
3 BULAN BERLALU ...
Kehamilan Willow sudah menginjak 7 bulan dan perutnya kini sudah terlihat sangat membuncit. Menurut dokter, Willow mengandung bayi laki-laki. Willow tak masalah dengan hal itu dan bersyukur bayinya tumbuh sehat.
Willow kini sedang berada di kamar bermain berama Daxon. Sejak melahirkan Daxon, Willow tak lagi bekerja di perusahaan.
Dia ingin fokus merawat Daxon dengan tangannya sendiri dan memastikan Daxon tumbuh dan berkembang dengan baik.
TOK ... TOK ... TOK ...
Terdengar suara ketukan di pintu dan kemudian pintu itu terbuka. Willow melihat ke arah pintu dan pelayan masuk menghampiri Willow.
"Ada apa, Bi?" tanya Willow.
"Ada tuan Isaac dan Nyonya Heidi di luar, Nyonya," jawab pelayan itu.
Willow sedikit terkejut dengan kejutan itu. Pasalnya Isaac tak mengabari padanya bahwa mereka akan ke Los Angeles hari ini.
"Daxon, ayo keluar. Ada kakek dan nenek datang," ucap Willow pada sang putra yang masih asyik bermain lego.
"Kakek dan nenek ada di sini?" tanya Daxon excited.
Willow mengangguk dan menggandeng tangan mungil sang putra menuju ke ruang tamu. Willow berjalan perlahan karena perut buncitnya sudah lumayan berat dan membuatnya sedikit susah berjalan cepat.
"Daddy ... Aunty ..." panggil Willow dan menghampiri kedua orang tuanya itu.
"Sayang, bagaimana kabarmu?" Heidi memeluk Willow dan mengusap perutnya yang membesar.
"I'm so great, Aunty," jawab Willow dan kemudian memeluk sang ayah. Heidi mengambil Daxon dan menggendongnya.
"Daddy merindukanmu dan Daxon, maka dari itu daddy kemari," ucap Isaac merangkul bahu Willow dengan penuh kasih sayang.
"Aku juga merindukan daddy. Berapa lama daddy di sini?" tanya Willow.
"Tak lama. Hanya 2 hari saja," jawab Isaac dan kemudian mereka pun duduk bersama di sofa.
Lalu Daxon turun dari gendongan Heidi dan menghampiri sang kakek tercintanya kemudian duduk di pangkuannya.
"Of course ... Aku akan memiliki adik, Kakek. Jadi aku harus bertambah besar untuk menjaga adikku nanti," jawab Daxon yang membuat mereka semua tertawa.
"Bukankah kau sedang liburan? Kau tak ingin ikut kakek ke New York?" tanya Isaac.
"Apakah boleh, Mom?" tanya Daxon melihat ke arah Willow.
"Kau akan merepotkan nenek dan kakek nanti," jawab Willow dan membuat Daxon mencebik.
"Tidak, Sayang. Aku justru akan sangat senang jika Daxon menghabiskan waktu liburannya bersama kami," ucap Heidi.
"Mom, please," mohon Daxon dengan wajah tampannya yang imut itu.
Willow akhirnya mengangguk karena tak bisa melihat wajah sedih sang putra kesayangan.
"Yeaaayyyy ... Horaayyy ..." Daxon bersorak sorai gembira dan memeluk Willow dan mencium perut Willow yang berisi adik tersayangnya.
Malam harinya, Dillon pulang sedikit terlambat karena pekerjaannya yang menumpuk. Dillon memasuki kamarnya dan tak melihat Willow di ranjang.
Itu artinya Willow sedang berada di kamar Daxon. Dillon masuk ke kamar mandi dan memebersihkan tubuhnya lalu mengganti bajunya dengan kaos putih dan celana pendek berbahan kaos.
Dillon menuju kamar Daxon yang terletak di sebelah kamarnya. Dillon membuka pintu perlahan agar tak mengganggu tidur Daxon.
Dia menghampiri ranjang dan melihat Willow yang ternyata masih belum tidur dan masih asyik melihat ponselnya.
Dillon mencium pipinnya dan memeluknya dari belakang.
"Kau belum tidur, Honey?" tanya Dillon berbisik di telinga Willow.
"Kau baru datang? Hmm, aku memang menunggumu," jawab Willow sambil mengusap punggung tangan Dillon yang berada di atas perutnya.
"Thank you. Ayo kita ke kamar," kata Dillon dan beranjak dari ranjang lalu membantu Willow berdiri. Kemudian mereka pun berjalan bersama menuju kamar.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA...❤❤❤