas sampe bawah )
Rara: I'm Sorry tadi ada problem sedikit don't worry about myselft
Dira: ih gimana gak khawatir loh balik" dalam kondisi kaya begini
Ra...loh dari mana aja gua cariin daritadi
Rayhan pun tiba tiba datang dari arah belakang Rara dan Dira saat berbicara bersama
Rara: Sorry Rey tadi ada a little problem but i have done it well
Rayhan: ouh wait...wait( ucap Rayhan sambil melihat lengan Rara yang mengeluarkan Darah segar lumayan banyak ), tangan loh kenapa? loh abis diapain ?bilang sama gua Ra siapa yang lakuin ini sekarang pergi ke UKS ya
Rara: Nanti gua jelasin ya pas rapat, and now kita harus siap" buat acara nanti
Dira: OMG coba aja gua jadi Rara pasti udah ngefly dikhawatirin sama babang gantengku ( batinnya ),iya betul Rey kata Rara soalnya itu Kayaknya pemilik sekolah yang baru deh? bener gak sih?
Rara: Hem
Dira: their so handsome i like him
Rayhan: udah deh jangan banyak ngomong ayo sekarang kita kerja buat nyiapin acara, loh Dir nanti maju kedepan sama gua buat jadi MC
Dira: Woahh me? really oh iam so Happy
Rayhan: sekarang kita latihan, Ra obatin dulu darah loh
Rara: ya
Mereka bertiga segera berpencar untuk mengurus tugasnya masing-masing, Rayhan dan Dira lagi latihan menjadi MC,
sedangkan Rara ia segera pergi menuju ruang panitia untuk mengambil kotak P3 untuk mengobati lengannya yang luka.
Setelah Rara selesai mengobati lengannya ia segera kembali ke aula untuk menata bangku" untuk para siswa/siswi dibantu dengan anggota OSIS yang lainnya, disaat Rara menata bangku ia tak sengaja melihat seorang anggota OSIS yang ia kenal yang tak lain adalah Vina yang sedang dimarahi oleh 2 orang Pemuda berkemeja coklat dan satunya lagi memakai kemeja biru dongker, Rara pun langsung mendekati Vina untuk menolongnya dari makian para pemuda tersebut.
Rara: permisi ada apa ya?
Daniel: apakah kamu temannya? bisakah kamu mengajarkan dia untuk lebih hati" untuk membawa sesuatu, ia baru saja terjatuh dan dengan cerobohnya menumpahkan jus itu ke celanaku
David: woah sejak kapan lu ngomong panjang×lebar kaya gitu
Daniel: gua lagi serius yan ( ucap Daniel ditambah memasang mata tajamnya ke arah Ryan )
David: Sabar bro...
Vina: maafkan saya tuan saya tidak sengaja tersandung sesuatu dan itu mengakibatkan keseimbangan diri saya hilang dan akibatnya terjatuh maafkan saya tuan...maafkan saya sekali lagi ( ucap Vina sambil memohon kepada daniel disertartai tundukkan kepala untuk minta dimaafkan )
Rara: apakah sudah jelas tuan? bisakah anda lebih sabar sedikit, anda baru saja membuat teman saya menangis, apakah itu masalah besar bagi anda??? ( ucap Rara dengan memasang ekspresi datarnya )
Daniel: jelas itu masalah besar bagi saya karna ia sudah mengotori pakaian saya juga celana saya dan sepatu saya apakah kamu tidak tau harga pakaian yang saya gunakkan saat ini?
Rara: terus saya dan teman saya harus bagaimana lagi tuan? saya pusing mendengar makian yang keluar dari mulut ceriwis anda ( ucap Rara ditambah memasang ekspresi muka lebih datar lagi )
Deg...
Daniel: baru kali ini ada perempuan yang berani ngelakuin hal kaya gini ke gua ( batinnya ), belikan saya baju terbaru seperti ini
Rara: berapa?
Daniel: Rp.50.000 juta sepasang atas bawah
Rara: Njir...ini mah seharga bayaran uang sekolah gua selama setahun tapi untung gua dapet beasiswa jadi gratis ( batinnya )
Vina: biar saya saja tuan yang ganti tuan saya masih sanggup mengganti semua pakaian anda
David: anak orang kaya dia Niel ( bisiknya ke telinga Daniel )
Daniel: saya ingin mendengar jawaban teman kamu ini yang sudah melakukan hal tidak senonoh kepada diri saya, padahal saya baru pertama kali ke sekolah ini sekaligus dijadikan penerus pemilik sekolah yang baru saat ini dan sudah disuguhkan hal tidak mengenakan seperti ini( ucap Daniel sambil tersenyum licik ke arah Rara dan berjalan mendekat ke arah Rara )
Rara: glegg ( Rara pun menelan air liur kedalam kerongkongan pertanda ia sudah mulai panik ), astaga ternyata ini bapak yang tadi ketemu di ruang kepsek astagahh sial banget si loh Ra hari ini ( ucapnya di dalam hati )
Daniel: kenapa??? kamu takut gak bisa bayar dan bertanggung jawab atas perilaku kamu tadi ( ucap daniel sambil memasang wajah datar dan dingin disertai senyuman licik )
Em permisi apakah ini pak Daniel?? ( ucap seorang Siswa anggota OSIS yang menyapa sambil mendekat ke arah Daniel)
Daniel: iya betul ini saya
Rara: huuftt... selamat ( batinnya )
Mari pak silahkan duduk dikarenakan acara sudah ingin dimulai sebentari lagi
Daniel: baik terima kasih, kali ini kamu selamat 😎( ucap daniel kepada Rara disertari lirikkan sinis kepada Rara )
David: duluan ya cantik ( ucap David kepada Vina dan Rara dengan senyum jahilnya )
Rara: Huuft ( Rara pun dapat bernafas lega setelah kepergian Daniel dari hadapannya ) Sial nih orang bikin jantungan aja, tapi darimana gua dapet uang sebanyak itu? tolong hamba-mu ini ya Allah
Vina: makasih ya Ra udah tolongin gua lu gausah khawatir gua yang akan bayar harga bajunya ( ucap Vina disertai senyumannya )
Rara: lu pikir gua gak bisa bayar? gakpp gua aja yang bayar atas pertanggungjawaban perbuatan gua tadi ke dia ( Ucap Rara dan ia pun langsung pergi meninggalkan Vina dengan memasang raut wajah datarnya )
Vina: Segitu bencinnya lu sama gua Ra ( batinnya )
Flashback On
Jadi waktu masuk SMP Rara, Dira dan Vina adalah 3 sepasang sahabat yang sangat dekat dan juga ceria, mereka bertiga berjanji akan selalu bersama mau disaat keadaan susah dan senang, tetapi persahabatan itu terpecah belah pada waktu yang sangat singkat untuk hubungan yang dinamakan Sahabat, suatu waktu dimana Rara saat itu mempunyai kekasih bernama Febrio di semester 2 awal, dan pada saat di semester 2 akhir menuju kenaikkan kelas 8 SMP Rara melihat Febrio juga wanita yang sudah dianggap sahabat dekatnya menjalin hubungan dibelakang Rara, dan ya Rara melihat Vina dan Febrio sangat mesra ditaman belakang sekolah mereka, kalian tahu apa yang mereka lakukan? mereka berdua sedang melakukan adegan kiss, tanpa sepengatahuan mereka Rara sudah menyaksikan adegan tersebut dari awal hingga akhir, dan itu membuat diri Rara sangat marah dan sedih pada kala itu dan bertengkarlah Rara dan Vina pada saat itu dan tersisalah persahabat itu hanya ada Rara dan Dira yang masih setia pada Rara sampai saat ini dan itu menyebabkan Rara bertambah bersikap dingin dihadapan semua orang, tetapi tidak hanya kejadian itu yang membuat Rara menjadi dingin seperti ini, Sebelum kejadian pertengkaran Vina dan Rara, sudah pada dasarnya Rara sudah bersikap dingin pada saat ada suatu kejadian 11 th yang lalu pada saat ia berumur 7th kala itu.
Flashback Off
To Be Continue
Jangan Lupa Like dan Votenya tinggalin ya untuk Novel karya Author ini terima kasih😊