
SMA Tunas Harapan
Nada dan Rayhan tengah duduk di ruangan BK menghadap Pak Yadi yang berselaku Guru BK di SMA Tunas Harapan
Pak Yadi: Jelaskan tadi ada masalah apa? sampai" ada keributan di koridor Mading!
Nada: Ehmm...jadi Pak tadi itu-
Rayhan: Jadi masalah personal Rara Mantan Waketos tersebar pak, dan tadi anak kelas 11 IPS 2 masuk wilayah IPA Pak dan membuat keriuhan disana,jadi situasi sudah panas dan riuh dengan kedatangan murid IPS tersebut situasi bertambah riuh
Pak Yadi: siapa namanya?
Nada: Angelina Mahardika...
Pak Yadi langsung melebarkan tatapan matanya, dan raut wajahnya berubah drastis seperti orang berbuat salah tetapi sudah diketahui dahulu, bahasa kasarnya seperti kebanyakan orang bilang Kicep. Nada dan Rayhan yang melihat hal itu merasa curiga melihat raut wajah Pak Yadi yang tadinya tegas seolah" ingin mengasih pelajaran kepada murid" yang berbuat salah dan sekarang lihat raut wajah Pak Yadi seperti orang ketakutan
Nada: Kenapa Pak? ada masalah?
Pak Yadi: Akhh tidak...tidak baiklah kalian boleh keluar...
Rayhan: Kan belum selesai Pak...
Pak Yadi: Sudah kalian keluar saja...
Akhirnya dengan perasaan janggal yang dirasakan Nada dan Rayhan yang melihat tingkah laku Pak Yadi, mereka memutuskan untuk segera bangkit dan keluar dari ruang BK tersebut, dan pada saat diluar Nada dan Rayhan benar" merasa ada kejanggalan dibalik ini semua
Rayhan: kak gua curiga deh
Nada: curiga karna melihat perubahan raut wajah Pak Yadi iya?
Rayhan: biasanya dia gak kaya gini
Nada: huftt...nanti kita bicarain aja sama kak Rara, Kak Dira sama Radhit
Rayhan: iya biar kita ngatasin semua ini bareng" gua gak mau Rara kenapa-kenapa, kesian dia cuma punya Omahnya seorang
Nada: memangnya orang tua Kak Rara kemana kak?
Rayhan: sudah disisi Allah, Rara anak yatim piatu
Nada: ayo kak kita harus bantu Kak Rara, dia orang baik
Rayhan: Hem...iya Nad gua duluan ya
Nada: mau kemana kak?
Rayhan: ke ruang guru absenin Rara sama Dira
Nada: ikut...aku sekalian mau absenin Radhitiya Kak
Rayhan: yaudah ayo ...
Rumah Sakit
Di ruangan tempat Rara dirawat, Omah, Dira dan Radhit masih setia menemani Rara untuk melewatkan pengobatan yang bertujuan menyembuhkan rasa sakit yang ada dikepala Rara akibat tancapan paku tragedi kejadian disekolah
Dira: Ehm...Ra
Rara: Iyah?
Dira: gua beliin makan ya sedari jam istirahat loh belum makan
Omah: iya nanti kamu sakit perut loh karna perut kelamaan lapar
Rara: iya udah...
Dira: Okeh...em Dhit ayo loh gua sekalian traktir makan ya
Radhit: oke kak
Dira dan Radhit segera meninggalkan ruangan perawatan Rara, dan tinggalah hanya Omah dan Dira yang ada diruangan tersebut
Omah: kasian kamu Ra...dari kecil cobaannya sudah berat
Ucap Omah dibarengi elusan tangannya ke pundak Rara
Rara: Gakpp...masih banyak Omah orang diluar sana yang ujiannya lebih berat dari Rara dan, Rara bersyukur masih punya Omah
Omah: kamu wanita kuat Rara Omah bangga sama kamu
Rara: Omah kenapa jangan nangis? Rara gakpp Omah...Rara bisa hadapi semua ini ya tolong...percaya sama Rara
Omah: Hikksss...akhiiikssss😭 kesian Omah Ra sama kamu...Omah takut umur Omah gak panjang Hiksss 😭...Omah takut kamu kesepian kalau Omah gak ada disisi kamu
Rara: Omah jangan nangis Rara juga nangis nih Hikkksss....akkhiikksss😭, Usia, jodoh, takdir, semua Allah yang menentukan Omah kita sebagai manusia cuma bisa berharap dan berusaha yang terbaik untuk menjalani hidup kita kedepannya...tapi Allah lah yang menentukan jalan hidup kita
Omah: Rara Omah sangat sayang sama kamu...maafin Omah kalau suatu saat nanti Omah gak bisa lihat kamu sukses dan menikah Hikksss😭...tolong Maafin Omah
Rara: jangan ngomong seperti itu Omah Hikssss😭 Rara janji Rara bakalan ngebahagiain Omah...
Omah: Aminn cucuku sayang aminn...
Tak lama setelah itu, pintu ruangan perawatan Rara terbuka, dan menampilkan sosok pria berjas putih, berkulit putih, berwajah lumayan tampan berjalan ke arah brankar sambil tersenyum, tempat dimana Rara sedang istirahat, Dokter tersebut bernama Azhar Bakthiar Cazim
D.Azhar: Halo...selamat siang
Rara: siang dokter
Omah: siang pak dokter
D.Azhar: Bagaimana apakah masih ada sesuatu yang di rasa dikepala?
Rara: tenggorokan saya sedikit nyeri dom
D.Azhar: nyeri? baiklah dokter periksa terlebih dahulu ya, maaf ibu bisakah ibu duduk di sofa saya akan memeriksa cucu ibu ya
Omah: iya dokter silahkan
Sang dokter pun segera membuka perban tersebut dan terlihatlah luka Rara yang lumayan dalam akibat terkena tusukan paku karena benturan disekolah tadi
D.Azhar: luka kamu agak lumayan dalam...nanti saya resepkan obat antibiotik cairan hidrogenperoksida setelah itu nanti saya teteskan secara rutin selama 3 hari
Rara: cairan hidrogenperoksida untuk mencegah infeksi kuman penyebab tetanus ya dok?
D.Azhar: tuh tau...ngomong" kamu tau darimana cairan hidrogenperoksida untuk mencegah infeksi kuman penyebab tetanus?
Rara: belajar...
Ucap Rara dibarengi dengan senyuman tipis sangat tipis, dokter Azhar itu merupakan cowok yang peka jadi ia bisa melihat jelas senyuman tipis yang terlihat dari wajah Rara
D.Azhar: Lain kali jangan ribut" disekolah malu...tunggu sebentar ya dokter mau ambil obat antibiotiknya dulu oke
Rara: Hemm...oke
Dokter Azhar segera meninggalkan Rara dengan senyuman manisnya, tak lupa ia sebelum pergi ia memperban luka dibagian kepalanya Rara
Perusahaan "Pranadipa Group"
Saat ini Daniel sedang memimpin Rapat bersama dengan para Pemimpin" Perusahaan Besar di wilayah DKI Jakarta. dihitung-hitung hari semakin berlalu Daniel malah bertambah dingin tak hanya kepada karyawan perusahaannya, tetapi juga kepada anggota keluarganya termasuk sahabat setianya sedari kecil David, 1 jam kemudian Rapat pun selesai Daniel & David berjalan menuju lift untuk kelantai 16 dimana dilantai tersebut merupakan ruangan Presdir & Wakil Presdir
Tingg...
Pintu Lift pun terbuka Daniel & David segera berjalan menuju arah ruangannya masing-masing tetapi, saat Daniel hendak masuk keruangannya, sekertarisnya yang bernama Rania tiba tiba memanggil Daniel dari arah meja belakang Daniel
Rania: Permisi maaf Pak
Daniel: ada apa?
Rania: didalam ada nona muda Laura pak
Daniel: huuftt...
Sambil menghela nafas Daniel segera melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya
Daniel: sudah jam makan siang ( batinnya )
Rania: maaf tuan saya sudah berusaha mencegahnya tetapi nona itu sangat keras kepala
Daniel: gakpp...saya permisi
Daniel pun segera meninggalkan Rania yang masih berdiri di depan pintu ruangan Daniel. Saat ini Daniel ingin pergi makan siang sambil mengulur waktu agar si Laura cepat singgah dari ruangannya
To Be Continue...
Jangan lupa Readers kasih like & komen disertai votenya ya, terima kasih