You Are My Hero!

You Are My Hero!
Episode 30



"Tidurlah, aku akan menggantikan kalian untuk menjaga kak Keli!" Lea melongo, "Hero, mengapa kamu berada disini?"


"Kamu tidak memberiku kabar gadis, kamu membiarkanku mencari Zayn sendirian malam-malam. Mangkanya aku datang untuk mencarimu!"


"Eh—oh—ini—anu—kenalin, Lea, ini Hero, yang aku ceritakan waktu itu. Dan Hero, ini Lea, sahabatku!"


"Ha—ha—halo ..." Lea masih melongo, "Apa nggak masalah kalo kamu yang jagain kak Keli?" tanyaku khawatir.


"Tenang saja gadis, tidurlah, aku akan menjaga dari luar. Jadi kalian juga bisa nyenyak tidurnya ...."


"Baiklah! Terima kasih! Mari tidur!" kata Lea bersemangat, dia langsung meringkuk dengan keadaan masih duduk. Dia langsung tertidur pulas.


"Terima kasih Hero, selamat malam ...." kataku, aku ikut meringkuk seperti Lea, lalu tertidur. Badanku capek semua, dan masih lembab.


Pukul 08.18


"Astaga! Aku terlambat sekolah!" Aku panik, cepat-cepat bangun, Lea sudah tidak ada di sampingku.


Bruuk!


"Auh ..." Aku memegang kepalaku yang sedikit sakit dan berkunang-kunang, "Astaga, kau mau kemana sampai terburu-buru?" Farel membantuku berdiri.


"Eh, kenapa kamu nggak sekolah?" tanyaku, masih memegang kepalaku, "Ayolah Ra, ini hari apa? Apa kamu nggak ingat? Ini hari sabtu!" kata Farel.


"Eh, apa iya?" Aku mengambil HP-ku untuk memastikan, "Hehehe ... Maaf, aku lupa. Lea kemana?"


"Dia pergi beli makanan sama ganti baju di rumahmu ... Apa kau mau pulang juga?" Aku mengangguk, "Aku tidak nyaman mengenakan rok basah seperti ini!"


"Kak Keli, aku pamit pulang dulu ya ..." kataku, "Hati-hati ya Ra, salam buat kakakmu. Makasih sudah menemaniku semalaman!"


"Ah, tidak masalah, itu bukan apa-apa. Istirahatlah yang cukup, agar cepat sembuh, sampai nanti Kak! Farel!" Aku keluar dari kamar, lalu aku memesan ojol.


27 menit kemudian ....


"Terima kasih ya mas ..." kataku, "Aku pulang!" aku melepas sepatu sekolahku. Kak Gabie nggak ada di rumah, mungkin lagi kerja.


"Lea, apa kamu ada di rumah?" tanyaku, hanya suara keheningan yang menjawab pertanyaanku. Aku naik ke kamar, syukurlah, aku mendengar suara gemerecik air dari kamar mandi kamarku.


Aku mengganti hoodie Hero dengan baju santai. Lalu meletakkan seragamku dan hoodie milik Hero di ember.


Aku mengambil sikat gigi yang sudah lama nggak di pakai, dan kami memakainya untuk mencuci sepatu.


Pukul 09.05


"Hei, apa kau tidak mau mandi dulu?" suara Lea mengejutkanku, "Astaga Lea! Tidak bisakah kau tidak membuatku terkejut?"


Lea cengengesan, "Maafkan aku Ra ... Aku hanya ingin bertanya." Aku menghembuskan nafas, "Baiklah, dan jawabannya, aku masih harus mencuci semua ini!"


"Terutama hoodie milik Hero. Aku harus segera mengembalikan nya, tidak enak jika aku harus menyimpannya terus-menerus."


"Baiklah, aku akan ganti baju dulu!" Lea kembali ke kamarku, aku melanjutkan mencuci barang-barangku.


Pukul 10.21


"Habis ini, kamu mau ke rumah sakit?" aku menggeleng, "Aku kesana setelah atau waktunya makan siang aja ... Sekalian bawain makanan buat kak Keli sama nenek!" jawabku.


"Cie, yang mau masakin makan siang buat calon kakak iparnya, sama calon neneknya." Aku nimpuk Lea pakai odol.


"Udah ah, aku mau mandi dulu, badanku lengket semua ... Kemarin habis hujan-hujanan, gara-gara Zayn si kurang ajar itu!"


"Kurang ajar kek, iblis kek, dia tetep spesial di matamu, kan Ra?" goda Lea, "Lea, kamu ngomong sekali lagi, aku timpuk pake ember nih!"


"Hahaha! Baiklah, selamat mandi tuan putri ..." Ah, tau ah, aku masuk ke kamar mandi. Habis itu mandi, habis mandi, aku ganti baju.


15 menit kemudian ....


Tok! Tok! Tok!


"Lea, bisakah kamu membukakan pintu untukku? Aku masih ganti nih!" teriakku dari atas.


Setelah ganti baju, aku langsung turun, "Eh, Isabel? Kamu ngapain disini? Ini—siapa?" Isabel dateng bareng 3 orang dewasa, sama 2 remaja seumuranku.


"Maaf atas ketidak sopanan kami, kami hanya ingin bertemu dengan calon menantu keluarga kami ..." kata salah satu dari mereka.


Wah, perasaanku udah nggak enak nih, "Ah, baiklah, silahkan duduk ..." Aku mempersilahkan mereka duduk.


"Maaf, aku akan segera menyiapkan minuman." aku masuk ke dapur, lalu menyiapkan teh untuk mereka semua.


10 menit kemudian ....


"Nak, apa kau benar-benar sudah siap menjadi menantu keluarga kami? Untuk menjadi menantu keluarga kami sangatlah tidak mudah, banyak hal yang harus kau pelajari!"


"Eh, anu, maaf—saya dan Zayn tidak ada hubungan apa-apa, kami hanya teman," kataku, "Sudahlah, di keluarga kami, banyak konflik yang akan terjadi."


"Banyak musuh, dan lain sebagainya! Untuk menjadi menantu keluarga kami, kamu harus mempunyai mental yang kuat, dan tata krama yang baik!"


"Bukan mental yang lemah, dan satu hal lagi. Kak Aidan juga pernah berpesan pada kami semua, jika suatu saat nanti, akan ada konflik besar yang akan terjadi antar keluarga Dirgantara!"


"Kami takut, jika kau tidak bisa melewati semua itu, lalu menjadi stres karenanya! Itu akan sangat buruk bagi reputasi keluarga kami, maka aku sarankan, kamu mundur saja!"


"Apa maksud anda, kehadiran saya akan membuat reputasi keluarga Dirgantara turun atau jelek?" Aku sudah mulai gemas sama sikap mereka.


"Oh, tentu saja kami tidak bermaksud berkata seperti itu! Kami hanya tidak suka, ada orang luar yang mengganggu keluarga kami!" aku meremas jari-jariku, lalu menarik nafas.


"Oh, maafkan saya Nyonya-nyonya, namun saya tidak ada niatan sedikit pun untuk mengganggu keluarga anda sekalian!" Aku berusaha tersenyum, walau sebenarnya aku sangat geram.


"Kami takut kalau kamu tidak bisa bersaing dengan calon menantu yang telah kami siapkan untuk Zayn ...."


"Nyonya, jika saya tidak salah, Zayn sangatlah tidak suka dicampuri urusannya ... Bukan begitu?"


Ketika salah satu dari mereka mau ngomong lagi, aku mengangkat tangan, "Dan, Zayn itu benci kalau hidupnya harus di atur-atur oleh orang lain, kecuali keluarga kandung nya sendiri."


"Benar begitu? Zayn juga merasa geli ketika melihat wanita yang menggodanya, apa benar?" cercaku.


"Seingat saya, Zayn juga benci banget sama orang-orang luar yang sok akrab dengannya dan keluarganya ... Sekali lagi, apa saya benar?"


"Zayn memiliki rasa benci tersendiri untuk wanita-wanita, atau gadis-gadis yang tidak memperdulikan harga dirinya demi mendapatkan hati Zayn ..." Aku mengatakan sesuai pengetahuanku.


"Zayn tidak akan pernah menuruti perintah siapapun kecuali mendiang kedua orang tuanya, dan kakeknya. Dia juga hanya akan mendengarkan orang tersayangnya!"


"Apa sekali lagi saya benar? Kalau ada kata yang saya salah ucap, silahkan di perbaiki ..." kataku.


"Oh, dan dia juga tidak pernah menginginkan sepeser uang pun dari warisan kakek, beserta orang tuanya ..."


"Dia hanya ingin memiliki dunia yang bahagia dan tenang bersama orang-orang tersayangnya."


"Zayn tidak pernah sekali pun berfikir untuk mengambil kembali harta warisan miliknya, dari orang-orang yang berusaha merebutnya!"


Semuanya terdiam, Lea melongo, "Apa semua perkataan saya benar?" tanyaku, "Ah, pastilah perkataan saya tidak ada yang benar sama sekali ...."


"Kalau begitu, apa nyonya-nyonya mau mengatakan hal lain?" kataku sopan, "Jika tidak ada, saya mohon maaf dengan sangat, bukan maksud hati untuk mengusir ...."


"... Namun, saya dan sahabat saya masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, jadi silahkan keluar dari rumah saya!" kataku membukakan pintu.


"Baiklah, kami pergi, terima kasih untuk tehnya!" Aku mengangguk, salah satu dari mereka menepuk bahuku, lalu berbisik, "Jangan senang dulu nak, masalah akan menanti keluarga Dirgantara ...."


Aku tersenyum kecil, "Sampai nanti nyonya! Semoga kunjungan anda menyenangkan!" sebelum orang tadi pergi, aku balas menepuk bahunya.


"Saya akan menantikan nya, sungguh ... Saya sangat-sangatlah tidak sabar menunggu masalah datang, karna masalah yang menghindari saya, bukan saya yang menghindari masalah ...."


Bersambung ....


______________________________________________


*Halo para readers yang author sayangi 😊, hahaha, gombal!


Ok, kembali ke topik utama, mulai episode selanjutanya,


author


up-nya cuman 1 chapter aja ya ....


Karna author takut kehabisan ide, tolong dimaklumi ya? 😇


Beberapa hari ini, author sering kehabisan ide, karna


harus membagi idenya untuk dua novel dengan jalan cerita yang berbeda. Insyaa allah, kalau ada kesempatan lagi, author janji sama kalian,


author bakal update 2 chapter


masing-masing!


Sekali lagi, tolong


dimaklumi ya, byeeee semua, enjoy!


______________________________________________