WHO'S NEXT?

WHO'S NEXT?
CHACA DAN OCHI



Ochi yang baru tiba dirumah, terlihat tergesa-gesa saat menaiki tangga menuju ke sebuah kamar yang tak lain adalah kamar kakaknya.


Tok.. tok.. tok !


" Kakak..! buka pintunya donk! "


Terdengar suara Ochi teriak dan menggedor-gedor pintu kamar kakaknya.


Berisik banget sih.


Rungut chaca dalam hati yang baru keluar dari kamar mandi.


" Iya, bentar..! " Sahut chaca dari dalam kamarnya.


Krieettt..!! Terdengar suara pintu dibuka, dan terlihat seorang wanita cantik dengan handuk yang masih melilit dikepalanya.


" Ada apa teriak-teriak seperti sedang dikejar hantu saja! " Tanya chaca sedikit kesal.


" Ssstttt..!! jangan keras-keras nanti mama dengar, biarkan Ochi masuk dulu kakakku yang cantik, yang imut, harum mewangi sepaaaannjang hari! " Jawab Ochi dengan sedikit merayu.


" Hmm.. biarin.. EGP..!! " Chaca mengejeknya.


" Kakak.." Ochi memelas.


" Iya.. iya.. ayo, buruan masuk..!! " Sudah tak sanggup mendengar rengekan adiknya.


Ketika masuk ke kamar kakaknya, Ochi pun langsung merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur dengan diikuti Chaca yang ikut duduk disamping adiknya yang manja itu.


" Ada apa? kok kakak perhatiin semangat bener? " Tanya Chaca lagi.


" Itu loh...! kakak inget gak sama cowok yang pernah aku ceritain ke kakak? " Jawab Ochi dengan semangat.


Chaca mencoba mngingat-ngingat kata-kata adiknya dulu. Adiknya memang sangat manja terutama kepadanya. Bahkan Dia sering menjadi tong sampah untuk curhatan adik semata wayangnya itu.


" Hmm.. Jonathan? " Chaca menerka-nerka.


" Yup! 100 untuk kakak! " Ochi kegirangan.


" Kenapa dengan anak itu? " Chaca kembali bertanya dengan malas.


Gak penting banget sih yang dibahas. Gumam chaca.


" Nathan ngundang aku ke partynya kak? " Jawab Ochi dengan antusias.


" Terus? " Bertanya lagi dengan wajah datar.


Kakakku ini kenapa dingin banget, sudah sedingin es, pantes gak laku-laku.


Gumam Ochi sambil mesem-mesem.


"Terus? kenapa malah muka mesem-mesem begitu? " Chaca mulai kesal.


" Jadi Gini kakakku tersayang.. Ochi mau ngajak kakak untuk menghadiri party itu. Kakak jadi partner Ochi, boleh ya kak, boleh donk, boleh lah..? " Ochi memasang mata puppy ayesnya untuk membujuk Chaca.


" Karena tempat partynya jauh kak, mama sama papa pasti gak akan ngizinin Ochi perginya sama temen-temen Ochi, kecuali sama kakak. " Jelasnya pada Chaca dengan wajah yang cemberut.


Kedua orang tua mereka memang sangat protektive terhadap mereka berdua. Itu sebabnya mereka berdua sangat jarang bergaul sama teman-teman mereka. Terkadang hanya Ochi yang suka curi-curi waktu kuliahnya untuk berpesta bersama teman-temannya.


Sedari kecil, Chaca dan Ochi lebih sering bermain berdua saja. Kemanapun selalu berdua, Tak heran hubungan dua kakak beradik ini begitu dekat.


Chaca menghembuskn nafas kasar.


" Huf... baiklah..! "


" Yeay...!! kakakku memang yang terbaik! " Ochi langsung menghambur memeluk Chaca.


##############################


Diruang makan.


Keluarga Handoko terlihat sedang menikmati makan malam mereka. Terlihat pula Chaca dan Ochi yang sedang menyiapkan ancang-ancang untuk memulai pembicaraan.


" Ma..,Pa..! akhir pekan nanti, Chaca dan Ochi berencana pergi ke party temannya Ochi Pah.." Chaca memulai pembicaraan dengan setenang mungkin.


" Dimana? " Jawab Pak Bahri sekenanya.


Aduh gimana ini, kenapa aku yang jadi gugup begini, kan ini ide si Ochi, mana tempatnya jauh lagi. Chaca bergumam dalam hati karena panik.


"Disebuah kafe di Black Street Pa. " Jawab Chaca sedikit gugup.


" Itu bukannya sangat jauh, Nak? " Jawab Mama Maria menimpali.


Chaca menyenggol-nyenggol lengan adiknya, berharap Ochi membantunya.


Bicara donk Chi, jangan diem aja.. masak biarin aku ngomong sendiri.. udah dikasih hati juga malah minta jantung.


" gak apa-apa yah Ma? kan Ochi perginya satu mobil sama kakak, dan berangkatnya barengan dengan teman-teman Ochi lainnya. " Ochi menjawab kegelisahan kakaknya.


" Hmm.. tapi jangan lama-lama, jam 10 malam sudah harus sampai dirumah! " Titah pak Bahri.


" Hati-hati disana yah Nak, jaga diri kalian. Mungkin, Mama dan Papa tidak bisa melihat kalian selama berada disana, tapi Tuhan selalu melihat apa yang kalian kerjakan selama disana. " Mama Maria memberi nasehat kepada anak-anaknya. Karena Mamanya tau pergaulan anak remaja zaman sekarang memang jauh dari norma-norma.


" Jangan mau diajak berteman dengan laki-laki yang tidak dikenal !" pak Bahri menimpali.


" Dan, satu lagi, belakangan ini marak berita kehilangan anak-anak remaja seperti kalian, bahkan belum ada yang ditemukan hingga sekarang, itu sebabnya Papa melarang keras kalian bergaul dengan orang-orang asing yang tidak kalian kenal. " Lanjut pak Bahri.


" Siap Papa! siap Mama! "


Jawab Chaca dan Ochi kompak, sambil tangannya memberi hormat seperti seorang tentara.


###############################


Terima kasih yang sangat banyak untuk para Readers yang bersedia membaca karya saya yang receh ini.. 😘😘😘