TRAUMA LET ME TOUCH YOU

TRAUMA LET ME TOUCH YOU
#16



Sore harinya, Dillon menyempatkan dirinya datang ke mansion Francis meskipun dirinya benar benar sibuk.


Acara berlangsung santai dan kekeluargaan. Diadakan di area kolam renang dan para pria tampak hanya mengenakan celana pendek saja.



Sebenarnya ini hanya acara Francis saja dan teman temannya. Tetapi Edna juga mengajak ketiga sahabatnya untuk menemaninya di mansion.


Dillon selalu melihat ke arah Willow yang agak jauh dari tempatnya. Willow akan terlihat sangat ceria jika sudah berkumpul bersama sahabatnya. Tawa dan senyumnya selalu terlihat. Hal itu membuat Dillon senang melihatnya.


"Kau belum mendapatkannya?" tanya Francis.


"Kau punya ide?" tanya Dillon pada Francis.


"Tak ada. Willow adalah wanita yang tak tersentuh Dillon. Itu sudah nasibmu. Aku hanya bisa memberimu semangat saja," jawab Francis tertawa pelan.


Damon ikut tertawa melihat sang adik yang sepertinya menghadapi wanita yang cukup sulit diraih.


"Sudah kubilang, lakukan cara terlicikmu atau cara ekstrim yang bisa kau lakukan. Tapi bisa jadi resikonya juga besar. Hentikan jika kau merasa dia tak terlalu penting bagimu. Tapi lanjutkan jika memang kau benar benar menyukainya. Apa kau mencintainya, Dillon?" tanya Damon.


"Maybe ... Love at first sight," jawab Dillon enteng.


"Kau selalu menjadi budak cinta jika sudah jatuh cinta. Apa kau yakin pada Willow kali ini, Dillon?" kata Francis tersenyum.


Dillon hanya mengangguk sembari masih melihat ke arah Willow yang tampak tertawa bersama ketiga sahabatnya.


"Kelak, aku yang akan membuatnya tertawa seperti itu," gumam Dillon.


Damon dan Francis hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Dillon yang selalu mellow jika sudah merasakan jatuh cinta.


Menjelang malam, Damon dan Velvet pulang terlebih dahulu. Sedangkan Dillon menunggu Willow pulang juga meskipun mereka nantinya tak pulang bersama. Dillon memakai sepeda motor Damon ketika datang tadi. Jadi dia akan mengikuti Willow dari belakang jika Willow pulang nanti.


Dillon mengikuti perintah Isaac untuk menjaga Willow sampai Isaac pulang. Willow selalu menghindari Dillon setiap Dillon ingin mendekatinya. Dan Dillon sedikit kesal dengan hal itu karena dia merasa seperti memiliki penyakit menular hingga Willow selalu menghindarinya.😆


"Bisakah kau tak menghindariku terus, Will?" tanya Dillon yang berjalan mengikuti Willow.


"Sudah ku bilang aku tak akan pernah menggubrismu. Pergilah," ucap Willow dan berjalan terburu buru.


Hingga akhirnya Dillon tak sadar memegang pergelangan tangan Willow dan menahannya agar Willow berhenti berjalan.


Hal itu membuat tubuh Willow langsung bergetar hebat dan menghempaskan tangan Dillon dengan kasar.


"APA YANG KAU LAKUKAN???" teriak Willow spontan dan mundur kebelakang menghindari Dillon.


Dillon seakan sadar bahwa dia telah melakukan kesalahan yaitu menyentuh Willow.


"Sorry ... Aku hanya ingin kau mendengarkanku sebentar," ucap Dillon berusaha tenang.


"Kau menyentuhku," kata Willow yang matanya sudah berkaca kaca.


"Maaf, aku tak sengaja melakukannya. Aku hanya memegang tanganmu, Will," jawab Dilon.


Willow berbalik dan berlari ke arah mobilnya. Dillon mengejarnya karena takut sesuatu terjadi pada Willow jika Willow bersikap labil seperti itu.


"Will!!! Aku minta maaf ... Jangan menyetir .. Aku saja yang menyetir," Dillon berdiri di belakang Willow sedikit dekat.


"Menjauhlah dariku!!!" bentak Willow yang sepertinya sudah akan menangis.


Dillon tak menyangka reaksi Willow akan berlebihan seperti ini karena Dillon berpikir bukankah mereka sudah cukup saling mengenal dan Dillon tak mungkin menyakiti Willow. Tetapi Willow bereaksi seolah olah Dillon akan menyakitinya.


Willow masuk ke dalam mobil dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Karena khawatir, Dillon mengejar Willow menggunakan motornya.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA❤❤❤