TRAUMA LET ME TOUCH YOU

TRAUMA LET ME TOUCH YOU
#47



Malam hari sebelum berangkat berbulan madu ke Maldives, Dillon menelepon Damon. Dia meminta bantuan Damon untuk mengawasi Jonah.


Damon memastikan bahwa Jonah tak akan lepas dengan mudah dari penjara karena dia terkena pasal berlapis.


Kalau pun Jonah nanti bebas, Damon sudah menyiapkan rencana untuk membereskan masalah Jonah agar tak mengganggu Willow maupun Velvet lagi.


 


Pagi ini, Willow dan Dillon akan pergi ke Maldives. Maldives terletak di negara Maladewa. Maladewa adalah sebuah negara kepulauan yang ada di Samudra Hindia.


Kali ini tujuan Dillon adalah ke Atmosphere Kanifushi Maldives. Mereka akan menginap di sebuah hotel yang terletak di atas pantai. Jadi pemandangannya langsung menjurus ke laut.


"Sepertinya kulitku akan menghitam disini," ucap Willow tersenyum.


"Kau akan tampak eksotik dan lebih sexy jika berkulit sedikit gelap, Honey," kata Dillon mencium tengkuk leher Willow.


"Entah mengapa aku tak suka cuaca panas ini, aku tak ingin berlama lama disini," ucap Willow berbalik menatap Dillon.


Dillon menatap heran pada Willow.


"Kemarin kau sangat setuju kemari, sayang," ucap Dillon menangkup pipi Willow.


"Hmm ... Tapi tiba tiba aku tidak mood lagi. Aku ingin di negara yang dingin saja," jawab Willow mengusap keringatnya yang sudah memenuhi keningnya.


"Baiklah ... Kalau begitu kita ke Swiss saja besok. Ada banyak resort dan hotel daddy disana," kata Dillon.


"Maaf merepotkanmu. Tapi jika panas seperti ini, membuatku tidak mood untuk bercinta," ucap Willow yang membuat Dillon tertawa.


"Oh ya?" tanya Dillon.


Willow mengangguk.


"Baiklah ... aku ingin bukti," ucap Dillon dan menggendong Willow ke dalam kamar hotelnya yang dingin karena AC.


"Oh come on, Honey ... Aku benar benar tidak mood melakukan hal ini sekarang," ucap Willow melingkarkan tangannya di leher Dillon.


Dillon tetap membawa Willow ke dalam kamar dan merebahkannya di ranjang.


"Bukankah di dalam sini udaranya dingin?" ucap Dillon tersenyum.


"Berapa banyak wanita yang sudah kau tiduri?" tanya Willow dengan suara pelan.


"Apakah itu penting untuk dibahas?" tanya Dillon balik dan mencium tangan Willow yang mengusap pipinya.


"Aku ingin tahu seberapa nakalnya dirimu dulu," jawab Willow tersenyum.


"Tidak ... Aku tak akan membahas hal itu. Aku sudah melupakannya dan menguburnya dalam dalam. Ada wanita cantik didepanku yang lebih menarik, dan sudah mengambil hatiku disaat pertama kali melihatnya tersenyum" ucap Dillon mengecup bibir Willow.


Willow tertawa pelan.


"Kau marah padaku waktu di pesta pantai ketika pernikahan Velvet. Aku kira kau membenciku," ucap Willow.


"Sorry ... Apa aku membuatmu takut kala itu?" tanya Dillon menatap serius mata biru Willow yang selalu indah dipandang.


Willow mengangguk.


"Thank you ... Seandainya kau tak gigih mengejarku mungkin aku masih terpuruk saat ini," ucap Willow sembari mengusap bibir Dillon dengan jarinya.


"Aku yang berterima kasih padamu karena kau mengizinkanku memasuki hidupmu. Kau tahu, Honey? Kau adalah hidupku. Aku akan melakukan apapun untuk kebahagiaanmu," ucap Dillow.


"Kau selalu saja manis. Apakah kau selalu seperti ini pada mantan mantan pacarmu?" tanya Willow kepo.


"Hmm, dan kau adalah pelabuhan terakhirku," jawab Dillon.


"Kau pintar sekali bermulut manis, Oh my ... Sepertinya aku tak akan menolak godaan darimu," kata Willow tertawa kecil.


Dillon ikut tertawa dan mulai mencium bibir Willow. Willow menyambutnya dengan ciuman perlahan yang tak terburu buru.


Tangan Willow sudah membuka kaos putih Dillon dan menciumi dada bidangnya.


"Kurasa kau sudah dalam mode good mood," kata Dillon pelan.


"Hmm ... Aku sangat mudah terpancing, dan kau sangat tahu hal itu," jawab Willow dan kemudian mencium bibir Dillon dengan lahapnya.


TBC....😁😜


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA...❤❤❤