TRAUMA LET ME TOUCH YOU

TRAUMA LET ME TOUCH YOU
#23



3 Minggu kemudian. Dillon sudah diperbolehkan pulang. Rencanannya, Willow dan Dillon akan menikah akhir minggu ini meskipun Dillon masih duduk diatas kursi roda.


Willow kini ada di rumahnya. Dia tampak termenung sendiri di dekat jendela kamarnya seperti biasa.


Ceklek...


Isaac membuka pintu kamar Willow dan masuk ke dalam.


"Sayang ... Hari ini kita akan ke mansion Tuan Robert," ucap Isaac.


Willow menoleh pada Isaac yang kini berdiri di belakangnya.


"Aku belum mengatakannya, Dad," ucap Willow pelan.


"Katakan hari ini. Dia harus tahu tentangmu, sayang. Meskipun Daddy yakin dia akan menerima kau apa adanya. Daddy hanya berharap kau membuka dirimu, sayang. Berusahalah untuk sembuh," Isaac duduk berlutut di depan Willow dan menggenggam tangannya.


Willow hanya menunduk dan diam.


"Mengapa aku begitu lemah, Dad? Aku membenci diriku sendiri. Aku ingin menjadi kuat dan bisa menghadapi hal ini. Tapi mengapa aku terlalu pengecut untuk mencobanya ..." ucap Willow sangat pelan dan air matanya menetes.


Isaac memeluk Willow dan mengusap punggungnya dengan lembut.


"Maafkan Daddy, sayang. Ini semua karena Daddy. Daddy terlalu egois karena tak memikirkan kebahagiaanmu dulu," jawab Isaac yang ikut menangis.


Dia sangat tak bisa melihat Willow begitu menderita seperti ini. Isaac sangat menyayangi dan mencintai Willow. Dia ingin Willow hidup bahagia bersama Dillon.


Dia berharap Dillon bisa membuat Willow kembali menjadi gadis ceria seperti dulu, sebelum ada Jonah masuk ke dalam kehidupan mereka.


Menjelang malam, Willow dan Isaac pergi ke mansion keluarga Robert. Galy dan Rey menyambut mereka berdua.


Phoenix dan Thea juga menyambut mereka. Thea mendorong kursi roda Dillon dan menemui Willow.


Willow menghampiri Dillon dan tersenyum pada Thea.


"Ayo kita makan malam dulu," ucap Galy.


Lalu Willow menggantikan Thea mendorong kursi roda Dillon. Willow sudah terbiasa melakukan hal itu. Dia hanya ingin bertanggung jawab sepenuhnya pada Dillon.


Willow bahkan menyiapkan semua persiapan makan malam untuk Dillon dan duduk di sebelah Dillon.


Tanpa sadar, Willow senang melakukan semua hal itu dan cukup menikmatinya meskipun tak ada sentuhan apapun diantara mereka.


Dillon hanya tersenyum dan menatap wajah cantik Willow selama Willow menyiapkan makan malamnya.


"Makanlah kak. Apa kau mau Willow juga menyuapimu?" kata Thea tertawa pelan yang melihat Dillon tak segera memakan makan malamnya.


"Ya ... Aku akan sangat senang jika Willow melakukan hal itu untukku," jawab Dillon.


Willow menoleh ke arah Dillon.


"Kau mau kusuapi?" tanya Willow dengan polosnya.


Dillon tertawa pelan karena hal itu. Dan yang lainnya juga tersenyum melihat kepolosan Willow.


"Tidak perlu ... Tangan kananku masih berfungsi dengan sangat baik," jawab Dillon.


Willow hanya mengangguk dan melanjutkan makannya.


Setelah makan malam, Willow mengantar Dillon ke kamarnya. Dillon sudah bisa sedikit menggerakkan kakinya dan berdiri sendiri untuk pindah ke ranjang dari kursi rodanya. Sedangkan Willow menahan kursi rodanya agar tak bergerak.


"Thank you," kata Dillon.


Willow kemudian duduk di kursi sebelah ranjang seperti biasanya jika menjaga Dillon.


Willow memandang mata Dillon dan mereka saling bertatapan. Inilah waktunya Willow mengatakan tentang kelemahannya pada Dillon.


"Aku menderita Haphephobia," ucap Willow akhirnya.


Dillon masih tak mengerti tentang istilah penyakit yang dikatakan oleh Willow itu. Dia masih menunggu penjelasan Willow.


"Itu adalah penyakit dimana aku takut akan sentuhan. Aku akan mengalami panic attack yang bisa saja membuatku pingsan dan tubuhku kesakitan," kata Willow.


"Pikirkanlah kembali tentang pernikahan kita, Dillon. Kau akan kecewa padaku jika melanjutkan pernikahan ini," lanjut Willow.


Dillon lama terdiam dan memandang wajah Willow serta menatap mata hijaunya.


"Aku akan tetap menikahimu," jawab Dillon akhirnya.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA❤❤❤