
Willow terbangun dan mengerjapkan matanya. Kepalanya terasa sangat pusing. Samar samar dia melihat bayangan seseorang di depannya.
Willow merasakan bahwa tangan dan kakinya terikat. Pipinya menyentuh lantai lembab penuh debu dan lumut. Willow seketika membuka matanya karena tiba tiba tubuhnya diliputi rasa ketakutan yang amat sangat.
"Kau sudah bangun, Sayang?" tanya Hensley yang berdiri di depan tubuh Willow yang terkapar tak berdaya.
"Bibi ... Apa yang kau lakukan padaku?" tanya Willow ketakutan.
"Hahahahaha ... Lihatlah, aku melihat wajah itu darimu. Kemarin kau begitu berani menamparku. Sekarang lihatlah betapa menyedihkannya dirimu," Hensley tertawa keras.
"Apa maumu?" tanya Willow gemetar karena dia sangat takut Hensley melakukan sesuatu yang kejam padanya seperti yang dilakukan Jonah dulu padanya.
"Aku hanya menyekapmu sampai Isaac dan suamimu yang sombong itu memberikan apapun yang kumau," jawab Hensley.
"Apa maksudmu?" tanya Willow tak mengerti.
"Kau tahu? Suamimu yang superior itu telah membuat calon suamiku pergi meninggalkan aku. Dan tak hanya itu, dia juga membuat Jonah di pindah ke penjara dengan penjagaan maximum. Kurang ajar sekali dia. Dan aku? Dia berpikir aku hanya wanita tua lemah yang tak bisa melakukan apapun. Dia benar benar meremehkanku," kata Hensley marah.
"Anak buah Isaac mencariku dan akan mengancamku akan melenyapkanku jika aku mengganggumu. Hah ... Dia pikir aku takut? Tak ada lagi yang kutakutkan sekarang. Aku akan melawan sampai tetes darahku yang terakhir. Kau dan keluargamu membuat diriku dan Jonah menderita, Will!!!" teriak Hensley dengan sangat marah.
"Kau yang membuat masalah denganku. Aku yang menderita. Bukan kau atau Jonah," ucap Willow menahan tangisnya karena dia tak ingin terlihat lemah di depan Hensley.
"What??? Kau pikir aku peduli dengan hal itu? Aku tak peduli dengan apa yang Jonah lakukan dulu padamu. Karena aku hanya butuh harta Isaac saja," kata Hensley sinis.
"Kau selalu jahat dan licik, jadi kau pantas mendapat semua balasan itu, Bibi," ucap Willow dengan menatap tajam dengan menahan rasa takutnya yang amat sangat.
BUGGG ...
"KURANG AJAR KAU!!!" Hensley menendang perut Willow.
"AWWW ... Hentikan, Bibi," teriak Willow kesakitan.
"Kau pikir aku akan diam saja mendengar ucapanmu itu? Jangan banyak bicara. Kau cukup mendengarkanku saja," bentak Hensley.
"Aku sudah melempar surat kaleng itu ke kedua rumah itu," ucap pria itu.
"Bagus .. Kau bermain rapi kan?" tanya Hensley.
"Ya ... Jangan khawatir, Nyonya. Aku sangat profesional," jawab pria itu tersenyum jahat.
"Ini ponselnya," lanjut pria itu sembari memberikan ponsel khusus pada Hensley.
"Apa kau yakin ponsel ini tak bisa dilacak?" tanya Hensley.
"Ya, aku sudah sering berkutat di bidang ini. Aku profesional, Nyonya. Bahkan jika anda ingin wanita ini mati, aku akan dengan senang hati membunuhnya tanpa jejak. Tapi anda harus membayarku lebih banyak," ucap pria itu menyeringai.
Willow yang mendengar hal itu semakin ketakutan dan merasa nafasnya semakin sesak.
"Tidak, kita tak perlu membunuhnya. Aku tak ingin sejauh itu. Aku hanya uang saja," jawab Hensley.
"Lalu apa yang akan anda lakukan padanya setelah ini?" tanya pria itu.
"Aku akan membiarkannya kelaparan dan kehausan," jawab Hensley jahat.
"Bibi ... Aku pastikan kali ini kau tak akan selamat dari tangan suamiku. Sebelum itu terjadi, lepaskan aku sekarang juga," ucap Willow dengan lemah karena dia merasa perutnya masih sakit karena tendangan Hensley tadi.
BUUGG ...
"DIAMLAH ... SUDAH KUSURUH DIAM BERARTI KAU HARUS DIAM!!" teriak Hensley dengan menendang perut Willow sekali lagi dan juga pahanya.
"AAhhhh ... Stop it ... Ini sangat sakit, Bibi," kata Willow terisak karena tak tahan dengan sakitnya.
"Dasar lemah, hanya seperti itu saja kau sudah menangis. Mengadulah pada daddy dan suamimu itu. HAHAHAHA ..." ucap Hensley yang kemudian tertawa keras.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA..❤❤❤