
Hai, namaku Favaina Neara Jaendra, panggil aku Neara. Teman-temanku biasa memanggilku Ra.
Aku seorang gadis berumur lima belas tahun, beberapa hari lagi, genap sudah umurku yang ke-16 tahun.
Aku hidup dan tinggal bersama kak Gabie. Kedua orang tuaku telah meninggal dunia, ayahku meninggal karna kecelakaan. Bundaku meninggal karna melahirkanku.
Setiap hari, aku slalu punya masalah, nggak pernah berhenti. Namun, kali ini aku mempunyai seorang pahlawan, seorang hero.
Dia akan slalu datang membantuku, dia slalu hadir bersamaku. Dia mengetahui segala hal tentangku, aku mulai merasa nyaman dengannya.
Tapi sayangnya, aku tidak pernah mengetahui siapa pahlawanku, siapa hero-ku. Karna, setiap kali dia datang menolongku, dia slalu mengenakan masker, topi, dan hoodie.
Yang membuatku tidak bisa mengenalinya, aku sangat ingin bertemu dengannya. Aku sangat ingin mengenalnya. Namun, dia tak pernah mau memperlihat kan wajahnya.
Ketika ku tanya, siapa dia, dia langsung pergi, meninggalkan ku... Sejak kehadiran nya, aku slalu berharap dia akan datang menolongku disetiap masalahku.
"Auh... Maaf Zayn, apa kamu baik-baik saja? " lihat, sekarang masalah sudah menimpaku, aku menumpahkan kuah bakso keseragam Zayn.
Zayn adalah anak yang cuek dengan segala hal, dia idola sekolah. Dia pandai, genius, pintar basket, dia multitalent lah. Itu yang membuatnya menjadi idola sekolah.
Padahal menurutku, dia adalah tuan muda yang arogan, sombong, dan menyebalkan. Banyak teman-teman sekolah yang mengidolakan Zayn.
Di sekolahku, ada dua idola yang statusnya sama tinggi. Pertama Zayn, kedua Farel. Mereka slalu bersaing dalam hal apapun.
Ada dua kemungkinan kalo kalian buat masalah sama Zayn. Pertama, dia bakal cuek aja. Kedua, dia akan marah-marah sambil bersungut-sungut.
"Hei!! Kok malah bengong?! " aku kembali tersadar, "Eh, kenapa kamu nanya aku? " Zayn menghela nafas, "Kan kamu yang kena tumpahan kuah bakso lebih banyak dari pada aku!? "
Emang sih, tanganku juga kena tumpahan kuah bakso, panas rasanya, perih, sakit, "Aku nggak apa kok Zayn, sekali lagi maaf ya... "
"Nggak apa gimana? Tanganmu sampai memerah Ra... Aku bawa kamu ke UKS sekolah aja! " Zayn narik tanganku, membawaku ke dalam UKS.
Dia sendiri yang mengobati tanganku, aku memperhatikan wajahnya, "Ra... Jangan menatapku seperti itu, aku nggak suka! "
Eh? Kenapa dia bisa tau aku sedang memperhatikannya? Lihat ke aku saja nggak.
"Ra, aku udah bilang, jangan menatapku seperti itu!! " baiklah, aku tidak akan memperhatikan nya lagi. Tanganku sudah lebih baik, nggak sepanas tadi.
"Ra!! " aku nengok ke arah pintu UKS, itu jelas suara Lea, sahabatku, "Kamu nggak apa? Eh... Kok ada Zayn? " Lea nampak bingung.
"Aku nggak apapa Lea... Zayn yang membawaku ke UKS, dia mengobati tanganku. " jawabku, Lea terlihat lega.
"Neara... Lukamu sudah ku obati, lain kali berhati-hatilah. Jangan sampai terluka lagi! " Zayn berdiri, membereskan obat-obatan, memasukkan nya ke dalam kotak P3k.
Kami bertiga keluar dari UKS, "Neara!!! Lea!! " terdengar jelas suara Farel yang berlarian menghampiriku dan Lea.
Farel adalah sahabatku. Ya, dia salah satu idola sekolah yang kumaksud. Beruntungnya aku, aku bisa bersahabat dengannya, dia lucu, humoris, dan pandai. Dia slalu bersama kami, dia tau semua hal tentang kami.