
Assalamualaikum Hallo Semua👋, kita ketemu lagi di episode 36 and I hope you guys not be boring karena alur cerita novel author yang agak monoton ini, pokoknya author pengen kalian always stay toon buat nunggu kelanjutan jalan cerita" di episode selanjutnya,amin
~ seperti biasa sebelum baca absen terlebih dahulu ya dengan cara like, dan vote novel "You're Mine Cool Girl"
~ Oh ya makasih ya buat para readers yang udah komen dikolom komentar karena setiap kalian komen author selalu baca-bacain loh satu" dan thank you juga buat supportnya aaaa intinya aku very" excited kalo kalian banyakin komen
~ oke tanpa banyak basa-basi Selamat membaca ya semua semoga kalian sukaa😃
âš«
âš«
âš«
âš«
âš«
Setibanya didalam toilet Rara langsung membuka keran air dan segera membasuh hidungnya yang sedari tadi mengeluarkan cairan berwarna merah, pantas saja sedari tadi Rara merasa ada sesuatu yang sedikit nyeri dibagian hidung mancungnya, dan ternyata cairan berwarna merah itu keluar lagi atau bisa disebut Rara mimisan kembali setelah 1 tahun lamanya mimisan itu tidak lagi bereaksi, mungkin ia pikir saat ini Rara sedang stress karena situasi disekelilingnya yang membuat tekanan didalam pikirannya
Sebentar Author pengen informasikan tentang timbulnya mimisan, okey jadi
Tidak hanya gangguan mental, tingkat stres yang tidak dapat diatasi dengan baik bisa menyebabkan berbagai gangguan penyakit pada tubuh, salah satunya adalah mimisan, cukup sekian informasi dari author, yang aku search di google yang dilansir dari Halodocter
Nah, sedari tadi Rara menyinsringkan hidungnya untuk mengeluarkan semua cairan darah dari dalam hidungnya, cukup banyak darah yang dari dalam hidung Rara, ia takut kalau dirinya bisa saja kekurang darah (anemia) cepat-cepat ia langsung menggunakan teknik perawatan mandiri yaitu dengan teknik cara
Duduk tegak, sedikit condong ke depan, dan menutup kedua lubang dengan cara mencubit hidung selama 5 hingga 10 menit dapat membantu menghentikan mimisan. Proses ini dapat diulangi untuk membantu menghentikan mimisan.
...
sudah 10 menit ia berada di dalam toilet rumah sakit yang jaraknya tak jauh dari meja admintrasi, sekarang mimisannya sudah berhenti dan dengan cepat Rara langsung membasuh mukanya sampai dengan pergelangan tangannya karena disitu terdapat noda merah, dan setelah itu Rara mengeringkan wajahnya dengan tissue
Setelah semuanya usai ia langsung keluar dari toilet wanita, dan alangkah terkejutnya ia melihat Daniel yang sedari tadi berdiri sambil bersender melipat kedua tangannya
Rara: Astagfirullah...Pak bapak kok ada disini??? (ucap Rara sambil menetralkan ekspresi wajahnya yang menunjukkan ekspresi panik)
Daniel: Ra...kamu tidak papa??? saya nunggu sedari tadi apakah mimisan kamu sudah berhenti? (tanya Daniel dengan raut wajah khawatir)
Pasti kalian bingung kenapa Daniel berubah menjadi seseorang yang tak dingin lagi jika didekat Rara, ya kalian pasti tahu jawabannya, mungkin Daniel sudah ada rasa dengan Rara tetapi dia sendiri belum menyadarinya
Rara: Ya mimisan saya sudah berhenti pak, ehm...sepertinya bapak tidak usah khawatir dengan saya karena ini sudah biasa (ucap Rara dengan nada sedikit dingin dan tegas, karena ia tak mau dirinya dianggap lemah dihadapan orang lain)
Daniel: Hufftt😤 baiklah...sekarang kita keruang nenek kamu saya ingin pamit pulang (ucap Daniel kembali dengan raut wajah muka dingin)
Rara: Mari Pak...(balas Rara yang segera memakai topi kupluk dibagian jaket hoodienya)
...
Setibanya diruang rawat
Ceklek...
Pas Rara membuka pintu ruangan tempat Omahnya dirawat, ia melihat Omahnya sedang berbincang-bincang kecil dengan Dira sambil tertawa-tawa kecil
Rara: Assalamualaikum Omah ... Dira
Omah: Waalaikumsalam Ra...kamu dari mana saja kok lama sekali?
Dira: Tau nih bincang-bincang apa sih sama Kak Daniel ampe segini lamanya hehe😅
Daniel: biasa berbincang tentang masalah tadi
Dira: ouhh...gitu oh iya itu bajunya Kak Daniel kok basah dibagian lengannya kenapa ya? (tanya Dira sambil memperhatikan lengan kanan Daniel)
Daniel: tadi baju saya kesiram air...(bohongnya)
Biar lebih jelas akan author jelasin ya, jadi sebelum berkendara menuju rumah sakit, Daniel dan Rara ingin melaksanakan sholat Ashar disalah satu masjid terdekat disekitar rumah sakit tempat Omah Rara dirawatkan, nah jadi biar lebih jelas lagi kita langsunh ke cerita flashback saja ya, awas hati-hati jangan baper hahhahhaha😂😅
Flashback
Sore setelah kejadian permasalahan itu Rara dan Daniel berada di dalam mobil Mercedez Banz nya, Rara yang sepanjang jalan memperhatikan lengan Daniel yang terluka sampai" kemeja coklat yang ia kenakan basah karena darah, lalu dengan rasa inisiatif yang tinggi Rara langsung berkata
Rara: Ehm...Pak bisakah kita berhenti dulu? (ucap Rara sambil membuka topi dibagian jaket hoodienya dan mengibaskan rambutnya kebelakang)
Daniel: Ada apa??? 15 atau 20 menit lagi kita sampai Ra...
Rara: kita berhenti di apotik terdekat pak, apakah bapak mati rasa darah diluka lengan bapak terus mengalir, lihat kemeja bapak sekarang sudah basah karena darah! (jelas Rara sedikit sakrasme)
Daniel: Ouh baiklah...(jawabnya singkat sambil menoleh melihat sekitar jalanan untuk mencari apotik)
Aneh...kok jika didekat dia aku merasa tidak seperti diriku yang dingin, padahal kalo biasanya didekat cewek atau orang lain diriku merasa tidak nyaman dan dingin, mengapa dengan Rara tidak? apa aku jatuh cinta? oh no shit stop overthinking Daniel (ucapnya Daniel di salam hatinya)
Itulah yang dirasakan Daniel baru-baru ini jika bertemu dengan Rara, makanya jangan heran atau bingung kenapa sikap Daniel yang dasarnya dingin dan cuek, sekarang baru-baru ini sikapnya berubah karena kedatangannya diri Rara dihidupnya
...
Setibanya di Apotik yang jaraknya 2 km itu menempuh perjalanan ke arah rumah sakit tempat Omah Rara dirawat, Rara langsung turun dari mobil, tapi saat sebelum keluar dan membuka pintu lengan kanannya dicegah oleh tangan kekar Daniel lalu ia berkata
Daniel: Sebentar...(ucapnya sambil mengeluarkan kartu black card miliknya dari dalam dompet yang ditaruh disaku kanannya)
Rara: Apa??? (tanya Rara bingung)
Daniel: Beli kotak p3K-nya yang paling bagus dan lengkap (ucap Daniel dengan jelas)
Rara: Hem...baiklah sebentar (Jawab Rara yang segera turun dari mobil)
...
7 menit kemudian Rara berjalan kembali ke arah mobil membawa kotak P3K dengan packaging paling bagus, mungkin Rara mengikuti intruksi Daniel dengan benar, memilih kotak P3K yang paling mahal, lengkap dan juga bagus
Blugg ( suara knop pintu mobil dibuka)
Daniel: Sudah??? sini kotaknya (ucap Daniel yang sudah mengambil al**ih kotak p3knya)
Rara: makasih ya ekhem ...(kesalnya karena Daniel tidak mengatakan kata terima kasih kepadanya)
Daniel: sorry iam forget, but thanks (ucap Daniel sambil menggulung lengan kemejanya)
Rara: yeah, perlu bantuan? (tanya Rara)
Daniel: tidak usah? (jawabnya)
Pas kemeja lengan Daniel dilipat, terlihatlah luka tusukan yang lumayan dalam dan mengeluarkan banyak darah, disitulah Rara sangat benar" merasa bersalah kepada Daniel, dengan cepat Rara langsung berinisiatif membuka kancing baju kemeja Daniel tujuannya biar mengobati lukanya lebih leluasa
Daniel: HEY! Kamu mau apa? (tanyanya setengah kesal dan terkejut karena tingkah Rara yang mendekat dan langsung membuka kancing kemeja Daniel)
Rara: Mau bukalah, jangan geer...saya begini biar anda mengobati lukanya dengan leluasa, maaf
Daniel: saya bisa sendiri...
Lanjutnya Daniel langsung melepas kemeja coklatnya dari tubuhnya, dan tersisalah Daniel hanya mengenakan kaos hitam polos yang menambahkan pesona dan juga ketampanannya bertambah
Deg...Deg...Deg (suara detakan jantung)
Mengapa jantung gue berdegup cepat? ah mungkin karena kejadian tadi (ucap Rara yang memperhatikan Daniel mengobati lukanya yang sedikit kesulitan)
Rara: Pak Brams, biar saya bantu ya caranya bukan seperti itu, nanti luka bapak bisa infeksi karena tangan bapak belum dibersihkan, ada tissue basah?
Daniel: baiklah...ini (ucapnya sambil mengasih beberapa peralatan yang dia ambil dari beberapa alat didalam kotak p3knya dan juga tissue basah)
Dengan cekatan Rara langsung membersihkan tangannya memakai tissue basah dan segera mengobati luka Daniel dengan cara menekan area luka yang berdarah untuk menghentikan pendarahannya
Rara: Sakit tidak? (tanyanya)
Daniel: argh! se...sedikit (jawabnya sambil menahan sakit)
lalu ia membasahkan tissue basah yang baru dengan air, setelah itu ia membersihkan luka Daniel dengan tissue yang sudah dibasahi dengan air, Rara membersihkan luka Daniel dengan lembut dan hati", setelah semua bersih dari noda darah, barulah Rara menutup lukanya dengan perban
Rara: selesai...kalau tidak diobati nanti sholatnya tidak sah karena ada darah ditubuh (ucap Rara sambil menyelesaikan perbannya dilengan Daniel, tanpa disadari Daniel sedari tadi memperhatikan wajah cantik Rara, entah jantungnya sedari tadi berdegup kencang)
Daniel: Ekhemm...oh begitu yaudah kalau begitu kita langsung ke lokasi Masjidnya (ucapnya sambil mengalihkan pandangannya dari Rara)
Rara: Baik (ucap Rara tersenyum tipis)
.
.
.
.
.
To Be Continue