
Kini Willow dan Dillon sedang berada di sebuah resort pinggir pantai. Mereka sudah menghabiskan waktunya selama 3 hari di sana.
Willow tampak berenang menyusuri kolam yang letaknya langsung berbatasan dengan laut.
Willow berhenti di pinggir kolam dan melihat ke arah pemandangan laut biru yang indah.
"Honey ... Kita jadi berbelanja?" tanya Dillon yang berdiri di pinggir kolam.
Willow menoleh pada Dillon.
"Ya, setengah jam lagi. Aku akan berenang 3 kali putaran," ucap Willow.
"Perlu kutemani?" tanya Dillon.
"Aku pasti tak akan berenang jika kau menemaniku," jawab Willow tersenyum dan mulai berenang.
Dillon tertawa pelan. Dillon yang memang tak memakai baju dan hanya memakai celanan pendek saja langsung menceburkan dirinya ke dalam kolam renang untuk menyusul Willow berenang.
Hingga akhirnya Dillon berada di samping Willow dan menemaninya berenang.
Sampai tiga kali putaran, mereka pun berhenti dan Dillon menempelkan tubuh Willow ke pinggir kolam.
"Sudah siang, ayo kita segera berbelanja," ucap Willow.
"Apakah tubuhmu sudah segar kembali?" tanya Dillon tersenyum miring.
"Aku tahu apa isi otakmu, Honey," jawab Willow melingkarkan tangannya di leher Dillon.
"Di mana kita akan melakukannya?" tanya Dillon langsung.
"Di kamar. Tak mungkin kita melakukannya di sini," jawab Willow tertawa pelan.
Dillon dan Willow naik ke atas. Dillon menarik tangan Willow sembari melihat tubuh Willow yang memakai bikini sexinya.
"You're so sexy, Baby," ucap Dillon.
Sesampainya di dalam Dillon langsung menarik pinggang Willow dan mencium bibirnya dengan penuh gairah.
Tubuh mereka yang masih basah menambah keintiman di antara mereka berdua.
Willow berjinjit dan Dillon mengangkat pinggangnya agar mereka leluasa berciuman.
Setelah terbuka Dillon langsung melumaat puncak dada Willow dengan lahap dan memainkan lidahnya di sana.
"Aaaahhh ..." desah Willow yang tangannya menyisir rambut Dillon dengan tangannya.
Sembari mencium dada Willow, tangan Dillon membuka celana bikini Willow.
Lalu Dillon membawa Willow ke atas ranjang dan dia membuka celananya sendiri.
Dillon langsung melakukan adegan panasnya dengan gerakan liar dan cepat di atas tubuh Willow.
"Ah ... Ah ... Ah ..." Dillon mendesah dengan jari yang bertautan dengan jari jemari Willow.
Setelah beberapa lama, Dillon mengangkat tubuh Willow dan mengganti posisinya di atas tubuhnya.
Willow mulai bergerak kembali di atas tubuh atletis Dillon dengan tangan bertumpu di atas perut six packnya.
Tangan Dillon mencengkeram erat bokong Willow yang bergerak maju mundur di atasnya.
"Aku yang menyelesaikannya?" tanya Willow dengan suara lirih.
"No, Honey," jawab Dillon dan beranjak duduk lalu membalik tubuh langsing Willow hingga tubuh Willow menungging.
"Ooowwhh, Honey ..." desah Willow.
Jari jemari mereka kembali bertautan dan mencium punggung mulus Willow.
Dillon menggerakkan tubuhnya di atas punggung Willow dan mereka sama-sama menikmatinya.
Hingga beberapa lama akhirnya mereka mencapai puncak gairahnya bersama.
Dillon kembali membalik tubuh Willow dan menciumi wajah cantiknya.
"Kau terlihat berisi. Apa mungkin kau sudah hamil?" tanya Dillon melihat pipi chubby Willow.
"Mungkin ini efek vitaminku. Dokter memberiku vitamin penyubur. Tetapi tubuhku bisa sedikit membengkak karena vitamin itu. Kau tak masalah, kan?" ucap Willow.
"Kau selalu cantik di mataku," jawab Dillon tersenyum kemudian mengecup bibir merah Willow.
"I love you ... I love you ... I love you ... Terima kasih sudah hadir di dalam hidupku," lirih Willow membelai pipi Dillon yang berjambang tipis.
Dillon memeluk tubuh polos Willow dan mencium rambutnya yang masih basah.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA❤❤❤