
POV Raline
Disaat aku kembali melihat ke arah handphoneku untuk mengusir kebosanan sambil menunggu Dira kembali dari kelas kami untuk mengambil headset miliknya. Tiba-tiba seseorang menepuk pundakku secara tiba-tiba dan sedikit kencang membuatku terkejut setengah mati dan itu juga membuat diriku sedikit emosi akibat ulahnya yang benar-benar menjengkelkan, pikirku bisa tidak sih menepuk pelan-pelan atau gak lembut sedikit kek???
Astagfirullah...(kagetku)
Dan aku langsung menatap tajam ke orang yang sekarang tengah berdiri didepan tubuhku sambil menatap diriku dengan tatapan sinis dan juga tatapan kebencian
Sherly: lebay bego lu!...dah sekarang Ikut gua ke ruang kepsek gakusah banyak bacot!
Rara: Cih😡...loh apa gua yang bacot hah???
Sherly: elu anjing...ayo ikut gua cepetan gausah banyak bacot kalo loh nganggap diri loh jagoan bukan pengecut
Rara: serah deh...males gua ladenin iblis kaya loh
Sherly: gausah mancing emosi gua bisa? gua lagi nahan aja nih...
Rara: haduh...haduh...lucu ego lu
Sherly: UDAH GECE ANJING!
Rara: ayo! cepet!
Dengan kesal aku pun mengiyakan perkataan ini setan akibat aku saat ini sedang menahan emosi setengah mati karena kemunculan utusan Ya'juj Ma'juj yang sedang berjalan di depan diriku menuju ruang kepsek siapa lagi kalau bukan Sherly yang mendapat julukan si Ya'Juj
Ngapain sih yaallah ini si Ya'juj nyuruh hamba keruang kepsek sekarang, udah tau lagi pengen santai, cppttt...(ucapku didalam hati)
Sedangkan Dira yang sedang mencari keberadaan headset ditasnya yang akhirnya ia temui secara cepat dikantong tas bagian depannya, dengan bergegas dia langsung kembali permisi kepada sang Guru Matematika yang bernama Pak Hery yang sekarang tengah merapikan kertas" soal dan jawaban dari hasil pengerjaan di kelas kami XII IPS 2, Dira langsung berlari kecil menuju arah kantin untuk segera menemui Rara
Tapi...saat Dira sudah tiba di depan meja yang tadi ia duduki bersama sahabatnya itu, ia tidak menemukan keberaan Rara lalu ia langsung bertanya kepada Bude Yati penjual mie ayam itu
Dira: Permisi Bude...tadi teman saya yang disini pergi kemana ya?
B.Yati: oh si non yang tadi, kayanya tadi dia pergi sama seorang Siswi Non, tapi...saat mereka berbincang raut wajah mereka berdua tidak bersahabat non seperti ingin mengajak ribut
Dira: hah siapa ya???(batinnya)...ya sudah makasih ya bude atas informasinya
B.Yati: sama sama atuh neng
Dengan cemas dan kebingungan Dira akhirnya menenangkan dirinya terlebih dahulu untuk berpikir dingin dengan cara duduk terlebih dahulu di tempat dia dan Rara duduki sebelumnya sambil membuka rekaman yang dikirimkan Rara lewat aplikasi WA, tidak lupa ia memasang headsetnya ke kedua telingannya dan segera memencet rekaman tersebut
.
.
.
.
.
Betapa emosi dan terkejutnya Dira yang sudah selesai mendengar rekaman tersebut, ia langsung bangkit dan berdiri mencari keberadaan Rara diseluruh sudut sekolah itu tak lupa ia juga sambil menspam chat ke kontak Rara dengan jalan yang tergesa-gesa melihat sekelilingnya itu
Di Ruang Kepala Sekolah
Sherly segera mengetuk pintu tersebut dan langsung masuk kedalam ruang kepsek tersebut diikuti Rara, di ruangan tersebut didalamnya sudah terisi dengan keberadaan Nyonya Michelle, anaknya Angelina, dan juga Callula dan tak lupa kepala sekolah SMA Tunas Harapan Pak Richard
POV Raline
N.Michelle: akhirnya datang juga kamu cewek miskin kamseupayy!
Rara: cih lihat betapa sombongnya manusia ini yang hanya tercipta dari tanah padahal di atasnya masih ada langit yang cerah nan indah (ucapku dibarengi senyuman smirk milikku)
Angel: Bisa gak loh gausah kurang ajar sama nyokap gua hah???! (ucap Angel penuh penekanan dan dibarengi dengan mendorong tubuh Rara)
Rara: gausah main fisik bisa gak?! (kesalku)
P.Richard: Heh! sudah sudah sekarang kalian berdua duduk
Akhirnya aku pun mengalah sambil menahan emosiku yang sudah diujung ini karna aku tidak ingin mengotori tangan dan kakiku saat ini juga, dan dengan segera akupun duduk di sofa panjang depan meja kepsek
Rara: maaf pak...tujuan anda memanggil saya kesini apa ya pak Richard???( tanyaku dengan raut wajah kebingungan )
P.Richard: jadi tujuan saya memanggil kamu ke dalam ruangan saya adalah, ada yang ingin saya bicarakan sama kamu mengenai beasiswa kamu
Rara: maaf...sebenarnya ada masalah apa dengan beasiswa saya ya pak?
P.Richard: jadi saya akan melepas beasiswa kamu Raline
Deggg...
Rara: kok dicabut pak??? sejauh ini nilai saya baik" saja malahan nilai saya terus meningkat dan lebih baik dari sebelumnya
Angel: sombong banget lu! mau pamer HAH!
N.Michelle: saya yang menyuruh pak Richard untuk melepas beasiswa kamu agar kamu disekolah ini tidak jadi siswa yang bertindak seenaknya dan juga kalo mau jadi jagoan harusnya modal dong, bayar sekolahnya ini bukan sekolah abal-abalan!
Degg...jantungku benar-benar teriris pisau tajam yang baru diasah akibat perkataan tajam yang keluar dari mulut Nyonya michelle itu
Rara: Astagfirullah hal'adzim...gakpp saya ikhlas jika harus diginiin tapi ingat tindakan kalian sudah keterlaluan menghina diri saya yang sudah tidak memiliki kedua orang tua, saya ingatkan azab allah sangatlah pedih!
Sherly: Heh! gausah bawa" nama tuhan loh dasar udik... miskin bodoh kamseupayy
Angel: hahhahaha akhirnya Ra...loh kalah juga (batinnya dibarengi senyum kemenangan milikknya)
N.Michelle: gimana??? saya kan sudah bilang jangan sampai menangis dan menyesal dikemudian hari akibat sikap sombong dan angkuh yang keluar dari diri kamu itu!
Karena sudah tidak tahan lagi aku langsung bangkit dari sofa panjang itu dan tak lupa aku menatap pak Richard dengan tajam, pikirku dibayar berapa sih pak sampai-sampai bapak mau aja ngejalanin tindakan kotor ini, lagi pula yang dihasilkan itu uang haram juga
Lalu ketika aku berbalik badan Pak Richard berkata
Besok kamu harus bayar uang semesteran kamu tahun ini sekalian juga bayar uang ujian kamu, jika kamu masih ingin mengikuti ujian dan mendapatkan nilai terbaik dan juga jika kamu tidak ingin nenekmu disuruh datang kesekolah
Kata Pak Richard dengan rasa tak bersalahnya mengucap hal seperti itu di depan diriku ini yang sudah tersakiti teramat dalam ini, dengan cepat aku langsung menghapus kedua air mataku yang sudah mengalir sedari tadi dan pergi dari ruangan itu dengan dada sangat sesak dan sakit
Ya Allah aku harus cari uang sebanyak itu dari mana???hamba tidak ingin melihat nenek hamba sedih dan stress ( ucapku dalam hati sambil berlari kecil ke arah tangga rooftop )
Sesampainya aku di rooftop aku langsung mensave rekaman percakapan tadi yang aku rekam secara diam-diam, saat sudah selesai mensave rekaman itu notifikasi chat wa ku penuh dengan spaman dari Dira, lalu aku langsung menelpon Dira
^^^Rara Calling Dira...^^^
^^^Memanggil...^^^
^^^Berdering...^^^
^^^Dan...^^^
^^^Halo Ra lu dimana gua khawatir? loh gpp kan?^^^
^^^aku pun menjawab...^^^
^^^Dir...loh kesini sekarang, gua ada di rooftop^^^
^^^Oh...okey" gue kesana sekarang bentar jangan kemana-kemana ya^^^
Telepon pun aku matikan secara sepihak dan...aku kembali emosi akibat masalah yang barusan datang menghadang diriku seperti pasir yang dibasahi ombak besar yang datang dari arah laut, aku pun menendang, meninju semua barang yang ada di sekitarku, dan itu mengakibatkan tanganku memar tapi aku tak peduli aku malah semakin kesal dan menjambak rambutku dengan kencang frustasi karena siapa sih yang kalo diposisi aku tidak frustasi? pasti frustasikan, aku sangat bingung darimana aku mendapatkan uang sebanyak itu untuk membayar uang sekolah belum lagi aku disuruh membayarnya dengan cara tidak adil, sangat lengkap sudah ujianku yang kau beri ya Allah, orangtuaku sudah tidak ada disisiku, sekarang saat ini aku merasa ujian dihidupku terasa bertambah secara bertubi-tubi, selanjutnya apa rencanamu ya Allah???
POV Author
jadi readers sebelum Rara masuk ke keruangan kepsek ia sudah memiliki perasaan janggal karena melihat kedatangan Nyonya Michelle juga Angel dan Calulla yang sudah berada di dalam ruangan kepala sekolah, dengan cepat ia langsung membuka aplikasi rekam suara untuk merekam percakapan Rara dengan mereka semua itu, tak lupa juga Rara memasukkan hpnya ke dalam saku roknya itu agar tidak ada yang mengetahuinya kalau dia sedang merekam,ia pikir suatu saat rekaman ini pasti akan dibutuhkan
Back to Raline POV...
Buntu sudah jalanku, aku ingin menghentikan hidupku saat ini juga tapi percuma di akhirat nanti rohku tidak diterima akibat kematian yang disengaja, akupun duduk sambil menekuk kedua kakiku sebagai tumpuan penutup wajahku yang saat ini benar" terlihat seperti orang gila, HHHAAHAA Gila? memang aku sudah gila punya penyakit mental
saat aku benar-benar sudah kehilangan arah, sahabatku Dira berlari kearahku dengan raut wajah khawatir dan langsung memelukku dibarengi isakan tangisnya karna melihat keadaan aku yang saat ini benar-benar hancur
Dira: HIKKSSS...😠Lu kenapa Ra cerita sama gue, pliss gua merasa bodoh kalo ngeliat sahabat gua menderita tapi gua gak bisa bantu apa" Hikss...ðŸ˜
Rara: Hikksss...arghhh hiksss...😠sakit Dir...sakit banget!ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Dira: gua gak tau rasanya gimana Ra?cuma yang gua tau lu orang baik derajat loh mau dinaikkin sama allah, sakit bgt ya Ra rasanya maaf gua gak bisa rasain hikssðŸ˜
Akhirnya aku melepas pelukan Dira dan mengelap kedua air matanya diwajah mulusku menggunakan tangan kananku dan akupun segera menarik nafas dalam" agar diriku kembali tenang
Dira: tenang Ra...gua akan selalu disisi loh, okeh sekarang jelasin apa yang terjadi sama loh tadi?
Rara: huftt😤...dengerin rekaman ini ya Dir
Aku pun langsung mengeluarkan handphoneku dari saku rokku, dan segera memutar rekaman kejadian tadi di ruang kepala sekolah
.
.
.
.
.
Dira: jahat...mereka benar" iblis dajjal tenang Ra...gue akan bantu loh kita harus kerja sama oke
Rara: ☺ makasih Dir loh emang sahabat sejati gue...janji jangan pernah tinggalin gue selamanya✊
Dira: promise...✊
aku pun langsung lega akibat dukungan semangat dari Dira dan kami pun memulai rencana kami untuk membalas perbuatan si Iblis, Dajjal, Ya'juj dan Ma'juj itu, siapa lagi jika bukan geng Angel, nyokapnya, dan juga pak Richard
.
.
.
To Be Continue
Jangan lupa kasih like,vote, and tipsnya disertai komentar dan sarannya ya Reader
See you on the next video Anyyeong👋👋👋