
Dengan perasaan curiga dicampur bingung melihat kedatangan seorang Pria Tampan Dewasa mungkin berusia 35 th an sedang duduk didepan halaman rumah Rara, berpenampilan layaknya orang kantoran karena mengenakan jas berwarna Abu-abu dan juga mengenakan sepatu Pantofel, membuat Rara langsung menghampiri orang itu
"Ekhm Permisi...maaf anda siapa ya?" (tanyanya dengan wajah dingin dan gaya tomboynya)
Orang itu yang melihat kedatangan Rara langsung bangkit berdiri dengan wajah tersenyum tampannya kearah Rara
"Halo Selamat sore...perkenalkan nama saya Elvan Ganendra Dananjaya, anda Nyonya bisa memanggil saya dengan panggilan Elvan"
Rara: Maaf tujuan anda datang kerumah saya untuk apa ya? (tanyanya lagi dengan wajah curiga)
Elvan: Ouh...jadi kedatangan saya kesini untuk memberitahu Nyonya ini (Memberi map berisi dokumen)
Rara pun langsung membuka map tersebut dan membaca dokumennya dengan teliti, setelah 5 menit membaca dokumen itu ia menutup mapnya dan berkata
Rara: Silahkan duduk Pak...anda mau saya buatkan kopi atau teh? (menatap Elvan)
Elvan: Tidak usah Nyonya...sa- (ucapnya terpotong)
Rara: Kopi saja ya... (lanjutnya yang langsung masuk kerumahnya dan berjalan kearah dapur untuk membuatkan kopi buat Elvan)
Elvan yang melihat Rara dingin serta sikapnya yang tomboy merasa segan dan sedikit ngeri dengan perilaku Rara yang tomboy itu, ralat malahan judes
"Hufft😤... Sabar Elvan sabar Istigfar" (mengelus dadanya)
Setelah 5 Menit membuat kopi akhirnya Rara langsung membawakan cangkir dengan nampan sebagai alasnya kearah Elvan yang sedang duduk
Rara: Silahkan diminum (menaruh nampan dan cangkir kemeja)
Elvan: Terima Kasih Nyonya (Menyeruput Kopi) Sruuuppp...(bunyi sruputan meminum kopi)
Rara: Maaf...Jangan panggil saya nyonya, Panggil saja Rara (tegasnya) Pak Elvan bisa jelaskan apa maksud isi dokumen ini? (duduk memperhatikan Elvan yang juga siap mendengarkan penjelasan jawaban)
Elvan: Jadi sebelumnya saya akan jelaskan semuanya, tepat pada tahun 2007 Almarhum Bapak Hariz sebelum meninggal merekrut saya sebagai Asisten pribadi sekaligus Direktur Utama, Waktu tahun 2000 itu setelah beliau menjabat sebagai Direktur Utama disebuah perusahaan, dan tepat pada tahun 2005 beliau mendirikan sebuah perusahaan bernama Abraham'Company dan tahun 2007 itulah saya direkrut menjadi Direktur Utama, tapi setelah kejadian kecelakaan bus tahun 2008, beliau menitipkan perusahaan kepada saya untuk sementara, karena Nyonya Rara waktu itu masih sangat kecil jadi tidak memungkinkan untuk mengurus perusahaan kan hehe, oh ya beliau waktu itu menulis surat dan berisi seperti ini (mengasih surat yang diambil dalam kantongnya)
Isi Surat
Kepada Rara,
Putri Tunggal kesayangan Papah & Bunda
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...Rara sayang putri kebanggaan Papah & Bunda, mungkin pas kamu baca surat ini Papah dan Bunda sudah tiada...kok Papah bisa tahu kapan Papah & Bunda tiada? kan usia,jodoh,takdir sudah ditentukan sama Allah?, sejujurnya Papah juga gak tau hehe Papah hanya iseng saja menulis surat untuk jaga" kalo seandainya jikalau Papah & Bunda sudah pergi ke syurga
Tapi Papah sudah punya firasat bahwa usia Papah & Bunda hanya sebentar lagi...mungkin pas kamu baca surat ini sudah beranjak dewasa ya kan? ayo ngaku...sudah tidak usah dipikirkan ya Rara sayang
Papah hanya ingin pesan dan berkata
Jika kamu sudah lulus SMA setelah itu meneruskan Kuliah, Papah ingin kamu memegang kendali Perusahaan Papah namanya Abraham'Company, dan karena mungkin kamu sekarang sudah sudah kenal Elvan, ya dia orang kepercayaan Papah untuk memegang kendali Perusahaan dan sekarang mungkin dia sudah lelah mengurusi perusahaan sendirian, dan mungkin sudah waktunya sekarang ini kamu mengurusi perusahaan untuk mengelolanya menjadi lebih baik
Maafkan Papah ya Nak...Papah baru memberitahumu pas kamu beranjak dewasa, karena Papah tidak ingin kamu lelah dan stress memikirkan Perusahaan Papah ingin kamu fokus kesekolah dulu
Papah harap kamu mau meneruskannya karena kamu anak satu"nya Papah tapi...Papah tidak mau berharap banyak karena semua itu Papah serahkan kembali kepada diri kamu karena Papah tau kamu adalah Putri Terhebat yang Papah punya
Sehat-sehat ya Nak disana, jika ada yang menjahati kamu lawan saja jangan takut karena dia tidak berhak menyakiti diri kamu, karena Papah & Bunda tidak pernah menyakiti diri kamu jadi jangan sampai orang jahat itu menyakiti diri kamu, memangnya mereka siapa huh!
Ya sudah akhir kata Papah ingin mengucapkan Selamat tinggal dan Maaf mungkin Bunda dan Papah tidak bisa menemani kamu sampai sukses, dan Papah yakin kamu pasti akan menjadi Gadis Papah yang Sukses di dunia maupun di akhirat
jangan sedih terus ya ntar cantiknya hilang
I Love You So Much❤
~ From Papah
Your First Love
Membaca isi surat itu perasaan Rara bercampur aduk, Bahagia, Sedih, Takut itu bercampur jadi satu, sekarang Rara sangat merindukan sosok Ayah yang selalu mendukungnya dan menyemangatinya dikala dirinya sedang sedih, tapi sekarang beliau sudah ke syurga
Rara pun melipat surat itu, ia menangis sejadi-jadinya
"Hikss...Hikss😢😭 Papah..."
"Hikss...hikss😢😭" (memeluk surat itu)
Elvan yang melihat Rara menangis secara tiba-tiba pun panik
Elvan: Nyonya Rara...nyonya Rara anda kenapa? maafkan sa...saya jika saya sa-
Rara: Hiks😢 Huftt...Terima kasih Pak Elvan...anda sudah menjadi orang yang jujur karena sudah memegang kendali perusahaan selama ini (berusaha memberhentikan tangisnya)
Elvan: Sama-sama Nyonya Ra-
Rara: Panggil saya Rara jangan pake Nyonya, ngerti?
Elvan: Baik Rara...tapi anda juga panggil saya Elvan saja jangan pake Pak (menyeruput kopi)
Rara: Umur anda berapa? (tanyanya yang masih menghapus sisa air mata)
Uhukk...uhukk (Elvan batuk)
Elvan: Ma-maaf maksud anda? (kagetnya sampai" ia menyembur kopinya)
Rara: anda kenapa? kok kaget gitu hem? (memasang wajah datar)
Elvan: ehm...ta-tadi (gelagapan)
Rara: bercanda, saya nanya umur anda berapa? ini bukan bermaksud apa" biar kalo usianya beda jauh saya panggil Anda "kakak Elvan"
Elvan: ouh hihi😆 dikira apa...umur saya 34 th nanti tanggal 17 oktober saya baru genap 35 th
Rara: saya panggil anda Kak Elvan saja biar sopan, dan kamu panggil saya Rara atau Raline up to you and whatever is not important (menyenderkan tubuhnya dibangku)
Elvan: oke...Raline jadi kapan bisa kamu datang ke perusahaan? (menyeruput kopinya lagi) Sruupp
Rara: Selasa deh...aku harus ngurus pendaftaran masuk kuliah dulu Kak (suasana mulai santai)
Elvan: oh iya kamu baru lulus ya? gimana pendaftarannya saya yang urus kamu kan nanti akan menjadi atasan saya di perusahaan
Elvan: yaudah kita bareng deh ...besok saja bagaimana?
Rara: oke kak
Tiba-tiba ada suara motor Ninja Kawasaki masuk ke halaman rumah Rara, mereka berdua Cowok dan Cewek bergoncengan depan belakang, mereka adalah Dira Dan Rayhan
Rara yang melihat mereka datang merasa senang, dengan cepat Rara dan Dira langsung berpelukan
Dira: RARA))) (meluk)
Rara: Dira...loh kemana aja? gue kangen...(memeluk kembali)
Dira: iam sorry beib...(melepaskan pelukan)
Rara: Hai Rey...kalian abis dari mana? tumben berduaan (tanyanya dengan wajah curiga)
Rayhan: biasa jalan"
Rara: loh berdua udah jadian ya?
Dira & Rayhan: Gak! (barengan)
Rara: Masaa? yakin? (tanya Rara dengan kelakuan jahilnya)
Dira: Ehm..Ra itu siapa? (mengalihkan pertanyaan dengan melihat kearah Elvan yang sedang duduk)
Rara: Dia Kak Elvan...
Dira: Halo Kak Kenalin nama aku Anindira Lovata Varendra panggil saja Dira (Menghampiri Elvan dan menawarkan bersalaman)
Elvan: Kenalkan nama saya Elvan Ganendra Dananjaya bisa panggil kak Elvan (membalas salaman Rara)
Rayhan: Halo...kenalin gue Muhammad Rayhan Haidar panggil Rey aja bang
Rara: Kak Elvan, Dira, Rey kita ngobrol di dalam aja gaenak kalo diluar udah mau mendung soalnya (melihat langit)
Dira: ayok...(merangkul pundak Rara)
Di Ruangan Tamu
Rara: Dir, Rey kalo mau minum ambil didapur aja kan udah biasa (tawarnya)
Rayhan: Gak Ra gue sama Dira tadi udah ngopi di Cafe
Rara: okeh
Dira: Jadi Kak Elvan tujuan datang kerumah Rara kesini buat apa? (tanyanya dengan tingkah polos)
Elvan: Oh iya...jadi kedatangan kakak disini
Elvan pun menjelaskan yang tadi ia persis jelaskan kepada Rara dengan detail
Dira: Wuahh...Ra gila loh akan jadi Presdir Ra kaya banget dah sahabat gue yang satu, benar kan Ra Allah ngasih loh cobaan karena ada hadiah yang besar menanti diri loh (menepuk Pundak Rara pelan)
Prukk...
Rara: Ish...Dir jangan mulai deh! (tegasnya) iya Alhamdulilah
Dira: Kak Elvan thanks ya udah ngurusin perusahaan almarhum bokap Rara dengan baik
Rayhan: Makasih Bang loh udah ngasih kejutan special sama Rara (tersenyum tipis)
Rara: Makasih ya kak sekali lagi (tersenyum tipis kearah Elvan)
Elvan: sa-sama sama Ra...oh ya kita besok jadi daftar kuliah? (tanyanya)
Dira: Eh Ra...ini surat rekomendasi dari kepsek (mengasih map berisi surat dan lainnya)
Rara: (baca surat)
5 menit kemudian
Rara: Dir...are seriously kita dapet surat rekomendasi dari Harvard University?
Dira: Iam serious? you are not believe it?
Rara: Oh ya kayanya gue kuliah di Indo aja deh, gue harus urusin perusahaan bokap gue
Dira: Ahhh Rara mah...ini kesempatan buat loh Ra Pliss kita kuliah ke Harvard bareng ya Plisss (mohonnya)
Rara: Duh...cptt gimana ya? (melihat kearah Elvan)
Elvan yang ditatap Rara, akhirnya merasa tahu maksud Rara, sekarang Atasannya itu sedang bingung lalu Elvan berusaha berpikir agar menemukan jawaban yang tepat dan bijak
Elvan: Rara...jujur saya bingung, tapi semua ini saya serahkan kepada kamu kalo kuliah di sini kamu dapat ngurus Perusahaan dengan benar, tapi kalo kuliah di America Serikat yaitu Harvard kamu bakal tidak fokus mengelola perusahaan dengan baik karena waktu dan tempat yang berbeda tapi kamu akan menjadi lulusan di Harvard membawa nama baik diri kamu dan negara (jelasnya) Pikirkan baik" Rara
.
.
.
.
.
To Be Continue
Gimana nih? Rara bingung harus milih yang mana? hem😓
Jangan lupa kasih like, vote dan komennya ya Readers, tetap jaga kesehatan dan jangan lupa selalu beribadah dan berdoa agar kita selalu dalam perlindungan yang maha kuasa
Tetap Semangat 💪walaupun kalian diberi ujian sebesar apa pun, karena ketika kita menghadapi kesulitan dan tidak menyerah, itulah kekuatan kita👌