TRAUMA LET ME TOUCH YOU

TRAUMA LET ME TOUCH YOU
#14



Dillon menghabiskan waktunya di rumah Willow sampai malam meskipun dia harus menjaga jarak dari Willow. Dia mengikuti saran Velvet untuk tak terlalu bar bar dalam menghadapi Willow. Cukup menggunakan sikap yang santai dan lembut agar Willow merasa nyaman dengannya.


Mereka bahkan makan malam bersama dan Willow tak terlalu mempedulikan Dillon meskipun Dillon selalu membuka obrolan. Willow hanya menjawabnya singkat jika Dillon bertanya.


Sore tadi, Willow menulis pesan pada Velvet tentang kedatangan Dillon dan Velvet mengatakan bahwa Willow tak perlu takut pada Dillon karena Dillon pria yang cukup sopan dan bisa menjaga sikapnya.


Willow pun sedikit lega dengan hal itu karena Velvet yang mengatakannya. Dan Willow sangat percaya apapun yang dikatakan oleh Velvet.


"Kapan kau akan pulang?" tanya Willow akhirnya pada Dillon ketika mereka telah selesai makan malam.


"Bagaimana jika aku menginap disini?" tanya Dillon tersenyum.


Willow melihat mata Dillon dan kemudian menunduk lagi karena gugup melihat tatapan tajam mata Dillon.


"Tidak perlu. Banyak pelayan disini. Pulanglah," jawab Willow dengan nada datarnya seperti biasa.


"Baiklah, kita akan bertemu di rumah Francis besok. Terima kasih makan malamnya," kata Dillon dengan tenang.


Sekali lagi, Dillon tak ingin terlalu agresif mendekati Willow meskipun dia sudah sangat gemas untuk mencubit pipi chubby Willow yang menurutnya menggemaskan itu.


"Hmm. Terima kasih," jawab Willow tanpa melihat Dillon dan beranjak dari kursinya lalu masuk ke dalam kamarnya meninggalkan Dillon sendirian di ruang makan.


Dillon menyunggingkan senyuman miringnya melihat sikap Willow yang begitu dingin padanya seperti balok es freezer yang tak dikuras selama bertahun tahun.😆




Beberapa menit kemudian, Dillon pun keluar dari rumah Willow dan mengendarai mobilnya.


Ketika keluar dari gerbang depan, Dillon melihat sebuah mobil sedan hitam tampak berhenti di seberang jalan gerbang rumah Willow.


Dillon melihat plat nomer mobil itu dan merekamnya di otaknya.


"Siapa dia?" gumam Dillon yang melihat hanya satu orang saja didalam mobil itu.


Dillon memutuskan untuk kembali ke dalam rumah Willow dan menginap disana tanpa sepengetahuan Willow. Dillon merasa inilah alasan mengapa Isaac menyuruhnya untuk menjaga Willow.


Isaac pasti berpikir akan ada yang menyakiti Willow dan Dillon baru menyadarinya sekarang karena tak mungkin Isaac menyuruhnya menjaga Willow hanya karena Isaac tak ada di rumah.


Dillon mengatakan pada petugas security bahwa Dillon akan menginap disana dan pelayan segera menyiapkan kamar tamu untuknya.


Dillon menelepon Isaac dan menceritakan apa yang dilihatnya di depan rumah tadi.


"Menurut uncle, siapa orang itu?" tanya Dillon pada Isaac.


'Pagi tadi Willow mengatakan bahwa ibu Jonah mendatanginya di perusahaan. Dan hal itu membuat Willlow takut. Jadi kemungkinan besar mobil di depan rumah itu adalah milik Hensley, mantan istriku,' jawab Isaac.


"Apakah dia berbahaya?" tanya Dillon.


'Tidak, dia sama sekali tak berbahaya secara fisik. Tapi dia berbahaya bagi mental Willow. Apakah aku bisa meminta bantuanmu? Jangan biarkan Willow sampai bertemu dengannya lagi. Aku hanya meminta bantuan ini sampai aku tiba di Los Angeles,' jawab Isaac.


"Baiklah uncle. Itu tak masalah bagiku. Malam ini aku akan menginap disini. Kuharap uncle mempercayaiku untuk menjaga Willow," ucap Dillon.


'Aku sangat mempercayaimu, Dillon. Terima kasih banyak atas bantuanmu. Good night,' jawab Isaac.


"Good night uncle," kata Dillon.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA...❤❤❤