
Hallo Semua, Author Up lagi nih...walaupun badan author masih belum fit tapi mood author buat ngetik Eps selanjutnnya masih bisa dikondisikan, Jadi doain Author biar tetap semangat dan cepat pulih ya
oh iya sebelum baca Eps ini jangan lupa absen terlebih dahulu dengan cara kasih likenya, komen dan yang terpenting votenya, Thank you so much all and Happy Reading😀⬇⬇⬇
⚫⚫⚫
Setelah Dira dan kedua orang tuannya sudah berganti pakaian mereka langsung berjalan menuju garasi mobil dan berkendara melaju arah Mansion Adam
.
.
.
Setibanya di Mansion Adam
Setelah memakan waktu 30 menit berkendara menuju Mansion Adam, akhirnya Dira dan kedua orang tuannya pun tiba dengan selamat
Nisa dan suaminnya Ghani beserta Dira turun dari mobil yang diparkiran ditempat parkiran mansion tersebut dan langsung berjalan menuju pintu utama yang sudah disambut dengan para pelayan yang bekerja di Mansion Adam & Hana istrinya
"Silahkan atuh tuan Ghani, Nyonya Nisa, dan nona Muda yang cantik", ucap wanita paruh baya yang bernama Bi Ningsih
"Aduh...aturnuhun ya bibik, Kak Adam sama Kak Hana dimana bik???", Kata Nisa ke arah bi Ningsih
"Oh Tuan dan nyonya sudah menunggu Non Nisa dan Tuan Ghani di ruang tamu belakang, silahkan lewat sini atuh", Ucap Bi Ningsih sambil menunjukkan jalan menuju ruang tamu bagian belakang
Setibanya di ruang tamu belakang dapat terlihat jelas bahwa Adam yang sedang membaca artikel di Ipadnya dan Hana yang sedang bermain laptop di samping kanan sofa yang Adam duduki, tanpa banyak basa basi Nisa, Ghani, beserta Dira menyadarkan mereka
Nisa: Assalamualaikum Bang Adam...
Adam: Assalamualaikum Hey dek...udah dateng ayo silahkan duduk
Nisa: iya bang
Ghani: Assalamualaikum Bang Adam Kak Hana apa kabar?
Hana: Alhamdulilah baik ghan
Adam: Alhamdulilah kita selalu sehat...oh ya ini Dira ya???, ucap Adam sambil menoleh ke arah Dira yang sedari tadi hanya menunduk
Hana: Hallo kamu apa kabar? sudah besar gak taunya ya, cantik. ucap Hana sambil menarik Dira ke dalam pelukannya
Dira: Ehm...Aku baik tante. kata Dira yang saat ini sontak kaget akibat pelukan dari Hana
Adam: Cih...gausah tegang gitu Ira...udah kaya apaan aja hehe😁, oh ya ngomong-ngomong ada apa sampai" kalian harus banget dateng kesini malam" begini
Nisa: Ish emang nenggokin abang sendiri gak boleh jahat banget
Dira: Ehm...Om Adam bisakah kita berbicara ke topik itu sambil menunggu kedatangan Kak Daniel?
Adam: tentu...tadi om sudah hubungi Daniel untuk ke mansion secepatnya palingan sebentar lagi juga tiba
Hana: Ya udah sambil nunggu kedatangan Daniel mending kita duduk ngobrol" dulu sambil nyemil
Nisa: Boleh tuh kak...
Sekitar 30 menit kemudian akhirnya Daniel tiba bersama sahabatnya siapa lagi jika bukan David, dengan penampilan hanya memakai kemeja coklat dengan bagian lengan dilipat dan tangan kanannya menenteng jasnya Daniel terlihat semakin tampan walaupun wajahnya saat ini benar-benar terlihat dingin, begitu juga dengan David yang berpenampilan hanya menggunakan dalaman toxedo berwarna biru donker disertai kemaja berwarna hitam yang saat ini juga bagian lengannya dilipat diatas siku
Mereka berdua langsung menyalami kedua orang tua juga tak lupa dengan Om dan tantennya tapi tidak dengan Dira
Daniel: Assalamualaikum Pah..Mah
David: Assalamualaikum Om Tante...
Hana: Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
Adam: Waalaikumsalam Nak...
Ghani: Waalaikumsalam Halo Daniel David
Nisa:Waalaikumsalam...waduh makin tampan saja ini kalian, apa kabar? sudah lama tidak bertemu
Daniel: Baik Tante...
David: Baik Tan...iya sudah lama sekali ya
Adam: Bagaimana Niel keadaan perusahaan apa ada yang kesulitan or anything?
Daniel: Alhamdulilah selalu lancar pah gak ada kendala apa pun
David: iya berkat bantuan saya juga om Hahhhahah😁
Dira: Dih...😕
"ini siapa ya kaya familier mukannya", kata Daniel di dalam hati disertai raut wajah bingung tapi tetap datar yang tertuju ke arah Dira
Hana: Oh iya...kenalin ini Anindira anaknya tante Nisa Niel
Daniel: Oh...Daniel, kata Daniel yang segera berjabat tangan dengan Dira
David: Halo...saya David, Ucap Daniel dibarengi juga jabatan tangan dengan Dira
Dira: Ehm...panggil saja Dira, ucap Dira tersenyum
Setelah itu mereka semua duduk di sofa lebar berwarna rose gold yang didesain oleh Hana dengan cara merequest warna kesukaannya Rose Gold
Daniel: Maaf...Papah sama Bunda nyuruh Daniel kesini untuk apa ya?
Adam: ouhh...jadi ada sesuatu yang ingin disampaikan oleh Tante Nisa Om Ghani dan Dira
Daniel: Jadi ada masalah apa ya tan?, ucap Daniel yang menoleh ke arah Nisa
Nisa: Ehm...jadi gini sekolah kamu itu ada masalah mengenai pemalakan Siswi dari teman sekelasnya Dira lebih tepatnya sahabatnya Dira yang bernama Rara terkena masalah
David: Maaf Tan saya potong...Rara itu yang Wakil ketua OSIS periode sebelumnya kan Niel?
Dira: Iya betul kak,biar aku jelasin saja ya Bun, ucap Dira yang meminta izin kepada sang Bunda, dan langsung mendapat anggukan dari Bundanya)
Daniel: Teruskan...
Dira: Jadi...ehm maaf saya harus manggil anda siapa ya?
Hana: Manggil Kak saja kalian berdua kan sepupuan
Dira: Baik Tan, Jadi Kak Daniel di sekolah ada masalah mengenai....
Dira pun menjelaskan panjang lebar mengenai masalah yang saat ini sedang terjadi disekolah SMA Tunas Harapan, Daniel yang mendengar hal itu sontak terkejut karna selama ini ia hanya mendapat laporan keadaan sekolah baik-baik saja dari pesuruhnya, Adam, Hana, Nisa dan Ghani hanya menyimak penjelasan yang dijelaskan oleh Dira secara saksama dan serius
Daniel: Jadi...besok temanmu Rara harus disuruh membayar uang semester awal kelas 12?
Dira: Ehm iya betul kak dan aku bingung sebagai sahabatnya aku harus bagaimana, Ucap Dira dibarengi usapan tangan ke mukannya
David: Niel...mending loh besok turun tangan deh dengan masalah ini, secara maaf...Rara itu kan anak yatim piatu gak etis banget masa dipalakkin oleh donatur sekolah itu si nenek lampir
Dira: Aku mohon kak...bisakah kakak bantu Rara besok? soalnya dia cuma punya neneknya seorang dan dia juga pekerja paruh waktu di coffee shop buat membiayai kebutuhan sehari-harinya, kasihan kak dia
Daniel yang sedari tadi hanya diam sambil menyatukan kedua tangannya sebagai tumpuan dagunya merasa bingung karena besok ada meeting penting dengan perusahaan besar juga di waktu pagi, jika ia mengundur waktu meetingnya bisa-bisa reputasi perusahaannya menurun
dan jika tidak membantu Rara dari lubang hitam tersebut dan menghukum para pasukan Dajjal itu bisa-bisa nama sekolah SMA Tunas Harapan tercoreng dari urutan nama sekolah terbaik, David yang melihat hal itu langsung berkata
David: permisi...Maaf Om Adam untuk jadwal besok di kantor ada meeting penting dengan perusahaan besar "Always Company", jadi mohon maaf kemungkinan Daniel tidak bisa membantu
Adam: Huftt...maaf Dira sepertinya-
Dira: Dira mengerti Om...tapi tolong kalian semua harus mendengarkan bukti rekaman ini, Kata Dira sambil mengeluarkan hpnya dari saku jaket jeansnya
FLASHBACK ON
"saya minta kamu jujur saja tentang rahasia kamu ke semua orang dan minta maaf ke anak saya atas apa yang sudah kamu perbuat ke anak saya" , Ucap N.Michelle
"atas dasar apa anda memerintah saya seperti itu?", Tanya Rara
"saya akan membayar kamu!", ucap N.Michelle penuh nada penekanan, Lalu Rara, "berapa?". "1 Milliyar", Jawab nyonya michelle lagi. "Wow that's very a large number", puji Rara dengan tujun menyindir. "ouhh yes right". Kata Michelle dengan percaya dirinya. "ehmm...maaf tapi sayangnya harga diri saya lebih mahal dari jumlah uang yang anda tawarkan..." Tolak Rara dengan nada tekanan.
"Hhahaha you're not need money???" Tanya Michelle kembali. "Baiklah kalau itu keputusanmu, tapi ingat jangan sampai kamu menangis dikemudian hari " lanjut michelle
FLASHBACK OFF
Dira: Ini rekaman suara pas Rara dirumah sakit karna kepalanya bocor terkena paku akibat didorong oleh Angel dan untungnya ia kuat
Hana: Astagfirullah...mereka benar-benar seperti iblis!
Adam: Lihat saja nanti saya akan mengasih hukuman kepada orang" seperti itu!
Nisa: Kasihan sekali Rara Bang...dia sudah kami anggap sebagai anak kandung Nisa dan Ghani sendiri, Nisa tau dahulu dia anak yang ceria tapi semakin dewasa ia semakin tertutup dan dingin
Dira: Ada satu rekaman lagi dan ini insiden keributan disekolah
Rekaman On...
FLASHBACK ON...
N.Michelle: akhirnya datang juga kamu cewek miskin kamseupayy!
Rara: cih lihat betapa sombongnya manusia ini yang hanya tercipta dari tanah padahal di atasnya masih ada langit yang cerah nan indah (ucapku dibarengi senyuman smirk milikku)
Angel: Bisa gak loh gausah kurang ajar sama nyokap gua hah???! (ucap Angel penuh penekanan dan dibarengi dengan mendorong tubuh Rara)
Rara: gausah main fisik bisa gak?! (kesalku)
P.Richard: Heh! sudah sudah sekarang kalian berdua duduk
Akhirnya aku pun mengalah sambil menahan emosiku yang sudah diujung ini karna aku tidak ingin mengotori tangan dan kakiku saat ini juga, dan dengan segera akupun duduk di sofa panjang depan meja kepsek
Rara: maaf pak...tujuan anda memanggil saya kesini apa ya pak Richard???( tanyaku dengan raut wajah kebingungan )
P.Richard: jadi tujuan saya memanggil kamu ke dalam ruangan saya adalah, ada yang ingin saya bicarakan sama kamu mengenai beasiswa kamu
Rara: maaf...sebenarnya ada masalah apa dengan beasiswa saya ya pak?
P.Richard: jadi saya akan melepas beasiswa kamu Raline
Deggg...
Rara: kok dicabut pak??? sejauh ini nilai saya baik" saja malahan nilai saya terus meningkat dan lebih baik dari sebelumnya
Angel: sombong banget lu! mau pamer HAH!
N.Michelle: saya yang menyuruh pak Richard untuk melepas beasiswa kamu agar kamu disekolah ini tidak jadi siswa yang bertindak seenaknya dan juga kalo mau jadi jagoan harusnya modal dong, bayar sekolahnya ini bukan sekolah abal-abalan!
Degg...jantungku benar-benar teriris pisau tajam yang baru diasah akibat perkataan tajam yang keluar dari mulut Nyonya michelle itu
Rara: Astagfirullah hal'adzim...gakpp saya ikhlas jika harus diginiin tapi ingat tindakan kalian sudah keterlaluan menghina diri saya yang sudah tidak memiliki kedua orang tua, saya ingatkan azab allah sangatlah pedih!
Ucapku yang sudah benar-benar kesal dan sesak didadaku sudah tidak bisa aku bendung dan munculah setetes air yang keluar dari kedua mataku
Sherly: Heh! gausah bawa" nama tuhan loh dasar udik... miskin bodoh kamseupayy
Angel: hahhahaha akhirnya Ra...loh kalah juga (batinnya dibarengi senyum kemenangan milikknya)
N.Michelle: gimana??? saya kan sudah bilang jangan sampai menangis dan menyesal dikemudian hari akibat sikap sombong dan angkuh yang keluar dari diri kamu itu!
Karena sudah tidak tahan lagi aku langsung bangkit dari sofa panjang itu dan tak lupa aku menatap pak Richard dengan tajam, pikirku dibayar berapa sih pak sampai-sampai bapak mau aja ngejalanin tindakan kotor ini, lagi pula yang dihasilkan itu uang haram juga
Lalu ketika aku berbalik badan Pak Richard berkata
Besok kamu harus bayar uang semesteran kamu tahun ini sekalian juga bayar uang ujian kamu, jika kamu masih ingin mengikuti ujian dan mendapatkan nilai terbaik dan juga jika kamu tidak ingin nenekmu disuruh datang kesekolah
Saat mereka semua menyimak, Dira yang sedari tadi menunduk tak terasa suasana hatinya menjadi sedih mengingat wajah Rara yang saat itu benar-benar butuh pertolongan atas keadilan untuk dirinya walaupun Rara tidak pernah mengucapkab kata itu ke Dira, Tapi Dira tipe orang yang peka ia bisa melihat tatapan Rara yang saat itu benar-benar butuh bantuan keadilan untuk dirinya, tak terasa hati Dira teriris sesak tidak bisa menahan bendungan air mata, Ia menangis
Hikss...hiksss...hikkks😭😭
Nisa: Loh Ira sayang kok nangis...sudah sudah besok Bunda akan bantuin Rara ya, Ucap Nisa cemas dan segera memeluk putri tunggalnya itu
Dira: Hikss...a...aku teringat bagaimana wajah dan tatapan Rara yang saat itu aku yakin Ra...Ra sangat sakit dan meminta pertolongan keadilan untuk dirinya😢, ku mohon Kak...Kak Daniel bantuin Rara kak, permohonan Dira yang saat ini menoleh sambil menatap Daniel menangis
Daniel yang melihat hal itu hatinya tersentuh dan menyetujui permohonan Dira yang saat ini sudah benar-benar masalah urgent baginya
Daniel: Baiklah...akan aku usahakan
Dira: ☺ Hikss😢...makasih Kak makasih,ucap Dira tersenyum
David: Jadi...buat rapat besok akan gue usahain gue undur abis jam makan siang aja berarti Niel?
Daniel: Hem...kabari Rania ubah jadwal gue besok
David: Siap boss
Dira: Kak...( panggilnya )
Daniel: Hem??? (deheman Daniel yang menoleh melihat Dira)
Dira: Maaf...merepotkan
Daniel: Gkpp lagian ini juga bagian pekerjaan dari saya
Adam: Bagus...Papah bangga nak sama kamu...teruslah berbuat baik
Hana: Iya...teruslah membantu orang yang kesusahan
Daniel: Siap Pah..Bun
Ghani: Terima kasih Nak Daniel...
Nisa: Makasih ya Daniel...
Daniel: Sama-sama om..tan
TO BE CONTINUE