
REMINDER!
Kesedihan pastinya dirasakan seseorang ketika sudah ditinggal orang tua selamanya. Apalagi jika melihat orang di sekitarnya masih mempunyai ayah dan ibu, yang senantiasa menjaga.
Kehilangan orang tua tercinta menjadi momen paling berat bagi setiap orang. Kehilangan orang yang paling dicintai terkadang membuat seseorang putus asa dalam hidup.
Untuk bisa melalui hari-hari tanpa kehadiran ayah dan ibu, bukan perkara mudah. Ada kesedihan yang hadir saat mengingat sosok ayah dan ibu.
Kendati demikian, hidup harus terus berjalan dan kamu tak boleh larut dalam kesedihan. Kamu bisa mendoakan ketenangan dan kedamaian orang tuamu di sana.
Pesan Author:
"Jangan pernah mengabaikan keadaan ayah dan ibumu ketika mereka masih ada karena ketika mereka sudah tidak ada, kamu akan merasakan sepinya hari-harimu tanpa mereka."
~ Selamat Membaca
Setelah 1 Jam 30 menit Acara perkumpulan di aula akhirnya usai, sekarang semua murid-murid SMA Tunas Harapan diperintahkan dikasih waktu free, karena dikasih waktu free semua murid-murid dengan hati gembira berkumpul bersama teman-temannya yang sebentar lagi tidak akan sering bertemu seperti biasa disetiap harinya
penampilan mereka semua saat itu mengenakan kebaya dan juga dibaluti jubah toga wisuda berwarna krem perpaduan hijau tosca dan topi persegi
Tapi tadi sebelum diberi waktu free, Semua murid angkatan 21 diperintahkan untuk berkumpul bersama semua dilapangan untuk foto bersama seangkatan
Dira: Guys ayo kita disuruh foto seangkatan (Ajak Dira sambil menarik tangan semua kawannya termasuk Rara, Rayhan, Rio, Ryan dan Vina)
Rayhan: yang potret siapa? (tanya Rayhan sambil melihat sekitar yang teman" lainnya sudah mengambil posisi potret)
"Aku Kak Yang Potret tenang aja sama Nada" (Tiba-tiba Radhit adik kelasnya selaku wakil ketos menghampiri gerombolan Rara)
Lalu tiba-tiba kepala sekolah datang dan memerintahkan untuk anak kelas 12 mengambil posisi berfoto yang pas agar semuanya terpotret
"Ayo anak-anak cepat kalian ambil posisi yang pas agar semuanya dapat terpotret, Eh sebentar Ada Pak Daniel dan pak David, mari pak ikut foto bersama anak kelas 12" (Ucap Bu Farah sambil mengajak Daniel & David untuk berfoto bersama anak kelas 12)
Daniel: Ehm...aduh gak keramaian Bu...nanti pada tidak terkena potret
Radhit: Tenang saja pak nanti saya dan Nada yang atur angle cameranya
Nada: Iya Pak Daniel dan Pak David silahkan berpatisipasi foto bersama anak kelas 12 Pak
David: Udah ikut aja Niel...(ajak David sambil menggelengkan palanya kesamping)
Semua Siswi-siswi SMA Tunas Harapan pada girang karena 2 pria pujaan hati mereka akhirnya setuju untuk diajak berfoto
"Yeay pujaan hati gue akhirnya setuju diajak foto sama kita ya gak?"
"Pokoknya gue harus berusaha berdiri disamping Pak Daniel kalau gak Pak David juga boleh, da ah dua"nya ganteng banget"
Angel: Girls lindungi gue...gue mau ambil posisi berdiri disamping Daniel
Sherly & Lula: Siap Ngel...cuss
Pada seterusnya Semua anak kelas 12 angkatan 21 sudah mengambil posisi tepat, David berdesakkan berdiri tepat disamping Vina, Rayhan berdesakkan akhirnya berdiri disamping Dira, Dan yang tidak disangka-sangka tadinya posisi berdiri disamping Daniel diinginkan oleh Angel, tapi karena semua murid-murid buru-buru berdesakkannya akhirnya posisi itu diberi oleh Rara yang saat ini didesak oleh murid-murid lainnya dan akhirnya lengannya menyentuh lengan besar Daniel yang berdiri tepat disamping Rara
Karena murid-murid lainnya energinya lebih besar buat mengambil posisi buru-buru, keseimbangan tubuh Rara lengah dan untung saja Daniel langsung menarik lengan kecil Rara, mereka berdua saling bertatap mata membuat masing-masing jantung mereka berdegup cepat
Angel yang melihat hal itu kembali kesal dan benci dengan Rara, ia tidak terima jika orang yang disukai didekati oleh gadis lainnya
Angel: Arghh!...AWAS YA LOH RA (Ucap Angel kecil tapi penuh dengan nada penekanan)
Sherly: Cptt...dasar Jalang memang tak patut dikasihani
Callula: Lihat nanti saja dia akan kita balas secepatnya
Dan sampai saat itu Daniel & Rara masih bertatapan, Dira yang berdiri disamping kanan tak jauh tepat dirinya berdiri berdampingan dengan Rayhan, matanya memperhatikan tatapan Daniel pada Rara yang saat itu Daniel & Rara masih menatap satu sama lain dan akhirnya tatapan itu terputus, Dira yang melihat sepupu prianya menatap sahabatnya merasa sepertinya sepupunya itu punya rasa terhadap Sahabatnya Rara
Nada: Okeh Kakak-kakak semua ambil gaya ya ... (ucap Nada memberi aba-aba pada semua peserta foto)
Radhit: Semuanya senyum ya 1...2...3
Cekrekkk (suara jepretan foto camera Radhit)
Nada: Okeh bagus kok hasilnya...
Daniel: Ekhem saya permisi...(Ucap Daniel yang langsung berjalan meninggalkan Rara dan yang lainnya)
David: Eh Niel loh mau kemana? Ehm...Bu Farah saya dengan pak Daniel pamit dulu ya ada urusan diperusahaan soalnya
Farah: iya pak silahkan terima kasih ya pak sudah menyempatkan waktu foto bersama murid-murid
David: iya sama-sama saya pergi (Pamit Daniel yang langsung berjalan menjauhi gerombolan murid-murid lainnya)
Farah: Anak-anak Congratulations ya...semoga kalian kedepannya semakin sukses dan jangan pantang menyerah ya buat kejar mimpi kalian SEMANGAT💪 (Ucap Bu Farah menyemangati murid-muridnya)
"Baik Bu Siapp"))) Balas Jawaban Murid-murid lainnya kepada ucapan bu Farah
Farah: Baik Ibu Pamit dulu ke kantor ada kerjaan soalnya kalian have fun ya kalau sudah selesai langsung pulang...byee
"Iya buuuu"))) Ucap murid" lainnya bersamaan
"Nada Radhit...fotoin kita semua lagi dong biar punya foto cadangan ya gak guys?)))" Ucap salah satu siswi untuk mengajak foto lagi
"Boleh tuh ayok"))) Jawab salah satu siswa
Nada: Okeh kak, kalian ambil posisi lagi ya...gaya bebas okeh
"Gimana kalo gaya lempar topi keatas sambil tersenyum" (ajuan salah satu siswil
Radhit: Sip Anglenya udah pas...1..2..3
Cekrekkk)))
...
Usai Acara Perpisahan satu persatu murid-murid di SMA TH mulai berpulangan, termasuk Rara yang sudah bersiap-siap pulang sambil menggandeng tangan Omah tercintanya tak lupa dengan Dira yang juga berjalan dibelakangnya Rara & Omahnya sambil menggandeng lengan bundanya, tiba-tiba Rara menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang
Rara: Tante...Dira aku pamit pulang dulu ya😊
T.Nisa: Eh kenapa kita tidak bareng saja naik mobil tan?
Dira: iya Dir ayo kita bareng aja
Rara: Tidak usah tante ...Dira terima kasih, soalnya abis ini aku sama Omah mau berkunjung ke makam almarhuma Bunda sama Almarhum Ayah
T.Nisa: Kalau begitu gkpp Rara nanti tante antarkan sampai didekat area pemakaman
Omah: Tidak usah bu takut merepotkan soalnya sehabis itu kami ingin pergi lagi kesuatu tempat
T.Nisa: Baiklah Bu kalau begitu hati-hati dijalan ya, Rara kalau ada apa" telpon tan aja ya
Rara: Siap tan...Dira gue pamit ya (pamit Rara sambil memeluk tubuh Dira)
Dira: Hati-hati zeyenkku hehe😅
Rara & Omah: Assalamualaikum...
Dira & B.Nisa: Waalaikumsalam warahmatullah
...
Rara pun langsung memesan taksi online untuk ke lokasi pemakaman almarhuma Bundanya dan juga Almarhum Ayahnya
dan 5 menit kemudian taksi online pun tiba dan langsung berjalan ke lokasi pemakaman
...
15 Menit kemudian tibalah Rara dan Omahnya dilokasi tempat pemakaman kedua Orang tua kandung Rara, disana Rara & Omah langsung mengucapkan salam, Dengan rasa rindu, sepi, bahagia, pilu Rara langsung memeluk batu Nisan Makam orang tuanya
Rara: Assalamualaikum...Ayah sama Bunda apa kabar disana? kalian baik-baik saja kan???
Dengan perasaan sedih melihat sang cucuk melepaskan rindu kepada kedua orang tua yang sudah beristirahat dialam sana yang lebih indah, Omah langsung mengelus rambut Rara sambil berkata
"Maafin Omah Ra...sepertinya Omah tidak bisa menemani kamu sampai sukses nanti, tapi Omah percaya kamu pasti bisa menjadi gadis mandiri yang sukses tanpa Omah juga ayah dan bunda kamu" (ucap Omah dalam hati sambil menetaskan air mata)
Rara: Ayah sama Bunda senang gak disana melihat Rara mendapatkan piala juga medali murid dengan nilai tertinggi, Hikss...kalian disana bahagiakan😭 (Rara pun akhirnya tidak tahan menahan tangisnya)
Rara berharap kalian bisa menemani Rara sampai sukses tapi...kalian pergi duluan ninggalin Rara Hiks😢...disini Rara kesepian tapi untung ada Omah yang selalu ada buat Rara dalam keadaan sedih dan bahagia (Ucap Rara yang menoleh kehadapan omahnya)
Hiks...Omah janji ya temani Rara sampai sukses biar kita bisa travelling keliling dunia😢😭
Omah: Hikss...Raraaa😢😭 (Tangis Omahnya yang segera memeluk tubuh Rara) Maafin Omah Ra...maafin omahhh hiks hikss😢😭
Rara: Hikss😭...Omah kenapa minta maaf Omah janji kan sama Rara?
Omah: Maaf Ra insyallah jika allah mengizinkannya😢
Rara: Hiks...yaudah Omah sekarang kita kasih bunga buat bunda sama ayah abis itu kita baca yasin sama-sama
(Ucap Rara sambil mengelap air matanya dan mengakibatkan mascara dan eyeshadownya luntur)
Omah: Ayo Ra...
...
Setelah itu Rara dan Omahnya langsung menyirami makan orang tua Rara dengan air didalam botor dan menaburkan bunga-bunga sehabis itu mereka langsung membaca yasin bersama-sama agar Almarhuma Bunda & Almarhum Ayahnya semakin bahagia dan tenang di syurga
30 Menit kemudian semuanya sudah selesai, Tujuan mereka sekarang ingin pulang kerumah untuk bersih-bersih, tapi ditengah menunggu Taksi Online yang Rara sudah pesan sedari tadi, Omahnya memegang kepalanya dan mengeluh kesakitan Rara yang melihat Omahnya seperti itu langsung khawatir
Rara: Astagfirullah Omah kenapa??? Omah ...Omah (panggil Rara)
Omah: Arghh Kepala Omah sakit sekali Ra...rasanya mau pecah sakit!
Rara: Omah duduk sini sebentar lagi Taksinya datang
Tiba-tiba Omahnya terjatuh pingsan tak sadar diri, Rara langsung menangis bercampur panik
Rara: Hiks...Omah...Omah bangun OMAAHHH!
.
.
.
.
.
To Be Continue