WHO'S NEXT?

WHO'S NEXT?
MANGGA MUDA



Ke esokan harinya di gedung Hando Jaya


" Permisi pak? " Ucap sekretaris Nancy pada pak Bahri sambil membuka pintu ruangannya.


" Masuk, ada apa? "


" Ini pak ada paket, katanya untuk bapak! "


" Dari siapa? "


" Disini tidak tertera nama pengirimnya, pak! Tadi ada kurir yang mengantarkannya kesini. "


" Tidak ada namanya? " Lanjut pak Bahri sambil berfikir.


" Ya sudah, letakkan disitu! " Lanjut pak Bahri lagi sambil menunjuk pada sebuah meja tamu yang ada di ruangannya.


" Baik pak! " Jawab Nancy yang langsung meletakkan paket itu diatas meja.


" Kalau begitu, saya permisi pak!" Ucapnya lagi.


" Silahkan! "


Pak Bahri lalu mendekati paket itu yang berbentuk kotak persegi empat yang tidak terlalu besar, namun tidak juga kecil.


" Apa ini? " Ucapnya sambil mebolak balikkan kotak itu dan terdengar suara benda yang ikut berbenturan dari dalam kotak itu.


Merasa penasaran, pak Bahri mencoba membuka kotak itu. Ia membuka satu persatu selotip yang menjadi perekat kotak itu. Tinggal sentuhan terakhir, Ia kemudian membuka kotak itu perlahan untuk melihat isi yang ada didalam kotak itu. Dan.............


" Aarrgghhh! " Pak Bahri terkejut melihat isi kotak itu yang ternyata isinya adalah kepa** Daris.


Pak Bahri melempar kotak itu hingga kepa** yang ada didalam kotak itu pun ikut menggelinding keluar. Ia lalu menghubungi anak buahnya untuk masuk ke ruangannya. Tidak lama kemudian, empat orang bertubuh gempal masuk ke dalam ruangannya.


" Ada apa bos memanggil kami? " Ucap salah satu anak buahnya.


" Bereskan itu dan kuburkan dengan layak! " Jawab pak Bahri sambil menunjuk ke arah kepa** yang tergeletak di lantai.


" Siapa yang melakukan ini bos? " Ucap anak buahnya sembari memasukkan kembali kepa** itu ke dalam kotak.


" Yang pastinya Dia orang yang sangat berbahaya! "


" Apa perlu dilaporkan kepada petugas berwajib, bos? "


" Tidak, jangan! Tidak ada yang boleh tau tentang masalah ini! "


Bahaya kalau sampai bawa-bawa kepolisian, bisa-bisa rahasia ku terbongkar kalau aku pun terlibat dalam kebakaran resto Harfar.


Pak Bahri bergumam dalam hati.


" Cepat bereskan dan ingat tidak ada satupun yang boleh tau masalah ini! " Lanjut pak Bahri lagi.


" Baik, bos! " Jawab anak buahnya yang kemudian berlalu dari hadapan pak Bahri sambil membawa kotak yang berisi kepa** itu.


Pak Bahri kemudian mendudukkan dirinya diatas kursi kerjanya, sambil mengatur nafasnya yang tidak beraturan karena masih syok melihat kejadian tadi.


" Anak itu benar-benar berbahaya, aku harus segera melakukan sesuatu untuk mengambil anakku kembali! " Ucapnya sambil memmukul meja yang ada didepannya.


*


*


*


*


*


*


*


*


################################


Sementara itu di kediaman Cello dan Chaca


" Sayang... aku pengen sesuatu? " Rengek Chaca pada Cello yang sedang memangku laptopnya, karena untuk saat ini Ia di sibukkan dengan pekerjaan beberapa restonya yang berada di luar kota.


" Hmm...? " Ucap Cello hanya berdehem.


" Sayang... aku lagi pengen sesuatu, kenapa jawabannya cuma hmm doank? " Rengek Chaca lagi sambil bergelayut manja di lengan kekar Cello.


" Pengen apa? " Jawab Cello yang masih fokus dengan laptopnya.


" Pengen buah mangga. " Ucap Chaca sambil membayangkan buah mangga yang bergelantungan di atas kepalanya.


" Ya udah, nanti aku minta Nathan yang membelikannya untukmu saat pulang kuliah nanti. "


" Gak mau mangga yang itu? " Ucap Chaca cemberut.


Melihat istrinya cemberut, Cello kemudian meletakkan laptopnya diatas nakas, lalu memandangi wajah istrinya itu yang sedang memanyunkan bibirnya dan sangat terlihat lucu dimata Cello.


" Terus kamu mau mangga yang kayak gimana? " Tanya Cello sambil menangkupkan kedua tangannya di pipi Chaca.


" Yang masih bergelantungan di pohon, tapi yang masih muda. "


Cello menelan air ludahnya membayangkan buah mangga muda yang masih terasa sangat asam itu hingga serasa sampai ke tenggorokannya.


" Mangga muda? " Tanya Cello lagi ingin meyakinkan.


" Ehmm...! " Chaca mengangguk sambil tersenyum.


" Kamu yakin mau makan mangga muda, bukankah rasanya itu sangat asam sayang? "


" Yakin! Tuh lihat mangga mudanya sudah bergelantungan diatas kepalaku! " Ucap Chaca yang mulai berhalusinasi.


" Tapi, kita cari dimana mangga muda itu sayang? "


" Hmm... pokoknya aku gak mau tau, mangga muda itu harus ketemu, titik! " Ucap Chaca cemberut sambil berlalu masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu kamarnya dengan kasar.


Braakk!


" Astaga! Cuma gara-gara mangga muda Dia semarah itu? " Ucap Cello sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Tidak berselang lama, tiba-tiba terdengar suara pintu digedor dari arah luar.


Tok.. tok.. tok..!


" Iya, sebentar! " Ucap Cello yang meletakkan laptopnya lalu pergi membukakan pintu.


Ceklek!


" Hay, kak Cello! " Teriak Ochi kegirangan dan langsung memeluk kakak iparnya itu.


" Ochi? Kamu dengan siapa kesini? " Tanya Cello sambil melihat ke arah halaman rumah mencari mobil Ochi, namun tak menemukannya.


" Sama aku, kak! Kebetulan tadi Dia bilang lagi kangen sama kakaknya, jadi aku ajak aja Dia kemari! " Sambung Nathan yang kebetulan berada disamping Ochi.


" Iya kak Cello, habisnya aku kangen banget sama kakak ku yang cetar sejagat raya itu. Eh... ngomong-ngomong kak Chaca dimana? " Ucap Ochi sambil celingak-celinguk mencari keberadaan Chaca.


" Kakak mu di kamar! Ayo masuk! " Jawab Cello sambil menyuruh mereka masuk.


" Dikamar? Lagi tidur siangkah? " Tanya Ochi sambil berjalan masuk kedalam rumah Cello.


" Gak! Kakakmu lagi ngambek, gara-gara kak Cello gak tau mau mencari mangga muda dimana? "


" Ha.. ha.. ha..! Dari kemaren ngambek terus kak, kayaknya ada yang salah deh dengan kak Chaca? " Celetuk Nathan.


" Mangga muda? buat apa? " Tanya Ochi heran karena gak biasanya kakaknya itu makan mangga muda.


" Entahlah kakak mu itu belakangan ini jadi aneh, semalem aja Dia makan es krim banyak banget, nyambung lagi tadi pagi, udah itu es krimnya itu gak boleh diminta lagi tuh! "


" Iya, kakak mu jadi pelit sekarang, Chi! Aku mau minta satu gak dibolehin sama Dia, malah disuruh beli sendiri! " Sambung Nathan.


" Ada lagi Chi, biasanya kakak mu suka banget makan ikan salmon dan anti rendang, sekarang menunya malah rendang semua. " Ucap Cello menjelaskan semua keanehan Chaca pada Ochi.


" Udah itu, kak Cello sering kena marah karena terlalu banyak bertanya! Ha.. ha.. ha..! " Sambung Nathan sambil menertawakan Cello.


Ochi terkekeh mendengar laporan perihal kakaknya oleh dua saudara didepannya itu. Ia mencoba menyimak satu persatu penjelasan mereka.


" Apa jangan-jangan, kak Chaca ngidam yah? " Ucapnya yang seketika membuat Cello dan Nathan tersentak hingga memasang wajah kagetnya.


" Iya kan? Biasanya kalau wanita banyak maunya dan kadang bersikap aneh dari biasanya, itu tandanya ngidam, pengalaman temen aku sih gitu! " Lanjut Ochi lagi.


" Ngidam? Itu artinya aku akan punya anak dan menjadi seorang ayah? " Ucap Cello dengan senyuman yang mengembang.


" Dan aku akan menjadi paman? " Sambung Nathan juga tak kalah senangnya.


" Eitss.. tunggu dulu, ini kan belum pasti, baru kemungkinan, entar aku ajak kak Chaca bicara empat mata dari hati ke hati dulu, ok! Sabar dulu! "


" Iya deh! Kamu paling ngerti masalah perempuan, kamu susul kakak mu di kamar gih! Aku udah gak sabar ingin tau? " Ucap Nathan sambil senyum-senyum.


" Ok! Kalau gitu aku susul kak Chaca dulu yah, kalian jangan berisik karena terkadang orang yang lagi ngidam itu sangat sensitif! " Ucap Ochi sambil berjalan menuju ke sebuah kamar.


" Kamu mau kemana Chi? " Tanya Nathan.


" Mau ke kamar kakak ku lah! "


" Tapi, itu kamar ku! "


" Ha.. ha.. ha.. ha..! " Cello tertawa melihat Ochi yang salah kamar.


" Kenapa gak bilang! " Ketus Ochi.


" Habisnya kamu gak nanya, yang disana tuh kamarnya dua manusia bucin! " Celetuk Nathan sambil menunjukkan kamar Cello dan Chaca.


" Bilang donk dari tadi! Huh! "


" Dasar wanita! Sok cantik boleh, tapi sok tau jangan! "


" Biarin, wek! " Ochi menjawab dengan mengejek Nathan.


" Ha..ha.. ha.. ha..! " Cello semakin tertawa melihat tingkah Nathan dan adik iparnya itu.


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


################################


Ini Dia dua manusia bucin yang sering bikin Jhonathan menangisi kejombloannya.. 😂😂



Jangan lupa like, vote, dan komen di setiap episodenya yah Readers...


Kiss jauh dari Author.. 😘😘😘