
Tepat pada pukul 08.00 Pagi semua Siswa/Siswi SMA Tunas Harapan berkumpul di aula yang letaknya dekat dengan lapangan olahraga Indoor, disana Rara dan juga Dira sedang berduduk berdampingan dengan Rayhan, Rio, Ryan, dan juga Vina, untuk barisan bagian depan semua Murid-murid SMA Tunas Harapan tempat duduknya sudah diberi nama, tepat dibarisan bagian belakang yang jaraknya agak jauh dari bangku murid-murid sekolah ini terdapat orang tua wali murid yang sudah berduduk menanti acara dimulai
suasana hari kelulusan wisuda ini sangat berbeda yaitu suasananya benar-benar bahagia ditambah cuaca hari ini benar-benar cerah mendukung mood bagus semua murid SMA Tunas Harapan
Dira: Halo Guys...congratulation for us
Rio: Hai iya gak nyangka kita udah wisuda aja, gua dek-dekan nih hasil pengumumannya kita seangkatan lulus semua atau gak?
Ryan: Ya pasti lulus semua lah Yo ngadi-ngadi aje loh
Rayhan: Hai Ra (sapa Rey pada Rara yang sedang diam memperhatikan sekitar)
Dira: Ra itu disapa sama Rey ciee (Ujar Rara sambil menyenggol bahu Rara)
Rara: Eh Rey Halo (ucapnya dibarengi lambaian tangan)
Vina: Ehm...ha-halo Rara Dira (sapa Vina agak grogi)
Dira: Halo Vin😊
Rara: Hem (balas Rara yang hanya berdehem)
Rayhan: Loh cantik banget Ra pake kebaya itu
Rio: CIELAH REY-REY KALO SUKA TEMBAK AJA LANGSUNG HAHA! (ujar Rio diselingi tertawa iseng)
Ryan: Eh Anying loh ngerti jaga adab gak? kepsek lagi mau pidato tolol!
Rara: Ehm makasih Rey...tapi Dira juga cantik kok lihat deh (ucap Rara dibarengi lirikkan mata kearah Dira)
Dira: Ih apansih loh Ra...cantikan lo-
Rayhan: Loh juga cantik kok Dir (potong Rayhan)
Rara: Ekhem...uhukk (batuk Rara yang hanya berpura-pura)
Rio: YE PLAYBOY LOH JANGAN BAPERIN ANAK ORANG MULU APEE REY! (Ucap Rio dengan nada kencang yang mengakibatkan salah satu murid yang duduk didepan terusik)
"Eh Bacot kalo mau ngebacot jangan disituasi kea gini bodoh!"
Rio: Ye terserah gue lah mulut-mulut gue siapa loh berhak ngatur diri gue!
Ryan: UDAH APA YOK! (Bentak Ryan pada Rio, dengan wajah kesal akhirnya Rio ngalah)
Rara: udah jangan ribut dengerin kepsek pidato itu!
Rio: Ekhem iya Ra sorry
Vina: yang sabar ya yo... makanya jadi cowok kalem sedikit ya!
Rayhan: Hem Savage dah tuh!
Vina: ini kepala sekolah yang baru pasti ya?
Dira: iyah...tadi namanya siapa? gue lupa
Rara: Farah Aretha tadi makanya simak nape
Dira: Ampyunn kakak (candanya)
Ditengah-tengah Kepala Sekolah Pidato Daniel dan David muncul dari pintu luar dan berjalan kearah bangku yang sudah disediakan untuk pemilik yayasan, semua siswi-siswi SMA Tunas Harapan sedikit ribut karena saking excitednya melihat kedatangan Daniel & David, siapa sih yang gak excited melihat 2 cogan yang memiliki tipe ideal semua para kaum hawa
"OMG Gue bener-bener beruntung banget dihari yang special ini bertemu seseorang yang special juga Ahhh"
"Aduh jodoh orang ganteng banget sumpah, jadi pengen cepet-cepet nikah tapi maunya dilamar dia gimana nih ahh"
"Masyallah 2 kaum Adam ini benar-benar membuat mataku berdosa karena melihat ketampanannya"
Dan masih banyak lagi pujian-pujian yang keluar dari mulut siswi-siswi itu sampai-sampai mengabaikan pidato kepala sekolah baru itu, Farah Aretha
"Maaf bisakah kaliang tenang?, jika tidak kita gak akan lanjut ke kegiatan selanjutnya yaitu menyambut kepala yayasan" (tanya Bu Farah kepada semua murid diaula itu)
Semua murid-murid pun mulai kembali tenang dan tertib, setelah suasana hening barulah bu Farah melanjutkan pidatonya, setelah bagian pidatonya Kepsek Farah selesai selama 15 Menit, akhirnya kegiatan yang ditunggu-tunggu untuk penyambutan nilai tertinggi di SMA Tunas Harapan dan penyerahan piagam medali untuk semua Murid Angkatan 21
"Untuk Acara selanjutnya kita akan mengumumkan nilai tertinggi yang diraih murid SMA Tunas Harapan dan membagikan Piagam Medali kepada masing-masing murid angkatan 21, Saya Persilahkan Tuan Kepala Pemilik Yayasan Bapak Daniel Bramantyo Pranadipa kami persilahkan untuk segera naik kepanggung" (Ucap MC Pembawa acara wisuda tersebut)
...
Pidato Daniel
Yang terhormat, Ibu Kepala SMA Tunas Harapan
Yang saya hormati, Ibu/Bapak Guru dan Karyawan SMA Tunas Harapan
Yang saya hormati, wali murid siswa kelas 12 SMA Tunas Harapan
Dan yang saya sayangi serta saya banggakan teman-teman murid SMA Tunas Harapan, Assalamualaikum wr.wb.
Puji syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan nikmat yang diberikanNya kepada kita, sehingga pada hari ini kita semua bisa berkumpul untuk mengikuti acara pelepasan serta perpisahan siswa kelas 12 SMA Tunas Harapan. Tak lupa pula shalawat dan salam juga kita sampaikan pada Nabi Muhammad SAW, semoga syafaatnya akan mengalir pada kita di hari akhir.
Bapak Kepala dan Bapak Ibu Guru SMA Tunas Harapan, serta para hadirin yang berbahagia, perkenankanlah saya atas nama Daniel Bramantyo selaku pemilik yayasan sekolah ini mewakili teman-teman kelas 12 untuk menyampaikan sepatah dua patah kata pada acara perpisahan dan pelepasan siswa kelas 12 SMA Tunas Harapan.
Tidak terasa, waktu berlalu begitu cepat. Kemarin rasanya saya baru pertama menjalani OSPEK, mengerjakan banyak tugas dan berbagai macam aktivitas untuk masa orientasi, serta berkenalan dengan keluarga besar SMA Tunas Harapan. Kami dengan latar belakang Sekolah Menengah Pertama berbeda-beda berkumpul di SMA favorit ini, kemudian mendapatkan bimbingan dari Bapak dan Ibu Guru.
Kami sadar, kedatangan kami tentu bukanlah hal yang mudah untuk diatasi. Kenakalan kalian di masa SMP yang masih terbawa seringkali membuat Bapak dan Ibu kesal dan marah. Tapi saya yakin, nasihat yang diberikan Bapak dan Ibu untuk kaling memang untuk kebaikan diri kalian juga. Oleh karena itu, saya mewakili teman-teman juga memohon maaf apabila dalam menempuh studi selama 3 tahun banyak membuat kesalahan.
Terima kasih banyak untuk Bapak dan Ibu Guru atas perjuangannya dalam mengajarkan murid-murid sekolah ini tata krama, kesopanan, dan hal-hal penting lainnya selain mengajarkan mata pelajaran. Saya sangat senang dan bangga karena kalian bisa mengharumkan nama sekolah dengan peringkat pertama peraih rata-rata nilai UN terbaik se-Jakarta. Tanpa perjuangan dan jerih payah serta doa Bapak dan Ibu, mustahil murid-murid sekalian bisa mendapatkannya. Bagi Saya, Bapak dan Ibu Guru adalah orang tua kedua di sekolah.
Untuk teman-teman yang sudah lulus, mari Kalian semua sama-sama berjuang melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi yang sudah teman-teman inginkan untuk menggapai mimpi masing-masing.
Disini kalian semua murid-murid kelas 12 angkatan 21 saya nyatakan Lulus semua dengan nilai yang memuaskan
Semua Murid-murid kelas 12 merasa senang dan bahagia mendengar ucapan Daniel diatas panggung itu, mereka semua bertepuk tangan
Akhir kata, saya memohon doa restu kepada Bapak Kepala Sekolah, Bapak dan Ibu Guru, serta saudara semua agar setelah meninggalkan sekolah ini, kalian tetap bisa membawa nama baik SMA Tunas Harapan . Mohon maaf apabila dalam menyampaikan pidato ini ada salah kata. Saya akhiri, wassalamualaikum wr.wb
"Tepuk Tangan semuanya" (ajak MC pembawa acara)
Plukk...Plukk...Plukk ))) anggap saja suara tepukan tangan
"Baik untuk acara selanjutnya Bapak David Rafardhan selaku wakil pemilik Yayasan akan membacakan penilaian tertinggi yang dicapai kelas 12 angkatan 21 ini, yang terhormat saya persilahkan"
(sambung MC)
Tanpa banyak basa-basi David langsung dikasih aba-aba dengan Daniel untuk segera naik kepanggung, dan Suara David pun segera keluar menggema di mic
David: Ekhem...assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Selamat pagi para murid kelas 12 serta bapak/ibu guru serta staff dan karyawan, perkenalkan nama saya David Rafardhan Abipraya selaku wakil pemilik yayasan sekolah ini yaitu tuan Daniel, berdirinya saya disini yaitu dengan tujuan membaca nilai-nilai para murid kelas 12 sekalian
Ekhem...baik tanpa banyak basa-basi langsung saja kita panggilkan juara peraih nilai tertinggi sesekolah ini*,
...
Dira: Duh kira-kira siapa ya peraih nilai tertinggi...?
Vina: Iya aku udah deg-degan ini Dir
Ryan: Dah jangan panik juara atau gak yang penting udah berjuang
Rayhan: Tumben bijak hemm😞
...
David: I wanna say Congratulations for...
MC: tepuk tangan semuanya))))
Plukkk...plukkk....plukkk))))
Dira: Wuahhh congratulation Rara zeyenkk ahhh tambah ngefans gue ama loh
Rayhan: Congratsss Ra😊
Rio: Selamat ya Pororo 😆
Ryan: Congratss ya Ra😁
Vina: Selamat ya Rara semoga sukses selalu😊
Rara: Amin Thanks you very much semua gue kedepan dulu ya😊 (ucap Rara yang segera bangkit dan berjalan menuju panggung)
Sementara Disisi Lain Genk Ciwi-ciwi Dajjal itu merasa kesal dan iri kepada Rara yang meraih Nilai tertinggi sesekolah ini
Angel: Ishh ngapain di jalang itu yang dapetin nilai tertinggi sih pasti nyogok
Sherly: Hello Angelina...loh ngigo ya mana mungkin cewek miskin itu nyogok
Callula: Tau dapat duit darimana coba! HAHA!😂
Angel: Girls bantuin gue buat ancurin masa depan dia, dia udah ngerebut Daniel dari gue SIAL!
Sherly: Calm Down Ngel...Calm Down ntar kita pikirin cara lain
Callula: iya gaenak situasinya lagi formal begini, liatin aja dulu
Dan Setelah tiba berdiri dipanggung Rara merasa bangga dan sedih bercampur bahagia, karena disaat seperti hari specialnya kedua orang tuanya sudah tiada malah sudah pergi meninggalkan dirinya 11 tahun lalu, sedangkan Omahnya ada urusan yang entah Rara tidak tahu urusan apa yang sedang neneknya uruskan
David: Silahkan Raline berdiri disini, dan Selamat ini Piala & medali pejuang nilai tertinggi yang sudah kamu perjuangkan Raline (ucap Daniel dibarengi memakaikan medali juara nilai tertinggi dari kepala sampai leher Rara)
Rara: Terima kasih banyak pak...
David: Silahkan kamu berpidato terserah ingin menyampaikan apa pun yang kamu ingin ucapkan
Rara: Baik sekali lagi terima kasih Pak (hormat Rara sambil menunduk)
Pidato Rara...
*Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Selamat Pagi Ibu Kepala Sekolah Bu Farah yang terhormat serta bapak & ibu guru yang saya hargai, serta teman-teman seperjuangan saya yang saya banggakan, Alhamdulilah hari ini saya benar-benar sangat senang dan bangga kepada diri saya, sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada bapak & ibu guru yang sudah sabar dan tabah menghadapi kami semua anak kelas 12 untuk memberi ilmu kepada kami semua, dan saya juga ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada ketua/kepala pemilik yayasan SMA Tunas Harapan yaitu Tuan Daniel Bramantyo Pranadipa yang sudah mengatur dan memberi fasilitas sekolah yang memuaskan juga layak untuk kami semua, serta saya ingin mengucapkan terima kasih juga kepada staff dan karyawan karena sudah membantu memenuhi fasilitas lainnya juga dan terakhir saya ingin mengucapkan terima kasih kepada teman-teman semua yang sudah mensupport diri saya untuk tidak pernah menyerah
Alhamdulilah pada hari yang bahagia ini saya berhasil mendapatkan nilai tertinggi disekolah ini dengan hasil jerih payah saya dan juga bimbingan oleh Omah saya yang kebetulan beliau hari ini tidak bisa datang karena ada urusan penting, bagi semua pelaksana acara ini yang bertanya kemana orang tua saya? mereka sudah berisitirahat dirumah Allah yang maha esa, semoga mereka bisa bangga dan senang disanah*
...
Tanpa disadari mata Rara sudah buram karena linangan air mata yang bentar lagi akan menetes dikedua pipih Rara, Rasa sesak bercampur senang, sedih Rara rasakan disituasi special ini
Hiks...😢 (air mata pun menetas)
Bolehkah saya membacakan puisi buatan saya didepan sini? (tanya Rara kepada semua peserta acara itu)
"Silahkan Raline kamu boleh membacakan puisi karya kamu pada kami semua" (ucap Kepala Sekolah)
Puisi Rara
Hadirmu kian tidak akan pernah nampak lagi disisiku
Hanya sendiri berdiam diri di rumah terasa sunyi
Tiada yang menemani Hikss...kedua orang tua terkasih dan tersayang
Kini aku hanya seorang yatim dan piatu nasib teratapi...Hikss😭 (Baca Rara dibarengi tangisan)
Engkau tinggalkan aku sendiri di rumah tua itu...
Gubuk yang menyimpan banyak cerita tak terlupakan
Tempat ibu dan ayah mencurahkan lelah yang ia rasakan Hikss...hikss😭
Sekarang hanya bisa berdiri kokoh sepi penghuni
Aku berdiam diri duduk terpatri
Bayang-bayang semu menghampiri diri yang enggan menghilang...
Tenanglah di sana wahai ibu dan ayahku
Tunggu aku di separuh perjalanan yang liku 😢
Senyum tidak terhiasi lagi di kediaman sejuk nan asri
Foto yang berdebu menjadi kenangan tembok yang bisu
Keadaan membuat semakin tangis menderu
Dimana lagi tempat aku mencurahkan keluh kesah ini
Ayah dan ibu kini engkau telah menghadap sang Illahi
Hidup bahagia disisi alam yang sesungguhnya
Berlinang tangis mengikhlaskan kepergian engkau di sana...
Semoga engkau bahagia di surga-Nya
~ Rara Rindu Kalian Ayah Bunda...
Pesan saya pada kalian semua...jangan pernah mengecewakan hati orang tua kalian, buatlah mereka merasa senang,bahagia dan bangga yang dihasilkan dari kesuksesan yang kalian raih, senangilah mereka selagi mereka masih berada disisi kalian, buatlah mereka tersenyum selama mereka masih hidup
Hiksss...hikss😭
Rara pun langsung menumpahkan semua tangisannya didepan semua orang yang berada diaula itu, semua peserta baik kepsek, bapak/ibu guru, murid-murid semua menangis sesak mendengar puisi yang Rara bacakan dipanggung, tak terkecuali Daniel dan juga David yang menetaskan air mata melihat Rara membacakan puisi yang berisi curahan hatinya meredam rindu kepada orang tua tersayang yang sudah alam sana yang jauh lebih indah daripada dunia
Semua Murid-murid SMA Tunas Harapan bangkit dari tempat duduknya berjalan kearah orang tua mereka yang duduk ditempat bagian belakang, mereka semua memeluk, mencium orang tuanya masing-masing ada yang bersungkeman, ada yang memeluk kencang, dan masih banyak lagi tak terkecuali Angel dan genknya yang merasa berdosa dan bersalah atas perlakuan mereka kepada Rara, mereka bertiga meminta maaf kepada kedua orang tuanya juga melakukan hal yang serupa seperti murid lainnya
Dengan rasa prihatin juga sedih kepala sekolah Farah langsung berjalan kearah panggung memeluk tubuh Rara yang sedang terisak-isak menangis
Farah: Yang sabar ya Sayang kamu anak sukses, pasti mereka disana bangga dan tersenyum melihat kamu berdiri disini meraih nilai tertinggi, Selamat ya Raline
Rara: Rara sedih karena Omah gak bisa datang...dan orang tua saya sudah tidak ada 11 tahun lalu
"Assalamualaikum...siapa bilang Omah gak hadir diacara special cucuk Omah" (Tiba-tiba Omah Fitri sudah berada dibelakang Rara)
Tadinya disaat situasi pilu Daniel melihat kehadiran Omahnya Rara yang berdiri menangis memperhatikan cucunya yang berada diatas panggung, tanpa banyak basa-basi Daniel langsung menghampiri Omah Rara untuk mempersilahkan masuk kedalam aula acara tersebut
Rara: OMAHH))) (teriak Rara memeluk tubuh Omahnya dan bersujud dihadapan Omahnya sampai-sampai semua peserta acara tersebut kembali melihat Rara yang bersujud sambil menumpahkan air matanya)
Omah: Rara...Selamat ya sayang Omah Bangga sama kamu😢 (Ucap Omah Rara yang juga meneteskan air matanya bangga melihat cucuknya)
Rara: Hikss...Omah...Omah akhirnya datang juga makasih Omah makasih hiks😢😭
Setelah 15 menit suasana pilu telah usai, acara selanjutnya pun dilaksanakan sampai selesai
To Be Continue
Gimana ada yang nangis gak nih??? , kalo ada yang nangis jangan lupa kasih like, dan vote juga komennya ya
jangan ditanya author nangis apa gak? nih air mata sedari ngetik ngalir mulu Hiks😢😭