You're Mine Cool Girl

You're Mine Cool Girl
YMCG Eps 67



Halo Semua, Kalian apa kabar?


Kabar aku baik kok


Jadi sebelum kalian scroll kebawah


Aku mau meminta maaf sebesar-besarnya atas waktu late up yang lama, dikarenakan sudah beberapa Minggu-minggu lalu aku mengalami sakit yang lumayan parah tapi bukan Covid jadi tenang aja hehe😁


Dan ya Alhamdulillah sekarang aku bisa up kembali dengan waktu normal yaitu Seminggu 1× atau 2× dikarenakan jujur guys untuk memikirkan ide melanjutkan alur cerita itu susah, ya memang ini sudah resiko aku menjadi seorang penulis


So aku butuh kepekaan dan pengertian kalian sebagai Readers tersayang aku😘, dan Maaf jika aku selalu membuat kalian menunggu karena menunggu terlalu lama tidak enak ya guys


Okey Happy Reading semua😊


...****************...


Disaat situasi sudah kembali mereda dan tenang, tiba-tiba Handphone Rara bergetar, dan dilayar hp tertera nama Aryo, ya dia adalah nama Hacker andalannya Rara


dan tanpa banyak basa-basi Rara segera menjauh dari ruang tengah dan mengangkat telpon dari Aryo


Drtt...


"Halo Yo...gimana sudah dapat hasilnya?" (Rara)


"Halo Non Raline sudah saya temukan keberadaan lokasi Steve Howard" (jawab Aryo)


"Baik coba jelaskan" (Rara)


"Saat ini lokasi Aryo sedang berlibur di daerah Jakarta Pusat, dia menempati salah satu apartemen di Jl. Jal** ** Bar No. Kav RT/002 RW/0 Pe******* * Kec. ***** **** Kota **, **** 15****


"Dan dia adalah anak dari keluarga orang ada karena Ayahnya yang bernama Frank bekerja sebagai pengacara dan ibunya bernama Patriciahbekerja sebagai Manager keuangan di suatu perusahaan Negara Amerika Serikat, untuk alamat rumah aslinya yaitu di Amres bertempatan di Mid**** yang merupakan wilayah bagian **, lebih tepatnya berdekatan dengan lokasi War*** **


(Jelas Aryo kepada Rara)


"Oke Thanks for the your information, saya minta tolong semua informasinya dikirim ke Gmail saya ya Aryo" (balas Rara)


"Baik akan saya kirim sekarang Nona Raline" (memutuskan panggilan)


Panggilan pun terputus, rasa lega juga greget ingin mengasih hukuman ke si Cowok Brengsek itu siapa lagi kalau buka si Steve, kedua rasa antara lega juga greget menyelimuti hati Rara


"Intinya siapa pun yang udah nyakitin orang terdekat gue, akan gue hukum dengan cara gue sendiri"


(ucapnya dalam hati sambil mengepalkan tangannya sampai" uratnya pun terlihat)


Dengan langkah lebar Rara berjalan kembali ke arah ruang tengah yang dimana disana Dira dan kedua orang tuanya sedang berkumpul manis karena sudah berbaikan satu sama lain


Rara: "Om Tante...Rara sudah menemukan tempat keberadaan Steve sekarang"


(ucapnya yang berdiri dan bersender di tembok)


Ghani: "Dimana???"


Rara: "Steve lagi di Indo, kebetulan banget, sekarang dia lagi pergi liburan ke salah satu Mall di daerah Jakarta Pusat"


Nisa: "Jadi kita harus mendatanginya dimana?"


Rara: "Tante, Om sama Dira jangan khawatir Rara akan suruh Steve mendatangi kita kesini, Karena Rara sudah suruh anak buah buat nangkap dia secepatnya"


(ucap Rara sambil menyilangkan kedua lengannya)


Ghani: "Awas saja kalo sudah sampai akan Pa- "


(ucapnya dipotong oleh Dira)


Dira: "Pah...Dira mohon jangan ada keributan, jantung Dira suka nyeri kalau mendengar keributan"


(keluhnya)


Nisa: Besok kita periksa ke Dokter Ghina istrinya kak Bryan kamu tau kan Dira!" (tegas sang Bunda)


Dira: "Maaf Dira sudah cukup merepotkan Bunda dan Papah, Dira akan bertanggung jawab dan belajar mandiri atas semua per-"


(ucapnya dipotong)


Ghani: "kalo kamu masih mau dianggap anak Papah dan Bunda turuti perkataan kami Dira!"


(ucapnya dengan nada setengah membentak)


Tiba-tiba pintu rumah dibuka dan oleh segerombolan orang memakai pakaian serba hitam, 2 orang berpenampilan layaknya anak ABG kekinian di seret oleh segerombolan orang serba pakaian hitam


dengan rasa senang dicampur geram Rara menghampiri 2 orang anak ABG yang keadaanya saat itu sedang tidak sadarkan diri


Dira, serta kedua orang tuanya mengikuti kemana Rara pergi


alangkah terkejutnya mereka ketika banyak segerombolan orang berpakaian serba hitam mengisi ruang masuk rumah mereka


Ghani: "ADA APA INI?!"


Nisa: "Rara apa maksud semua ini?"


Dira: "loh itu bukannya Steve"


Rara: "Om Tante Rara sudah bilang Steve akan diantar kesini secepatnya, dan...ini dia hasilnya"


Ghani: "Dia pingsan? cih BIK...BIBIKK)))"


(teriak Ghani memanggil salah satu maid nya yang dengan cepat maid itu mendatangi Ghani)


Maid: "Permisi, ada yang bisa saya bantu tuan?"


Ghani: "Ambilkan air Es sebaskom CEPAT!"


Dira: "Ra ka-kamu gak nyuruh anak buah kamu yang macem-macem kan???"


Rara: "Santai Dir kita lihat saja nanti eskpresi dan tingkah Steve bersama si ***** satu ini!"


(melihat kearah wanita yang pingsan disamping Steve)


Saat Maid itu sudah tiba diruang tamu dan membawa sebaskom air dicampur es batu, Maid itu memberinya ke tuannya yaitu Ghani


Maid: "Permisi ini tuan air esnya"


Ghani: "Terima Kasih, kamu bisa pergi dari sini" (mengambil baskom itu)


Rara: "Om kita gak mungkin siram mereka disini kan ntar becek lagi?"


Ghani: "Bawa ke basecamp, dan ikat mereka!"


Basecamp


"SLUURRR" (suara siraman air)


"Uhukkkk....uhukkk...uhukkkk" (Steve dan cewek barunya itu terbangun dari pingsannya)


Girl: "where are we dear???"


Steve: "Uhukk...i don’t know dear"


~ "aku gak tau sayang"


Ghani: "You are in my house, more specifically at the house of the woman you ra***, you bas****!"


~ "Kalian ada dirumah saya, lebih tepatnya dirumah wanita yang sudah kamu per****, Dasar baj*****!" (Ucap Ghani yang geram melihat wajah Steve)


Steve: "Who are you guys?"


~ "kalian siapa???"


Dira: "lecherous base! still pretend you don't know???"


~ "dasar Be***!, masih pura-pura gak tau loh???"


Steve: "Dira? Turns out this is your house?"


~"Dira? ternyata ini rumah kamu?"


Ghani: "why did you ra** my daughter?"


~"kenapa kamu memper**** putri saya?"


Nisa: "you know? my daughter is tormented because of your dirty deeds!!!"


~"kamu tau, Putri saya tersiksa gara-gara perbuatan kotor kamu!!!"


...


"PLAKKK!" (suara tamparan)


Rara: "ANSWER!"


~"JAWAB!"


(ucap Rara yang dari tadi geram dan akhirnya ia menampar wajah Steve)


PLAKKK)))...


Steve: "I'm so-sorry, I made a mistake I like Dira because of lust"


~"ma-maafkan saya, saya khilaf... saya menyukai Dira karena *****"


"BUGH...BUGH...BUGHHH!" (suara tonjokan)


Ghani: "F***! you, you think my son is a bi*** like the woman next to you HAH!!!"


~"Per*****, kamu pikir anak saya wanita ja**** seperti wanita disamping mu itu HAH!!!"


(ucap Ghani sambil meninju wajah Steve berkali-kali dengan emosi yang sudah tidak tertampung)


Nisa: "Pah udah stop nanti anak ini bisa mati"


(cegah Nisa memegangi kedua lengan suaminya)


Dira: "Hikss...hikss Stop Pah😭"


(Ucap Dira yang setengah lemas melihat Papahnya mengotori tangannya sendiri)


Rara: "Om sudah Om!"


(Ucap Rara yang membantu menahan serangan tinju Om Ghani ke wajah Steve, karena saat itu wajah Steve sudah amburadul dan akhirnya Ghani berhenti)


Ghani: Hiks😢...


(Berhenti,meremas rambutnya kencang"


Seketika hati Ghani bertambah sakit karena melihat diri Dira yang sedang mengandung anak dari Pria ja***** itu


Ghani: "Hikss😢 You know, my daughter is pregnant with your son. You bas****!"


~"kamu tahu, Putri saya mengandung anak dari kamu Ber******!"


(Ucap Ghani menatal tajam ke Steve dibarengi pupil mata yang sudah berkaca-kaca dan menetaskan air mata)


Steve: "I'm really sorry Uncle...Aunt" ~"saya benar-benar minta maaf Paman Tante"


Girl: "sorry can i speak?"


~"maaf, apa saya bisa berbicara"


Rara: "what do you want to say?" ~"mau ngomong apa lu?"


Girl: "I'm also pregnant and I'm 2 and a half months pregnant"


~"aku juga lagi hamil dan usia kandungan saya 2 bulan setengah"


Nisa: "Astagfirullah..."


Bunda Nisa tiba-tiba mendadak lemas dan reflek Dira segera memeluk Bundanya


Dira: "Bunda!"


Ghani: BUNDA! (Memegang tubuh istrinya) Huftt Okey...


Tomorrow call your parents to come to my house and you also call your parents, we will solve this problem"


~Huftt Baiklah...(menarik nafas)


Besok panggil orang tua kamu untuk datang ke rumah saya dan kamu juga telpon orang tua kamu, kita akan menyelesaikan permasalahan ini"


(Ucap Ghani kepada Steve dan cewek disebelahnya)


Ghani: "one more thing, I haven't let you go, I will send my men to monitor you in the apartemen until your parents come"


~"satu lagi, kamu belum saya lepas, saya akan mengirim anak buah saya untuk memantau kamu di apartemen sampai orang tua kalian datang!"


(Ucap Ghani yang ingin meninggalkan basecamp itu dan diikuti yang lainnya)


Girl: "WAIT! my parent are dead"


~"Tunggu!, orang tua saya sudah meninggal"


(Ucap wanita itu dan tetap Ghani menghiraukan ucap wanita itu lalu pergi meninggalkan basecampnya)


Rara: "Kalian pulangi mereka ke apartemennya sampai anak buah tuan Ghani sampai!"


"SIAP BOSS")))


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


To Be Continue