
Assalamualaikum Readers, Author pengen ngucapin Selamat Hari Raya Idul Fitri buat para umat muslim yang sudah bersemangat menjalani puasa Ramadhan selama sebulan author anggap kalian semua para readers keren banget parah good job guys👍👌
dan juga Author pengen mengucapkan Mohon maaf bila ada perkataan saya yang menyakitkan, bila ada tulisan-tulisan saya yang tidak sedap dibaca, Semoga kita diijinkan untuk menikmati indahnya Idul Fitri dan Semoga Allah SWT memberkahi kalian serta menerima perbuatan baik kalian selama bulan Ramadan
Author ada pesan buat kalian...
Kita memang tak bisa saling bersua satu sama lain, tapi InsyaAllah doa saya akan sampai kepada kalian. Semoga kalian dan keluarga sehat selalu dan dalam lindungan Allah SWT. Selamat Hari Raya Idul fitri mohon maaf lahir & bathin
~ Selamat membaca semua para readers setiaku, semoga karya-karya author dapat menemani kalian di hari yang special ini, amin.
Dirumah Sakit...
Sudah sedari tadi lamanya Dira menunggu kedatangan Rara yang tak kunjung kembali yang alasan perginya Rara pamit untuk pulang kerumahnya dengan alasan ingin mengambil suatu barang, tapi setelah dari jam setengah dua siang tak kunjung balik kerumah sakit tempat Omahnya dirawat
Dan saat ini Dira hanya berduduk dikursi dekat brankar Omahnya Rara sambil menghubungi kontak Rara yang sudah 10 menit ia ulangi panggilan tersebut ke nomor Rara berulang kali tapi tetap tidak ada jawaban...
Sekarang ini keadaan Omahnya Rara sudah siuman dari pingsannya dan juga Dira yang duduk menemani Omah Fitri merasa sangat senang melihat keadaan nenek temannya siuman
Dira: Alhamdulilah Omah sudah siuman...(ucapnya sambil tersenyum kearah Omah Fitri)
Omah: Alhamdulilah, ehm...Dira Rara mana ya kok tidak ada disini? (ucapnya sambil menoleh melihat sekitar ruangan)
Dira: Ouh...tadi Rara baru banget pulang kerumah Omah ada yang mau diambil dirumah katanya (bohongnya)
Omah: tumben...biasanya dia gak kaya gitu kalo Omah dirawat dirumah sakit dia selalu nemanin Omah sampai siuman
Dira: gak tau deh omah... ehm Omah butuh sesuatu? (ucapnya mengalihkan topik)
Omah: Omah butuh air minum Dira ada gak ya?
Dira: Oh iya Omah ini...tadi Dira beberapa jam lalu pergi kekantin beli minum banyak
Omah: Terima kasih nak Dira...(ucap Omah Fitri sambil meminum air mineral pemberian Dira)
Tak Lama setelah itu sekitar 20 menit kemudian Haikal, Rara dan Daniel masuk kedalam ruang perawatan Omah Fitri secara bersamaan
...
Ceklekk...(suara knop pintu terbuka)
Dira: Loh kalian kok barengan? (tanyanya sambil mengernyitkan dahinya)
"Assalamualaikum"))) (salam ketiga orang itu Rara, Haikal dan Daniel)
Omah: Waalaikumsalam warahmatullah eh ada tamu rupanya (ucap Omah yang berusaha buat duduk di brankar)
Rara: Omah sudah Omah istirahat saja (ucap Rara dengan raut wajah khawatir)
Dira: Waalaikumsalam...Kak Daniel Haikal kok bisa barengan?
Daniel: Tadi pas masuk gak sengaja ketemu dan yaudah jadi bareng aja
Rara: iya Dir
Haikal: Ehm ini Neneknya Rara ya...perkenalkan nama saya Haikal temannya Rara (ucapnya sambil menyalami tangan Omah Fitri)
Omah: Halo Nak Haikal...kayanya Nenek dengan sebutan Omah saja Nak, ehm kamu teman barunya Rara?
Haikal: Iya Omah
Omah: Kalau yang satu ini??? (tanya Omah yang menoleh kearah Daniel)
Daniel: Saya Sepupunya Dira Omah (ucapnya sambil menyalami tangan Omah Fitri)
Omah: oh walah...tampan sekali wajahmu nak (ucap Omah sambil memandangi wajah tampan Daniel dan membalas salaman tangan Daniel)
Rara: Ekhem...Omah sudah diperiksa dengan Dokter?
Omah: Belum Ra...Omah baru siuman
Tiba-tiba pintu terbuka lebar dan menampakkan seorang pria bertubuh tegap berwajah yang tak kalah tampan dari Daniel mengenakan jubah putih sedang masuk menyusuri lantai menuju brankar Omah Fitri
"Halo Selamat Sore, Perkenalkan nama saya Dokter Leo, disini saya akan memeriksa kondisi Nenek Fitrianni Ulfah" (ucap Dokter Leo sambil tersenyum menunjukkan aura ketampanannya)
Rara: Baik Dok...Silahkan
D.Leo: Bisakah mbak dan mas keluar sebentar tunggu diluar ruangan?, disini yang berkenan sebagai keluarga nenek Fitri bisa tunggu disini bersama saya
Dira: Oh Baiklah Dokter...
Daniel: Silahkan Pak Dokter...
Akhirnya Dokter Leo mulai memeriksa Omah Fitri didampingi Oleh sang Suster yang membawa peralatan Dokter untuk memeriksa Pasien, dan disebelah Omah Fitri Rara sedang duduk dikursi memperhatikan gerakan setiap gerakan yang Dokter Leo lakukan untuk praktek pemeriksaan kepada Omahnya
...
Setelah usai dari hasil pemeriksaan Kesehatan Omah Fitri, Dokter Leo Mengajak Rara berbicara didalam ruangannya, ya tadi pas keluar ruangan Daniel, Haikal & Dira sempat mencegah menanyakan Kondisi kesehatan Omah Fitri tetapi, Dokter Leo berkata bahwa sang keluargalah yang berhak tahu kondisi kesehatan Omah Fitri, akhirnya Daniel, Dira & Haikal mempersilahkan Dokter Leo untuk berdiskusi kesehatan Omah Fitri
...
Di Dalam Ruangan Dokter Leo
Leo: Baik Mbak Rara silahkan duduk...
(ucap Dokter Leo dengan muka datar tetapi tetap terlihat elegan dan Ramah sambil membuka kaca mata fram hitam dibarengi duduk di di kursi depan meja kedokterannya yang dipenuhi berkas" medis)
Leo: Benar, jadi mbak Rara saya tipe orang yang tidak suka banyak basa-basi dan kita langsung aja to the point
Rara: Jelaskan dok...Omah saya kondisinya saat ini bagaimana?
Leo: Omah Fitri mengalami Sinkop vasovagal, Pingsan jenis ini disebabkan oleh penurunan detak jantung dan tekanan darah secara tiba-tiba. Kondisi ini terjadi saat tubuh bereaksi secara berlebihan terhadap pemicu emosional, neurologis, stres, melihat darah, atau berdiri dalam jangka waktu yang lama
Rara: Hufftt😤...
Leo: Dan penyakit Maag sama penyakit hipotensi (darah rendah) Omah Fitri kumat, jadi saya sarankan makan-makanan yang bergizi yang pertama untuk penyakit maag membutuhkan buah"an seperti pisang,apel,pir, melon serta semangka, perbanyak mengkonsumsi sayur hijau, oatmeal buat sarapan, dan nasi putih bisa digantikan dengan beras coklat, dan makan daging hewani, dan untuk penyakit darah rendah itu harus mengkonsumsi Makanan tinggi vitamin B12, seperti telur, daging sapi dan ayam, kerang, susu rendah lemak, hati sapi, serta sereal yang diperkaya vitamin B12, paham??? nanti untuk semua gejala dan penyakit itu saya resepkan obat yang bagus buat kesehatan Omah kamu Rara (jelas Dokter Leo diakhiri dengan senyuman tampannya, tapi tetap tampanan Daniel😅)
Rara: Jelas sekali Dokter Leo, insyallah akan saya usahakan untuk menjaga pola makan nenek saya, terima kasih Dokter atas saran dan penjelasannya (ucap Rara yang bangkit dari tempat duduknya dan menawarkan tangan untuk berjabat tangan dengan Dokter Leo)
Leo: Sama-sama Mbak Rara, senang bertemu dengan anda (ucapnya sambil membalas jabatan tangan dari Rara)
Tak Lama setelah itu Rara akhirnya memutuskan untuk keluar dari ruangan Dokter Leo dan berjalan dikoridor rumah sakit untuk menuju ruangan perawatan Omah Fitri, setibanya di depan ruangan Omah Fitri disana diperlihatkan Haikal sedang berpamitan dengan Dira & Daniel, tapi untung saja Rara segera cepat" menghampiri Haikal
Rara: HAIKALL))) (Teriak Rara memanggil Haikal yang sudah berjalan membawa tas gendongnya)
Haikal: Eh Raraa!))) (balasnya)
Rara: Mau balik???
Haikal: Iya Ra udah kesorean ditelpon papih tadi disuruh pulang, ini juga sudah sore (ucapnya sambil melihat jam tangan yang melingkar dilengan bagian kirinya)
Rara: Oh yaudah hati" ya Kal...thanks lot udah bantuin gue
Haikal: Sama-sama Ra...loh yang tabah ya gue akan bantuin loh supaya gak diusilin lagi sama nenek" lampir itu
Rara: Siap...makasih
Haikal: yo...gue cabut dulu Byee~
Rara: Byee~👋
Kemudian Rara berjalan menghampiri Daniel & Dira yang sudah berada didalam ruangan Omah Fitri
Ceklekk...(suara knop pintu terbuka)
Dira: Rara...gimana tadi kata dokter Leo tentang kondisi Omah???
Omah: Omah gakpp kan Ra???sehat-sehat saja kan? palingan Omah hanya kelelahan saja jangan khawatirkan Omah ya Ra kamu harus fokus belajar biar bisa jadi orang sukses (ucap Omah dengan nada pelan sambil terbaring diatas brankar)
Rara: Tenang Omah itu penyakit Maag sama darah rendahnya kumat, jadi nanti Rara akan bantu Omah buat atur pola makan yang lebih sehat lagi ya, dan alhamdulilah gak ada penyakit kronis yang menseriuskan (ucap Rara sambil berbicara pelan dan memeluk sang Omah yang terbaring)
Daniel: Alhamdulilah...
Dira: Alhamdulilah...
Daniel: Raline))) bisa saya bicara berdua denganmu diluar? (ucap Daniel dengan nada serius)
Rara: baik pak silahkan kita bicara diluar...(ucap Rara mempersilahkan Daniel untuk berbicara dengannya diluar ruangan)
...
Rara: Bapak mau bicara apa ya??? (tanya Rara sedikit lemas)
Daniel: Wajahmu pucat...sepertinya kamu harus makan dan istirahat
Rara: Iya nanti pak...saya akan makan kalau nenek saya sudah makan (ucap Rara dengan nada serius)
Daniel: Baiklah...untung masalah biaya pengobatan dan tebusan obatnya sudah saya bayar jadi jangan khawatirkan itu kamu fokus belajar saja!
Rara: Maaf...saya jadi merepotkan tapi saya benar-benar berterima kasih atas keikhlasan dan ketulusan hati Pak Daniel yang sudah banyak berjasa atas pertolongan bapak ke diri saya dan Omah saya, tanpa bapak tadi saya sudah berjalan kejalan yang sesat
Daniel: bukan saya...tapi kehendak Allah dengan perantaranya diri saya
Rara: iya...kalau begitu sa- (ucapnya terpotong karena tiba-tiba setetes darah keluar dari lubang hidung mancungnya)
Daniel: Raline...hi..hidung kamu mimisan (ucap Daniel khawatir melihat kondisi Rara)
Rara: Gakpp Pak i..ini sudah biasa, sa...saya permisi
Ucap Rara yang segera menghindar dari diri Daniel untuk berlari kearah toilet sambil menutupi hidungnya dengan lengannya, untung saja Rara mengenakan hoodie hitam jadi tidak terlalu ketara
.
.
.
.
.
To Be Continue
Happy Eid Mubarak 1442 Hijriah Readers...
Maafkan kesalahan" Author baik secara sengaja ataupun tidak disengaja, semoga amalan baik, ibadah, dan doa" kita semua terwujud, serta diri kita semua dapat berubah untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya ya, amin
~ Minal Aidin Wal Fa'idzin mohon maaf lahir & Bathin, Salam dari Author untuk kalian sekeluarga ya sehat" dan bahagia selalu 😊😁