
Selang 2 jam, Dillon keluar dari ruang operasi dan dibawa ke ruang perawatan VVIP dimana Rey sudah menyiapkannya.
Semua tampak masuk bersama kesana. Willow masih bersama Galy. Dia melihat ke arah Dillon yang kepala dan kakinya terbalut perban.
Damon duduk di sebelah ranjang Dillon dan mendampinginya disana. Dia mengusap tangan Dillon.
Tak ada kata kata apapun. Mereka diam seribu bahasa disana.
"Pulanglah sayang. Kau sudah disini sepanjang malam," kata Galy pada Willow.
"Tidak, aku tak akan pulang. AKu akan bertanggung jawab sepenuhnya atas semua ini," jawab Willow.
Velvet sangat mengerti apa yang dirasakan Willow karena dia sangat mengenal Willow. Willow pasti akan menunggu Dillon sampai memastikan bahwa semuanya baik baik saja.
"Tak apa, mom. Aku akan menemaninya disini," kata Velvet.
Sejam berlalu. Dillon pun akhirnya sadar. Damon sangat lega ketika melihat senyum Dillon sewaktu dia membuka matanya untuk pertama kali.
"Kau merusak salah satu motor favoritku, Dillon," ucap Damon.
Dillon tertawa pelan.
"Sorry, aku akan menggantinya dengan motor yang lebih bagus dan mahal nanti," jawab Dillon pelan.
Semua yang ada disana tampak mendekati ranjang Dillon. Tetapi Willow yang paling pertama menghampirinya.
"Maaf, aku tak sengaja menabrakmu. Maaf, aku akan bertanggung jawab penuh atas apa yang kulakukan padamu," ucap Willow menunduk.
Dillon melihat ke arah Willow dan menatapnya lama. Dillon tampak berpikir dan masih diam tak menganggapi ucapan maaf dari Willow.
"Aku tak bisa berjalan karenamu, dan meskipun ini hanya sementara tapi kurasa ini akan menghabiskan waktu yang cukup lama untuk kesembuhanku. Jadi, kau harus menikahiku untuk mempertanggung jawabkan perbuatanmu. Kau jarus menjagaku sampai aku sembuh dan berjalan kembali," ucap Dillon akhirnya.
Tentu saja semua kaget dengan apa yang dikatakan oleh Dillon termasuk Willow.
"A..apa???" kata Willow terbata dan kaget dengan apa yang dikatakan Dillon.
"Dillon, apa yang kau katakan, nak?" tanya Rey.
"Aku ingin ada orang yang merawatku selama aku sakit. Dan tentu saja dia yang harus merawatku karena dia yang menabrakku, dad," jawab Dillon.
Willow masih terdiam dan tak mengatakan apapun karena dia masih sangat bingung dengan permintaaan Dillon yang meminta pertanggung jawabannya dengan cara menikah.
"Kau tak setuju? Baiklah, pergilah," kata Dillon ketika tak kunjung mendapat respon dari Willow.
"Ba..baiklah," jawab Willow dengan sangat terpaksa.
Willow menundukkan wajahnya dalam hingga dia tak berani melihat ke arah Dillon. Dia merasa ingin menangis karena dihadapkan dengan situasi sulit seperti ini.
"Dillon, kau tak boleh memaksanya seperti itu," kata Galy.
"Tidak aunty. Aku yang menginginkan hal ini dan Dillon hanya memberiku pilihan. Aku menerima ini semua. Sungguh," ucap Willow.
"Aku ingin tidur. Kalian keluarlah. Kepalaku sangat pusing. Kecuali kau nona Willow Jane Foster. Kau yang akan merawatku bukan?" kata Dillon.
Willow hanya mengangguk pasrah.
Velvet cukup terkejut dengan kenekatan Dillon yang memanfaatkan situasi ini dengan amat sangat baik. Tak tanggung tanggung, Dillon akan langsung menikahi Willow tanpa drama pendekatan yang panjang dan bertele tele.
Itu artinya Dillon sangat serius dengan Willow. Dan Velvet tak masalah dengan hal itu karena hanya dengan cara itulah Willow mau menikah meskipun harus dipaksa dan dalam keadaan terpaksa.
Setelah semua keluar dari kamar, kini hanya ada Willow dan Dillon di kamar.
"Duduklah di sebelahku," ucap Dillon pelan.
Meskipun tubuhnya remuk dan baru saja melakukan operas, tak membuat Dillon kelelahan dan kesakitan karena ada Willow di sampingnya.
Dillon berpikir Tuhan sedang memberinya ujian sekaligus berkah bagi dirinya.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA...