WHO'S NEXT?

WHO'S NEXT?
NGIDAM



Ceklek!


Ochi membuka pintu kamar kakaknya pelan. Tampak Chaca sedang berbaring di atas tempat tidur sambil menutup tubuhnya dengan selimut hingga menutupi kepalanya.


Ochi kemudian berjalan pelan mendekati kakaknya. Ochi lalu menarik selimut yang menutupi tubuh Chaca secara perlahan. Merasa ada yg menarik selimutnya, Chaca kemudian mengeratkan selimutnya itu agar tidak terbuka.


" Kenapa tarik-tarik, cari mangganya dulu baru boleh tidur dengan ku! " Ucap Chaca yang mengira seseorang yang menarik selimutnya itu adalah Cello.


Hah! Kakak kira aku kak Cello? Ha.. ha.. ha..!


Ochi tertawa dalam hati.


Mendengar ucapan kakaknya yang begitu menggelikan di telinganya, Ochi semakin mengerjai kakaknya itu. Ia kembali menarik selimut dan membuat Chaca semakin mengeratkan pegangannya.


" Iih... udah aku bilang, cari mangganya dulu baru boleh menggoda ku! " Chaca mulai merasa kesal.


Ochi terkekeh pelan melihat tingkah kakaknya itu, Ia pun semakin mengerjainya.


" Sudah ku bilang, cari mangganya dulu! " Ucap Chaca yang seketika itu langsung duduk dan membuka selimutnya, hingga terpampanglah wajah Ochi di depannya.


" Ha.. ha.. ha.. ha..! " Tawa Ochi pun akhirnya pecah.


" Ochi! Kamu? " Chaca memukul-mukul pelan adiknya itu.


" Aww.. kakak! Kakak ku kok jadi manja begini yah? Ha.. ha.. ha..! " Ejek Ochi pada Chaca.


" Kamu yah, awas kamu! "


" Iya deh iya, maaf...! Jangan marah begitu, entar cepat tua loh..? "


" Biarin! " Ucap Chaca yang langsung membuang muka ke samping dengan cemberut.


" Ha.. ha.. ha..! Pantes kak Cello gemes, habisnya muka kakak kalau di tekuk kayak gitu jadi mirip pikachu..! Ha.. ha.. ha..! "


" Apa kata mu? " Chaca semakin kesal hingga wajahnya merah padam.


" Ampun kak, kalau kayak gitu malah jadi mirip kak Ros nya Upin Ipin yang lagi marah! "


" Upin.......! betuah punye buda'? " Chaca mencontohkan gaya Ros di serial Upin Ipin kepada adiknya.


Plaakk!


Sebuah bantal melayang di kepala Ochi.


" Ampun kak Ros, Upin janji gak bakalan nakal lagi..? " Ucap Ochi sambil terkekeh.


" Ha.. ha.. ha.. ha..! " Merekapun akhirnya tertawa bersama.


" Kamu itu yah, dari dulu suka banget gangguin kakak, emang udah mirip sama Upin, entar kakak sumpahin botak baru tau..! " Ucap Chaca sambil memberikan pelukan pada adiknya itu.


" Jangan donk kak, masa' Ochi jadi botak, kan gak lucu..!"


" Ha.. ha.. ha.. ha.. " Mereka kembali tertawa bersama.


" Kamu kok masuk kamar kakak diem-diem aja, kakak kan jadi mikirnya kak Cello tadi?"


" Habisnya aku kan mau kasih surprise ke kakak! Aku tuh kangen banget tau, emangnya kakak gak kangen sama adiknya yang terimut sejagat raya ini, hmm...? " Ucap Ochi dan memperlihatkan semburat senyum terlukis di wajah Chaca.


" Hmm... mana mungkin kakak gak kangen sama adiknya kakak yang menyebalkan ini. "


" Walaupun menyebalkan tapi ngangenin kan? "


" Huh! Dasar! " Ucap Chaca sambil melepas pelukannya sedangkan Ochi terkekeh di buatnya.


" Kapan kamu dateng? " Tanya Chaca lagi.


" Barusan. "


" Sendirian? "


" Gak, tadi ikut sama Nathan ke sini, nanti pulangnya di antar sama Dia lagi. "


" Oh, kirain sendiri, kakak jadi khawatir kalau kami perginya sendiri, tapi udah izin sama mama belum? "


" Udah kok kak, tadi pas di jalan mau ke sini aku telfon mama. "


" Syukurlah, jadi mama gak khawatir. "


" Oh iya kak, mama kirim salam, kata mama kapan-kapan mau main ke sini. "


" Benarkah? " Chaca sangat bersemangat mendengar hal itu.


" Ehmm...! " Ochi mengangguk.


" Bilang sama mama, kakak udah gak sabar nungguin mama ke sini, harus nginep gitu! "


" Ok deh! "


Setelah hening beberapa saat, Ochi kembali melanjutkan kata-katanya.


" Kak, aku denger kakak lagi pengen mangga muda ya? "


Mendengar nama mangga muda, Chaca menelan ludahnya dan kembali membayangkan buah mangga muda yang bergelantungan di atas kepalanya.


" Hmm.. iya, kakak pengen banget! " Ucapnya sambil matanya menatap fokus sambil tersenyum.


" Kakak lagi ngidam ya? "


Chaca tersentak mendengar kata-kata Ochi, hingga membuat Ia seketika menoleh pada adiknya itu.


" Ngidam? " Ulang Chaca.


" Iya, ngidam! Temen aku juga gitu, kepengennya mangga muda saat Dia ngidam. "


Hening sebentar.


" Kapan terakhir kali kakak datang bulan? " Tanya Ochi lagi.


" Hmm.. kakak lupa, tapi sepertinya udah telat. " Chaca mencoba mengingat-ngingat.


" Hamil? " Ulang Chaca.


" Iya, kalau wanita telat datang bulan biasanya kan hamil? "


" Apa benar kakak hamil? Kalau benar, sebentar lagi kakak akan jadi ibu donk? " Chaca tersenyum lebar.


" Dan aku akan jadi tante? " Jawab Ochi tak kalah hebohnya.


" Yeay..! " Chaca dan Ochi berteriak sambil berpelukan.


" Kalau gitu kakak harus ke dokter kandungan, agar lebih jelas kakak lagi hamil atau gak?" Ucap Ochi.


" Iya kau benar, kakak harus bersiap-siap dulu, kamu suruh kak Cello bersiap-siap juga! Kakak udah gak sabar ingin tau! "


" Siap bos! " Ucap Ochi sambil berlalu keluar dari kamar kakaknya itu. Sedangkan Chaca dengan penuh semangat, ingin segera bersiap-siap seakan-akan melupakan mangga muda yang di inginkannya tadi.


****


Ochi kemudian menghampiri Cello dan Nathan yang terlihat sudah tidak sabar menanti informasi dari Ochi.


" Gimana, kamu ngobrol apa aja sama kakak mu? " Tanya Cello yang sudah tidak sabar.


" Hmm.. banyak, salah satunya kak Cello di suruh bersiap-siap untuk nganterin kak Chaca ke dokter kandungan. "


" Dokter kandungan? " Ulang Cello.


" Iya, dokter kandungan buat memeriksa kak Chaca hamil atau gak, soalnya kak Chaca kan udah telat dateng bulan. " Ucap Ochi santai.


" Datang bulan? " Kali ini Nathan yang mengulang kata-kata Ochi.


" Apa Loe, mau nanya datang bulan itu apa, gue toel kuping Loe..! " Jawab Ochi pada Nathan hingga membuat Nathan terkekeh.


" Haha.. ya udah, kalau gitu kak Cello siapin mobil dulu, kalian ikut satu mobil dengan kak Cello atau bagaimana? "


" Aku satu mobil dengan Nathan aja kak. " Ucap Ochi sambil main mata pada Nathan hingga Nathan tersentak di buatnya.


" Iya kan, Nat? " Tanya Ochi lagi sambil mengedipkan matanya lagi.


" I.. iya, Ochi sama Nathan aja kak Cello. " Jawab Nathan terbata karena merasakan suatu getaran dari dalam dirinya yang Ia sendiri tidak mengerti getaran apakah itu.


Cello memandangi dua orang di depannya yang saling beradu pandang.


" Sepertinya bakalan ada yang lebih bucin dari aku? " Sindir Cello.


" Hah! Maksud kakak apaan sih, kalau gitu aku tunggu di mobil yah, Chi! " Nathan berlalu dari hadapan Cello dan Ochi karena merasa malu sudah ketangkap basah oleh kakaknya.


" Ha.. ha.. ha.. ha..! Pepet terus Chi jangan kasih kendor! " Ucap Cello pada Ochi sambil tertawa dan berlalu dari hadapan Ochi.


" Iih... kak Cello...! " Teriak Ochi yang wajahnya sudah memerah malu seperti kepiting rebus.


" Bilang kakak mu, kak Cello tunggu di mobil! " Teriak Cello yang sudah berada di ambang pintu.


" Iya! " Jawab Ochi yang masih belum menyembunyikan pipinya yang memerah.


****


Tidak berselang lama, Chaca pun keluar dari kamarnya dengan pakaian yang sudah rapi.


" Mana yang lain? " Tanyanya.


" Nunggu di mobil, kak. " Jawab Ochi.


" Apa mereka sudah tak sesabar itu? " Tanya Chaca lagi.


" Bisa jadi, ayo kak jangan membuat mereka mati penasaran. "


" ha..ha.. ha..! Ya udah, ayo! "


Chaca dan Ochi pun keluar rumah dan langsung masuk ke dalam mobil yang sudah siap menunggu mereka. Namun, sebelumnya, Chaca sudah mengunci pintu rumahnya terlebih dahulu.


Setelah merasa semuanya sudah siap, Cello lalu menginjak pedal gas dan melajukan mobilnya meninggalkan kawasan rumahnya. Begitu juga Nathan yang mengikuti mobil kakaknya dari arah belakang.


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


################################


Terima kasih banyak para Readers yang sudah setia sejauh ini membaca Chaca dan Cello.


Jangan lupa untuk selalu tinggalkan like, vote, dan komen di setiap episodenya yah..


Kiss jauh dari Author.. 😘😘😘