
Ruang makan
Rara duduk ditengah-tengah antara Dira, dan Daniel yang tiba-tiba perutnya menjadi lapar karena melihat Rara ingin makan dan ya...akhirnya dia ikut makan
Mereka semua makan dengan keadaan hening tanpa ada yang berbicara, karena itu udah kebiasaan keluarga Adam kalau makan harus diam dan mengunyah saja sampai makanan habis
15 Menit kemudian mereka semua sudah selesai makan, tinggal menunggu dessert pencuci mulut yang sedang dibuat oleh para maid dirumah itu, kira-kira apa ya dessert yang dihidangkan?
ditengah-tengah keheningan Dira membuka suara
Dira: Om Adam, Tante Hana, kayanya aku tau deh Kak Daniel suka sama siapa (melirik kearah Rara)
Hana: Memangnya siapa Dira cantik? (memasang wajah jahil melirik Daniel)
Adam: kayanya Om tahu deh (melirik kearah Rara)
Rara yang dilirik menjadi sangat gugup, dan mununduk mengaduk-ngaduk minumannya, sedangkan Daniel hanya memasang ekspresi wajah datar menatap mereka semua, lalu dengan perasaan kesal Daniel akhirnya bangun dan pergi meninggalkan meja makan sekaligus ruangan itu
Begitu pun Rara yang langsung berbicara mengalihkan topik pembicaraan
Rara: permisi Om...Tante disini ada kopi gak ya? (tanyanya dengan ekspresi gugup)
Adam: kamu mau kopi, ada tuh di lantai 2 semua alat kopi ada disitu lengkap kalo mau buat saja Ra...
Rara: disini siapa yang mau kopi? (melirik ke mereka semua)
Bryan: kakak gak deh Ra mau ke kamar Kevin dulu takut nangis tuh anak (bangun dari bangkunya)
Rara: Kak Ghin? (menoleh ke arah Ghina)
Ghina: gak Ra aku mau buat susu Kevin abis itu mau zoom sama rekan kerjaku (bangun dari tempat duduknya)
Nisa: loh kok ini pada kabur? dessertnya kan belum siap?
Ghina & Bryan: nanti kita makan Tan)))
Rara: Dira mau kopi, Om Adam, Tante Hana, Om Ghani, tante Nisa??? (melirik ke mereka semua)
Ghani: gak Ra terima kasih kita mau makan dessert nanti kekenyangan
Dira: Bener Ra aku mau makan dessert dan gak kepengen minum kopi (tersenyum)
Rara: Okeh...aku permisi ke lantai 2 ya semua (menundukkan kepala)
Rara pun meninggalkan ruang makan itu, dan berjalan ke arah tangga lalu menaikinya, dengan rasa bingung Rara celingak celinguk mencari tempat Kopi yang diberitahu Om Adam alasannya rumahnya benar-benar sangat luas jadi bingung
Karena terlalu fokus mencari ruang kopi itu Rara tidak berhasil menemukannya karena bingung sambil menggarukan kepalanya yang tak gatal dan malah melangkahkan kakinya berjalan kebelakang sampai-sampai ia menabrak seseorang
"Duh mana sih tempat kopinya?" (mundur belakang)
SRUUUSHHH PRANGGGG (Suara isi gelas tumpah dan benda kaca terjatuh)
"AWWWWW ADUH" (teriak Rara mengibaskan tangannya yang terkena cairan panas)
"ADUHH PANAS! KAMU BISA JALAN YANG BENAR TIDAK?"
bentak seseorang dari arah belakang Rara, dan sontak Rara terkejut melihat baju Daniel ketumpahan kopi panas, tapi bukan Daniel aja yang kena tapi bahu dan tangan Rara juga
Rara: AAIISSHH Kak Daniel (panggilnya yang segera meniupkan lengannya yang panas) Maaf kak...a-aku gak sengaja
Daniel: GAK SENGAJA? Hey kamu bisa jalan yang benar gak?! lihat kemeja saya ketumpahan kopi PANAS! TAU))) (bentak Daniel, sampai-sampai orang yang duduk diruang makan mendengar bentakkan suara Daniel, lalu Adam & Hana berlari menghampiri sumber suaranya)
Rara: Ma-maaf kak aku benar-benar gak sengaja (ingin membersihkan kemeja Daniel tapi langsung ditangkis sama Daniel)
Daniel: MINGGIR! Gak usah sentuh!...
"ADA APA INI DANIEL RARA???" (Suara Adam)
Hana: Ini ada apa Ra??? (melirik Ke arah Rara)
Rara: ini Tante tadi aku gak sengaja numpahin kopi Kak Daniel, Mohon maaf ya Om Tante saya sangat merepotkan
Adam: sudah jangan diperpanjang...nanti Om suruh Maid membereskan semua ini
(Ucapnya berturun tangga dan meninggalkan Rara dan Daniel)
Hana: jangan dimasukkin hati ya Ra (mengusap bahu Rara, dan juga mengikuti suaminya Adam turun tangga untuk kembali ke ruang makan)
Daniel pun segera melirik tajam ke arah Rara, Rara yang benar-benar merasa bersalah akhirnya memilih menundukkan wajah dan ingin berjalan meninggalkan Daniel, Tapi...
Daniel: kamu mau kemana hah??? (menahan tangan Rara dan memojokkan tubuh Rara ke tembok dan menghimpitnya) tanggung jawab kamu jangan main pergi" aja (membisikkan ke telinga Rara)
Rara: Ka-kak Brams...maaf a-aku mau ambil sapu di dapur dan gak ada maksud buat gak tanggung jawab (menatap Daniel dengan tatapan sedih)
Daniel: bohong jangan alasan kamu Ra...(menggengam tangan Rara erat dan mengikatnya ke atas kepala) kamu harus tanggung jawab sama ulah kamu sendiri Ra...kakak serius! (membisikkan lagi dan itu membuat tubuh Rara merinding dan akhirnya Rara menghindari wajah Daniel yang sangat dekat dengan wajahnya)
Rara: i-ini Rara mau tanggung jawab kak (berusaha berontak, dan tentu saja tenaganya lebih kuatan Daniel, tapi itu tidak membuat diri Rara terkalahkan akhirnya Rara punya ide)
Daniel: jangan berusaha melawan saya! (bentaknya lagi tapi dengan suara kecil penuh penekanan)
Akhirnya dengan rasa kesal juga yang timbul di diri Rara ia menggunakan idenya yaitu dengan mengeluarkan jurus karatenya yaitu Mawashi-Geri: Tendangan dengan Kaki bagian atas
Brukkk...
Daniel: Aduhh (spontan melepaskan genggaman erat dari tangan Rara)
Dan Daniel tidak mau kalah dia juga menarik tangan Rara lagi dengan cekatan dan menahannya dengan pelintiran pelan dari belakang, Rara yang merasa tanggannya di pelintir merasakan sakit sedikit tapi dia langsung membalasnya dengan memukul perut Daniel dengan sikunya dan roll ke belakang menjauhi Daniel dan berhasilah Rara pergi dari hadapan Daniel yang menahan rasa sakit diperutnya tapi rasanya tidak terlalu sakit sih
"Kamu jago Ra..." (dalam hati, sambil tersenyum tipus )
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Rara: Permisi Om Tante, Rara izin pulang ya ada urusan soalnya (menyalami tangan Adam, Hana,Nisa serta Ghani secara satu per satu)
Hana: cepat sekali sayang, kamu diantar dengan Daniel saja ya?
Adam: sepertinya kamu pulang bukan karena alasan ada urusan tapi gak enak karena kejadian tadi ya? (mengernyitkan dahinya)
Rara: Mohon minta maaf sebanyak-banyaknya ya Tante Om atas kejadian tadi (menundukkan kepala) tapi memang Rara ada urusan Om Tante pengen ke Cafe tempat Rara kerja sekalian ada yang ingin dibicarakan dengan atasan aku
Hana: Oh begitu yaudah...kebetulan banget tuh Daniel, DANIEEL SINI NAK (panggil kepada Daniel yang menuruni anak tangga dengan keadaan sudah mengganti pakaian dan Hana sedikit berteriak memanggil namanya)
Daniel yang dipanggil sang Bunda tercinta langsung menghampirinya dan tidak menoleh sedikit pun kearah Rara karena masih kesal mungkin
Daniel: Ada apa Bun? (ekspresi dingin)
Hana: kamu antarkan Rara ya nak ke tempat kerjanya dulu
Daniel: gak (singkat padat jelas)
Adam: Daniel jangan mulai deh antarkan Rara sanah, maafin lah kesalahannya yang tadi kamu sudah dewasa nak (ucapnya serius tapi juga menahan tawa)
Rara: gak usah Om Tante aku takut ngerepotin kak Brams lagian tadi juga dia marah gegara ulah aku (memasang wajah melas)
Daniel: bisa pulang sendirikan? (tetap memasang wajah dingin dan datar)
Rara: Ergh...Yaud- (kepotong)
Hana: antarkan Rara atau Bunda marah sama kamu Niel???
Daniel: Huffttt (menggaruk rambutnya) ayo cepat! (meninggalkan ruang makan)
Dira: yang sabar ya beib zayangku besok kita hang out yuk udah lama nih (menggandeng tangan Rara)
Rara: boleh sekalian mau beli ba-
"AYOKK RALINE)))" (teriak Daniel lagi)
Rara: Rara pamit semua Assalamualaikum (menundukkan kepala) salamin ke kak Bryan sama Kak Ghin Dir (membisikkan Dira dan lansung berlari kecil karena takut Daniel menunggu lama)
Dan...
Adam: Hufttt...anak itu dari dulu gak pernah berubah sikap dinginnya
Hana: kaya kamu dulu wooo😛
Nisa: tau kaya Bang Adam gak kaya Daniel aja dulu, Daniel tuh duplikatnya Abang tau
Ghani: Tapi kayanya dia agak berubah semenjak kenal Rara
Adam: abang Rasa gitu Ni...
Dira: Kak Daniel tuh suka sama Rara makanya agak beda sikapnya (langsung celetuk dan duduk disamping Nisa alias bundanya)
Hana: bener tuh Dir...tante rasa gitu sih tadi
Semua orang diruangan itu bergosip kembali
...----------------...
Sedangkan 2 manusia berbeda jenis hanya berdiam diri di dalam mobil tanpa ada satu pun yang membuka topik pembicaraan, memang keduanya sama-sama manusia robot kalo gak ada yang ngendaliin buat berbicara suka banget berdiam diaman gak cape apa tuh mulut kebekep aja😞
Siapa lagi kalo bukan Daniel sama Rara, Daniel yang hanya fokus menyetir tanpa menoleh ke arah Rara memasang ekspresi wajah datar saja, sedangkan yang satu lagi tuh juga diam memperhatikan keluar jendela dan mulai merasakan rasa kantuk dimatanya, jadi dia memilih memejamkan mata dan akhirnya tertidur
30 Menit perjalanan akhirnya mereka sampai di Cafe tempat Rara bekerja dan mungkin nanti bakalan jadi kata Bekas tempat job, Daniel yang menarik rem tangan akhirnya menoleh ke arah Rara yang tertidur sangat pulas, dia tertawa kecil melihat Rara yang tidur dengan wajah imut tapi jika diperhatikan lebih dalam seperti ada sesuatu yang artinya sangat dalam dari raut wajah Rara saat tertidur
Daniel merasakan jantungnya dag dig dug kembali tidak berani membangunkan Rara yang tertidur pulas, tapi mau bagaimana pun tugas dia sekarang hanya mengantarkan Rara bukan menemani Rara tidur, dengan terpaksa dia membangunkan Rara dengan cara menggoyankan bahu Rara pelan dan membisikkan sesuatu ke telinga Rara
"Rara bangun...kalo tidak kamu akan saya cabut nyawanya" (bisiknya dengan maksud menjahili Rara)
Spontan Rara langsung terbangun mendengarkan bisikkan yang dikarang oleh Daniel
"Astagfirullah Hal'adzim Allah" (terbangun dan...)
Duggg...)))
"Auwww)))"
Karena saking kagetnya dahi Rara terbentur kaca mobil dan mengakibatkan lebam sedikit di dahinya, Daniel pun langsung mengusap dahi Rara karena khawatir
Daniel: Ka-kamu gakpp??? (mengusap Dahi Rara dan memperhatikan dahi Rara yang terbentur) Maaf...tadi saya gak ada maksud buat ngejahili kamu
Rara: Sakit tau Kak...kalo mau bangunin jangan kaya gitu lagi ntar kalo aku kenapa-kenapa gimana??? (mengusap dahinya yang terasa nyeri)
Daniel: Maaf habisnya kamu tidurnya pulas banget jadi saya banguninnya perlahan saja (memasang wajah bersalah)
Rara: iya gakpp...aku turun ya makasih buat tumpangannya (membuka knop pintu dan keluar memasuki Cafe itu)
Daniel pun hanya melihat kepergian Rara yang sudah memasuki Cafe dan tak terlihat, dengan rasa bersalah ia akhirnya memutuskan untuk balik ke Mansionnya juga tak lupa izin di grup "Adam's Family"
......................
To Be Continue
Jangan lupa Like Komen sama Votenya ya👍