You Are My Hero!

You Are My Hero!
Episode 10



"Makan malam siap! Zayn! Farel! Turunlah ke meja makan, makan malam sudah siap!" kataku berteriak dari bawah.


"Neara, aku takut jika kita tidak menemukan jalan keluar lainnya. Maka itu pertanda, kita akan berpisah secepatnya Ra ..." Aku menggeleng, tidak setuju.


"Bodoh! Kita ditakdirkan bersama, kita tidak akan berpisah secepat itu, mari makan dan memikirkan jalan keluar yang lain." kataku.


"Halo Ra, halo Lea." kata Farel, kami duduk di meja makan, kami mulai menghabiskan makanan kami masing-masing. Dengan sesekali bercanda dan ngobrol.


Setelah makan malam, aku dan Zayn yang mencuci piring, mangkuk, dan gelas kotor. Farel dan Lea yang merapikan meja makan.


"Camilan siap!" Aku meletakkan siomay kukus diatas meja ruang tengah, "Silahkan dinikmati!" kataku, "Terima kasih Ra." kata Farel dan Lea serempak.


Zayn terlihat melamun, aku menyikut bahunya, "Zayn, kau kenapa?" Zayn menatapku, "Tidak apa gadis, aku hanya sedang memikirkan sesuatu ...."


"Baiklah, jangan banyak melamun, kau tidak suka melihatku banyak melamun, tapi kau sendiri suka melamun! Nikmati siomay nya, lalu istirahatlah, jangan begadang, semoga kita menemukan jalan keluar lain." kataku.


"Baiklah, aku akan memakannya." Kami menikmati camilan malam, "Bagaimana jika kau tetap masuk Ra?" Aku mengerutkan kening.


"Maksudmu apa Rel?" tanyaku, "Lea dirumah sendirian gitu? Nggak! Aku nggak setuju, aku nggak bisa ninggalin Lea dirumah sendirian!" kataku tegas.


"Tadi di sekolah ada tugas Rel?" Farel mengangguk, "Sebentar lagi akan kuberikan pada kalian ..." Farel menghabiskan gigitan terakhirnya, lalu naik ke atas.


Dia kembali membawa buku PR dan tugas, kira-kira ada 7 buku yang dibawa Farel, "Nih, tugasnya disini semua." Farel meletakkan nya di atas meja.


Aku dan Lea saling tatap, "Semua dikumpulin besok?" tanyaku, "Nggak, ada dua yang dikumpulin lusa," jawab Farel santai. Aku menelan ludah, itu terlalu banyak.


"Kalau begitu, malam ini kita akan begadang Ra." aku menggeleng, "Sebentar lagi kita tidur, lalu kita bangun jam satu malam untuk ngerjain semua tugasnya!" Lea mengangguk, setuju.


Setelah siomay nya habis, aku membawa piring dan mangkuk untuk dicuci. Lea membawakan gelasnya, kami mencuci piring, mangkuk, dan gelas yang kotor.


"Kami akan tidur duluan, terserah kalian mau tidur sekarang atau nggak." Aku dan Lea naik ke kamar, kami tidur dengan cepat.


Pukul 01.15


Tok! Tok! Tok!


"Hoam ... Ra, siapa itu?" Aku dan Lea terbangun, "Entahlah, aku juga tidak tau. " aku beranjak turun dari kasur, mengikat rambutku.


"Hei! Apakah kalian para wanita slalu malas bangun ketika di bangunkan?" Aku mendengar suara Farel yang berteriak di luar kamar.


Aku dan Lea membuka pintu, "Farel, ini jam berapa?" tanya Lea, "Ini jam satu lebih! Bangunlah, kalian harus mengerjakan tugas kalian!" Aku mengaduh, "Baiklah, terima kasih telah membangunkan kami."


Lea menyalakan lampu kamar, pintunya kami buka, "Ra, nasib kita sial banget ya ..." kata Lea mengeluh, "Entahlah Lea, aku tidak tau harus berkata apa, aku hanya mengantuk."


Aku berusaha fokus mengerjakan semua tugas-tugasku, begitu pula Lea, dia terlihat sangat lelah dan mengantuk.


"Gadis, minumlah cokelat ini, agar kau merasa lebih segar ..." Zayn meletakkan dua gelas es cokelat di meja belajarku. Aku menatapnya, Zayn memutar matanya, malas.


"Apa aku harus mengulangi berkali-kali setiap kau menatapku? Aku tidak suka jika kau menatapku seperti itu, jangan menatapku seperti itu Ra." Aku meminum es cokelat tadi, Lea sudah duluan meminumnya.


"Apa kau tidak tidur Zayn?" tanya Lea, Zayn menggeleng, "Kami tidak akan tidur, kami akan membantu kalian." kata Farel yang berdiri di luar pintu.


"Eh, jangan bilang, kalian nggak tidur dari tadi?" tebak Lea, mereka saling tatap, "Kami tidur Lea, kami juga baru bangun dua puluh menit yang lalu." jawab Farel.


"Jika kalian membutuhkan bantuan, kami ada di ruang tengah. Tunggulah sepuluh menit lagi, maka camilan akan siap," kata Zayn dingin. Kami hanya ngangguk-ngangguk, kembali fokus ke tugas-tugas kami yang menumpuk.


Klink!


Hero : Maafkan aku gadis, aku baru bisa menjawabmu sekarang ... ︶︿︶


Aku : Tidak apa Hero, jadi, apa kau tau apa itu?


Hero : Setahuku, keluarga Zayn sangatlah mengatur kehidupan setiap anaknya. Tapi Zayn berbeda, tidak ada yang mengaturnya.


Hero : Kakek Zayn telah meninggal dunia, di dunia ini, Zayn hanya menghormati neneknya seorang, dia berusaha menjaga neneknya.


Hero : Dia merawat neneknya dengan sangat baik. Zayn ditunjuk sebagai ahli waris seluruh harta benda milik kakeknya. Dia memiliki saudara yang iri dan dengki dengannya, mereka slalu ingin menyingkirkan Zayn.


Hero : Agar ahli waris berpindah kepada mereka. Setiap hari, Zayn berusaha untuk dibunuh, tidak ada yang bisa melakukan apapun.


Hero : Zayn tidak peduli dengan semua kekayaan kakeknya, dia juga ingin terbebas dari ahli waris itu, tapi pengacara kakeknya, tidak mengizinkan.


Hero : Dia slalu berkata, "Tuan muda Zayn adalah satu-satunya ahli waris yang dipilih oleh tuan besar sendiri."


Hero : "Sebelum dia memiliki keturunan, atau meninggal, maka dia tetap akan menjadi ahli waris tunggal atas seluruh harta benda milik tuan besar!"


Hero : Akhirnya dia pasrah, dia merubah jalannya, dia ingin seluruh saudaranya mendapatkan hukuman yang layak.


Hero : Sekuat tenaga, Zayn mencari bukti demi bukti, untuk membuktikan seluruh saudaranya telah melakukan percobaan pembunhan.


Hero : Dengan begitu, mereka akan di penjara. Walau untuk beberapa tahun, setidaknya Zayn bisa menyusun rencana berikutnya.


Hero : Aku hanya tau sedikit mengenai keluarga Zayn, aku tidak mempunyai informasi lebih banyak lagi gadis.


Aku : Apa tidak ada informasi tentang orang tua Zayn?


Hero : ....


Aku : Mengapa? Apa kau tidak tau?


Hero : Aku memang tidak tau banyak gadis, aku hanya memperoleh sedikit info.


Aku : Baiklah, info itu sudah lebih dari cukup untukku.


Hero : Namun aku memiliki cara untuk menghindari para pembunuh berantai itu.


Aku : Sungguh?


Hero : Tentu, tapi kamu harus libur selama dua hari lagi, baru aku akan membantumu!


Aku : Baiklah, setuju!


Hero : Baiklah, selamat mengerjakan tugas gadis! ≥3≤


Hero : Aku akan menemanimu hingga kau selesai mengerjakan tugas, dan tidur.


Aku : Tidak usah Hero.


Hero : Jangan membantahku!


"Camilan siap!" Farel membawa sepiring berisi dorayaki, "Waaahh, apa kau yang membuat ini?" mata Lea membulat seketika.


"Tidak, bukan aku yang membuatnya ... Zayn yang membuatnya!" Aku melihat kesana-kemari, "Zayn lagi di kamar Ra, kamu tidak akan menemukannya disini."


"Eh, kamu sedang mencari Zayn Ra?" aku mengangguk, "Cie Ra, kamu suka kan sama Zayn?" Aku melotot, "Lea ... Kita baru saja membahasnya kemarin!" kataku bersungut-sungut.


"Baiklah Ra ... Mari kita selesaikan secepatnya tugas-tugas yang menumpuk ini, aku sudah sangat mengantuk!" keluh Lea.


Pukul 02.05


"Aku sudah selesai!" kataku lega, "Ra, bantu aku, aku masih kurang lima nomer lagi." Aku bangun dari kasur, lantas membantu Lea mengerjakan PR nya.


"Apa kalian sudah selesai mengerjakan para gadis?" tanya Zayn angkuh, aku mengangguk, "Belum ..." jawab Lea lemas.


"Baik, akan kutunggu hingga kau selesai!" Aku menggeleng, "Tidurlah Zayn, aku akan membantu Lea secepat mungkin. Kamu jangan sampe kecapekan, ini sudah larut, kalian harus sekolah nanti."


"Tidak Ra, aku akan menunggu kalian hingga selesai. Aku akan kembali setelah menyelimuti Farel." Aku berdiri dan menahan tangannya.