WHO'S NEXT?

WHO'S NEXT?
PENGHIANATAN DARIS



Daris keluar dari perusahaan pak Bahri dengan perasaan bahagia. Bagaimana tidak, dengan uang yang jumlahnya sangat banyak itu, rencananya akan Ia pakai untuk membawa anak dan istrinya berlibur keliling Eropa.


Daris melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Setibanya Ia di depan rumahnya, Daris turun dari mobilnya dengan membawa koper di tangannya sambil bersiul dengan senangnya. Namun, siulannya itu tiba-tiba berhenti saat ada beberapa orang yang menyekapnya dari arah belakang sambil menutup mulutnya dengan sapu tangan yang sudah di beri obat bius sebelumnya. Seketika itu juga, Ia tidak sadarkan diri.


Kemudian orang-orang itu lalu membawa tubuh Daris yang sudah tak sadarkan diri itu beserta koper yang berisi uang yang kemudian dimasukkan ke dalam sebuah mobil van berwarna putih. Mobil itu kemudian meninggalkan tempat itu dan melaju dengan kecepatan tinggi menuju kawasan black lake.


****


Drrtt... drrtt.. drrtt...!


Ponsel Cello berdering diatas nakas, dengan cepat Cello mengambil ponselnya lalu berjalan keluar dan mengangkat telfon. Chaca yang melihat Cello seperti itu,membuatnya merasa curiga karena tidak biasanya suaminya itu menerima panggilan dengan cara menghindar seperti itu.


" Hallo! Bagaimana? " Tanya Cello pada seseorang yang berada dalam sambungan telfon.


" Semuanya sudah jelas pak! Sekarang saya sedang membawa Daris dengan uang satu koper miliknya, pak! "


" Sial! Beraninya Dia menghianatiku! Kalau begitu bawa Dia masuk ke dalam gudang, setelah itu kalian boleh pergi, biar Nathan yang akan mengurusnya!"


" Baik pak! "


Cello lalu mematikan panggilan telfonnya dan masuk kembali ke dalam rumah.


Flashback On


Dihari dimana Cello dan Nathan pergi mencari bukti-bukti. Dia menemukan beberapa kejanggalan. Menurut hasil visum salah satu jenazah korban, ditemukan bekas tusukan bagian perut sehingga dapat di simpulkan korban itu sudah mati sebelum jasadnya terbakar. Dan ada kemungkinan korban itu merupakan saksi kunci dari kebakaran itu.


Menurut para saksi yang berada di lokasi kejadian, sempat merasa heran karena melihat Daris yang hanya diam saja saat kebakaran itu terjadi. Dia tidak berinisiatif untuk menghubungi pemadam kebakaran, sehingga resto itu habis dilalap si jago merah tanpa sisa karena keterlambatan panggilan darurat pemadam kebakaran.


Karena beberapa hal yang janggal itulah, Cello membayar beberapa orang untuk mengawasi gerak gerik Daris. Hingga akhirnya kedok Daris terbongkar dan nasib Daris sekarang berada di tangan Cello.


Flashback Off


" Dapat telfon dari siapa?" Tanya Chaca ketika suaminya duduk disampingnya diruang keluarga.


" Emb.. itu.. dari pihak kepolisian! " Jawab Cello berkilah.


" Petugas? Apa sudah ada titik terang tentang siapa pelakunya? "


" Belum sayang...! Petugas itu hanya ingin memberitahu ku kalau mereka baru saja menemukan bukti-bukti yang baru tapi belum bisa mengungkap siapa pelakunya! "


" Oh.. begitu! " Ucap Chaca mengangguk-anggukan kepalanya tanda Ia mengerti.


" Kamu curiga kalau-kalau aku dapat panggilan telfon dari seorang wanita ya? hmm..! " Tanya Cello yang mulai menyadari kecurigaan istrinya.


" Iya! Habisnya ngangkat panggilannya pakai menghindar segala dari aku! " Jawab Chaca memanyunkan bibirnya.


" Ha.. ha.. ha...! Mana mungkin aku menduakanmu sayang...! Hatiku ini cuma satu tidak untuk dibagi-bagi! " Jawab Cello sambil terkekeh.


Mendengar ucapan Cello, Chaca tidak ingin menjawab lagi, Ia hanya memberikan senyuman termanisnya pada suaminya itu.


" Oh iya, sayang! Kita ke supermarket yuk, banyak stoke belanjaan yang sudah habis di kulkas!" Lanjut Cello lagi.


" Sekarang? "


" Iya...sekarang! "


" Ayo! Aku siap-siap dulu yah! " Ucap Chaca bersemangat sambil melenggang menuju kamarnya untuk berganti pakaian. Tidak lama kemudian, Chaca keluar dari kamarnya dan sudah siap dengan dress selututnya, lalu menghampiri Cello untuk pergi berbelanja.


Begitu sampai di depan mobil, Cello kemudian membukakan pintu untuk Chaca dan Chacapun langsung duduk manis didalam mobilnya. Sebelum Cello masuk ke dalam mobilnya, Ia melihat mobil Nathan yang sudah kembali. Nathan yang baru saja pulang dari kampusnya kemudian di hampiri Cello.


" Nat, nanti akan ada orang suruhanku membawa Daris ke dalam gudang belakang! Setelah mereka pergi, kau urus Daris, bawa Dia masuk ke ruang bawah tanah, lalu kemudian ikat Dia di kursi. Jangan lupa pesankan pada Rio untuk jangan melakukan apapun pada pria itu sampai aku kembali! "


" Baik kak! "


" Satu lagi, orang suruhan ku juga membawa koper berisi uang yang merupakan milik Daris, entah dari mana Dia mendapatkan uang sebanyak itu. Itu yang harus kita gali dari Dia, aku yakin orang yang memberikan uang itu adalah dalangnya! "


" Siap kak! "


" Bagus, kalau begitu aku harus pergi dulu bawa istriku belanja supaya Dia tidak curiga dengan kedatangan orang suruhanku ke sini! "


Cello kemudian berlalu dari hadapan Nathan dan masuk kembali ke dalam mobilnya, lalu melajukannya hingga keluar dari kawasan Balck Lake.


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


###############################


Sebuah mobil van berwarna putih memasuki kawasan black lake dan berhenti tepat didepan sebuah gudang. Beberapa orang tampak menurunkan tubuh Daris dari dalam mobil untuk dibawa ke dalam gudang, begitu pula dengan koper yang berisi uang. Nathan yang melihat mereka kemudian datang menghampiri.


" Semua sudah beres bos! " Ucap salah satu orang itu sambil meletakkan Daris di atas karpet lusuh.


" Bagus! Kalau begitu kalian bisa pergi! "


" Baik, bos! "


Mereka lalu meninggalkan gudang itu dan kawasan Black Lake karena sudah menyelesaikan tugas mereka dengan baik.


" Berani-beraninya kau menghianati kami demi uang ini! Sebentar lagi kau akan tau siapa kami! " Ucap Nathan sambil memopong tubuh Daris masuk ke ruang bawah tanah setelah membuka gembok lantai.


Nathan kemudian mendudukkan Daris yang masih terlihat tak sadarkan diri itu disebuah kursi yang berada di dalam salah satu ruangan di ruang bawah tanah tersebut. Ia kemudian memanggil Mario.


" Kak Rio! " Teriak Nathan dan tidak lama kemudian Rio pun datang menghampiri Nathan.


" Kak Rio, bantu aku mengikat tubuh orang ini! " Lanjut Nathan lagi yang melihat kehadiran Rio di hadapannya.


" Kenapa dengan orang ini? " Tanya Rio.


" Dia sudah menghianati kak Cello dan Dia juga yang sudah membakar resto Harfar. "


" Ha.. ha.. ha..! Ini akibatnya jika menjadi manusia baik! Ha..ha.. ha..! " Ucap Rio sambil tertawa.


" Tidak ada manusia yang pantas di kasih hati, Nat. Ingat itu! " Lanjut Rio lagi dan sedikit masuk dalam akal sehat Nathan.


" Kalau kau sudah selesai bicara, cepat tolong aku! " Titah Nathan.


" Ok.. ok.. baiklah! " Ucap Rio lalu membantu Nathan mengikat tubuh Daris di kursi.


" Apa Dia akan jadi santapanku? " Tanya Rio lagi pada Nathan.


" Kak Cello berpesan, jangan ada yang berani mengganggu orang ini sampai Dia kembali!" Tegas Nathan.


" Ok.. ok.., baiklah! "


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


################################


Sementara itu di supermarket


" Sayang, kamu yakin kita belanja sebanyak ini? " Tanya Cello yang melihat Chaca mengambil barang-barang yang tidak begitu penting untuk kemudian dimasukkan ke dalam trolly.


" Iya, ini untuk stoke satu bulan! " Ucapnya santai.


" Hmm.. ya sudah, ambil saja yang menurutmu penting untuk keperluan kita selama sebulan. "


" Ok! Terima kasih sayang.... "


" Sama-sama..! " Balas Cello sambil mencubit hidung mancung Chaca pelan.


Tidak lama kemudian ponsel Cello bergetar. Ia lalu mengambil ponsel dari dalam saku celananya dan membuka sebuah pesan masuk dari Nathan.


" Kak Cello, semuanya sudah beres! Daris sudah aku ikat di ruang bawah tanah! "


Cello tersenyum membaca pesan itu lalu membalasnya.


" **Bagus! Sebentar lagi aku pulang! Kau beristirahatlah dulu, nanti baru kita eksekusi Dia bersama-sama. "


" Siap kak Cello**! "


Cello lalu menyimpan ponselnya kembali ke saku celananya. Ia pun lalu fokus kembali pada belanjaan istri tercintanya itu.


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


################################


Author cuma mau ngucapin banyak-banyak terima kasih buat pars Readers yang masih setia membaca karya Author ini.


Jangan lupa untuk tinggalkan like, vote, dan komen untuk setiap episodenya yah...


Kiss jauh dari Author... 😘😘😘