
Semua Guru di SMA itu pun disuruh berkumpul di ruang Kepala Sekolah untuk membicarakan permasalah tentang kasus pembullyan yang Angel dan yang lainnya perbuat.
Kepsek: Baik selamat siang semua bapak/ibu guru yang terhomat, tujuan saya mengumpulkan para dewan guru ini untuk membicarakan kasus pembullyan yang dibuat oleh Siswa di SMA kita bernama Angelina Mahardika anak dari donatur sekolah kita, jadi siapa di antara dewan guru ini yang menjadi wali kelas Angelina?
Semua guru terdiam,tak lama setelah itu salah satu dewan guru mengangkat tangannya ke atas
Saya Pak...
Kepsek: Pak Guntur...
Pak Guntur: betul saya wali kelas Angelina Mahardika...
Kepsek: saya ingin bertanya...apakah sikap dan akhlak Angelina sejauh ini bagaimana?
Pak Guntur: sejauh ini sikap Angelina selalu baik" saja, dan dia orangnya mau membantu sesama jika ada teman sekelasnya atau teman selain kelasnya mengalami kesusahan Pak
Iya Betul Anak saya sikapnya selalu baik dan akhlaknya sangat mulia Pak Kepala Sekolah...
Ucap seseorang dari ambang pintu ruangan kepala sekolah tersebut dengan berpenampilan fancy look tentunya, ya dia adalah donatur sekolah paling besar Ibunda dari Angelina Mahardika bernama Lucianna Michelle
Kepsek: Nyonya Michelle...
Kepala sekolah pun menundukkan kepalanya untuk memberi hormat kepala Nona Michelle dan diikuti oleh dewan guru lainnya
N.Michelle: Ada masalah apa dengan anak saya?
Kepsek: Begini bu...anak ibu yang bernama Angelina telah melakukan pembullyan kepada salah satu siswa berbakat di Sekolah ini yaitu Raline Odelia Priyanka, dan sekarang beliau tengah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk melakukan perawatan lebih lanjut
N.Michelle: memangnya apa yang sudah anak saya lakukan kepada anak itu?
Kepsek: mendorong Raline sampai terbentur tembok yang ada pakunnya Nyonya...
N.Michelle: Pak Richard...kalau begitu bisakah anda membawa saya ke rumah sakit itu untuk menjengguk Raline?
Kepsek: Bisa ibu...tap-
N.Michelle: bisa hantarkan sekarang?
Kepsek: Baik Nyonya Michelle...
Rumah Sakit...
Rara yang sedang tidak sadarkan diri dengan kondisi masih menggunakan seragam sekolah dan kepala yang sudah diperban, membuat Seorang Omah menangis melihat keadaan sang cucu satu"nya terbaring di atas brankar rumah sakit.
Omah: Rara...kenapa kamu jadi seperti ini sih nak...omah gak kuat melihat kamu terbaring seperti ini Hikss...๐ญ
Lalu sang Omah Bertanya
Omah: Apa ada yang menyakiti cucu saya Rara Nak Dira?
Dira: tadi disekolah ada sedikit keributan Omah
Omah: mengapa Rara sampai terluka?
Dira: ehmm...
Omah: jawab nak Dira...
Dira: huffttt๐ค...Jadi Omah
Dira pun menjelaskan rumor kasus perkelahian Rara dan Angel dari awal tidak lupa ia menjelaskan awal mula akibat pertengkaran tersebut dari Rahasia Rara terbongkar sampai saat ini
Omah: Astagfirullahaladzim...mengapa cucu saya yang sudah yatim piatu dihina habis"an oleh orang kaya seperti itu...
Ucap Omah Fitri sambil memegangi mengelus dadanya dengan tangan kanannya, tak terasa Wajah sang Omah berubah menjadi sedih karena melihat kondisi sang cucu yang sangat sangat memprihatinkan, Radhit yang tengah berdiri di ambang pintu hanya menatap 2 perempuan yang tengah bersedih
Dira: Adit...
Radhit: hem...?
Dira: bisa tolong beliin minuman buat Omah? sekalian buat eloh sama gue hem?
Radhit: Okehhh
Dira: Makasih๐
Tak lama Radhit pun langsung bergegas menuju kantin di rumah sakit tersebut, Lalu disaat tengah" menunggu Rara siuman, akhirnya salah satu jari Rara bergerak pelan dan kedua matanya membuka sedikit", dan Rara pun dinyatakan telah siuman
Omah: Alhamdulilah Rara sayang akhirnya bangun juga
Fitri pun yang melihat Rara siuman langsung senang dan bahagia serta langsung memeluk Cucunya begitu siuman
Rara: O...Omah Maafin Rara
Omah: kamu gak salah sayang...jadi jangan meminta maaf oke?
Tak lama seseorang mengetuk pintu, dan tanpa diperintahkan orang tersebut langsung menyelonong masuk ke ruang perawatan Rara dirawat, siapa lagi jika bukan donatur terbesar disekolah Nyonya Michelle yang diikuti oleh Bapak Richard Bernady sang Kepala Sekolah yang berjalan dibelakang Nyonya Michelle
Dira: Selamat siang, maaf anda siapa ya?
N.Michelle: Selamat siang...saya adalah Donatur terbesar disekolah SMA Tunas Harapan panggil saja Nyonya Michelle, orang tua dari Angelina Mahardika yang katanya sudah membully seorang Siswi bernama Raline? apakah betul?
Omah: iya betul...Raline adalah cucu saya satu"nya yang sudah menjadi korban pembullyan tersebut
N.Michelle: bisakah saya berbicara berdua saja dengan Nak Raline Ibu?
Omah: Silahkan...tapi jangan sampai engkau menyakiti cucu saya ingat itu!
Dan Omah Fitri pun segera keluar dari ruangan tersebut diikuti oleh Dira dan Pak Richard dibelakang mereka, pada saat mereka bertiga Omah, dan juga Dira dan Pak Richard ingin keluar ruangan disitu sudah ada Radhit yang sedari tadi hanya berdiri memojok di tembok ruangan tersebut sambil menggengam 1 kantong plastik hitam berisi 4 minuman
Sedangkan diruangan tempat Rara dirawat inap hanya mereka berdua yang di dalam ruangan tersebut yaitu Nyonya Michelle dan Rara
Rara: apa tujuan anda mendatangi saya kesini?
Ucap Rara memasang tatapan tajam dan tetap saja wajahnya seperti biasa datar, karna sudah saking sakit hatinya ia ditindas seperti ini, lalu tanpa sepengetahuan Nyonya Michelle, Raline menggengam hpnya dibawah selimut dan menekan tombol rekam untuk merekam percakapan mereka berdua, karna sedari tadi firasat Raline sudah tidak enak, sebelum Nyonya Michelle datang Raline sudah menggengam hpnya untuk memeriksa jadwal mapel disekolahnya dan pada saat itu juga nyonya Michelle datang dan membuat Rara merasa ada hal janggal dari kedatangan nyonya Michelle, jadi dia langsung mengalihkan aplikasi catatan ke aplikasi rekam suara
N.Michelle: saya minta kamu jujur saja tentang rahasia kamu ke semua orang dan minta maaf ke anak saya atas apa yang sudah kamu perbuat ke anak saya
Rara: atas dasar apa anda memerintah saya seperti itu?
N.Michelle: saya akan membayar kamu
Rara: berapa?
N.Michelle: 1 Milliyar
Rara: Wow that's very a large number
N.Michelle: ouhh yes right
Rara: ehmm...maaf tapi sayangnya harga diri saya lebih mahal dari jumlah uang yang anda tawarkan...
N.Michelle: Hhahaha you're not need money???
Rara: big no...
Nyonya Michelle pun menatap Rara dengan tatapan sinis dan bermakna dalam bahwa Nona Michelle sangat membenci diri Rara, karna Rara tidak menerima perintah yang dia katakan
N.Michelle: Baiklah kalau itu keputusanmu, tapi ingat jangan sampai kamu menangis dikemudian hari
Jelas Nyonya Michelle dibarengi dengan tatapan datar ke arah Rara, lalu dengan geram ia segera meninggalkan diri Rara di atas Brankar rumah sakit itu dengan langkah kaki yang lebar. Rekam suara pun sudah Rara save nanti jika ia sudah diperbolehkan pulang ke rumah Rara akan menyimpan rekaman tersebut di laptop dan juga dimasukkan ke flashdisk sebagai bukti kebenaran jika suatu saat nanti dia akan mengalami hal negatif yang datang kedirinya
Pintu Ruangan perawatan Rara pun terbuka, dan menampilkan sosok Omah, Dira, dan juga Radhit dengan kantong kresek hitam yang digenggam ditangan bagian kirinya
Omah: Ra...
Rara: iya Omah???
Omah: tadi ibu itu bicara apa ke kamu?
Rara: oh tadi dia sama Rara cuma bicarain tentang masalah kasus disekolah tadi, dan dia juga udah minta maaf atas kesalahan anaknya
Bohong Rara dikarenakan Rara tidak ingin melihat Omahnya cemas dan emosi terhadap perlakuan Nyonya Michelle kepada Rara saat mereka berdua berbicara di dalam ruangan perawatan Rara
Omah: Alhamdulilah syukurlah ...dikira Omah dia marah dan meminta pertanggung jawaban
Dira: maaf tidak mungkin Omah...memangnya Rara yang berulah duluan hehe
Radhit: Kak Dira...ini tadi minumannya yang tadi kak Dira suruh beli
Rara: Dira...kebiasaan deh
Dira: Hehe sorryy...maaf ya Radhit jadi ngerepotin loh ๐
Radhit: santai
Rara: makasih ya dhit
Radhit: sama sama Kak
To Be Continue
Maaf Readers baru Up Hehe๐ ...
makasih ya Semua buat 1K lebihnya Author benar-benar Happy & Grateful,
berkat kalian semua Author jadi semangat Upnya Hehe, jangan lupa untuk selalu baca, dukung, like & vote Novel ini ya, sampai jumpa di Episode selanjutnya Bye Bye...๐๐๐