
"Kita akan berbulan madu minggu depan setelah aku menyelesaikan semua urusanku di perusahaan," ucap Dillon di sela sela makan malam mereka di sebuah restoran.
Willow hanya mengangukkan kepalanya dan tersenyum cantik. Dillon membelai pipi Willow dengan lembut.
Sudah 3 hari penuh mereka menghabiskan waktunya hanya di dalam penthouse. Dillon benar benar memanfaatkan waktunya hanya untuk bertarung di ranjang dengan Willow.😁
Tak ada yang bisa mengganggu mereka karena mereka sudah berpesan pada security bahwa Dillon tak menerima tamu satupun kecuali keluarga dekatnya saja.
"Jika kau masih sibuk, aku tak masalah berbulan madu di rumah saja. Atau kita di mansion saja. Bukankah disana sedang kosong?" ucap Willow sambil meminum jus jeruknya.
"Kita lihat nanti saja. Aku ingin membawamu berlibur. Kita sama sekali belum pernah berlibur bersama sejak menikah," jawab Dillon.
"Terserah kau saja. Asal bersamamu, kemanapun akan kuikuti," ucap Willow dengan manisnya.
"Oh my ... Kau terlalu manis, Honey. Kita pulang sekarang," kata Dillon.
Willow tertawa pelan dan mengecup bibir Dillon yang ada di sampingnya. Willow memang sedang jatuh cinta berat pada Dillon. Dia bahkan enggan berjauhan darinya.
Dan tentu saja hal itu membuat Dillon amat sangat bahagia. Gadis yang didapatkannya dengan penuh perjuangan ini, sekarang bisa menjadi milik Dillon sepenuhnya.
"Aku akan ke toilet dulu," ucap Willow.
"Hmm ..." jawab Dillon.
Willow tersenyum dan mengangguk. Lalu dia beranjak dari kursinya dan menuju toilet yang berada di sudut restoran.
Setelah beberapa menit, Willow pun keluar dari toilet dan menuju wastafel untuk mencuci tangannya.
"Halo, Sayang," ucap seseorang di dekat pintu.
Willow yang sangat mengenal suara itu langsung menoleh dan menatap tajam orang itu.
"Apa yang aunty lakukan disini? Apa aunty mengikutiku?" tanya Willow dengan wajah dinginnya.
"Kau lumayan berani sekarang. Apa karena pengaruh suamimu?" kata Hensley mengejek.
Ya ... Hensley, mantan ibu tirinya itu secara tak sengaja bertemu Willow yang selama ini memang sangat dicarinya. Sejak Willow menikah, Hensley tak bisa melacak keberadaan Willow.
Hingga akhirnya hari ini dia bertemu Willow ketika dirinya sedang makan malam dengan seorang laki laki tua kaya yang akan menjadi target pemasukannya selanjutnya.
Tetapi Hensley menahan tangannya dan Willow menangkisnya dengan kasar.
"DON'T TOUCH ME!!!" bentak Willow kesal.
"Kau sombong sekali sekarang. Apa kau merasa senang karena Jonah sudah tak mengganggumu lagi? Aku akan menikah lagi dengan lelaki tua yang kaya raya. Aku pastikan akan melepaskan Jonah dari penjara. Aku tak suka melihatmu menikmati hidup dengan begitu bahagia sementara anakku menderita di penjara," ucap Hensley.
Willow tiba tiba merasa gugup karena mendengar nama Jonah disebut dan perkataan Hensley yang akan melepaskan Jonah. Dia langsung pergi keluar dan tak mau mendengarkan lagi ucapan Hensley.
"Isaac bukan ayah kandungmu, Will," ucap Hensley dengan sedikit berteriak.
Dan itu membuat langkah Willow berhenti seketika. Dia menoleh kepada Hensley.
"Kau berkata omong kosong untuk membuat mentalku terpuruk, Aunty? Tidak ... Kau tak bisa melakukan hal itu padaku," ucap Willow dengan suara bergetar.
"Jika kau tak percaya, kau bisa bertanya sendiri pada Isaac. Kau tak lebih dari anak yatim piatu yang ditinggalkan di jalanan oleh orang tuamu. Kedudukanmu masih lebih rendah dari Jonah," kata Hensley mencoba mengintidasi Hensley.
Willow mendekat pada Hensley dan menatap tajam ke arahnya.
PLAAAKKK ...
Willow menampar pipi Hensley dengan sangat keras untuk melampiaskan emosinya.
"Kau berani menamparku????" teriak Hensley.
Lalu Willow segera keluar dari ruang toilet dan menuju Dillon. Dillon yang melihat Willow dari jauh melihat sesuatu yang janggal dari ekspresi Willow.
Willow sudah tampak menangis dan berurai air mata. Dillon segera berdiri dan menghampirinya. Kemudian Willow langsung memeluk Dillon dan menangis di dalam pelukannya.
Dan tentu saja hal ini membuat Dillon khawatir.
"Ada apa? Apakah ada yang menyakitimu? Katakan padaku," ucap Dillon melepaskan pelukannya dan menangkup wajah Willow yang sudah sembab.
"Kita pulang saja," ucap Willow sesenggukan.
"Hmm ... baiklah kita pulang sekarang," jawab Dillon dan merangkul bahu Willow lalu membawanya ke mobil.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA...❤❤❤