You're Mine Cool Girl

You're Mine Cool Girl
YMCG Eps 47



Situasi keadaan Daniel saat ini benar-benar hancur, first kissnya sudah direbut dengan Angel dengan cara yang benar-benar kotor mencium bibirnya Daniel begitu saja padahal mereka bukan muhram, saat ini Daniel sudah didalam mobil Mercedez Benznya ia merasa sangat kesal berkali-kali lipat


Daniel: Arghhh sial! DASAR WANITA BREN****! (umpatnya kesal sambil memukul setir mobilnya)


Bugh...bugh...bughh


Tiba-tiba pintu mobil pun dibuka, David yang melihat keadaan Daniel kesal meninju setirnya duduk dibangku sebelah pengemudi sambil berkata


David: Istighfar Niel...jangan lukain diri loh sendiri! emangnya tadi loh diapain didalam sama tuh cewek? bilang sama gua! (tegas David menatap wajah Daniel serius)


Daniel: Dia udah ngerebut firts kiss gua maksa vid! gue bener-bener kesel dan benci sama cewek BRENGSEK ITU! ARGHH SIAL (Umpatnya lagi memukul setirnya sampai" klackson mobilnya tak sengaja ikutan bunyi)


David: huuftt😤😧...bener" tuh cewek mur**** banget!


Daniel: dia maksa gue buat gak batalin pertunangan gue sama dia, dan gue tolak, asli gue aja bener" gak suka sama dia gu-


David: dan loh suka sama Raline iya? (potongnya)


Daniel: Gu-


David: jujur aja Niel, gue tau sikap dan kelakuan loh dari dulu jujur aja! (tegasnya)


Daniel: iya gue punya perasaan sama dia tapi gue gak terlalu fokus sama perasaan gue Vid! (jawabnya dengan tatapan mata tajamnnya kearah David) gue lagi fokus sama perusahaan, gue pengen buang ego gue, gue gak mau kejadian masa lalu gue sama si breng*** Laura terjadi lagi...


David: seengaknya loh mencoba buat move on dan mikirin masa depan loh, eloh gak mau punya sebuah keluarga yang harmonis dan bahagia?


Daniel: ntar gue pikirin deh, yang jelas sekarang gue harus redam emosi gue dulu Vid! (katanya lagi dengan ekspresi wajah masih kesal)


David: sholat yuk bro...kita kan belum sholat Ashar sekalian nenangin hati dan pikiran loh


Daniel: hem...yudah yuk


Mereka berdua pun langsung keluar dari mobil dan berjalan kearah mushola ada didalam perusahaan milik Daniel


Pranadipa'Group


...


Sementara di tempat lain, Rara sedang didalam mobil Alphard bersama keluarga Daniel, Adam & Hana, Bryan serta istri dan anaknya, dibangku paling depan Bryan mengendarai mobilnya dibagian samping Ghina istrinya yang memangku tubuh kecil Kevin, dibangku kedua Adam & Hana , dibangku paling belakang Rara yang duduknya memojok kebagian kanan sambil memeluk tasnya yang berisi pakaiannya, melihat suasana yang hangat dan canda tawa yang keluar dari mulut masing" keluarga Daniel membuat Rara merasa bahagia tapi juga rindu kepada kedua orang tuanya dan juga Omahnya


Dulu waktu Rara masih berumur 6 tahun


Ayah dan Bundanya mengajak jalan-jalan ke Bandung, waktu itu Ayah Rara bekerja sebagai Direktur Utama Perusahaan beliau bernama Abraham Priyanka Hariz , dan ibunya bekerja sebagai Desainer dibantu oleh Omahnya juga beliau bernama Rihanna Mahira , jadi waktu itu keluarga Rara memiliki mobil Toyota Avanza


Dihari Sabtulah Rara bersama Omah, Ayah dan Bundanya jalan-jalan ke daerah Bandung disana mereka menginap di Villa, mengadakan makan malam didaerah perpiknikan, dan masih banyak lagi, diumur segitulah Rara merasa benar-benar bahagia tanpa memikirkan beban berat


Tapi sekarang hanya dirinya sendiri, semua anggota keluarga Rara meninggalkan dirinya sendirian didunia yang kejam ini


Tiba-tiba seseorang mengajak Rara ngobrol yaitu Bundanya Daniel, Hana


Hana: Rara...tante boleh nanya, tapi maaf kamu jangan sakit hati ya? (ucap Bunda Hana yang kepalanya menoleh kearah belakang)


Rara: silahkan tante aku gkpp kok...(jawab Rara dengan wajah yang masih pucat tapi tetap tersenyum)


Hana: Almarhum Ayah dan Almarhuma Bunda kamu namanya siapa? wajah kamu mirip seseorang yang saya kenal seperti famillier...


Rara: Bunda namanya Rihanna Mahira, dan Papah namanya Abraham Priyanka Hariz...


Adam: Hariz? Jadi kamu anaknya Hariz Raline (jawab Adam dengan wajah bertanya-tanya)


Adam: Di-dia sahabat Om dulu selama 21 tahun lebih Om tidak melihat dirinya lagi...Selama ini Om mencari keberadaannya tetapi tidak berhasil bertemu, dan sekarang Allah malah mempertemukan Om dengan anaknya (potong Adam lagi)


Hana: Alhamdulilah...akhirnya yang belasan tahun lebih kita bisa bertemu keluarga Almarhum Hariz Yah (Ucap Hana dengan raut wajah senang)


Rara: Maaf Om...Jika boleh tau, sejak kapan Om bersahabat dengan Papah Hariz?


Adam: sejak kelas 1 SMP, sampai kita sukses bersama" , tapi waktu dulu itu Papah kamu yang sukses duluan karena dia diangkat menjadi Direktur Utama Perusahaan, dan waktu itu Om masih merintis cari uang buat bangun perusahaan waktu tahun berapa ya Bun? (ucapnya dan langsung menanya ke Hana)


Hana: tahun 2000 pertengahan deh kayanya nah iya bener Bunda masih inget Yah...


Rara: Terus kelanjutannya bagaimana Om...? (tanya Rara yang fokus mendengar cerita dari Adam)


Adam: Om akhirnya ke rumah Almarhum Papah kamu tujuannya ingin meminjam uang tapi Papah kamu orang yang baik hati beliau malah mengasih pinjaman dengan ikhlas, katanya "ini Dam saya akan bantu kamu buka perusahaan, tapi saya ikhlas membantumu bukan ingin meminjamkanmu, jadi tidak usah dikembalikkan" terus Om maksa buat nanti akan dikembalikkan uangnya karena Papah kamu ngasihnya banyak sekali tapi dia berkata "balaslah kebaikanku dimasa depan nanti jika kau sudah sukses, jangan dipikirkan untuk mengembalikkan uangku ini balaslah dengan cara lain, aku yakin kau akan menjadi CEO Perusahaan yang sukses Dam"


Bryan dan Ghina hanya menyimak perkataan Adam karena menurut mereka, jika Orang tua berbicara jangan dipotong dengarkan dulu


Adam yang bercerita tentang sahabatnya dengan hati yang sangat rindu kepada sahabat lamanya Hariz, tiba-tiba tanpa disengaja air matanya mengalir dipipinya, Hana yang melihat suami tersayangnya menangis langsung berinisiatif mengambilkan tissue dan memberinya kepada Adam


Adam: Hikss😭 Om benar" Rindu kepada Papah mu... sudah 21 tahun Om tidak melihat wajah Papah mu Raline (Ucapnya dengan nafas tersedu-sedu)


Bryan: Pah sudah...sekarangkan ada anaknya Raline Papah kalau rindu Almarhum Om Hariz lihat wajah Rara saja dia sangat mirp dengan Almarhum Om Hariz


Adam: Iya Benar...Kamu sangat mirip Hariz Raline, Papah kamu dulu sangat tampan dulu Om dengan beliau jadi cowok Favorit dari SMP sampai kuliah (Ucapnya lagi yang sudah berusaha tenang)


Rara: Rara sangat rindu sama mereka Om Tan...(Ucap Rara sambil menundukkan tatapannya)


Hana: Rara sayang boleh tante peluk? (tanyanya dan langsung dijawab oleh Rara dengan menggelengkan kepalanya)


Sabar ya sayang...sekarang kamu boleh anggap Om Sama Tante Bunda sama Papah kamu, kamu juga udah kami anggap sebagai anak kandung kami (Ucap Hana yang melepaskan pelukannya)


Rara: Makasih Om...Tante...Kak Bryan, Kak Ghina kalian semua orang" baik


Adam: Rara bagaimana kalau kita makan dulu dirumah Om? nanti baru kamu kami antarkan pulang


Rara: Terima kasih Om Tante...Maaf Rara ingin pulang saja soalnya Rara harus urusi pendaftaran buat masuk kuliah, dan membereskan Rumah


Hana: Pendaftaran kuliah kamu sepertinya sudah diurus sama Dira mungkin nanti Tante akan izin ke Mamahnya biar Dira nginep dan menemani kamu dirumah biar tidak kesepian


Rara: Baik Terima kasih Tante


Mobil pun tiba di daerah komplek perumahan Rara, Dan Rara pun langsung berpamitan kepada semua orang yang ada didalam mobil dan turun, berjalan kegang Rumahnya, setibanya didepan rumah Rara langsung disambut oleh seseorang yang bergender laki" mengenakan stelan jas berwarna abu" duduk didepan halaman rumah Rara


"Siapa ya tuh orang?" (tanya Rara kebingungan dalam hati)


.


.


.


.


.


To Be Continue