You Are My Hero!

You Are My Hero!
Episode 15



Aku : Karna aku hanyalah gadis remaja biasa, tidak lebih, dan tidak kurang. Dengan status Zayn sebagai seorang tuan muda, aku takut jika keluarga Zayn tidak menerimaku apa adanya.


Hero : Bodoh, apa aku pernah memberitahumu, bahwa keluarga Zayn memandang status?


Aku : Tidak. Tapi, tapi, entahlah ....


Hero : Gadis, itu hanya berupa rasa kekhawatiranmu. Jika nenek Zayn menyukaimu, maka tidak akan ada yang berani menyentuhmu.


Aku : Apa itu benar Hero?


Hero : Tentu, apa aku pernah berbohong padamu?


Aku : Pernah! Kau menyembunyikan identitas aslimu! (¬_¬)


Hero : Mmm ... ( ̄. ̄)


Hero : Sudahlah, hanya itu kan yang kusembunyikan?


Aku : Kau benar Hero, tapi tidak sekarang! Aku masih perlu waktu, dan masih banyak hal yang belum kuketahui tentang Zayn.


Aku : Bisakah kau membantuku mencari tau?


Hero : Memang nya, apa lagi yang mau kau ketahui dari Zayn?


Aku : Aku ingin mengetahui tentang masa kecilnya, makanan, minuman, dan camilan favoritnya.


Aku : Selain itu, aku juga ingin mengetahui tentang saudara-saudaranya. Contohnya, siapa saja nama saudaranya, apa yang mereka sukai dan mereka tidak sukai.


Aku : Lalu siapa saja yang dekat dengan Zayn semasa ia kecil dulu. Terus ... Sejenisnya lah, apa kau bisa membantuku Hero?


Hero : Tentu saja! Aku akan membantumu sebisaku, aku akan mencari tau nya sekarang. Nanti aku kabari lagi ya gadis, sampai nanti!


Aku : Sampai nanti Hero!


Pukul 01.42


Aku sangat mengantuk, aku kelelahaan mengurus Zayn. Aku juga masih memikirkan matang-matang apa yang dikatakan Seli dan Hero.


Kring! Kring! Kring!


"Halo Kak, ada apa?" Kak Gabie nelfon aku, "Halo Dek, kamu belum tidur ternyata! Ini, kakak baru bisa pulang empat hari lagi. Jadi, kakak nggak bisa ngerayain ulang tahun kamu ..." jawab kak Gabie.


"Iya Kak, nggak apapa. Kak, sebenernya ada yang mau aku sampein ke Kakak, tapi aku tunggu Kakak pulang aja deh! "


"Emang apa yang mau kamu omongin Ra?" tanya kak Gabie, aku menghembuskan nafas, "Ini, nanti bicarain nya setelah Kakak pulang aja. Tapi sebelum itu, biarin aku izin nggak sekolah sampe kakak pulang."


"Emang, penting banget ya Dek?" aku terdiam sejenak, "Iya Kak, penting banget! Kalo aku jelasin di telfon, Kakak nggak akan paham, mangkanya aku nunggu Kakak pulang aja."


"Kamu kenapa jam segini masih bangun Dek?" tanya kak Gabie, "Di rumah, ada temanku yang menginap, dia sedang sakit, jadi aku harus merawatnya."


"Namanya siapa Dek? Temen apa temen?" tanya kak Gabie dengan nada menggoda, "Dia sahabatku Kak, nggak lebih, namanya Zayn. Di sini juga ada Lea dan Farel." Kak Gabie mengenal Farel dan Lea, tapi tidak dengan Zayn.


"Owh, kalian baik-baik aja ya disana? Jangan ngelakuin yang nggak-nggak, awas aja kamu Dek! " Aku menepuk jidat, "Kakak ngomong apa sih, udah ah, makin malem, makin ngelantur kemana-mana omongan Kakak!"


"Hahaha ... Iya deh, maaf, kalo gitu, jangan lupa istirahat yang cukup! Sampai nanti Dek!" kata kak Gabie, "Dah ..." Kak Gabie nutup telfonnya.


Apa yang harus kulakukan sekarang? Kak Gabie masih empat hari lagi pulangnya, Zayn masih belum turun demamnya. Lea masih trauma sama kejadian beberapa hari yang lalu.


Dan sekarang, aku mencemaskan hubunganku dan Zayn. Apalah ini, ya ampun! Aku bingung dan masih ragu-ragu mau menjawab apa!


"Bisakah kau berada di sampingku untuk selamanya Zayn?" aku menatap langit-langit rumahku, "Dan, apa aku bisa mempercayai semua perkataanmu?"


Kenapa hidupku jadi sangat rumit? Siapa yang membantai seluruh keluarga Lea? Ada apa dengan keluarga dan orang tua Zayn?


Dan sebenarnya siapa si 'Hero' itu? Mengapa dia tidak mau mengungkapkan identitas aslinya? Lalu, siapa pemilik sepasang mata hazel yang amat sangat kukenal?


Terlalu banyak pertanyaan dalam pikiranku sekarang. Aku sangat-sangat yakin, 'Hero' hanyalah sebuah nama samaran.


Hero : Gadis, mengapa kau masih belum tidur?


Aku : Hero, aku harus mengurus Zayn hingga dia sembuh. Entah kenapa, aku merasa bersalah padanya ... (╯_╰)


Aku : Apa kau sudah mendapatkan informasinya?


Hero : Tentu saja Ra, aku sudah menemukan semua informasi yang kau butuhkan.


Hero : Zayn adalah anak yang ceria dan periang sebelum umur 7 tahun. Dia mempunyai banyak teman, hingga sesuatu yang buruk menimpanya.


Hero : Dia mempunyai beberapa teman dekat. Namanya Farel, Farel yang kumaksud adalah sahabatmu sekarang.


Hero : Yang kedua, namanya Isabel Valestasia, orang yang selain pembantunya biasa memanggilnya Isabel, mereka sangat dekat satu sama lain.


Hero : Yang ketiga adalah Queena Hersalina, orang terdekatnya biasa memanggilnya Lina, dia sangat suka melihat Zayn dan Isabel bersama.


Hero : Bisa dibilang, Queen itu sederajat sama pembantunya Isabel, kalo mereka lagi berdua. Karna Queen slalu menuruti, dan berusaha mendapatkan semua kemauan Isabel.


Hero : Zayn punya adik sepupu yang nggak punya hubungan darah sama sekali sama Zayn. Bisa dibilang, kayak anak angkat gitu, namanya Della.


Hero : Keluarga Della sempat bangkrut, dan yang menolong mereka adalah keluarga Zayn. Dan mengangkat mereka sebagai keluarga, Della pernah suka sama Zayn.


Hero : Tapi ya gitu, Zayn nya bodo amat sama Della. Selain Della, Isabel sama beberapa sepupu lainnya juga pernah suka sama Zayn.


Hero : Karna hampir seluruh sepupunya, itu keluarga angkat. Nggak ada hubungan darah apapun sama Zayn, oh ya, Zayn punya tiga sepupu yang punya hubungan darah sama Zayn.


Hero : Mereka sangat baik dengan Zayn, dia bisa merasakan, bahwa ketiga sepupunya itu, tidak punya maksud tertentu dalam sikap baiknya.


Hero : Kedua orang tua dari tiga sepupu Zayn telah meninggal dunia, tidak ada yang tau pasti apa penyebabnya!


Hero : Yang pertama, namanya Keillie, dia anak pertama dari tiga bersaudara. Anak kedua namanya Emma, anak ketiga namanya Leo.


Hero : Mereka yang slalu membantu Zayn merawat neneknya dan mendiang kakeknya semasa masih hidup dulu.


Hero : Aku hanya berhasil mendapatkan informasi ini Ra, apa itu tidak masalah?


Aku : Tentu, itu sangat membantu. Sampai nanti Hero!


Hero : Baiklah, sampai nanti!


Aku menghembuskan nafas perlahan, ini sangat membingungkan. Sejak kapan duniaku berubah menjadi serumit ini?


Kring! Kring! Kring!


Aku mengangkat telfon rumah, "Halo, kediaman Jaendra, ada yang bisa saya bantu?" tanyaku, "Maaf, apa ini benar dengan Nona Neara?" Suara laki-laki setengah paruh baya terdengar dari sebrang telepon.


"Benar, saya sendiri, ada apa ya?" tanyaku heran, "Maaf mengganggu malam-malam Nona, saya adalah asisten pribadi yang dipilih langsung oleh tuan muda Zayn untuk menjaga neneknya selama tuan muda tidak ada."


"Lalu?"


"Apa tuan muda Zayn berada di rumah Nona?" tanya nya sopan, "Kalo boleh tau, ini dengan siapa ya?" Aku masih harus tetap waspada.


"Oh maaf, saya belum memperkenalkan diri. Perkenalkan, nama saya Rio, nyonya sepuh mengkhawatirkan tuan muda Zayn yang belum pulang dari beberapa hari yang lalu."


"Oh, tuan Rio, Zayn memang berada di rumah saya, dia sedang tidur, Zayn sedang tidak enak badan. Apa ada sesuatu yang harus saya sampaikan?"


"Nona, anda tidak perlu memanggil saya dengan sebutan 'tuan' . Tolong sampaikan saja kepada tuan muda Zayn, nyonya sepuh sangat mengkhawatirkan beliau. Nyonya sepuh sangat berharap, tuan muda Zayn mau pulang untuk menjenguknya!"


"Baiklah, emm ... Paman Rio? Saya akan menyampaikannya kepada Zayn setelah dia bangun." kataku, "Oh, Nona, tunggu sebentar, nyonya sepuh ingin berbicara pada anda."


Aku terkejut, neneknya Zayn mau ngomong sama aku? Aku harus ngomong apa sama neneknya Zayn? Argh ... Aku terlalu gugup!


"Selamat malam Neara ... Aku adalah nenek Zayn, senang bisa mengobrol denganmu nak." terdengar suara seorang wanita paruh baya.