TRAUMA LET ME TOUCH YOU

TRAUMA LET ME TOUCH YOU
#74



Menjelang sore, Daxon dan Heidi baru datang. Mereka menghabiskan waktu mereka berdua dengan bersenang-senang.


"Mommyyyyy ..." panggil Daxon yang baru saja datang dan langsung menghampiri Willow kemudian memeluknya.


"Kau bersenang-senang, Sayang?" tanya Willow sambil mencium pipi Daxon yang memerah.


"Ya, aku sangat bahagia. Nenek mengajakku main sepanjang hari," jawab Daxon dan menceritakan permainannya tadi dengan excited.


Willow tertawa pelan mendengarkan cerita Daxon yang lucu dengan cara bicaranya yang masih lucu dan menggemaskan itu.


"Besok giliran kakek yang bermain denganmu, Anak tampan," ucap Isaac seraya menggendong Daxon dan membawanya ke kamar Daxon.


Willow mengajak Heidi bercengkrama di dapur sembari menyiapkan makan malamnya.



❤❤❤❤❤❤❤❤


Malam harinya, Isaac dan Heidi membawa Daxon pergi setelah menunggu Dillon datang dari perusahaan.


"Jangan merepotkan kakek dan nenek ya, Sayang." Willow menciumi wajah tampan sang putra.


Daxon mengangguk dan tersenyum lebar. Lalu Dillon memeluknya dan juga mencium pipinya dengan gemas.


"Good bye, Sayang. Nanti daddy akan menjemputmu," ucap Dillon tersenyum.


"Ya, Dad. I love you, Dad," kata Daxon.


"I love you, Mom." Daxon kembali memeluk Willow dan mencium perut besarnya.


Setelah berpamitan, mereka bertiga pun pergi dari mansion Dillon.


Willow dan Dillon kemudian masuk ke kamar untuk bersiap tidur. Dillon merangkul bahu Willow dan berjalan ke kamar bersama.


"Bisakah kau tidak lembur kerja lagi selama tak ada Daxon di sini?" pinta Willow pada Dillon.


Dillon menaikkan kaki Willow ke atas ranjang dan dia pun naik ke ranjang kemudian memeluk tubuh Willow.


"Ya, Honey. Aku juga tak akan meninggalkanmu terlalu lama. Kau sedang hamil besar, jadi aku harus ekstra menjagamu," jawab Dillon mencium kening Willow.


"Tadi daddy menceritakan tentang orang tuaku." Willow memulai ceritanya.


"Lalu?" tanya Dillon.


"Itu hal yang wajar, Honey. Dan itu bisa di maklumi," ucap Dillon.


"Hmm, dan daddy menawariku untuk bertemu dengan ayah kandungku. Tapi aku menolaknya. Aku tak tertarik bertemu dengan seseorang yang telah menolakku dan meninggalkan ibuku sendirian hingga memberikanku pada daddy," kata Willow lirih.


"Apa kau sedih dengan kenyataan ini?" tanya Dillon mengusap punggung Willow.


"Ya, aku kecewa karena daddy bukanlah ayah kandungku. Aku sangat mencintai daddy dan tak ingin kehilangan daddy," ucap Willow.


"Daddy sangat mencintaimu, Honey. Kau akan selalu menjadi putrinya," kata Dillon.


"Ya, aku bersyukur dengan hal itu. Dan setidaknya aku masih sedarah dengan daddy," ucap Willow.


"I love you, Honey. Lupakan hal itu dan bagaimana jika besok kita ke pantai?" tanya Dillon memandang mata hijau Willow yang selalu cantik di matanya itu.


"Itu ide yang bagus. Aku memang sangat ingin berlibur. Tapi sayang Daxon tak ikut," jawab Willow.


"Daxon akan bersenang-senang dengan para sepupunya juga di sana," kata Dillow mengecup bibir Willow.


Willow tersenyum cantik dan membelai pipi Dillon yang mulai berjambang tipis itu.


"Sudah berapa lama kita tak bercinta?" lirih Willow yang kemudian mengecup dagu Dillon.


"Kau merindukanku?" tanya Dillon tertawa kecil.


"Hmm ... Aku ingin bercinta denganmu sekarang," ucap Willow.


"Dengan senang hati aku akan melayanimu, My Queen," jawab Dillon.


Willow tertawa dan Dillon menangkup pipinya untuk melihat tawa Willow yang terdengar renyah di telinganya.


"Apakah kau sadar betapa cantiknya dirimu, Honey? Aku benar-benar seperti terjebak dengan kecantikanmu dan tak bisa keluar selamanya," ucap Dillon pelan.


"Kau selalu manis dan membuatku semakin mencintaimu. I'm fallen for you (aku jatuh cinta padamu) and i am yours forever," balas Willow dan kemudian Dillon mencium bibirnya dengan mesra.




JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA❤❤❤