
Jangan Lupa Like Komen dan Vote buruan okeh👌
Selamat Membaca Guys📖
......................
Rumah Keluarga Ghani & Nisa
Dengan rasa tergesa-gesa Bryan akhirnya memutuskan untuk cepat-cepat on the way menuju mansion Daniel, karena mungkin dikala seperti ini Daniel benar-benar butuh dirinya, dan sangat jarang sekali Daniel menyuruh Bryan untuk bermain dan mengunjungi Mansion milik adiknya itu
Sedangkan Ghina yang sedang mengeringkan tubuh Kevin bertanya-tanya,bingung melihat tingkah suaminya yang raut wajahnya tergesa-gesa
Ghina: Pah...mau kemana kok kaya buru-buru gitu?
Bryan pun berjongkok didepan Istrinya yang sedang mengolesi minyak telon ke Kevin di atas ranjang, lalu berkata
Bryan: Sayang...Aku disuruh Ke Mansion Daniel sepertinya dia ingin meminta tolong kepada aku, kamu disini dulu ya sama Kevin, nanti aku jemput kamu setelah selesai (mengelus paha istrinya)
Ghina: Iya sayang, mungkin Daniel ada urusan urgent dan minta kamu bantu dia, soalnya dia kan jarang-jarang minta kamu datang ke Mansionnya
Bryan: Iya sayang aku berangkat dulu ya
"Cup😘"
Bryan pun mencium dahi sang istri
Kevin: Papah epin uga au di ium
~ Papah Kevin juga mau dicium
Dengan gemas Bryan menciumi dahi,pipi anaknya
Bryan: Anak Papah si ganteng wangi banget, yaudah aku berangkat Assalamualaikum
Ghina: Waalaikumsalam, nanti kabari kalo udah selesai
(ucap Ghina yang menyalami tangan suaminya)
Bryan pun hanya membalasnya dengan senyuman manisnya kepada sang istri dan Kevin
Bryan pun mulai berjalan ke pintu keluar, tak lupa ia juga berpamitan dengan Om dan Tantenya, begitupun dengan orang tuanya
Setelah itu dia langsung on the way ke mansion Daniel, untung saja ia masih ingat walaupun baru sekali dua kali main ke mansion adiknya itu, Daniel memanglah orang yang sangat jarang mudah terbuka kepada orang lain termasuk keluarga nya sekalipun tentang privasi dirinya
Dan juga tipe anak yang jarang bermanja-manja dengan keluarganya, sikapnya sangat jauh dengan Bryan yang terkenal ramah, manja, dan ceria
...----------------...
David dengan langkah tergesa-gesa membawa 2 bungkus pakaian yang bungkusan 1 berisi pakaian dalam, yang satu bungkus dengan ukuran agar besar isinya 2 pasang style atasan dan bawahan wanita sesuai permintaan Daniel, karena jika Daniel sudah berkata serius dan nadanya sedikit tinggi seperti tadi
Pasti ada hal yang sangat serius dan urgent, makanya supaya David tidak terkena amarah atasannya itu sekaligus sahabatnya, ia dengan cepat tanpa banyak ngomong melakukan perintah Daniel
Setibanya di dalam mansion dia melihat Daniel yang tengah terduduk diam dengan raut wajah khawatir, dengan penuh rasa peka dari diri David, David mengetuk pintu agar tuannya itu tersadar dari lamunannya tanpa merasa terkejut
"Tok...tok")))
David: Assalamualaikum Niel,ini baju yang sesuai permintaan loh
(Memberi bungkusan baju ke Daniel yang udah tersadar)
Daniel: Waalaikumsalam thank you bro, tunggu sebentar gue mau ngasih ini ke Mbok Laras buat gantiin baju Rara
David tiba-tiba berubah menjadi bingung, ia bertanya-tanya mengapa Rara ada di Mansion Daniel?, mereka tidak melakukan perbuatan haram bukan?
"Astaghfirullah, istighfar David jangan suudzon" (dia mengutuk dirinya sendiri atas pikiran kotor yang timbul diotaknya)
...----------------...
"Tok...tok"
"Ceklekk"
Daniel memasuki kamarnya, dan melihat mbok Laras sedang memijiti lengan Rara yang masih pingsan seperti tadi
Daniel: ini mbok tolong gantikan pakaian Rara (memberi bingkisan ke tangan Mbok Laras)
Mb.Laras: Tuan, sepertinya denyut nadi si Non melemah, apa tidak sebaiknya dibawa ke rumah sakit?
Daniel: yang benar Mbok? Tadi Daniel sudah menelpon kak Bryan buat segera datang kesini memeriksakan tubuh Rara, yaudah sekarang tugas mbok tolong gantikan pakaian Rara ya
Mb.Laras: Ya sudah, saya akan menggantikan pakaian si Non ini tuan
Daniel pun keluar dari kamarnya berusaha menelpon abangnya Bryan
Tapi pintu masuk dibuka seseorang, dan ternyata Bryan sudah tiba di mansion Daniel
Dengan bergegas Daniel menghampiri Bryan, David pun juga ikut nimbrung
Daniel: Bang, tolong periksain tubuh Rara ya dikamar gue nanti, tadi dia di mobil mimisan sama pingsan
David: Hah serius bro???
Bryan: innalilahi, yaudah sekarang anaknya dikamar kan?
Daniel: Mbok Laras lagi gantiin baju Rara tadi mimisan netes ke baju
Bryan: udah selesai kali
David: coba ketuk pintunya aja
Mereka bertiga pun berjalan ke kamar Daniel, dan tak lupa Daniel mengetuk pintunya kamarnya dulu karena mungkin aja Mbok Laras belum selesai menggantikan baju Rara
"Tok...tok"
Daniel: Mbok, udah selesai belum gantiin bajunya?
"Sudah tuan)))"
Ucap mbok Laras sedikit kencang agar Daniel bisa mendengarnya
Tanpa butuh waktu lama, Daniel langsung masuk ke kamar diikuti Bryan dan David dibelakangnya
Begitu melihat kondisi Rara yang masih tertidur pingsan, Bryan langsung mempersiapkan alat dokternya yang hampir aja tadi sebelum berangkat ia lupa membawanya untuk berjaga-jaga
Bryan: untung tadi gue gak lupa bawa alat kedokteran gue Niel, soalnya lu gak bilang kalo ada yang sakit
Daniel: Sorry tadi gue panik Bang jadi gak sempet mikir kesitu
Bryan: Its oke, untung gue orangnya punya rasa inisiatif tinggi
David: ett dah ya bang Bryan show off aja, buruan itu periksa kondisi kesehatan Rara
Bryan: Iya ini...
Bryan mulai memeriksa kondisi kesehatan tubuh Rara hampir memakan waktu 15 menit
...----------------...
Bryan pun akhirnya selesai memeriksa kondisi kesehatan tubuh Rara, ia langsung mengajak Daniel berdiskusi
Bryan: kondisi Rara saat ini masih lemah,dia butuh istirahat, dan pola makan teratur, mungkin karena dia kecapean kan bisa aja
Daniel: gimana gak kecapean orang dia kuliah sambil ngantor
Bryan: Mbok Laras mana?
David: itu diluar Bang mungkin lagi di dapur
Bryan: Bilangin Mbok Laras kalau Rara siuman tolong disuapin makan ya, kayanya dia akhir-akhir telat makan dan asam lambungnya naik
Daniel: iya tadi udah gue suruh masak buat makan malam
Bryan: gue balik ya, nanti Ghina nyariin... kesian besok dia ada jadwal cek up pasien
Daniel: Iya bang, makasih ya udah bela-belain dateng kesini
Bryan: santai, gue balik Niel, Vid Assalamualaikum
Daniel: Waalaikumsalam, titip salam buat kak Ghin
David: waalaikumsalam hati-hati bang
...----------------...
"Gak Rara mohon jangan tinggalin Rara sendiri BUNDA AYAH OMAH!, JANGAN PERGI AKU MOHON! Hiks...hiks...hikssðŸ˜)))"
"Ra...Rara...hey bangun sadarlah kakak mohon"
Disaat dalam keadaan hening, Daniel sedang mengerjakan kerjaan di meja dalam kamarnya, sedangkan David dia sudah pulang karena ia dirinya itu juga akan menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda
Mbok Laras sudah kembali ke rumahnya karena dia akan memasak makan malam juga untuk suaminya dan membereskan cucian baju milik mereka berdua
Jadi di mansion Daniel hanya ada Daniel dan Rara berdua, disaat-saat Daniel sedang mengerjakan berkas-berkas dokumen, tiba-tiba Rara menangis dan berbicara histeris layaknya mengigau
Dengan cepat Daniel menyadarkan diri Rara dan memberi Rara kayu putih untuk ditaruh dihidung supaya Rara bisa menghirup aromanya
"Hikss😠jangan tinggalin aku sendiri aku mohon Hikss...hikssðŸ˜!"
"HIKS😠AYAH BUNDA OMAHHH!"
"Ra sadar, ada kakak disini ada saya Pak Brams RA sadar!"
Ucap Daniel sambil berusaha menyadarkan diri Rara karena semakin lama Rara semakin tidak karuan mengigau nya, sontak dia terbangun sambil berteriak
Dengan paksa Daniel langsung memeluk diri Rara kedalam pelukannya, Rara menangis sekejer-kejernya
Rara: Hikss...😠HiksssðŸ˜
Daniel: syutt...istigfar istigfar Ra
Ucap Daniel sambil berusaha menenangkan diri Rara dengan menepuk-nepuk punggung nya, akhirnya Rara mulai tenang dan tangisannya juga sudah berhenti, jadi pelukan mereka sudah lepas
Rara: Rara ada dimana kak Brams?
(Tanya Rara melihat sekeliling ruangan itu, dengan mata yang masih berair dan merah)
Daniel: ada di mansion Kakak, ka-kamu udah enakan badannya, masih ada yang dirasa sakit?
(Tanya Daniel menatap mata Rara dalam)
Rara: masih pusing sedikit aja, mungkin karena tadi aku bangun mendadak (memegang palanya)
Daniel: ini kamu pake kayu putih, oh ya kamu mau makan?
Kebetulan Rara merasa perutnya sangat lapar
Rara: boleh deh kak
Daniel: kakak ambilin di dapur kamu makan disini ya (ingin beranjak dari duduknya)
Rara: ga-gausah kita makan bareng a-aja (ucap Rara sedikit gagap & menahan lengan Daniel)
Sontak Rara langsung melepas tangannya dari lengan Daniel
Rara: Ekhem...aku bisa makan didapur sendiri aja, kalo kakak gak mau nemenin aku
Daniel: yaudah kita makan bareng aku juga kebetulan belom makan
Setelah Rara mendengar jawaban dari Daniel akhirnya dia merasa senang dan ingin bangun dari duduk diatas ranjang, tapi ia merasa sesuatu berubah dari dirinya dan...
"ASTAGFIRULLAH"
BLUGGG!)))
Reflek Rara langsung memukul lengan Daniel dengan keras disaat Daniel ingin berjalan kearah pintu dan membuka knop pintu nya
Daniel: Astaghfirullah Rara i-ini kenapa? Aduh, sakit Ra kamu kenapa sih?
Rara: Hiks😠Kak Brams ngapain Rara HAH? Kak Brams jahat ngelakuin hal kotor itu kepada Rara IYA?! Hiks...hiksðŸ˜
Ucap Rara sambil menangis yang terus menerus memukuli lengan Daniel tanpa henti, dengan kesabaran besar Daniel akhirnya berusaha menahan serangan dari Rara dan akhirnya dia menarik tangan Rara, juga menatapnya dengan tatapan dingin
Daniel: kamu bilang apa? Saya melakukan hal itu ke diri kamu? Are serious?
Rara: Hiks😠kak Brams jahat!
Hati Daniel teriris ketika melihat wajah Rara sedih secara terus-menerus, akhirnya dia menarik diri Rara kedalam pelukannya dan menghapus air mata yang menetes dikedua pipinya
Daniel: Ra...Inni Akhafullah sesungguhnya aku takut Allah (ucap Daniel menatap mata Rara dalam)
Rara: jadi Kak Brams, gak ngelakuin itu kan ke diri Rara hiks� Terus kalo bukan siapa yang gantiin baju aku?
Tanya Rara lagi sambil berusaha menghentikan tangisnya, dan kembali menatap mata Daniel, sungguh sekarang Daniel berusaha menahan rasa deg-degan nya
Karena sedari tadi jantung Daniel berdegup dengan kencang dengan ritme cepat, juga saat Daniel melihat wajah panik Rara merasa ingin mencubit pipinya karena wajah Rara saat panik terlihat sangat Gemas dan Imut
Daniel: Tidak Raline Odelia Priyanka, yang gantiin baju kamu ini Mbok Laras, Pembantu keluarga kakak sedari waktu Om Adam dan Tante Nisa menikah, kalau tidak percaya kamu bisa langsung tanyain ke rumah depan, yang pagernya warna coklat
Rara pun terdiam, akhirnya dia percaya sama perkataan Daniel dan dia memutuskan untuk langsung keluar kamar karena perutnya sedari tadi berbunyi, mungkin cacing-cacing diperutnya sudah berdemo meminta makan
...----------------...
Selesai makan Rara langsung mengajak Daniel berbicara
Rara: Kak Brams, aku kayanya mau pulang ke rumah soalnya aku besok harus ke kampus ketemu dosen dan berbicara mengenai tugas Jurnal semester ini
Daniel: ini sudah jam setengah 10 yakin mau pulang gak besok aja? Oh iya... Bukannya kamu libur 3 Minggu?
Rara: iya bener aku libur 3 Minggu, tapi...2 hari ini aku harus berdiskusi dengan dosen buat nanya tugas semester ini sekalian mau cari buku buat bantu cari informasi tugas nya
Daniel: mending besok aja Ra, ini udah malam
Rara: Rara pulang sendiri saja deh kalau begitu, biar gak ngeribetin kak Brams, lagian kalo tinggal serumah berdua apalagi bukan muhrim dosa kak...
Daniel: Yaudah, kamu siap-siap Kakak anterin kamu pulang sekarang
To Be Continue