TRAUMA LET ME TOUCH YOU

TRAUMA LET ME TOUCH YOU
#49



Hari ini Willow dan Dillon pun langsung menuju ke Swiss. Mereka cukup melewati perjalanan yang panjang dan membuat Willow hanya tertidur saja di pesawat.


Sesampainya di Swiss, Dillon langsung menuju mansion keluarganya yang ada di kota Bern. Sang supir keluarga menjemputnya di bandara.


"Aaahhh ... Indah sekali pemandangan di sini," ucap Willow sambil membuka jendelanya agar udara segar yang lumayan dingin itu masuk dan melambaikan rambut indahnya.


"Kuharap kau tak meminta ke negara lain lagi, Honey," ucap Dillon.


Willow tertawa pelan dengan mata yang masih fokus pada pemandangan di sepanjang jalan.


"Kita akan langsung makan malam diluar?" tanya Willow.


"Tidak, ini masih sore dan pelayan sudah menyiapkan makan malam untuk kita," jawab Dillon.


Lalu Willow mengecup pipi Dillon dan tersenyum.


"Thank you, Baby," ucap Dillon dengan senyumnya.


Setelah beberapa menit, mereka pun sampai di mansion keluarga Robert yang sangat megah. Willow tampak terperangah dengan bangunan mansion yang megah di depannya itu.


"Ini melebihi ekspektasiku, Honey. Mansion ini benar benar seperti istana," ucap Willow yang masih speechless melihat mansionnya.


"Ya, mansion ini tak berubah sejak nenek buyutku masih hidup. Dan tetap bertahan sampai sekarang," jawab Dillon.


Lalu Dillon menggandeng tangan Willow masuk ke dalam mansion.


"Apa keluargamu tak ada yang tinggal di sini?" tanya Willow.


"Tidak ... Mereka kemari jika sedang berlibur saja," jawab Dillon dan menuju kamar karena dia masih jetlag. Berbeda dengan Willow yang tampak segar dan antusias mengelilingi mansion.


"Aku akan mandi dan istirahat. Kau berkelilinglah," ucap Dillon yang kemudian mengecup bibir Willow.


"Hmm ," jawab Willow yang langsung ditemani oleh salah seorang pelayan wanita mengelilingi mansion itu.


Pelayan itu dengan ramah menjelaskan ruangan-ruangan apa saja yang ada di mansion yang luas itu. Cukup lama mereka mengitari mansion itu.


Hingga akhirnya destinasi terakhir Willow adalah ke taman belakang yang amat sangat luas. Disana juga terdapat kandang kuda yang cukup besar.


Willow tertarik menuju ke sana karena dulu dia sempat mengikuti kelas berkuda ketika masih remaja.


Dia tahu pasti bahwa kuda-kuda itu adalah golongan kuda mahal.


"Apa aku boleh menungganginya?" tanya Willow pada pekerja yang sedang membersihkan kuda berwarna hitam itu.


"Tentu saja, Nyonya," jawab pekerja itu dengan tersenyum.


Lalu pekerja itu mengeluarkan kuda hitam itu keluar dari kandangnya menuju taman belakang yang khusus untuk berkuda.


"Anda bisa?" tanya pekerja itu.


"Ya, aku pernah berkuda dulu," jawab Willow antusias.


Lalu Willow pun menaiki kuda itu dengan bantuan pria paruh baya itu.


"Terima kasih , Tuan ..."


"Aku Marcel, Nyonya," jawab pria itu.


"Thank you, Tuan Marcel," ucap Willow tersenyum.



Willow pun mengendarai kudanya dengan perlahan terlebih dulu. Dia menikmati hembusan angin yang menerpa wajah cantiknya yang polos.


Willow menyunggingkan senyumnya dan semakin lama laju kudanya semakin cepat. Willow menyukai sensasi ini. Dia merasa perasaannya menjadi sangat baik karena hal itu.


Willow sangat suka berkuda dulu, hingga akhirnya Jonah dan ibunya masuk ke dalam kehidupan keluarganya dan menghancurkan semuanya.


Dan sekarang Willow sudah mulai melupakan hal itu. Mungkin dia akan berkuda setiap hari jika membuat moodnya lebih baik seperti ini.


Dillon yang baru saja selesai tidur, melihat Willow dari balkon kamarnya yang ada di lantai 2. Dia tersenyum melihat sang istri tampak bahagian menaiki kuda.


Lalu Dillon segera menuju keluar karena menurutnya sekarang waktunya Willow menaikinya.😁



JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA..❤❤❤