
Keesokan harinya.
Seorang dokter terlihat sedang memeriksa keadaan Chaca.
" Bagaimana keadaan anak saya, dok? " Tanya pak Bahri.
" Sekarang sudah jauh lebih baik pak, suhu panasnya juga sudah menurun. "
" Lalu, apa yang menyebabkan anak saya pingsan, dok? "
" Biasanya karena faktor kelelahan berlebih, sehingga imunitas tubuh ikut menurun, dan menyebabkan asupan oksigen kedalam tubuh ikut berkurang, jadi bisa menyebabkan seseorang kehilangan kesadarannya. "
" Oh, begitu dok! "
" Saya sarankan, nona jangan terlalu banyak fikiran yah, itu juga bisa jadi pemicu turunnya imunitas tubuh nona. " Dokter itu bicara pada Chaca.
" Baiklah, dok! " Jawab Chaca datar.
Sebenarnya, saat ini Chacalah yang lebih tau kondisinya. Dia sadar yang terjadi padanya tidak bisa dijelaskan lewat ilmu kedokteran. Namun, Chaca tak ingin membuat orang tuanya cemas, itu sebabnya Ia tetap menerima tawaran papanya untuk dipanggilkan dokter.
Setelah pemeriksaan selesai, dokter itu kemudian memberi resep obat pada pak Bahri, lalu kemudian keluar dari kamar Chaca bersama pak Bahri dan lainnya.
" Kamu istirahat yah, sayang! " Kata mama Maria sebelum menutup rapat pintu kamar Chaca.
Merasa semuanya sudah tidak berada didepan kamarnya lagi, Chaca kemudian mengambil laptop dan mulai menyalakannya. Rasa penasaran akan kejadian yang Ia alami kemarin membuatnya tidak tenang.
Setelah laptopnya menyala, Chaca kemudian mencari informasi tentang Maya Jackson. Tidak lama kemudian, pencarian atas nama Maya Jackson tertera jelas dilayar laptopnya. Berita menghilangnya Maya pun berada paling atas.
Maya Jackson, wanita berusia 28 tahun bekerja sebagai seorang reporter di Evolution Corps. Dia juga memiliki reputasi yang cukup baik diperusahaan itu. Maya juga memiliki kekasih yang berprofesi sebagai juru kamera di perusahaan yang sama, yaitu Evolution Corps, yang bernama David Hardy.
Jadi, Maya dan kekasihnya bekerja di Evolution Corps. Sekarang aku mengerti, kenapa aku bisa bertemu dengan arwah Maya disana.
Chaca melanjutkan pencariannya mengenai kekasih Maya, yaitu David. Tidak lama kemudian, Chaca menemukan alamat rumah David, setelah melalui browsing yang cukup rumit. Chaca bermaksud ingin mendatangi rumah David, untuk menjawab semua tanda tanya dikepalanya.
*
*
*
*
*
*
*
*
##############################
Sore harinya.
Chaca terlihat sudah rapi dan segar. Dia sedang bersiap-siap untuk melaksanakan rencananya yang sudah Ia siapkan dari tadi pagi, yaitu kerumah David. Tidak lupa Dia membawa alat kejut listrik untuk sekedar berjaga-jaga.
Kali ini, Dia memilih untuk mengendap-ngendap agar tidak ketahuan. Kebetulan papanya belum pulang dari kantor, Ochi yang masih kuliah, dan ibunya yang masih melakukam perawatan disalon.
Tap... tap... tap!
Suara langkah kakinya terdengar oleh Bi Del yang sedang memasak didapur untuk majikannya.
" Mau kemana, non? " Tanya bi Del.
Sial, malah ketahuan.
" E.. itu.. bi..., mau kerumah temen sebentar! "
" Tapi non, kata Tuan, nona belum boleh keluar rumah karena harus banyak istirahat. "
" Bi, saya perginya gak lama kok. "
" Terus, kalau Tuan dan Nyonya pulang, bibi harus bilang apa non? "
" Bilang aja kayak gitu bi, saya sudah merasa jauh lebih baik sekarang, bibi jangan khawatir. "
" Baiklah non, kalau gitu nona hati-hati dijalan yah! "
" Emm... " Chaca hanya menjawab dengan senyum.
Chaca kemudian segera masuk ke dalam mobilnya yang berada digarasi, pintu garasi yang mudah dibuka tutup secara otomatis memudahkannya keluar ke jalan raya, dan langsung melajukan mobilnya menuju alamat yang sudah Ia pasang di google maps.
Butuh waktu 30 menit bagi Chaca untuk tiba ditempat tujuan. Ia kemudian menepikan mobilnya disebuah perumahan yang tidak begitu elit dan terkesan kecil. Chacapun turun dari mobilnya dan langsung menuju rumah itu.
Tok... tok...tok!
Masih belum ada jawaban.
Tok... tok... tok!
" Iya, sebentar...! " Terdengar sahutan dari dalam.
Ceklek!
Pintupun terbuka, David tampak bingung melihat seseorang yang ada dihadapannya saat ini.
" Permisi, apa benar ini rumahnya David Hardy? " Tanya Chaca.
" Iya, benar, saya David Hardy. "
"Oh.. kebetulan sekali, kenalkan nama saya Chaca, saya ada sedikit keperluan dengan anda. Apa kita bisa bicara didalam?"
" Oh iya, maaf, silahkan! " David mempersilahkan Chaca masuk.
" Maaf, rumah saya sedikit berantakan. " David berkata malu-malu.
" Saya permisi kedalam sebentar. " Lanjut David.
" Iya " Jawab Chaca singkat.
Mimpi apa aku semalam, hingga didatangi bidadari cantik sore ini, yuhuu..!! senengnya...!!
Tidak lama kemudian, David keluar dengan membawa dua gelas teh hangat untuk Chaca dan dirinya.
" Maaf, hanya ini. " David berkata malu-malu.
" Tidak apa-apa. " Chaca tersenyum
Oh.. Tuhan.. sungguh indah ciptaanmu..
Gumam David dalam hati.
" Oh iya, ngomong-ngomong nona Chaca ada perlu apa kemari? " David memulai pembicaraan.
Ini saatnya.
Chaca berkata dalam hati.
" Jadi gini, sebelumnya saya minta maaf kalau sekiranya saya sedikit lancang untuk menanyakan hal ini. "
" Saya ingin bertanya soal Maya Jackson. " Lanjut Chaca lagi.
David terlihat terkejut saat Chaca menyebut nama Maya.
" Maya? apa nona mengenal Maya? "
" Oh..tidak "
" Lalu, kenapa nona ingin menanyakan perihal Maya? "
Chaca menelan salivanya.
" Maaf sebelumnya, kemarin saya melakukan meeting dikantor Evolution Corps. Selama saya meeting disana, saya selalu diganggu oleh suara-suara aneh, hingga ketika saya berada diruang meeting, tidak sengaja saya bertemu dengan arwah Maya. "
" Setelah itu saya tidak sadarkan diri dan sering mengalami mimpi buruk. Mimpi itu seakan nyata bagi saya. Dan sampai saat ini saya tidak bisa tenang. " Chaca menjelaskan panjang lebar sambil menghembuskan nafas berkali-kali.
" Itu sebabnya, saya ingin tau apa yang dilakukan Maya sebelum dirinya menghilang? " Lanjut Chaca lagi.
Wajah David yang awalnya ceria kini mendadak berubah jadi murung.
" Huuff...! " Terlihat David menghembuskan nafas dengan kasar sebelum mulai berbicara.
" Jauh sebelum kabar Maya menghilang, kami mengumpulkan data-data orang hilang yang marak terjadi di Kota ini untuk kami jadikan rekomendasi bahan berita kami. Kami pergi dari rumah ke rumah para orang tua korban untuk sekedar menggali informasi tentang korban sebelum menghilang, walaupun sampai sekarang semua korban hilang itu, jasadnya saja tidak ditemukan. "
David meminum tehnya, sebelum melanjutkan ceritanya lagi.
" Hingga suatu ketika, kami mencari tau tentang kasus kematian dua orang remaja yang terjebak didalam sebuah mobil yang terbakar dikawasan Black Lake. "
Apa? itukan kasusnya Rama dan Sandra, kekasihnya? Chaca bergumam dalam hati.
" Menurut keterangan kepolisian, itu terjadi akibat masalah pada mesin mobil korban. Saya mempercayai itu, tapi tidak dengan Maya. Karena salah satu korban merupakan adik kandung Maya yang bernama Sandra. "
Sandra adik Maya?
Chaca terlihat syok mendengar hal itu.
" Saya mengerti perasaan Maya saat itu, Dia tidak terima dengan penjelasan petugas. Baginya, kematian adiknya itu sangat tidak wajar. Ada yang sengaja menutup-nutupi kasus itu. Itu sebabnya, Dia memutuskan untuk mencari kebenaran kasus itu sendiri." Lanjut David.
Aku rasa Maya benar, ada yang tidak beres dari kasus itu.
Chaca kembali bergumam dalam hatinya.
" Saya yang merasa tidak sependapat dengan Maya, memilih membiarkannya sendiri untuk melacak kasus itu. Saya memberi beberapa kamera kecil, agar bisa Ia gunakan untuk melacak kasus itu. "
David terlihat menahan air matanya yang ingin menetes.
" Saya tidak menyangka, itu akan jadi hari terakhir saya bertemu dengannya."
" Yang sabar ya, David! " Chaca memegang pundak David untuk menenangkannya.
" Sejak malam itupun Maya menghilang, hingga ditemukan kartu identitas miliknya keesokan hari disekitar jalan Black Street yang tidak jauh dari kawasan Black Lake, lokasi dimana adiknya ditemukan tewas terbakar. "
Chaca benar-benar syok sekaligus tidak bisa berkata-kata apa lagi. Semua penjelasan David sedikit membuka tabir akan mimpi-mimpinya. Walaupun, Dia masih belum bisa menyimpulkan apa-apa.
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
##############################
Terima kasih Author ucapkan kepada para Readers yang bersedia membaca karya Author yang receh ini.
Jangan lupa like, komen, dan vote disetiap episodenya yah..
kiss jauh dari Author.. 😘😘😘