WHO'S NEXT?

WHO'S NEXT?
JODOH PASTI BERTEMU



##############################


Dua hari kemudian.


Setelah party yang menyenangkan bagi Ochi dan menyebalkan bagi Chaca, merekapun kembali ke aktivitas masing-masing. Chaca yang ke kantor dan Ochi yang ke kampus. Kali ini ada yang berbeda, Ochi perginya tidak membawa mobil sendiri melainkan satu mobil dengan kakaknya. Dia dihukum orang tuanya akibat kejadian mabuk-mabukan diacara Nathan pada waktu itu.


Jam pulang kuliah, Ochipun dijemput oleh Chaca. Ketika sampai ditempat parkir, Chaca tidak sengaja bertemu dengan pria yang Ia temui dihutan pada malam itu.


Pria itu terlihat memarkirkan mobilnya tepat disamping mobil Chaca.


" Hai..! Ternyata kalau jodoh pasti bertemu! " Kata-kata nyeleneh dari pria itu keluar begitu saja.


Chaca merasa geli mendengar hal itu, dan memilih berlalu begitu saja.


" Hey..! Tunggu dulu. " Pria itu memegang tangan Chaca, namun dengan cepat Ia lepaskan ketika melihat mimik wajah Chaca yang seakan memerintahkannya untuk melepas tangan itu.


Mengerikan sekali tatapan wanita ini.


Pria itu bergidik ngeri.


" Namaku Marcello, panggil aku Cello! " Pria itu langsung gerak cepat mengajak Chaca berkenalan.


Suasana Hening tercipta dengan tangan Cello yang masih menggantung.


" Marsha, panggil aku Chaca. " Akhirnya Chaca menjabat tangan Cello.


" Ngomong-ngomong, kamu disini lagi apa? " Cello mencoba mencairkan suasana diantara mereka berdua.


" Aku lagi jemput adikku. " Jawab Chaca singkat.


"Kalau begitu kita sama, bagaimana kalau kita ke kafe deket sini sambil nungguin mereka. " Ajak Cello.


Hening lagi diantara mereka, Chaca terlihat sedikit berfikir.


" Hmm... baiklah. " Chacapun menerima ajakan Cello.


Disebuah kafe, Cello dan Chaca terlihat berbicara dengan santai. Suasana dingin diantara mereka sedikit demi sedikit mencair. Sesekali terlihat Chaca tertawa lepas, seakan tidak ada lagi kecanggungan diantara mereka.


Sebelumnya, Chaca dan juga Cello sudah mengirim pesan kepada adik-adik mereka.


Disela-sela obrolan mereka, terdengar kabar berita orang hilang dilayar tv yang ada dikafe tersebut. Seorang wanita muda hilang sekitar dua hari yang lalu. Chaca dan Cello terlihat sangat antusias melihat berita itu.


Dua hari yang lalu? partynya Jonathankan? suara minta tolong dihutan? apa ini ada hubungannya?


Chaca tampak berfikir keras sambil bergumam sendiri dihatinya.


Ah.. tidak mungkin, bisa saja gadis itu hilang karena kabur dari rumahkan?


Chaca mencoba meyakinkan dirinya akan apa yang Ia pikirkan.


" Kak Cello! sudah lama disini? " Suara Nathan mengagetkan Chaca dari lamunannya.


Nathan beradu pandang sejenak dengan Chaca, namun Ochi pun tiba-tiba datang ditempat itu.


" Kakak! maaf yah lama menunggu. " Langsung memeluk Chaca.


" Nathan? Loe disini juga? dan siapakah pria tampan yang berada disampingmu itu? " Ochi bertanya pada Nathan, namun pandangan matanya pada Chaca, seolah-olah membutuhkan jawaban atas pertanyaan terakhirnya.


"Oh, ini kakak gue kenalin kak Cello, dan kak Cello, ini Ochi temennya Nathan. " Cello dan Ochi saling berjabat tangan tanda perkenalan.


" Terus, cewek cantik disamping Loe gak mau dikenalin ke gue? " Lanjut Nathan.


" Eh...iya! kenalkan ini kakak gue yang cetar membahana sejagat raya, kak Chaca, dan kak Chaca ini Nathan. " Ochi pun memperkenalkan Chaca pada Nathan.


Setelah drama perkenalan selesai, Ochi kembali nyeletuk.


" Hmm.. ngomong-ngomong, kak Cello dan Kak Chaca udah saling kenal ya? " Ochi mengedipkan matanya ke Chaca.


Seketika dua insan manusia itu bungkam, tidak tau harus berkata apa.


##############################


Sementara itu ditempat lain.


Dua insan muda mudi terlihat sedang memadu kasih disebuah danau. Muda mudi itu tidak menyadari bahwa ada sepasang mata memperhatikan mereka dari kejauhan.


Ketika sedang asyik bercum** mesra, sebuah anak panah melesat diatas kepala mereka dan menancap disebuah pohon.


Kedua orang yang sedang dimabuk cinta itu seketika terkejut dan mencoba berlari menuju ke arah mobil mereka.


Ketika sampai dimobil, Dia mencoba mnghidupkan mesin mobilnya, namun tidak bisa. Keduanya mulai panik. Anak remaja itu kemudian turun dan memeriksa mesin mobilnya, dan Dia mengumpat kasar.


Lelaki remaja itu, mengajak pacarnya keluar dari danau itu dengan berjalan kaki.


Belum jauh berjalan, sebuah busur anak panah menancap tepat dikaki pria remaja itu.


Pacarnya yang menyaksikan itu teriak histeris.


Pacarnya berusaha merangkul pria itu untuk bisa terus berjalan, namun naas, keduanya terjerembab ke dalam lubang jebakan.


Tidak ada yang mendengar teriakan dua muda mudi itu, hingga akhirnya sang pria tewas karena racun dari busur anak panah itu.


Seorang pria bertubuh tinggi tegap, namun tidak menggunakan topeng, datang menghampiri lubang itu. Dia mengulurkan tangannya untuk menolong gadis remaja yang sedang menangis itu.


Gadis itu kemudian dibawa ke sebuah rumah yang lumayan besar. Bukan hanya itu, gadis itu diberi makan n minum, juga pakaian.


Gadis polos itu hanya menurut saja.


" Tolong antar aku pulang! " Pintanya memelas pada pria itu.


" Tinggallah disini untuk beberapa saat saja denganku " Jawab pria itu dengan penuh penekanan.


" Tolonglah pacarku, Dia sudah tidak berdaya didalam sana.. Dan bantu kami untuk pulang..! "Pinta gadis itu lagi padanya.


" Aku punya syarat untuk itu." Pria itu meminta syarat.


" Apa itu..?" Jawab gadis itu lagi.


" Layani aku sebentar saja seperti kau melayani kekasihmu itu! " Pria itu memicingkan matanya.


Gadis itu seperti tidak memiliki pilihan lain selain menuruti permintaan pria itu. Gadis itupun melakukan apa yang diminta oleh pria itu.


Setelah selesai, gadis itu kembali mengenakan pakaiannya.


" Sekarang apa aku boleh pulang? tolong antarkan kami..! " Pintanya lagi.


" Ha.. ha.. ha..! aku tidak sebaik itu gadis kecil..? ha. ha.. ha..! " Pria itu tertawa puas telah mengelabui gadis polos didepannya.


" Kau keterlaluan! apa kau yang sudah melakukan ini pada kami? " Gadis itu mulai menangis.


" ha..ha.. ha..! kau sungguh polos gadis kecil? bagaimana bisa orang tuamu melahirkan anak sepolos dirimu..? ha.. ha.. ha..! " tertawa lagi.


Sebaiknya aku kabur sekarang.


Gumam gadis itu dalam hati.


Belum sempat melangkah keluar pintu, leher gadis itu sudah dililit dengan rantai sampai pingsan, kemudian pria itu membawa tubuh gadis itu ke tempat biasanya Dia menyayat-nyayat korbannya.


Setelah selesai dengan tubuh gadis itu, pria itu kembali ke lubang jebakan yang Ia buat, lalu mengubur jasad pria remaja tadi.


Baginya, tubuh pria sangat tidak berguna.


Setelah selesai melakukan aksinya. Seperti biasa, Dia membersihkan dirinya lalu merebahkan tubuhnya diatas tempat tidurnya sambil mengirim pesan.


" ha..ha.. ha.. " Bunyi pesannya.


" Ada apa denganmu? kenapa kau tertawa? "


Jawaban dari seseorang.


" Aku habis bersenang-senang dengan wanita , memangnya kau saja yang bisa bersenang-senang? " Dia membalas pesan itu.


" Apa yang kau lakukan, jangan melakukan hal bodoh yang dapat menghancurkan kita. "


Balas seseorang lagi.


"Aku hanya ingin merasakan apa yang kalian rasakan diluar sana, ternyata menyenangkan. " Balasnya lagi.


" Jangan coba-coba untuk melakukan hal-hal aneh, kalau kau tak ingin nyawamu yang akan hilang!" Ancam seseorang pada pria itu.


" Coba saja kalau kau berani, atau jangan You're Next? " Pria itu tak kalah mengancam.


###############################


Author tidak bosan-bosannya untuk mengucapkan terima kasih yang aaamaaatt banyak kepada para readers.


Dan mohom Like, Vote, dan Favorite, jika kalian suka dengan karya Author..


😘😘😘😘