
SKIPPP YAA KLO MASIH PUASA.. MAKANYA OTOR UPDATE INI PAS MALEM😆😆
Dillon lalu mengangkat tubuh Willow dengan perlahan dan membawanya ke ranjang. Dillon menatap wajah cantik Willow yang sudah memerah.
"Kau yakin dengan hal ini, honey?" tanya Dillon ingin memastikan terlebih dahulu karena dia tak ingin berhenti di pertengahan permainan.
Willow menjawabnya hanya dengan anggukan.
Lalu Dillon membuka kaos sweater yang dipakainya dan kemudian celananya. Willow melihat semua gerakan itu dan menikmatinya. Dia melihat dada bidang Dillon dan serasa ingin menyentuhnya.
"And now ... Let me touch you ..." ucap Dillon lirih.
Dillon menyunggingkan senyumnya dan kembali mencium leher Willow. Dia melakukannya dengan perlahan dan tak terburu buru.
Tangannya mulai masuk ke balik lingerie Willow. Willow tak menyia nyiakan waktunya. Dia membuka sendiri lingerienya dan kini hanya tinggal bra dan bagian bawahnya saja yang tertutup.
"Aku suka kecepatan tanganmu, sayang," ucap Dillon lirih dan tersenyum.
Willow tertawa pelan dan bibir mereka kembali bertautan. Willow dalam posisi duduk saat ini dan Dillon membuka pengait bra Willow yang ada di punggungnya.
Lalu terlihat 2 gundukan indah di depan mata Dillon. Penantian panjangnya berbuah manis. Willow memiliki dada yang cukup besar dan padat. Dan Dillon baru menyadari hal itu karena selama ini Willow jarang berpakaian ketat dan lebih sering memakai baju berbahan rajut.
"Aku merasa mendapatkan jackpot," ucap Dillon dan menatap mata Willow.
"Hanya kau yang pernah melihatnya. Bahkan sahabatku pun tak pernah melihat asetku ini," kata Willow yang kata katanya sudah mulai nakal dan mesum.
Dillon tertawa dan melanjutkan kegiatannya menjelajahi dada bulat dan penuh milik Willow itu dengan tangan dan bibirnya.
Willow mulai mendesah dan melengkungkan tubuhnya hingga Dillon semakin bergairah. Dia menyusuri tubuh Willow dan tak ada yang luput dari ciumannya.
Pemanasan yang dilakukan Dillon cukup lama hingga membuat Willow mendapatkan puncaknya beberapa kali.
Ini adalah pengalaman pertama Willow dimana ada pria menyentuh seluruh tubuhnya. Ini melebihi ekspektasinya. Sentuhan Dillon pada tubuhnya membuat dirinya gila dan ingin merasakan yang lebih lagi.
"Touch me, Dillon," ucap Willow dengan suara ******* yang terdengar sexy di telinga Dillon.
Dillon kembali mencium bibir Willow dan kini dirinya akan memasuki bagian inti dari adegan ini.
"Ini akan sedikit sakit," bisik Dillon di telinga Willow.
"Hmm ..." jawab Willow singkat.
Lalu Dillon membuka kaki Willow dan mulai memasukinya. Dillon melakukannya dengan sangat perlahan agar Willow tak terlalu kesakitan dan bisa menikmati ini meskipun ini adalah yang pertama bagi Willow.
Cukup sulit bagi Dillon menembus pertahanan terakhir Willow. Hingga akhirnya dirinya berhasil dan membuat Willow terpekik pelan.
"Katakan padaku jika kau tak nyaman," ucap Dillon menatap mata Willow.
"Hmm ..." jawab Willow sembari menggigit bibir sexynya.
Dillon mulai menggerakkan pinggulnya dengan perlahan. Bibirnya kembali mencium bibir Willow. Dillon tak ingin bergerak cepat karena bisa membuat area sensitif Willow lecet dan sakit.
Dillon merasakan darah keperawanan Willow yang membasahi area intimnya dan entah mengapa itu membuatnya tersenyum.
Dalam hatinya dia merasa bahagia karena Willow adalah milik Dillon seutuhnya. Dulu ketika bersama Ciara, dia tak merasakan hal ini karena Ciara sudah tak perawan. ( Sepertinya keluarga Robert punya keberuntungan yang amazing ya, dapat istri perawan semua😆)
Willow mencengkeram bahu Dillon dan mencium lehernya hingga tercipta tanda merah disana.
"Aku suka harum tubuhmu," ucap Willow lirih yang masih menciumi leher Dillon.
"Kau boleh menciumku dimanapun kau suka, baby," bisik Dillon dan tetap menggerakkan tubuhnya dengan gerakan slow diatas tubuh Willow yang sintal.
Dillon tak bermain terlalu lama kali ini. Ini pertama kalinya dia menyentuh Willow dengan rentang waktu menunggu yang cukup lama menurutnya. Jadi hasratnya benar benar sudah di ujung tanduk hingga akhirnya dia menumpahkan semua benihnya di rahim Willow.
Willow dan Dillon saling berpelukan di akhir permainan mereka.
"I love you ... Aku tak peduli jika traumaku masih ada, asalkan kau masih bisa kusentuh ... Hmm ... Hanya kau pria yang bisa kusentuh selain daddy, " lirih Willow pelan di ceruk leher Dillon yang memeluknya.
"I love you too," jawab Dillon berbisik.
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤